Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Agar kita bisa terhindar dari penyakit yang terus memakan korban jiwa ini, menjalankan gaya hidup sehat menjadi wajib hukumnya. Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk memastikan organ jantung selalu sehat adalah menjaga kadar tekanan darah dan kolesterol.
Para peneliti dari Medical University of South Carolina menemukan, pasien penderita hipertensi yang menurunkan kadar tekanan darahnya saja atau kadar kolesterolnya saja, risiko terkena serangan jantung hanya turun menjadi 20 persen dan 35 persen.
Berbeda hasilnya jika seorang pasien hipertensi berusaha menjaga agar kadar tekanan darah dan kolesterolnya tetap normal. Risiko terkena serangan jantung berkurang sampai lebih dari 50 persen.
Tekanan darah tinggi akan merusak lapisan pembuluh darah sehingga kolesterol mudah terserap masuk. Namun, jika menjaga kedua faktor tersebut, Anda akan membatasi jumlah kolesterol yang bisa masuk sekaligus melindungi kerusakan arteri.
Kebanyakan dokter lebih fokus untuk menurunkan kadar kolesterol pasiennya, padahal tekanan darah juga penting untuk dicek secara berkala dan dijaga agar selalu normal.
Menurut studi yang dimuat dalam jurnal Annals of Internal Medicine, untuk mengetahui kadar tekanan darah yang akurat, dibutuhkan pengukuran sampai dengan enam kali. Karena itu, selain di ruang dokter, Anda juga bisa mengukur tensi darah di toko obat atau di rumah jika memiliki alatnya.
Selain itu, sebaiknya ukur tensi darah pada kedua lengan. Menurut Aaron Michelfelder, peneliti dari Loyola University Stritch School of Medicine, hasil pengukuran yang berbeda bisa menjadi gejala penyakit pembuluh darah periferal yang akan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
KOMPAS.com - Pria yang mengalami impotensi atau disfungsi ereksi (DE) sebenarnya tidak perlu segan ataupun merasa malu untuk memeriksaan keluhannya. Dengan berkonsultasi kepada dokter, permasalahan ereksi 60 hingga 70 persennya dapat disembuhkan.
Proses pemeriksaan untuk mendeteksi DE dilakukan oleh setiap dokter melalui tahapan yang relatif sederhana. Dalam memperoleh diagnosa yang tepat, pasien hanya perlu melewati tiga tahap pemeriksaan.
Spesialis penyakit dalam dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo dr. Em Yunir mengatakan, pemeriksaan untuk mendeteksi DE dilakukan dengan tiga langkah yakni mengisi kuisioner, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut adalah penjelasan ketiga tahapan tersebut :
1. Kuisioner
Kuesioner biasanya diberikan saat pasien pertama kali datang. Kuisioner yang diberikan berupa International Index of Erectile Function (IIEF) yang berisi sederetan pertanyaan tertingkat. Kuisioner tersebut bisa mengidentifikasi permasalahan ereksi yang diderita.
Pertanyaan di dalamnya antara lain seputar kemampuan untuk melakukan ereksi, kualitas ereksi, kuantitas ereksi, dan kemampuan mempertahankan ereksi. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian diberi poin dan diakumulasi.
2. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan dengan melihat ciri-ciri seksual sekunder seperti suara, rambut-rambut seperti kumis, jenggot, ketiak, hingga pubis. Jika ciri-ciri tersebut dirasa lemah kemungkinan pasien mengalami gangguan hormonal, yaitu minimnya produksi hormon testosteron.
Kemudian dilakukan perabaan pada penis, testis, dan organ seksual lain untuk mengetahui jika ada kelainan. Urolog dari Departemen Urologi FKUI/RSCM dr. Nur Rasyid mengatakan, kelainan dapat berupa peruni yaitu bagian yang mengeras pada kulit penis yang mengakibatkan penis bengkok.
"Biasanya dokter akan melakukan penyuntikan untuk menghilangkannya, namun jika sudah parah bisa dioperasi," tutur Nur.
3. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan penunjang dilakukan untuk mengetahui keadaan kesehatan umum pasien. Pasien yang memiliki faktor risiko seperti diabetes mellitus, kolesterol tinggi, gangguan fungsi ginjal, gangguan fungsi liver, hipertensi, stroke, penyakit jantung, gangguan hormonal, dan lain-lain lebih mungkin menderita DE. Maka, pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratorium yang dapat mengungkap risiko-risiko tersebut.
DE didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk mencapai, atau mempertahankan ereksi penis dalam kurun waktu 3 bulan terakhir untuk melakukan hubungan seksual secara memuaskan. DE merupakan masalah yang cukup kompleks dan dapat menurunkan kualitas hidup seorang pria.