Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Mudah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mudah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Mei 2013

Kuman TB Mudah Menyebar di Daerah Padat

Lokomotif melintas di depan rumah-rumah warga yang berada tepat di samping Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Jumat (10/5). Stasiun ini berada di antara pusat perbelanjaan dan permukiman kumuh warga.

Kompas.com - Daerah yang padat penduduk, seperti di Indonesia bagian barat menjadi wilayah yang rentan terjadi penularan tuberkulosis (TB).


"Memang belum ada penelitian yang spesifik mengenai hal tersebut, namun kepadatan penduduk memberi peluang besar penularan TB," kata Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti, dalam Kick Off Forum Stop TB Partnership di Jakarta (30/5/13).


Kuman TB mudah menular melalui udara, ketika seorang penderita sedang berbicara, bersin, atau pun. Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TB juga cepat menular di lingkungan dengan sumber udara terbatas, misalnya ruangan berpendingin udara yang tertutup rapat.


Jika ada satu orang terinfeksi, maka kuman dengan cepat menulari lingkungan sekitarnya. Angka penyebaran TB di Indonesia adalah 285 per 100 ribu penduduk.


"Daerah timur mungkin punya prevelensi yang lebih besar. Namun peluang tersebar lebih besar di wilayah barat," kata Ali.


Ia menambahkan, TB tidak selalu ada di daerah miskin. "Selain rumah yang kotor dan padat penduduk, rumah dengan jumlah penghuni yang banyak juga memudahkan penyebaran penyakit ini," katanya.


Ali menyarankan untuk menjaga kebersihan dan memperbanyak akses udara sebagai langkah pencegahan TB. Selain itu bila ditemukan orang dengan TB sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit.


Pengobatan yang segera dilakukan akan mempermudah proses penyembuhan. "Kalau sudah pernah kena TB jangan lupa minum obat terus selama 6 bulan," pesannya.




Sumber Kompas




Info Alkes

Kamis, 30 Mei 2013

Remaja Mudah Tergoda Iklan Rokok

KOMPAS.com - Masifnya iklan, promosi, dan sponsor rokok merupakan pemicu naiknya jumlah perokok, terutama pada remaja dan anak. Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPAI) Arist Merdeka Sirait mengatakan, remaja dan anak merupakan sasaran yang rentan tertarik mencoba rokok akibat iklan, promosi, dan sponsor rokok tersebut.

Data dari Tobacco Control Support Center menyebutkan jumlah perokok remaja usia 15 hingga 19 tahun atau usia sekolah SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi meningkat 12,9 persen dalam kurun waktu 15 tahun (1995-2010). Peningkatan terbesar terutama pada remaja laki-laki, dari 13,7 persen menjadi 38,4 persen. Sedangkan pada remaja perempuan meningkat dari 0,3 persen menjadi 0,9 persen.

Menurut Arist, iklan rokok sudah tidak terlalu berefek pada orang yang sudah merokok lebih dari 10 tahun. Biasanya mereka sudah loyal terhadap satu merek tertentu.

"Maka iklan rokok lebih menarik bagi remaja dan anak yang masih coba-coba merokok," ujarnya dalam diskusi Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2013 yang diadakan Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Kamis (30/5/2013) di Jakarta.

Survei yang dilakukan KPAI pada 10.000 remaja dan anak beberapa waktu lalu menunjukkan 93 persen anak melihat iklan rokok dari tayangan televisi. Lima puluh persen dari baliho di jalan, dan 73 persen dari sponsor acara.

Dalam kesempatan yang sama, ketua Komnas Pengendalian Tembakau dr. Prijo Sidipratomo mengatakan, iklan rokok sangat mempengaruhi ketertarikan remaja dan anak untuk merokok. Penelitian membuktikan bahwa 70 persen anak muda yang melihat iklan rokok terpengaruh untuk merokok.

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Ezki Suyanto mengatakan, meskipun iklan rokok hanya boleh ditayangkan di televisi melebihi jam 21.30, namun iklan rokok yang cenderung kreatif dan menujukkan nilai kebersamaan dan kepahlawanan dapat menarik remaja dan anak.



Sumber Kompas



Info Alkes

Mudah Fokus pada Detail Tanda IQ Tinggi?

Kompas.com - Sebuah riset terbaru menunjukkan bahwa kecerdasan adalah soal bagaimana pilihan otak untuk mengabaikan sesuatu, bukannya tentang kemampuan otak memproses informasi dengan cepat.

Orang yang memiliki tingkat kecerdasan (IQ) tinggi cenderung lebih lambat mendeteksi gerakan besar di latar belakang karena otak mereka menyaring informasi yang dianggap tidak penting. Karena itu mereka lebih pandai dalam mendeteksi obyek bergerak berukuran kecil.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 53 orang dan dimuat dalam Current Biology. Penelitian dilakukan dengan tes penglihatan dan tes kecerdasan standar.

Hasil penelitian menunjukkan, orang dengan skor IQ tinggi lebih cepat dalam mengenali gerakan arah panah berukuran kecil di layar komputer.

"Dari studi sebelumnya kami menyangka para partisipan akan kesulitan mendeteksi gerakan besar, tetapi ternyata orang dengan IQ tinggi paling payah dalam hal itu," kata Michael Melnick dari Universitas Rochester.

Para peneliti menjelaskan bahwa dalam kebanyakan skenario, gerakan di latar belakang tidak terlalu penting dibanding objek kecil yang bergerak di bagian depan. Misalnya saja saat menyetir mobil, berjalan di lorong, atau menggerakkan mata ke dalam ruangan.

Semakin tinggi tingkat kecerdasan seseorang, demikian juga dengan kemampuan mereka menyaring gerakan di latar belakang yang mengganggu dan berkonsentrasi pada apa yang ada di depan.

"Untuk kecerdasan, dibutuhkan kemampuan memproses informasi penting dengan cepat. Tapi kita juga perlu bisa fokus pada informasi yang paling penting dan menyaring yang tidak penting," kata Duje Tadin, salah satu peneliti.

Dalam studi awal terhadap 12 orang, ada korelasi sebesar 64 persen antara penekanan gerakan dan tingkat IQ. Dalam studi lebih besar terhadap 53 orang, kaitannya mencapai 71 persen.

Meski begitu kemampuan untuk mengabaikan gerakan di latar belakang bukan satu-satunya cara untuk mengukur kecerdasan. Hal ini karena kecerdasan adalah susunan yang selalu berubah, kita tidak bisa mendeteksinya hanya dari satu bagian otak saja.

"Namun karena tes ini sangat sederhana dan paling dekat dengan nilai IQ, maka ini bisa menjadi petunjuk tentang apa yang membuat otak lebih efisien dan tentunya lebih cerdas," kata Tadin.



Sumber Kompas



Info Alkes

Jumat, 10 Mei 2013

6 Cara Mudah Rileks dalam Sekejap

Aromaterapi dikenal sebagai salah satu cara terapi kesehatan yang aman dan nyaman dengan menggunakan minyak esensial atau sari pati hasil ekstrak bunga, daun, buah dan bagian lain tumbuh-tumbuhan. Senyawa aromatik yang menjadi kandungan utamanya dapat mempengaruhi suasana hati atau kesehatan.

KOMPAS.com — Menghindari stres merupakan salah satu syarat untuk menjadi sehat. Cara menghindari stres yang paling mudah adalah dengan membuat tubuh menjadi rileks.


Membuat tubuh rileks tidak harus dilakukan di tempat spa dan menghabiskan waktu dan uang Anda, tetapi dapat dilakukan dengan cara-cara mudah dan cepat. Berikut enam cara mudah dan cepat untuk rileksasi tubuh.


1. Mandi
Mandilah dengan sentuhan aromaterapi untuk menjadikan suasana mandi Anda serupa spa. Gunakan sabun dengan aroma lembut yang mengingatkan Anda pada tempat favorit. Hiruplah aroma-aroma tersebut dengan perlahan dalam-dalam. Ini akan membantu dalam menenangkan sistem saraf dan menghilangkan stres.


2. Pijat tangan
Banyak sekali saraf terdapat di tangan. Bekerja sepanjang hari dengan tangan akan membuatnya kaku dan tegang. Memijat lembut tangan akan membantu untuk lebih rileks. Caranya ialah dengan mengusapkan lotion lembut atau minyak zaitun dahulu, kemudian pijatlah lembut dari mulai otot di sekitar jempol hingga ke seluruh bagian tangan. Pijat dengan gerakan memutar dan dapat dilanjutkan hingga ke bahu, leher, dan kulit kepala.


3. Semprot wajah
Semprotkan wajah dengan spray pelembab segar akan membuat Anda rileks. Pilihlah aroma yang segar dan lembut seperti aroma timun. Selain rileks, Anda juga menjadi lebih segar dan mendapat kulit yang lembab.


4. Berendam sebelum tidur
Berendam sebelum tidur akan menghangatkan tubuh sehingga meningkatkan kualitas tidur dengan memperbaiki fase tidur dalam. Berilah minyak zaitun ke dalam air rendaman untuk menjaga kulit Anda tetap lembab. Namun, jika Anda memiliki jenis kulit yang kering, janganlah terlalu lama berendam di dalam air karena akan membuat kulit Anda bertambah kering.


5. Sisir rambut
Menyisir rambut ternyata dapat memberikan efek yang baik untuk membuat tubuh rileks. Gerakan berulang membangkitkan respons rileks di dalam tubuh. Menyisir rambut memutuskan rantai stres dan membuat pikiran lebih tenang.


6. Gunakan aromaterapi
Minyak esensial tertentu, seperti lavender, sudah terbukti dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks. Oles dan pijatkan minyak lavender pada titik-titik pusat saraf, seperti leher, pergelangan tangan bagian dalam, dan pelipis sebelum tidur.




Sumber Kompas




Info Alkes

Minggu, 21 April 2013

Inilah Cara Mudah Cegah Parkinson

KOMPAS.com - Parkinson, nama penyakit degenerasi saraf progresif yang disebabkan oleh kematian sel otak yang mengandung dopamin, ternyata dapat dicegah dengan melakukan kegiatan seni. Kegiatan seni yang dimaksud antara lain melukis, menggambar, membuat aneka kerajinan tangan, meronce manik-manik, keramik, patung, mozaik, dan kegiatan seni lainnya.

Dokter spesialis saraf Rumah Sakit PMI Bogor dr. Banon Sukoandari, Sp.S mengatakan, seni dapat membuat koordinasi otak dengan otot lebih baik, serta secara tidak langsung memberikan perasaan lebih bahagia. Hal inilah yang dapat mencegah ataupun memperbaiki penyakit parkinson.

"Seni dapat membuat orang lebih baik dalam menjalankan complex planning yang sulit dilakukan oleh penyandang parkinson. Complex planning merupakan perencanaan yang dibuat otak sebelum melakukan sesuatu yang berurutan," tuturnya dalam forum edukasi media bertajuk "Seni Parkinson: Saya dan Keluarga" Kamis (11/4/2013) di Jakarta.

Forum tersebut diadakan oleh Yayasan Peduli Parkinson Indonesia (YPPI) bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) dan PT Roche Indonesia, dalam rangka Peringatan Hari Parkinson Sedunia yang jatuh pada 11 April 2013.

Banon mengatakan, manfaat seni terhadap mencegah maupun meringankan gejala parkinson cukup baik, itulah yang menyebabkan pekerja seni umumnya memiliki risiko kecil untuk mengembangkan penyakit parkinson.

"Selain itu, untuk penyandang parkinson sendiri, seni dapat mengeksplor kemampuan mereka. Banyak dari penyandang parkinson yang baru mengenal seni sejak sudah menyandang parkinson, dan ternyata memiliki bakat seni," tutur Ketua YPPI ini.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jendral Pengurus Pusat PERDOSSI dr. Diatri Nari Lastri, Sp.K (K) dari Rumah Sakit dr. Ciptomangunkusumo (RSCM) mengatakan, penyakit parkinson memang belum diketahui secara pasti faktor pemicunya. Namun genetik dan lingkungan merupakan faktor risiko dari penyakit ini.

"Belum ada pengobatan kausatif, yang ada baru pengobatan simtomatis yang mengatasi gejalanya," ujar Nari.

Seni menjadi salah satu terapi dalam memperbaiki gejala dari parkinson. Kombinasi obat-obatan dan terapi merupakan pengobatan yang terbaik bagi penyandang Parkinson.



Sumber Kompas



Info Alkes