Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
KOMPAS.com - Banyak dari kita yang mengalami problem dalam menaikkan berat badan ideal. Berat badan ideal bisa ditambah dengan meningkatkan massa otot, bukan lemak tubuh.
Banyak yang sering salah arti dengan menaikkan berat badan berarti menaikkan jumlah lemak. Selain cara itu adalah cara yang salah, cara itu juga sangat tidak sehat karena lemak bertambah artinya kita mengonsumsi energi lebih banyak dari yang kita butuhkan untuk aktivitas kita.
Biasanya setelah mencoba selama berbulan-bulan, makan sebanyak mungkin, latihan fitness yang ‘katanya’ sudah berat tetapi masih belum membuahkan hasil sama sekali, kita sudah mulai putus asa dan mengatakan kalau tubuh kurus kita adalah genetik atau sudah nasib. Kalau dalam 2-3 minggu belum ada hasil, PASTI ada yang salah.
Coba cek tips di bawah ini buat yang selama 2-3 minggu ototnya belum naik-naik :
1. Sudahkan kita makan 5-6x sehari, porsi sedang, dan mengurangi junk food? Memakan junk food bukan saja menambah lemak tidak sehat tetapi juga bisa memperlambat metabolisme tubuh menjadikan tubuh tidak bisa bekerja secara sehat.
2. Makan karbohidrat dan protein LANGSUNG setelah selesai latihan. Hal ini diperlukan untuk mengantikan glycogen atau gula dalam otot yang habis sewaktu kita latihan. Dan proteinnya dibutuhkan oleh otot yang baru saja kita ‘rusak’ dengan latihan berat.
3. Makan real food (bukan suplemen) MAKS 1 jam setelah latihan
4. Minum multivitamin (ini keharusan buat yang mau nambah berat badan, karena vitamin B terutama, sangat membantu untuk mencerna nutrisi yang kita makan. Akan percuma makan banyak makanan tapi tubuh kita tidak bisa mencernanya dengan baik).
5. Latihan beban TIDAK MELEBIHI 1 jam. Dan kurangi kardio Anda. Latihan lebih dari 1 jam akan memboroskan kalori Anda. Anda tetap membutuhkan kalori untuk membangun otot-otot Anda.
6. Tidak melatih otot yang sama lebih dari 2x dalam seminggu
7. Sudah mengikuti 9-12 set per otot per sesi. Jangan melatih otot chest dengan seluruh alat di gym dengan asumsi semakin lengkap semakin baik. Gunakan hanya 3-4 alat masing-masing sekitar 3-4 set dan gunakan basic compound movement saja. No Isolation Movement.
8. 6-8 reps adalah suatu keharusan, tidak boleh sampai 12 reps. 6-8 reps tuh sudah failure.
9. Gunakan negatif reps. Setelah failure, dibantu oleh teman/spotter untuk angkat, dan kita tahan untuk turunnya. Variasikan negatif reps ini selama 2-3 minggu sekali.
10. Sudah menggunakan High Intensity Training untuk latihan beban. Yang artinya, istirahat pendek antar set, sekitar 1.5 – 2 menit. Dan angkat beban seberat mungkin. Contoh: buat yang tinggi sekitar 160-165, ;jangan bilang bench press 10kg kiri kanan sudah berat. Seperti itu tidak akan bisa menaikkan masa otot Anda. Kejar target minimal 25-30kg kiri kanan. Kalau belum mampu, naikkan perlahan-lahan setiap minggu sampai Anda mampu, kalau perlu, minta bantuan teman.
Ikuti 10 tips dari saya itu dan praktekkan benar2 dari poin 1 sampe 10 selama 2-3 minggu saja.
KOMPAS.com - Mendengarkan musik favorit memang selalu efektif untuk mengembalikan mood dan semangat yang kendur. Tetapi pilihlah musik yang tepat. Musik dengan irama sendu tak akan membantu membuat mood stabil kembali.
Sebuah studi terbaru dari University of Missouri mengatakan, memperbaiki mood dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan mendengarkan musik berirama semangat dan berusaha untuk merasa lebih baik dalam waktu yang bersamaan.
Para peneliti melakukan dua percobaan pada dua kelompok peserta. Percobaan pertama, satu kelompok peserta diminta mendengarkan musik berirama gembira, sedangkan kelompok lainnya mendengarkan musik sedih. Kedua kelompok tadi kemudian dibagi lagi menjadi dua, sebagian diminta untuk mencoba lebih bahagia, dan lainnya tidak.
Yang menarik, hanya kelompok yang mendengarkan musik bahagia dan yang mencoba untuk lebih bahagia yang benar-benar mengalami peningkatan mood.
Percobaan kedua, para peserta diminta untuk mengunjungi laboratorium secara rutin dan mendengarkan musik yang mereka ingin dengarkan. Setengah dari peserta diminta untuk berusaha meningkatkan tingkat kebahagiaan mereka selagi mendengarkan musik, sementara yang lain tidak. Hasilnya, hanya kelompok pertama yang dapat meningkatkan mood mereka.
Penulis studi Kennon M. Sheldon, profesor ilmu psikologi di University of Missouri mengatakan, kitalah yang mengatur mood kita sendiri. Mengerjakan sesuatu yang positif akan membuat kita merasa lebih baik.
Para peneliti mengatakan, memaksakan diri untuk merasa lebih baik mungkin akan menjadi bumerang yang justru menghancurkan mood. Sebaliknya, mendengarkan musik berirama riang saat berusaha merasa lebih baik merupakan strategi yang cerdas.
KOMPAS.com - Saat hamil, wanita perlu lebih mewaspadai gangguan usus, seperti konstipasi dan diare. Sebuah studi baru menemukan, tiga dari empat wanita mengalami gangguan usus saat hamil. Meskipun gangguan ini tidak sampai menurunkan kualitas hidup mereka.
Para peneliti asal Loyola University Center di Maywood mencatat gangguan usus ini terjadi akibat perubahan psikologis dan hormonal yang terjadi selama kehamilan. Selain itu, suplemen makanan yang diminum selama kehamilan juga turut berperan.
Studi ini menganalisa 104 wanita hamil pada trimester pertama dan 66 wanita hamil pada trimester ketiga. Para peserta diminta menyelesaikan dua kuisioner. Pertama, mengenai gangguan usus yang mereka derita, dan yang kedua mengenai bagaimana gangguan tersebut mempengaruhi kualitas hidup mereka. Para peserta secara khusus juga ditanya apakah gangguan usus yang mereka derita membuat hidup mereka kurang nyaman, terbatas memilih pakaian dan makanan, membuat malu, marah, terisolasi, sedih, atau tertekan.
Studi menemukan bahwa 72 persen peserta dengan kehamilan trimester pertama dan 61 persen peserta dengan kehamilan trimester ketiga pernah mengalami gangguan usus paling tidak satu kali. Gangguan usus yang mereka alami antara lain konstipasi, diare, kembung, dan radang usus.
Sementara itu, gangguan usus yang mereka alami ternyata tidak mempengaruhi kualitas hidup mereka. Dari skala satu hingga 100, dengan 100 menunjukkan tidak mempengaruhi sama sekali, rata-rata para peserta menjawab hingga 94,9.
Dr. Scott Graziano penulis senior dan profesor kebidanan di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine menyarankan wanita hamil untuk minum cukup cairan dan mengonsumsi 25 hingga 30 gram serat setiap hari. Studi menemukan bahwa wanita hamil rata-rata hanya mengonsumsi 16 hingga 17 gram serat per-harinya.
Hasil dari studi masih didiskusikan dalam pertemuan tahunan American College of Obstetricians and Gynecologists di New Orleans. Data dan kesimpulan yang akurat dapat dilihat setelah hasilnya diterbitkan dalam bentuk jurnal.
KOMPAS.com - Membatasi kalori tidak selalu menyenangkan, namun dapat memberikan banyak manfaat. Bukan hanya manfaat terkait berat badan, beberapa studi telah menunjukkan makan lebih sedikit dapat membantu memperlambat proses penuaan, memperpanjang umur, dan menurunkan efek penyakit Alzheimer.
Atas dasar itu, tim peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) melakukan sebuah studi untuk mengetahui lebih jauh, apakah pembatasan kalori juga dapat menunda kerusakan sel saraf di otak.
"Karena sebelumnya sudah diketahui penurunan fungsi kognitif dan saraf merupakan ciri-ciri dari proses penuaan, pembatasan kalori mungkin juga dapat berpengaruh dalam memperlambat kerusakan sel saraf," ujar Ketua Studi dr. Johannes Graff dari Picower Institute for Learning and Memory di MIT, dan Howard Hughes Medical Institute.
Graff dan timnya melakukan uji coba teori ini pada dua kelompok tikus yang sudah direkayasa mengalami penuaan saraf. Para peneliti mengurangi asupan kalori hingga 30 persen pada suatu kelompok tikus, dan menjaga asupan kalori tetap sama pada kelompok yang lain.
Setelah tiga bulan, para peneliti menguji kemampuan belajar dan ingatan setiap grup tikus. Hasilnya kelompok tikus kedua menunjukkan penurunan kemampuan belajar dan ingatan yang signifikan berkaitan dengan kerusakan sel saraf. Sedangkan pada kelompok tikus yang makannya dibatasi menunjukkan tidak adanya penurunan kemampuan belajar dan mengingat.
Para peneliti tidak puas dengan hasil itu saja. Mereka kemudian melihat melalui otak guna mengetahui tingkat dan jumlah kerusakan sel saraf. Ternyata, kerusakan sel saraf dapat diperlambat dengan pembatasan kalori.
Selain itu, mereka juga ingin mengetahui pengaruh enzim tertentu yang jumlahnya meningkat saat kalori dibatasi, yaitu enzim Sirtuin 1 (SIRT1). Jumlah enzim ini melimpah saat asupan kalori dibatasi.
Mereka pun membagi tikus menjadi dua kelompok lagi, dengan perlakuan pembatasan kalori pada grup pertama, dan penambahan obat berisi enzim tanpa membatasi kalori pada grup kedua. Hasilnya, kedua perlakuan ini efektif dalam memperlambat kerusakan sel saraf.
Graff berharap hasil ini dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antara pembatasan kalori, enzim SIRT1, dan penuaan sel saraf.
KOMPAS.com - Lima dari sembilan pasien yang menderita stroke menunjukan sedikit pemulihan menyusul dilakukannya injeksi sel punca ke dalam otak mereka.
Keith Muir, profesor dari Glasgow University, yang merawat mereka, menyatakan terkejut dengan pemulihan yang terjadi dalam skala kecil hingga menengah itu.
Namun dia menegaskan terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa pemulihan tersebut disebabkan oleh perawatan yang mereka lakukan.
Pasalnya, perasaan 'sembuh' sementara akibat perhatian klinis, atau semacam efek placebo, dapat dialami oleh pasien.
"Tampaknya aneh bahwa itu semua hanya kebetulan saja dan efek placebo," kata Muir kepada BBC News.
"Kami melihat hal ini sebagai kasus yang menarik dan agak mengejutkan. Kami telah melihat pasien kini memiliki kemampuan untuk menggerakkan jari mereka, padahal sebelumnya mereka telah menderita kelumpuhan total," kata Muir.
"Kami melihat beberapa orang telah mampu berjalan di sekitar rumah mereka padahal sebelumnya mereka sangat tergantung pada bantuan orang lain, dan pasien juga mengalami pemulihan yang memungkinkan mereka untuk mengenali apa yang terjadi di sekitar mereka."
Jalan panjang
Sembilan pasien sebelumnya menjalani perawatan percobaan klinis untuk menilai keamanan prosedur penyuntikan sel punca pada bagian otak yang rusak. Ini adalah salah satu percobaan pertama di dunia untuk menguji penggunaan sel punca pada pasien.
Hasil penemuan rencananya dipresentasikan pada European Stroke Conference di London.
Mengomentari penelitian itu, Clare Walton dari Asosiasi Stroke mengatakan: "Penggunaan sel punca adalah teknik menjanjikan yang bisa membantu membalikkan beberapa efek melumpuhkan akibat stroke. Kami sangat gembira tentang uji coba ini."
"Namun ini adalah awal dari jalan yang sangat panjang, dan pengembangan signifikan lebih lanjut diperlukan sebelum terapi sel punca dapat dianggap sebagai pengobatan yang mungkin."
Sel-sel induk diciptakan 10 tahun yang lalu dari salah satu sampel dari jaringan saraf yang diambil dari janin. Perusahaan yang memproduksi sel-sel induk, Reneuron, mampu memproduksi sebanyak apapun sel punca yang dibutuhkan dari sampel asli.