Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
KOMPAS.com - Indonesia menerima penghargaan atas keberhasilan pengendalian penyakit tuberkulosis (TB). Penghargaan Champion Award for Exceptional Work in the Fight Against TB diserahkan USAID Global Health, Kamis (18/4/2013), di Jakarta. Penghargaan diberikan karena keberhasilan pengobatan tuberkulosis yang mencapai 90 persen. Sementara tingkat deteksi kasus TB baru di atas 70 persen.
"Pencapaian ini menyebabkan Indonesia memiliki kontribusi dalam pemberantasan TB secara global. Meski tidak bisa bebas 100 persen, namun semoga pada 2015 TB bisa dikendalikan sepenuhnya," kata Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi.
Program diagnostik GeneXpert dianggap memiliki kontribusi signifikan pada keberhasilan pengendalian TB. Program ini mendiagnosis bakteri Mycrobacterium tuberkulosis dalam tubuh pasien resisten terhadap pengobatan rifampicin. Adanya program ini memungkinkan pasien menerima pengobatan sesuai kondisi yang diderita. Waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 90 menit. Bila tidak resisten maka pasien akan menjalani pengobatan biasa. Sedangkan pasien yang resisten akan menjalani pengobatan line 2. Seluruh pengobatan bersifat cuma-cuma.
Pengobatan TB biasa menggunakan anti-TB isoniazid (INH) dan rifampicin (RMP). Lama pengobatan biasanya sekitar 6-9 bulan. Sedangkan pasien yang mengalami multi drug resistence (MDR) akan menggunakan obat Pirazinamide, Ethambuthol, Cicloserine, Levofloxacin, di tambah dengan suntikan Kapreomicin selama 6 enam bulan. Seluruh pengobatan berlangsung 18-24 bulan.
Menkes mengatakan, pemerintah Indonesia menjadi salah satu di dunia yang mempelopori agar TB-MDR masuk dalam kebijakan nasional. Kebijakan ini ternyata menginspirasi beberapa negara di dunia. "Ada indikasi Programatic Multi Drug Resistance TB (PMDT) diterima sebagai masukan untuk negara lain," ujarnya.
TB-MDR merupakan masalah yang cukup menjadi ganjalan. Pengobatan untuk TB tipe ini lebih mahal dan lama, dikarenakan bakteri yang sudah resisten. Resisten ini bisa diakibatkan pasien yang berhenti minum obat karen sudah merasa sehat, atau kabur di tengah pengobatan. Tantangan lain adalah terjadinya ko-infeksi. Biasanya ko-infeksi TB berjalan dengan HIV. Adanya TB akan menurunkan data tubuh. Akibatnya, virus penyebab AIDS ini mudah masuk dan berkembang biak.
Beberapa program yang menonjol dalam pemberantasan TB di daerah adalah Public Private Mix (PPM) layanan DOTS pada kelompok praktek dokter, penguatan jejaring layanan TB, pengembangan rumah sakit rujukan untuk TB-MDR, penguatan kebijakan satu pintu untuk obat anti TB, sertifikasi WHO dan Institute of Medical and Veterinary Science (IMVS) pada 5 laboratorium kultur dan Drug Suspensibility Test (DST). Kolaborasi dengan perkumpulan pasien.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan USAID (The United States Agency for International Development), Dr. Andrew Sisson mengatakan, Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah TB terbanyak berhak menerima penghargaan ini. Indonesia adalah penyumbang TB nomor empat di dunia setelah India, China dan Afrika Selatan. Diperkirakan ada 430 ribu kasus TBC baru dan 169 orang di antaranya meninggal setiap hari. USAID memberikan sumbangan untuk pengendalian TB sebesar 13 juta dolar AS per tahun.
"Semakin besar negara tentu makin banyak kasus TB yang ditemukan. Cara pengendalian inovatif diperlukan untuk mengendalikan penyebaran penyakit," kata Andrew.
Rrajin minum obat
Menkes juga berpesan agar pasien TB harus rajin minum obat untuk melindungi diri dari ko-infeksi dan resistensi kuman. Menurut Menkes, satu pengobatan TB MDR berharga sama dengan 206 pengobatan TB biasa. Makin cepat sembuh, daya tahan tubuh semakin baik. Hasilnya tubuh makin terlindungi. "Harus cepat sembuh jangan sampai menulari," kata Nafsiah.
Menkes berharap, pemerintah dapat terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang mendukung pemberantasan TB, misalnya organisasi non profit, rumah sakit, dan tenaga kesehatan di semua puskesmas. Hal ini untuk mendorong fokus pemerintah pada pelaporan kasus TB di perempuan dan usia anak, memastikan universal access untuk TB-MDR, dan meningkatkan layanan dan pengobatan untuk TB-MDR.
KOMPAS.com — Cukup banyak pasangan yang mengalami gangguan kesuburan melakukan program bayi tabung (in vitro fertilization/IVF) di luar negeri. Padahal, kualitas klinik bayi tabung di Indonesia tak kalah dengan negara tetangga.
Diperkirakan sekitar 4 persen pasangan suami istri (pasutri) yang belum memiliki keturunan melakukan program bayi tabung di luar negeri.
Dibandingkan dengan negara tetangga, jumlah klinik bayi tabung di Indonesia memang masih sedikit, yakni baru 26 klinik di 11 kota, terutama di kota-kota besar. Bandingkan dengan Jepang yang berpenduduk 110 juta orang dan memiliki 600 klinik kesuburan.
"Tetapi, dari segi fasilitas dan kemampuan, dokter kita sudah setara dengan negara tetangga. Angka keberhasilannya pun hampir sama, sekitar 40 persen," kata dr Budi Wiwengko, Sp OG, sekjen Perkumpulan Fertilisasi In Vitro Indonesia (Perfitri) dalam acara media edukasi perkembangan terkini infertilitas dan bayi tabung di Jakarta, Selasa (26/3/2013).
Ia mengatakan, teknik-teknik terbaru yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi sudah bisa dilakukan di klinik dalam negeri, misalnya teknik ICSI atau menyuntikkan satu sel sperma ke dalam sel telur sehingga terjadi pembuahan.
Fasilitas laboratorium yang canggih juga berperan cukup besar dalam menurunkan risiko kegagalan, terutama untuk memilih sel telur dan sel sperma berkualitas baik.
"Teknik dan pemeriksaan laboratorium terbaru sudah mampu melakukan pembesaran sel sperma hingga 6.000 kali sehingga bisa dilihat dengan jelas ada tidaknya kerusakan," imbuh dokter yang biasa disapa Iko ini.
Iko menambahkan, memang ada beberapa hal yang belum dapat dikerjakan dokter di Indonesia, tetapi hal tersebut disebabkan faktor regulasi, bukan kemampuan.
"Kita tidak boleh melakukan donor sel telur atau sel sperma. Demikian juga dengan surrogate atau ibu pengganti. Di luar itu, kemampuan dokter kita tak kalah," katanya.
Selain soal fasilitas dan kemampuan dokter, menurut Iko, melakukan program bayi tabung di dalam negeri juga lebih menghemat biaya. Di Indonesia, program bayi tabung membutuhkan dana sekitar Rp 30-60 juta.
"Di negara lain tentu lebih mahal karena harus mengeluarkan biaya akomodasi. Selain itu, jika kita melakukannya di sini tentu akan mendapat dukungan psikologis lebih besar dari keluarga," katanya.
Dukungan dari keluarga, menurut dia, berpengaruh besar terhadap keberhasilan program bayi tabung. Faktor lain yang berpengaruh adalah usia calon ibu.
JAKARTA, KOMPAS.com - Internet dewasa ini sudah menjadi andalan bagi siapapun yang mencari informasi, termasuk informasi di bidang kesehatan. Bahkan, dokter sebagai pakar di bidang kesehatan pun menggunakan internet untuk membantu menentukan diagnosa dan pengobatan penyakit, serta kesehatan umum.
Survei yang dilakukan oleh Edelman Indonesia bekerja sama dengan Unit Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FKUGM) mengatakan, sebanyak 64 persen responden lebih memilih internet sebagai sumber informasi terkait pekerjaan atau profesi medis mereka.
"Praktisi kesehatan Indonesia beralih ke konten digital untuk pencarian dan pendalaman informasi mengenai diagnosa," ujar Vice Chairman dan Head of Consulting Edelman Indonesia Bambang Chriswanto dalam peluncuran Edelman Healthcare Professional Survey 2013, Selasa (19/3/2013), di Jakarta.
Responden terdiri dari 421 praktisi kesehatan di 4 kota besar yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan, 44 persen di antaranya merupakan dokter spesialis dan 56 persennya merupakan dokter umum. Responden yang dipilih telah melakukan praktik lebih dari 3 tahun. Jika dikelompokan berdasarkan kota, maka 4 dari 5 dokter di Jakarta menjadikan internet sebagai sumber informasi utama yang berhubungan dengan profesi mereka.
Sedangkan untuk kota 3 kota lain yaitu sebanyak 3 dari 4 dokter. Selain internet, sumber lain yang dijadikan pilihan praktisi kesehatan bagi informasi baru diagnosa adalah forum ilmiah yaitu sebanyak 75 persen, text book 26 persen, majalah ilmiah 26 persen, majalah umum 7 persen, medical representative 4 persen, surat kabar 2 persen, dan media penyiaran 1 persen.
Menurut dokter sekaligus peneliti dari Unit Kesehatan Masyarakat FKUGM Lutfan Lazuardi, informasi kesehatan terkini di Indonesia masih kurang tersedia, sehingga internet merupakan salah satu sarana yang baik dalam memperkaya informasi kesehatan terkini yang dapat menunjang diagnosa.
"Informasi dari internet perlu untuk meng-update pengetahuan kedokteran, namun tentu dari situs yang terpercaya," ujarnya.
Sayangnya, survei belum dapat menunjukkan situs apa saja yang menjadi andalan dokter-dokter di Indonesia saat ini.