Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Kompas.com - Kegemukan dan obesitas telah dikaitkan dengan berbagai macam penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dan beberapa penyakit lain. Menurut studi terbaru, obesitas sejak muda juga dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal.
Sebuah studi baru jangka panjang menganalisa data lebih dari 4.600 orang di Inggris yang lahir pada Maret 1946. Para peserta memiliki indeks massa tubuh yang bervariasi, yaitu 20, 26, 36, 43, 53, 60, dan 64. Indeks massa tubuh merupakan pengukuran lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat tubuh. Indeks massa tubuh di atas 29 sudah tergolong obesitas.
Para peserta yang mengalami kegemukan hingga obesitas di usia muda atau usia 26 atau 36 memiliki risiko penyakit ginjal kronik lebih tinggi pada usia 60 hingga 64 tahun. Risiko tersebut dibandingkan dengan mereka yang tidak obesitas di usia muda maupun di usia tua.
Menurut studi yang dipublikasi dalam Journal of the American Society of Nephrology ini, memiliki rasio lingkar pinggang-pinggul yang lebih besar selama usia pertengahan juga dikaitkan dengan penyakit ginjal kronik pada usia 60 hingga 64 tahun.
Para peneliti menyimpulkan bahwa 36 persen risiko penyakit ginjal kronik pada usia 60 hingga 64 tahun dapat dicegah jika menghindari obesitas hingga mencapai usia tersebut.
"Ini adalah pelaporan pertama bagaimana usia mengalami obesitas mungkin dapat mempengaruhi risiko penyakit ginjal," ujar penulis studi dr. Dorothea Nitsch dari London School of Hygiene & Tropical Medicine.
Kendati demikian, masih belum jelas obesitas di usia muda pasti menyebabkan penyakit ginjal kronik di usia tua. Namun para peneliti berpendapat risiko menderita penyakit ginjal kronik akan semakin besar jika mengalami obesitas di usia muda.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 1,4 miliar orang dewasa mengalami kegemukan di 2008, termasuk 500 juta di antaranya mengalami obesitas.
KOMPAS.com - Belakangan ini semakin banyak pasien yang mendapatkan prosedur bedah invasif yang minimal untuk menghilangkan batu ginjal. Namun menurut studi teranyar, tingkat komplikasi dari operasi tersebut juga mengalami kenaikan.
Prosedur yang disebut dengan percutaneous nephrolithotomy (PCNL) dilakukan dengan membuat sayatan kecil di punggung dan menggunakan skop berongga untuk mengambil batu ginjal berukuran sedang hingga besar.
Kendati tingkat kematian yang terkait dengan prosedur tersebut tetap rendah dalam 10 tahun masa studi, komplikasi tertentu seperti infeksi darah, mengalami pelonjakan. Studi menemukan bahwa risiko tertinggi mengalami komplikasi terlebih pada mereka yang berusia lanjut dan telah sakit dan dirawat selama beberapa tahun terakhir.
"Kami percaya bahwa penggunakan prosedur ini secara luas pada pasien berusia lanjut dan telah sakit lama mungkin menjadi alasan untuk meningkatkan komplikasi," ujar salah satu peneliti dr. Khurshid Ghani dari Henry Ford Hospital.
Studi yang dimuat dalam Journal of Urology ini menganalisa dari 80.000 pasien yang berusia di atas 18 tahun di Amerika Serikat. Mereka telah mendapatkan prosedur PCNL di antara tahun 1999 hingga 2009. Dalam waktu tersebut, ada peningkatan komplikasi sebanyak 47 persen, terutama di kalangan wanita.
Kehadiran penyakit lain setelah prosedur meningkat pula selama masa studi, dan komplikasi keseluruhan meningkat sekitar 12 persen hingga hampir 16 persen. Catatan khusus untuk infeksi darah meningkat dua kali lipat dari 1,2 persen menjadi 2,4 persen.
Sedangkan tingkat kematian terkait prosedur tidak mengalami perubahan signifikan, dari 0 ke 0,4 persen. Studi menemukan, kematian terjadi pada pasien berusia lanjut.
Sdr Fajrin di Muara Teweh
Sebelum saya menjawab pertanyaan saudara, saya ingin menegaskan di sini, bahwa ginjal adalah bagian penting organ tubuh yang berfungsi membuang sampah-sampah sisa metabolisme, kelebihan cairan tubuh, zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh yang larut dalam air. Bila ginjal kemudian tidak berfungsi, seperti pada gagal ginjal, tubuh secara keseluruhan akan mengalami masalah serius.
Aroma urin bagaimanapun dapat bervariasi, pada umumnya baunya tidak begitu menyengat. Volume cairan yang kita minum, makanan tertentu, obat-obatan, dan Vitamin yang kita konsumsi dapat mempengaruhi warna dan aroma urin kita. Contoh yang paling menonjol adalah setelah kita mengkonsumsi jengkol, baunya sangat menusuk sekali.
Dalam batas-batas tertentu perubahan aroma urin dapat normal-normal saja, serta sementara. Seperti pada kasus saudara, ada aroma kopi setelah saudara meminumnya, apalagi bila saudara meminumnya dalam jumlah yang banyak, dan saudara relatif hanya sedikit minum air putih, maka aroma kopi ini akan semakin menonjol. Saya juga sering menerima pasien dengan keluhan yang sama dengan yang saudara alami, pemeriksaan laboratorium menunjukkan fungsi ginjalnya tidak ada masalah, dan setelah saya anjurkan untuk minum air putih dalam jumlah yang lebih banyak, aroma itu kemudian hilang.
Kemudian, terlepas dari aroma kopi pada urin Anda, perubahan warna, dan aroma yang menyolok pada urin dapat merupakan tanda-tanda penyakit tertentu, seperti infeksi saluran kemih, batu ginjal dan salurannya, hepatitis, diabetes yang tidak terkontrol, dan sebagainya.
Karena itu, sebagai saran saya, sebaiknya saudara menambah asupan air putih, 6-8 gelas setiap hari. Insya Allah aroma kopi itu akan hilang dan itu juga lebih baik untuk menjaga ginjal yang lebih sehat.
Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum