Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Mendengkur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mendengkur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 April 2013

Mendengkur dan Risiko Kanker Otak

KOMPAS.com - Pasien mendengkur yang menderita sleep apnea ternyata mempunya risiko 1,47 kali lebih tinggi untuk menderita kanker otak, dibanding yang tidak. Penelitian yang dilakukan oleh dokter Huang Chun Hao dari Taiwan ini memantau 112.555 penderita sleep apnea, dan 112.555 orang lainnya yang sehat.

Penelitian ini melihat rekam medis penderita sejak tahun 2000. Beberapa pasien diikuti selama lebih dari 10 tahun. Hasilnya, kejadian tumor ganas otak di antara penderita sleep apnea setiap tahunnya adalah 2,96 setiap 10.000 orang.

Sleep apnea

Orang yang sedang ngorok memang tampak nyenyak dan nyaman, tapi tahukah Anda bahwa tidur mendengkur mengandung bahaya besar? Ya, bahaya tersebut bernama sleep apnea, yang artinya henti nafas saat tidur. Penderita sleep apnea, mengalami penyempitan saluran nafas saat tidur hingga udara tak ada yang bisa lewat. Walau gerakan nafas tetap ada, penderita sleep apnea seolah tercekik tak bisa bernafas.

Sebentar ia akan tersedak dan mengambil nafas. Sayangnya semua ini terjadi saat tidur, hingga penderita sleep apnea tak menyadari apa yang terjadi pada dirinya. Padahal, kadar oksigen dalam tubuh berulang kali turun naik.

Penelitian lain

Kadar oksigen normal manusia saat tidur adalah 90%-100%. Penderita sleep apnea bisa turun jauh di bawah itu. Penelitian di Spanyol tahun lalu menemukan bahwa mereka yang mengalami penurunan kadar oksigen hingga di bawah normal saat tidur, mempunyai risiko terkena kanker hingga 68%. Penelitian yang diterbitkan pada the American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine itu menyebutkan bahwa penderita sleep apnea memiliki risiko 4,8 kali lebih besar untuk meninggal karena kanker.

Beberapa penelitian di AS menyebutkan angka penderita sleep apnea sejumlah 3% sampai 20% dari penduduk. Sementara yang benar-benar terdiagnosa baik dan dirawat hanya 20% nya saja. 80% sisanya tidak mendapat perawatan apa-apa. Artinya sekian banyak penderita sleep apnea tetap menanggung risiko kesehatan yang tidak ringan.

Di Indonesia belum ada penelitian berskala besar tentang sleep apnea. Tetapi melihat penelitian-penelitian di negara-negara lain, diduga jumlahnya tak jauh berbeda. Lihat saja di sekeliling kita, rekan atau kerabat, pasti ada yang mendengkur.

Bagi seorang dokter ahli kesehatan tidur, sleep apnea bukanlah gangguan tidur yang sepele. Sleep apnea telah diketahui berakibat langsung pada hipertensi, kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta mengakibatkan penyakit diabetes, stroke dan impotensi. Belum lagi akibatnya pada kualitas hidup yang disebabkan oleh hipersomnia atau kantuk berlebihan. Jika ada kerabat atau sahabat yang mendengkur, peringatkan. Anda menyelamatkan nyawanya.



Sumber Kompas



Info Alkes

Rabu, 03 April 2013

Tidur Mendengkur Memicu Gangguan Jantung

Kompas.com —Tidur sampai mendengkur bagi sebagian besar orang bukan dianggap sebagai masalah. Dengkuran bahkan dikaitkan dengan tidur yang nyenyak. Padahal, mendengkur yang disertai henti napas sesaat bisa memicu gangguan kesehatan serius seperti stroke atau penyakit jantung.

Henti napas saat tidur atau obstructive sleep apnea (OSA) disebabkan karena tertutupnya jalan napas oleh jaringan di bagian atas hidung dan tenggorokan. Yang meresahkan, henti napas ini bisa terjadi berulang kali selama tidur.

"Henti napas tersebut akan membuat tubuh kekurangan oksigen. Karena tidak ada oksigen biasanya kita akan terbangun mendadak. Tensi darah pun langsung naik. Kondisi tersebut dalam jangka panjang menyebabkan gangguan pada jantung," kata dr Bambang Budi Siswanto, Sp JP dalam acara bertajuk Gangguan Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit Kronik di Jakarta (27/3/13). Acara tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Tidur Sedunia.

Penurunan kadar oksigen dalam darah secara tajam saat tidur itu bisa memicu gangguan irama jantung serta hipertensi atau peningkatan tekanan darah yang sulit diturunkan dengan obat-obatan.

"Banyak pasien hipertensi yang terus ditambah dosis obatnya untuk menurunkan tensinya. Dokter terkadang lupa untuk mengecek apakah pasien itu mengalami OSA atau mendengkur saat tidurnya," kata dokter dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, ini.

Hipertensi kronik juga bisa menyebabkan penebalan otot jantung serta pengentalan darah. "Risiko stroke menjadi sangat tinggi," imbuhnya.

Menurut dr Rismawati Tedjasukmana, Sp S, peneliti tidur, sleep apnea bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi sampai lansia. "Pada bayi biasanya disebabkan karena kelainan pertumbuhan rahang. Sedangkan pembesaran amandel pada anak usia sekolah juga akan menyebabkan mengorok," katanya dalam kesempatan yang sama.

Pada orang dewasa, kondisi-kondisi tertentu bisa mengundang sleep apnea, misalnya saja kegemukan. "Peran terbesar pada terjadinya sleep apnea memang berat badan. Tetapi di lain pihak orang yang sleep apnea juga berat badannya lebih mudah naik," imbuh Risma.

Gangguan tidur akan mengganggu keseimbangan hormon-hormon, misalnya saja hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Gangguan hormon insulin juga akan memicu penyakit diabetes.

"Jika kita ngorok artinya napasnya tidak plong. Karena itu harus diterapi agar tidak sampai terjadi komplikasi penyakit," kata Bambang.

Mengurangi berat badan, berhenti merokok, atau tidur dengan posisi miring bisa dilakukan untuk mengurangi dengkuran. Pada kasus yang lebih berat, cara yang efektif untuk mengatasi sleep apnea adalah penggunaan alat khusus untuk memberikan tekanan udara ke saluran napas Anda.



Sumber Kompas



Info Alkes