Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
KOMPAS.com - Kecukupan gizi pada 1.000 hari pertama dapat menentukan masa depan dan kecerdasan anak. Seribu hari pertama adalah saat hari pertama ibu hamil sampai anak berusia 2 tahun.
Kecukupan gizi ini akan membantu tubuh mencukupi kebutuhannya untuk tumbuh dan menyambungkan jaringan saraf di otak. Semakin banyak jaringan saraf yang tersambung, makin cepat anak menangkap informasi. Proses perkembangan pun akan semakin sempurna dan anak tumbuh cerdas.
"Ada berbagai bukti global yang menunjukkan pentingnya gizi di 1.000 hari pertama. Gizi termasuk mikronutrien dan makronutrien di tiga tahun pertama kehidupan anak, berfungsi sebagai fondasi pertumbuhan di usia selanjutnya," kata peneliti Endang L. Achadi dari Departemen Gizi FKM-UI pada Seminar Gizi dan Kesehatan bertajuk Public Private Partnership dalam Mendukung Scaling Up Nutrition (SUN) Melalui Peningkatan Perbaikan Gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan di Jakarta, Rabu (17/4/2013).
Endang menunjukkan betapa besarnya risiko serta dampak buruk apabila kecukupan gizi pada 1000 hari pertama tidak terpenuhi dengan baik. Salah satunya adalah kemungkinan bayi lahir dengan berat badan rendah. Padahal beberapa penelitian menunjukkan, bayi yang lahir dengan berat badan rendah berisiko mengalami masalah saat tumbuh dewasa.
Studi para ahli di Inggris menunjukkan, bayi yang lahir dengan berat badan rendah berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung dibanding yang lahir dengan berat normal. Risiko penyakit jantung itu akan terus membayangi walau bayi minum ASI dan disapih. Studi lainnya di Guatemala yang menunjukkan, anak yang mengalami stunting pada usia 3 tahun berisiko lebih besar bertubuh pendek saat dewasa.
Kasus bayi dengan berat lahir rendah semestinya dapat ditekan apabila masyarakat dan pemerintah juga peduli pada kecukupan gizi di 1.000 hari pertama kehidupan. "Untuk pengawasan kecukupan gizi ini, kita dapat mengacu pada Kartu Menuju Sehat (KMS) di posyandu. peran swasta juga tidak boleh dilupakan," kata Ketua Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia, Prof. (Em) Soekirman, SKM, MPS-ID, PhD.
Pihak swasta menurut Soekirman bisa dijadikan mitra untuk meningkatkan efektivitas program perbaikan gizi dan peningkatan kesehatan masyarakat.
Kompas.com - Kesembuhan pasien kanker tak hanya ditentukan kemajuan teknologi atau pengobatan. Keadaan lingkungan atau psikososial juga memegang peranan penting. Itu sebabnya dibutuhkan dukungan motivasi dari lingkungan terdekat pasien.
"Perjalanan menuju sembuh adalah seni. Tiap orang berbeda dan kami terus belajar dari pasien," kata Dr. Ang Peng Tiam, Medical Director and Senior Consultant Medical Oncology Parkway Cancer Centre, Singapura, dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Kompas.com di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurut Ang, untuk menuju sembuh tim dokter di rumah sakit seharusnya tidak hanya merawat penyakit, tapi juga merawat pasien. Prinsip ini melahirkan perlakuan yang berbeda. Merawat penyakit mengindikasikan proses menuju sembuh yang hanya berpedoman pada proses perkembangan penyakit sementara kondisi psikologi dan kenyamanan pasien menjadi kurang diperhatikan.
"Ketika vonis kanker dijatuhkan, kebanyakan pasien merasa khawatir, minder, dan takut akan masa depan. Sebagian pasien kemudian membatasi diri dengan orang terdekatnya. Sebaliknya lingkungan sekitar juga tidak tahu bagaimana memperlakukan pasien kanker," kata Ang.
Kurangnya komunikasi membuat pasien kanker merasa terkucil. Padahal hal itu akan memperburuk mood pasien sehingga yang terpikir hanya melulu kanker itu dan mulai membayangkan hal buruk yang mungkin timbul.
Saat seseorang terdiagnosa kanker, bukan hanya pasien yang merasa tertekan, tapi juga seluruh anggota keluarga. Untuk itu menurut Ang, pihak keluarga juga harus mendapat informasi yang benar seputar penyakit.
Menurut Ang, menjaga kondisi psikologis pasien dan anggota keluarga dibutuhkan karena tidak semua penyakit kanker bisa disembuhkan. "Tidak jarang pasien datang dengan kondisi parah dan tidak mungkin lagi disembuhkan. Pada kondisi ini rumah sakit harus menjadi tempat transit yang pantas menjelang ajal pasien," katanya.
Pada pasien yang penyakitnya tidak bisa disembuhkan, perawatan lebih ditekankan pada pengelolaan efek samping pengobatan. Sasaran dari program perawatan ini adalah memungkinkan pasien mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan tenang dan menjalani hari-hari terakhir mereka senyaman mungkin.