Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
KOMPAS.com - Saat berkesempatan menghadiri Neuroscience Meeting di Kobe minggu lalu, saya mendapatkan banyak hal yang menarik yang ingin saya sampaikan buat pembaca yang mungkin mengalami masalah dengan gangguan depresi atau gangguan kecemasan. Hal ini terutama terkait dengan pengobatan dengan menggunakan obat antidepresan yang merupakan terapi lini pertama baik untuk pasien depresi ataupun gangguan kecemasan.
Walaupun obat antidepresan bukanlah satu-satunya modalitas dalam terapi pasien, namun demikian, keuntungan berkenaan dengan penggunaan obat ini untuk pasien depresi dan kecemasan memang sudah dibuktikan oleh penelitian yang banyak dan mempunyai makna berbasis bukti (evidence based medicine).
Selayaknya, pada pasien dengan gangguan jiwa berat seperti skizofrenia, pasien dengan gangguan cemas dan depresi juga perlu mendapatkan pengobatan segera dan dalam waktu yang pas. Hal ini sangat berguna untuk harapan kesembuhan yang lebih baik dan mencegah keberulangan.
Di bawah ini akan saya bahas sedikit mengenai kepentingan pengobatan dengan obat antidepresan untuk pasien dengan gangguan kecemasan atau depresi.
Segera lakukan dengan benar
Sebenarnya ketika pasien datang ke psikiater dengan keluhan psikologis ataupun fisik yang berkaitan dengan masalah kejiwaannya, ketidakseimbangan kalau tidak bisa dibilang kerusakan di otak sudah berlangsung jauh sebelum gejala itu timbul. Apa yang terjadi di otak pada pasien depresi dan cemas memang sangat kompleks.
Namun demikian, pada awal-awal terjadinya ketidakseimbangan di otak tersebut, setiap orang mempunyai daya tahan terhadap tekanan ataupun ketidakseimbangan di dalam otak yang mengalami masalah tersebut. Itulah yang membuat tidak semua orang yang mengalami ketidakseimbangan sistem di otak mereka akan berujung pada timbulnya gejala-gejala gangguan jiwa yang menetap.
Pada kesempatan berseminar di Manila tahun lalu, ketika itu saya mengikuti Institute of Brain Medicine course, salah satu pembicara Prof Brian E.Leonard seorang professor farmasi menegaskan hal di atas. Jadi, kalau kita menemukan pasien di klinik yang mengalami gejala-gejala gangguan kejiwaan, sebenarnya apa yang terjadi pada otaknya sudah jauh sebelum gejala-gejala itu muncul. Inilah yang membuat pengobatan untuk pasien tersebut harus dilakukan dengan benar dan segera!.
Obati dengan obat yang tepat
Pemilihan obat memang menjadi salah satu teknik terapi yang krusial dan unik. Pasien gangguan kejiwaan walaupun mungkin memiliki gejala yang sama namun respon terhadap pengobatannya sangat berbeda-beda. Ada masalah efek samping obat yang sering terjadi pada penggunaan obat yang mungkin tidak terjadi pada semua orang. Efek terapinya untuk masing-masing obat juga tidak sama. Ada yang cocok dengan obat yang satu ada juga yang tidak cocok dengan obat yang lain. Pemilihan ini sangat penting dengan tetap berpedoman pada petunjuk laksana atau guideline yang disepakati berdasarkan penelitian berbasis bukti.
Obat yang diberikan berdasarkan gejala dan diagnosis pasien haruslah memahami juga prinsip-prinsip pengobatan yang tepat termasuk di dalamnya interaksi obat dengan obat lain terutama jika pasien juga memakan obat lain sebelum berobat ke psikiater. Pencatatan obat apa saja yang digunakan adalah sangat penting sebagai sumber informasi yang tepat untuk memberikan obat yang tepat dan minimal interaksinya dengan obat lain.
Antidepresan yang saat ini paling banyak dipakai di dalam klinis memang kebanyakan dari golongan Serotonin dan Serotonin-Norepinephrine. Kandungan obat seperti Sertraline, Fluoxetine, Escitalopram, Duloxetine dan Venlafaxine adalah beberapa yang sering dipakai. Tiap obat memiliki khas sendiri walaupun tidak ada satupun penelitian yang mampu memberikan rekomendasi yang paling bagus di antara obat-obat tersebut. Dokter perlu memberikan obat dengan pertimbangan klinis dan didasari oleh penelitian berbasis bukti yang kuat. Beberapa obat lain seperti Agomelatine juga diberikan untuk pasien dengan kondisi yang biasanya berhubungan dengan masalah kesulitan tidur baik secara sendiri atau bersama dengan obat antidepresan lain.
Berapa lama waktunya?
Satu hal yang paling sering ditanyakan pasien adalah berapa lama ia harus makan obat. Banyak pasien merasa tidak nyaman dengan kenyataan harus makan obat setiap hari yang membuatnya merasa seperti orang penyakitan atau cacat. Padahal menurut kebanyakan mereka kondisi kejiwaan bukanlah penyakit. Hal ini perlu dijelaskan kembali.
Saya pernah menuliskan di blog saya (http://psikosomatik-omni.blogspot.com) tentang tahapan pengobatan di mana pasien harus mencapai respons pengobatan, hilangnya gejala dan kemudian lepas gejala tanpa obat sama sekali. Namun demikian, pada kasus yang ditemui di dalam klinik, kondisi ini dicapai dengan suatu teknik pengobatan yang cukup waktu dan benar obatnya.
Rentang waktu pengobatan antara 6-12 bulan sejak gejala membaik (hilang) adalah yang disarankan. Jadi bukan dari sejak awal memakan obat namun sejak gejala membaik. Pada beberapa kasus seperti kondisi yang berulang atau adanya masalah gangguan psikotik maka pengobatan pasien bisa berlangsung lebih lama. Pengobatan yang sesuai dan tepat bertujuan untuk mendapatkan hasil yang baik dan bukan untuk membuat seolah-olah pasien tergantung dengan obat yang diberikan.
Semoga apa yang saya tuliskan ini dapat bermanfaat untuk pembaca sekalian.
Salam Sehat Jiwa
KOMPAS.com - Mendengarkan musik favorit memang selalu efektif untuk mengembalikan mood dan semangat yang kendur. Tetapi pilihlah musik yang tepat. Musik dengan irama sendu tak akan membantu membuat mood stabil kembali.
Sebuah studi terbaru dari University of Missouri mengatakan, memperbaiki mood dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan mendengarkan musik berirama semangat dan berusaha untuk merasa lebih baik dalam waktu yang bersamaan.
Para peneliti melakukan dua percobaan pada dua kelompok peserta. Percobaan pertama, satu kelompok peserta diminta mendengarkan musik berirama gembira, sedangkan kelompok lainnya mendengarkan musik sedih. Kedua kelompok tadi kemudian dibagi lagi menjadi dua, sebagian diminta untuk mencoba lebih bahagia, dan lainnya tidak.
Yang menarik, hanya kelompok yang mendengarkan musik bahagia dan yang mencoba untuk lebih bahagia yang benar-benar mengalami peningkatan mood.
Percobaan kedua, para peserta diminta untuk mengunjungi laboratorium secara rutin dan mendengarkan musik yang mereka ingin dengarkan. Setengah dari peserta diminta untuk berusaha meningkatkan tingkat kebahagiaan mereka selagi mendengarkan musik, sementara yang lain tidak. Hasilnya, hanya kelompok pertama yang dapat meningkatkan mood mereka.
Penulis studi Kennon M. Sheldon, profesor ilmu psikologi di University of Missouri mengatakan, kitalah yang mengatur mood kita sendiri. Mengerjakan sesuatu yang positif akan membuat kita merasa lebih baik.
Para peneliti mengatakan, memaksakan diri untuk merasa lebih baik mungkin akan menjadi bumerang yang justru menghancurkan mood. Sebaliknya, mendengarkan musik berirama riang saat berusaha merasa lebih baik merupakan strategi yang cerdas.
Kompas.com - Yang penting dalam hal pemeliharaan gigi adalah menjaga kebersihan gigi dengan baik sepanjang usia. Salah satu hal yang harus dimulai sejak dini dan dipraktikkan secara konsisten adalah menyikat gigi dua kali sehari dan membersihkan gigi dengan benang gigi.
Supaya bisa membersihkan gigi secara maksimal dan efektif, gosoklah sikat ke belakang dan ke depan secara horizontal, kemudian gosok perbatasan gigi dan gusi dengan sapuan lembut dan pendek secara vertikal.
Menyikat secara vertikal pada gigi bagian depan tidak akan membersihkan gigi dari kotoran. "Kotoran jadi seperti dipingpong antar bagian atas dan bawah, jadinya tidak kemana-mana. Karena itu cara menyikat harus memperhatikan posisi gigi," kata pakar periodonsia dan Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, drg.Yudha Rismanto Sp.Perio, pada konferensi media Solusi Permasalahan Gusi di Jakarta, Kamis (2/5).
Cara menyikat gigi juga harus mampu membersihkan semua deposit pada permukaan gigi dan gusi, terutama saku gusi dan ruang antar gigi (interdental). Permukaan gigi depan atas dan bawah sebaiknya disikat secara vertikal terbuka. Cara ini akan memudahkan kotoran terbuang dari sela gigi. Metode yang sama juga diterapkan pada permukaan gigi yang menghadap lidah/langit-langit.
Sedangkan untuk permukaan gigi yang menghadap ke pipi sebaiknya disikat dengan cara atas bawah dalam keadaan mulut tertutup.
Selain posisi dan metode, Yudha juga mengingatkan untuk menyikat gigi secara sistematis. Bila memulai ujung kanan belakang maka harus berakhir pada ujung kiri belakang.
Untuk pemilihan sikat gigi, sesuaikan dengan lebar mulut jangan terlalu besar atau kecil. Sikat gigi dengan bidang besar akan mempersulit pembersihan antar sela dan juga tidak bisa mendeteksi adanya kelainan pada gusi. Sedangkan sikat gigi dengan bidang kecil lebih mudah mendeteksi bila ada kelainan pada gusi atau gigi.
Jangan terlalu kencang
Metode penyikatan yang baik akan menghindarkan gigi dari abrasi. Abrasi atau menipisnya lapisan pelindung biasanya disebabkan penyikatan gigi yang terlalu kencang. "Biasanya orang yang kidal gigi bagian kiri lebih sering ngilu. Begitu juga orang yang lebih sering menggunakan tangan kanan," kata Yudha.
Karena itu Yudha menyarankan untuk tidak terlalu kencang menyikat gigi. Setiap posisi gigi harus menerima tingkat energi yang sama selama penyikatan. Selain tidak terlalu kencang, Yudha juga menyarankan pemilihan pasta gigi yang tepat. Hal ini berhubungan dengan bahan aktif dalam pasta gigi. "Kalau untuk perlindungan gigi pilih yang berfluoride, sedangkan untuk kesehatan gusi pilih yang bersodium karbonate," ujarnya.