Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Kesembuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesembuhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2013

Perawatan Psikososial Tentukan Kesembuhan Kanker

Kompas.com - Kesembuhan pasien kanker tak hanya ditentukan kemajuan teknologi atau pengobatan. Keadaan lingkungan atau psikososial juga memegang peranan penting. Itu sebabnya dibutuhkan dukungan motivasi dari lingkungan terdekat pasien.

"Perjalanan menuju sembuh adalah seni. Tiap orang berbeda dan kami terus belajar dari pasien," kata Dr. Ang Peng Tiam, Medical Director and Senior Consultant Medical Oncology Parkway Cancer Centre, Singapura, dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Kompas.com di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Ang, untuk menuju sembuh tim dokter di rumah sakit seharusnya tidak hanya merawat penyakit, tapi juga merawat pasien. Prinsip ini melahirkan perlakuan yang berbeda. Merawat penyakit mengindikasikan proses menuju sembuh yang hanya berpedoman pada proses perkembangan penyakit sementara kondisi psikologi dan kenyamanan pasien menjadi kurang diperhatikan.

"Ketika vonis kanker dijatuhkan, kebanyakan pasien merasa khawatir, minder, dan takut akan masa depan. Sebagian pasien kemudian membatasi diri dengan orang terdekatnya. Sebaliknya lingkungan sekitar juga tidak tahu bagaimana memperlakukan pasien kanker," kata Ang.

Kurangnya komunikasi membuat pasien kanker merasa terkucil. Padahal hal itu akan memperburuk mood pasien sehingga yang terpikir hanya melulu kanker itu dan mulai membayangkan hal buruk yang mungkin timbul.

Saat seseorang terdiagnosa kanker, bukan hanya pasien yang merasa tertekan, tapi juga seluruh anggota keluarga. Untuk itu menurut Ang, pihak keluarga juga harus mendapat informasi yang benar seputar penyakit.

Menurut Ang, menjaga kondisi psikologis pasien dan anggota keluarga dibutuhkan karena tidak semua penyakit kanker bisa disembuhkan. "Tidak jarang pasien datang dengan kondisi parah dan tidak mungkin lagi disembuhkan. Pada kondisi ini rumah sakit harus menjadi tempat transit yang pantas menjelang ajal pasien," katanya.

Pada pasien yang penyakitnya tidak bisa disembuhkan, perawatan lebih ditekankan pada pengelolaan efek samping pengobatan. Sasaran dari program perawatan ini adalah memungkinkan pasien mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan tenang dan menjalani hari-hari terakhir mereka senyaman mungkin.



Sumber Kompas



Info Alkes

Rabu, 20 Maret 2013

Pengobatan HIV Sedini Mungkin Perbesar Kesembuhan

Kompas.com - Pemberian obat HIV secara cepat setelah seseorang terdiagnosa positif HIV ternyata mampu "menyembuhkan secara fungsional".

Penelitian terhadap 14 orang yang melakukan terapi pengobatan dini membuktikan mereka bisa mencapai "kesembuhan". Meski pengobatan sudah dihentikan tapi tidak ditemukan tanda-tanda jumlah virus meningkat kembali. Sebelumnya juga diberitakan seorang balita dari Amerika Serikat berhasil "sembuh" berkat terapi dini.

Namun, kebanyakan orang yang terinfeksi HIV tidak menyadari dirinya sudah tertular sampai virusnya sudah menyusup ke dalam tubuh.

Dalam penelitian terbaru tersebut, ke-14 orang dengan HIV ini memulai terapi pengobatan dalam kurun waktu 10 minggu setelah terinfeksi. Mereka menjalani pengobatan antiretroviral selama 3 tahun kemudian dihentikan.

Pengobatan tersebut membuat virus tetap terkontrol tetapi tetap tidak bisa dihilangkan dari lokasi persembunyiannya di dalam sistem imun.

Normalnya, ketika pengobatan dihentikan virus akan menyerang kembali. Tetapi hal itu tidak terjadi pada pasien-pasien yang menjadi responden. Beberapa bahkan berhasil mengontrol level HIV dalam satu dekade.

"Kebanyakan individu yang menjalani terapi serupa tidak bisa mengendalikan infeksinya, tetapi ada beberapa yang mampu," kata Dr.Asier Saez-Cirion dari Institute Pasteur, Paris.

Ia menjelaskan, sekitar 5-15 persen pasien yang mendapat terapi pengobatan segera setelah diketahui terinfeksi mungkin sembuh secara fungsional, yang berarti mereka tidak lagi perlu mendapat obat.

"Mereka masih memiliki HIV, terapi itu tidak menghilangkan HIV. Ini seperti remisi dari infeksi," kata Saez-Cirion.

Dalam studi terbaru yang dimuat dalam jurnal PLoS Pathogen, para ahli menganalisa apa yang sebenarnya terjadi pada sistem imun pasien. Pengobatan secara dini diketahui membatasi jumlah HIV yang terbentuk. Namun para ahli belum jelas mengapa hanya beberapa pasien yang bisa sembuh secara fungsional.

"Ada praduga jika pengobatan diberikan secara dini dan virus belum menyebar ke bagian penampungannya, mungkin terapi pengobatan akan berhasil," kata Dr.Andrew Freedman, pakar penyakit infeksi dari Cardiff University School of Medicine.

Tetapi, menurut Freedman, belum diketahui apakah virus itu bisa dikendalikan selamanya atau hanya sementara saja sampai kemudian virusnya muncul kembali, para ahli belum mengetahuinya.



Sumber Kompas



Info Alkes