Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Efektif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Efektif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juni 2013

Merawat Kulit Lebih Efektif di Malam Hari

KOMPAS.com - Merawat kulit merupakan kewajiban bagi siapapun yang menginginkan kulit yang sehat. Selain memperhatikan kebersihan, kelembaban, dan nutrisi bagi kulit, ternyata kita juga perlu memperhatikan waktu perawatan guna mendapatkan kulit yang lembut, kenyal, dan kencang.

Menurut dermatolog Global Medical Center dr. Sarah Hutapea, SpKK, waktu yang paling efektif untuk melakukan perawatan kulit adalah di malam hari sebelum tidur. Pada waktu tersebut, kulit melakukan regenerasi lebih cepat, sehingga pengaplikasian produk perawatan kulit seperti lotion akan bekerja dengan efektif.

"Regenerasi kulit terjadi dua kali lebih cepat ketika kita tidur di malam hari. Maka inilah saat yang tepat untuk memakai pelembab, karena akan membantu proses meregenerasinya," paparnya seusai konferensi pers yang diadakan PT Unilever Indonesia, Rabu (29/5/2013) di Jakarta.

Selain itu, imbuh Sarah, jika tidur di ruangan berpendingin kulit juga menerima paparan udara dingin sehingga lebih mudah kehilangan kelembaban alaminya. Pengaplikasian lotion akan membantu menjaga kulit tetap lembab. Maka kita tidak akan melewatkan "kesempatan emas" regenerasi kulit yang cepat di malam hari.

Selain di malam hari, perawatan kulit dapat dilakukan ketika mandi, yaitu dengan menggunakan sabun yang kaya pelembab sehingga mudah meresap pada kulit. Sedangkan pengaplikasian lotion juga efektif sehabis mandi karena dapat menjaga kelembaban dan memberi proteksi sebelum kulit menerima paparan dari cahaya matahari maupun polusi saat beraktivitas.

Selain upaya-upaya primer dalam menjaga kesehatan kulit tersebut, kita juga membutuhkan upaya sekunder. Sarah memaparkan upaya sekunder yang dapat dilakukan antara lain tidak merokok, sebisa mungkin menghindari polusi dan paparan sinar matahari terlalu intens, cukup asupan vitamin dan air, serta menghindari stres dan cukup tidur.



Sumber Kompas



Info Alkes

Kamis, 23 Mei 2013

Kombinasi Jahe dan Obat Asma Lebih Efektif

KOMPAS.com - Selama ribuan tahun, jahe sudah dikelompokkan sebagai penyedap masakan dan minuman, serta pengobatan. Tanaman rimpang ini disukai karena efeknya yang menghangatkan tubuh. Salah satu khasiat lain dari jahe adalah membantu mengurangi gejala asma.

Para peneliti dari departemen anestesiologi Columbia University mengatakan, jika dikombinasikan dengan obat-obatan asma, jahe akan meningkatkan  efek rileksasi otot polos di sekitar saluran napas. Otot-otot ini menyempit saat serangan asma terjadi sehingga menyulitkan untuk bernapas.

Para peneliti menemukan ada tiga komponen spesifik dari jahe yang memiliki efek rileksasi sehingga baik jika dikombinasikan dengan obat asma. Ketua studi Elizabeth Townsend mengatakan, komponen jahe yang telah dimurnikan dapat bekerja secara sinergi dengan pengobatan asma dalam rileksasi otot saluran napas.

"Prevalensi asma meningkat beberapa tahun terakhir, namun dengan pengetahuan yang lebih baik tentang penyebabnya dan bagaimana penyakit ini berkembang, maka pengobatan baru yang lebih efektif dapat diciptakan," ujar Townsend.

Asma dikendalikan oleh otot yang mengetat di saluran udara yang disebut bronkokonstriksi. Maka selama ini asma diobati dengan betagonists yang berfungsi mengendurkan otot.

Untuk mengukur efek dari jahe, para peneliti mengambil sampel jaringan otot saluran napas dan memberikan paparan sebuah senyawa neurotransmiter yang disebut asetilkolin untuk membuat otot berkontraksi. Kemudian mereka memberikan tiga perlakukan berbeda pada otot polos yang berkontraksi tersebut.

Perlakukan pertama yaitu dengan memberikan isoproterenol, salah satu tipe bronkodilator, yang dicampur dengan komponen jahe 6-gingerol. Kedua, pengobatan ditambah komponen jahe 8-gingerol, dan yang tiga pengobatan ditambah komponen jahe 6-shogaol. Sedangkan ada juga kontrol yaitu dengan hanya memberikan pengobatan saja.

Hasilnya, ketiga perlakuan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan pengobatan saja. Khususnya, 6-shogaol merupakan komponen yang paling efektif dalam mengendurkan otot yang memperbaiki pengobatan asma.

Ketiga komponen bekerja dengan mempengaruhi enzim yang disebut dengan phosphodiesterase 4D (PDE4D). Penelitian sebelumnya menunjukkan enzim tersebut ditemukan di paru-paru, menghambat mekanisme rileksasi di saluran napas dan mengurangi inflamasi jaringan.

Para peneliti berharap studi ini dapat memberikan penjelasan yang lebih lanjut hingga ke tingkat seluler mengenai efektivitas komponen jahe untuk pengobatan saluran napas.



Sumber Kompas



Info Alkes

Kamis, 09 Mei 2013

Kombinasi Tomat-Kedelai Efektif Cegah Kanker Prostat

Selain bermanfaat untuk membantu menurunkan bobot tubuh, tomat juga berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh.

KOMPAS.com — Bagi kaum pria, masalah prostat adalah momok yang kerap menghantui saat menginjak usia lanjut. Tak ada salahnya jika upaya pencegahan penyakit ini sudah dibiasakan sejak usia muda. Salah satu pencegahan yang dapat dipertimbangkan adalah mengonsumsi buah tomat dengan kedelai. Menurut sebuah penelitian, kombinasi tomat dan kedelai ternyata memiliki efek yang lebih baik dalam mencegah masalah prostat. Mengonsumsi keduanya secara bersamaan akan memberi efek yang lebih baik daripada dimakan satu-satu.


Seperti yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Prevention Research, kombinasi dua makanan ini efektif dalam mencegah kanker prostat.


Para peneliti dari University of Illinois di Urbana-Champaign dan Ohio State University melakukan percobaan pada tikus untuk menguji kemampuan kombinasi ini. Mereka sudah merekayasa gen dari tikus agar dapat mengembangkan sebuah bentuk agresif dari kanker prostat.


Mereka memberi makan tikus-tikus dengan bubuk tomat yang mengandung dua persen kedelai, sementara ada kelompok tikus yang diberi makan tomat atau kedelai saja.


Hasilnya, tikus yang berasal dari grup kombinasi tomat dan kedelai 45 persen mengalami kanker prostat. Angka ini dibandingkan dengan tikus dari grup tomat, yaitu sebanyak 61 persen, dan grup kedelai 66 persen.


Para peneliti mengatakan, jika diaplikasikan pada manusia dewasa, hasil ini dapat diterjemahkan dengan konsumsi tiga hingga empat sajian tomat per minggu dan satu hingga dua sajian kedelai setiap hari.


Mereka juga mengatakan, sajian alami yang diperoleh dari buah tomat dan susu kedelai lebih memberikan manfaat daripada suplemen likopen dan kedelai. Alasannya, kandungan secara keseluruhan makanan dapat menambah efek dalam melawan sel kanker.




Sumber Kompas




Info Alkes

Rabu, 17 April 2013

Vaksinasi, Efektif Kendalikan Hepatitis B

KOMPAS.com - Sekitar 25 juta warga Indonesia diperkirakan menderita penyakit hepatitis B dan C. Dari jumlah itu, penderita virus hepatitis B (HBV) masih jauh lebih besar. Sebanyak 50 persen kasus hepatitis B dan C berpotensi menjadi penyakit liver kronis, dan sekitar 10 persennya dapat berujung pada kanker hati.

Hepatitis B adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan virus hepatitis B (HBV) . Virusnya dapat ditemukan pada darah, liur, cairan amniotik, atau semen. Beberapa profesi yang rentan tertular hepatitis B antara lain bidan, paramedis, dan dokter.

Menurut Direktur Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr.Slamet MPH, salah langkah pencegahan yang terus gencar dilakukan pemerintah dalam menekan penularan hepatitis B adalah dengan vaksinasi. Ini merupakan upaya pencegahan primer yang masih jauh lebih efektif dibandingkan upaya lainnya yang bersifat sekunder.

"Sampai sekarang yang paling efektif adalah pencegahan primer. Untuk pencegahan sekunder belum dilakukan maksimal karena mahal dan tidak bisa dilakukan semua orang," kata Slamet.

Sebagai upaya pencegahan primer, lajutnya, vaksinasi sekarang sudah tersebar merata di seluruh Indonesia. Data Kemenkes 2013 menyebutkan, sampai akhir Maret 2013 cakupan imunisasi hepatitis B mencapai 85,6 persen dari jumlah penduduk. Vaksin hepatitis B juga dilakukan kepada para ibu hamil. Hal ini penting dilakukan karena penularan hepatitis B dari ibu hamil ke janin mencapai 90 persen.

Beberapa propinsi yang sudah melakukan vaksinasi kepada 80 persen warganya yang hamil antara lain Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Banten, dan Bangka Belitung.

Slamet menambahkan, pencegahan secara sekunder yakni dengan melakukan deteksi dini, dan langsung mengobati jika menderita hepatitis B. Pencegahan sekunder ini bertujuan menekan kecepatan virus memperbanyak diri. Untuk pencegahan tersier, penderita dan tenaga kesehatan bekerja sama mencegah komplikasi penyakit akibat hepatitis B.

Kebersihan juga menjadi kunci menekan risiko tertular  HBV. Slamet menyarankan masyarakat tidak menggunakan jarum suntik bergantian, dan menjaga kebersihat alat medis bagi petugas kesehatan.



Sumber Kompas



Info Alkes

Senin, 15 April 2013

Agar Pemberantasan Nyamuk DBD Lebih Efektif

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAIlustrasi: Petugas melakukan pengasapan pada sebuah gedung di Kota Semarang, Jawa Tengah untuk mencegah serangan nyamuk demam berdarah.

KOMPAS.com - Nyamuk adalah hewan yang dikenal sebagai vektor penyakit berbahaya. Salah satu penyakit mematikan yang ditularkan melalui perantara nyamuk adalah demam berdarah dengue (DBD). Nyamuk Aedes aegypty merupakan vektor utama virus dengue, sedangkan Aedes albopictus menjadi vektor sekunder. Kedua hewan ini  dapat dikenali lewat tubuhnya yang bergaris hitam putih.

Segala cara kita lakukan untuk menghalau gangguan nyamuk. Namun seringkali cara menghalau tak tepat sasaran. Kalau sudah begini, nyamuk tetap datang mengganggu, dan bisa menjadi lebih kuat karena efek resistensi.

Menurut Dr.dr. Tri Yunis Miko Wahyono, M.Sc dari Pusat Riset Epidemiologi dan Surveilans Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), agar pengendalian nyamuk ini menjadi lebih efektif, langkah menghalau hewan ini harus disesuaikan berdasarkan fase hidupnya.

Pada seminar bertajuk  "Menyikapi Kejadian Luar Biasa Kasus DBD yang Terus Meningkat di Indonesia", Selasa (2/4/2013)  di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Tri menjelaskan, nyamuk memiliki 4 fase dalam hidupnya yakni  telur, larva, dan pupa sebelum akhirnya dewasa.

Seluruh siklus tersebut membutuhkan fase 21 hari. Fase telur menjadi larva perlu waktu 1-2 hari. Larva menjadi pupa menghabiskan 4-9 hari. Tahap pupa menjadi dewasa membutuhkan 2-3 hari. Sementara, nyamuk dewasa hanya bertahan hidup selama 14 hari.

Untuk membersihkan telur nyamuk, masyarakat harus rajin membersihkan tempat air tergenang, misalnya bak kamar mandi. Membersihkan dapat dilakukan seminggu dua kali. Fase larva dapat diperangi dengan larvasida, atau dikenal dengan abate. Pengkabutan atau fogging bisa membasmi nyamuk dewasa. Nyamuk dewasa juga bisa dihalau dengan insektisida berbentuk lotion atau spray.

Pemberantasan nyamuk, lanjut Tri, tidak dapat dilakukan setengah hati. Fogging seharusnya dilakukan bersamaan dengan penyebaran larvasida. Dengan cara ini, nyamuk dewasa dan larva bisa mati bersamaan. Larva juga tidak sempat tumbuh dewasa yang akan kembali mengganggu kehidupan manusia.

Untuk kehidupan sehari-hari, Tri mengingatkan untuk rajin menjaga kebersihan. Langkah Menguras, Menutup, dan Menutup (3 M) tidak boleh dilupakan.
Langkah 3 M ini dilakukan untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Apabila perlu, masyarakat dapat mengganti bak mandi menjadi shower untuk meminimalisir kesempatan nyamuk bertelur. 

Masyarakat juga dapat menggunakan insektisida sebagai upaya menghalau gangguan nyamuk pada malam hari. Namun, Tri mengingatkan pentingnya menjaga aturan pemakaian pada label pembasmi nyamuk. Hal ini untuk mengurangi residu dan menjaga nyamuk tidak resisten terhadap insektisida. Aturan pemakaian juga harus ditaati untuk menghindari masyarakat dari risiko keracunan obat pembasmi nyamuk.

"Langkah ini kita sebut 3 M plus," kata Tri. "Plus" adalah langkah tambahan yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghalau gangguan nyamuk.  

Insektisida masih efektif

Walau pemberantasan nyamuk harus sesuai dengan fase hidupnya, penggunaan insektisida dinilai menjadi langkah yang paling efektif untuk menghalau gangguan nyamuk. Pasalnya, insektisida memberi perlindungan per individu, sementara penggunaan fogging dan larvasida memberi perlindungan dengan lingkup yang lebih besar.

"Insektisida juga lebih mudah dan praktis sehingga tiap orang bisa menggunakannya sendiri," kata Tri. Insektisida juga dinilai memberi dampak langsung kepada pengguna sehingga lebih sering digunakan.

Dalam pemaparannya Tri mengatakan, insektisida memiliki efek preventif paling besar dengan OR 0,48. Sedangkan pengkabutan dan larvadisasi memiliki OR 0,81 dan 0,84. OR menunjukkan efek preventif yang berhasil dicapai. Makin kecil angka mengindikasikan sedikitnya objek penelitian yang masih merasakan gigitan nyamuk.

Namun, Tri kembali mengingatkan pentingnya membaca aturan pakai dan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. Tri mencontohkan penggunaan insektisida bakar yang harus menyesuaikan aliran udara. Hal ini untuk mencegah pengguna terkena dampak merugikan asap insektisida bakar.



Sumber Kompas



Info Alkes