Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Hindari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hindari. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Mei 2013

Hindari Kenaikan Berat Badan Berlebih Saat Hamil

KOMPAS.com - Makan saat hamil sering diartikan memberikan nutrisi untuk dua orang, ibu dan janin. Ini yang menyebabkan wanita cenderung makan berlebihan saat hamil yang mengakibatkan berat badan naik dengan dratis. Padahal berat badan yang naik saat hamil juga ada aturannya.

Menurut  WHO, wanita dengan indeks massa tubuh (IMT) sebelum hamil kurang dari 18,5 boleh menambah berat badan 12,5 hingga 18 kg selama kehamilan. Bagi wanita dengan IMT normal 18,5 hingga 22,9 dapat menambah 11,5 hingga 16 kg.

Bagi yang kelebihan berat badan dengan IMT 23 hingga 24,9 dapat menambah 6 hingga 11 kg. Sedangkan bagi wanita obesitas dengan IMT lebih dari 25 kg, maka berat badan yang boleh ditambah saat hamil maksimal hanya 6 kg.

Menurut dr. UF Bagazi, SpOG dari Brawijaya Woman & Children Hospital, berat badan yang bertambah lebih dari standar yang ditetapkan  akan mengalami masalah kesehatan selama hamil, seperti diabetes mellitus gestasional dan preeklamsia. Bahkan berat badan ibu akan sulit kembali seperti semula pasca melahirkan.

"Maka bukan kuantitas makan yang harus diperhatikan saat hamil, yang penting asupannya cukup," ujar Bagazi dalam talk show Prenagen & The City - Be a Gorgeous Mom di Jakarta, Sabtu (18/5/2013).

Bagazi menuturkan, asupan makanan yang paling baik saat hamil adalah buah dan sayur, disusul setelahnya adalah protein, kemudian karbohidrat, baru lemak. Untuk menghindari bakteri dan virus yang dapat membahayakan kesehatan janin, maka penyajian makanan juga tidak boleh sembarangan.

Buah-buahan, lanjut Bagazi, boleh saja dimakan dengan bebas, tapi sebaiknya dikupas kulitnya. Sedangkan sayur-sayuran perlu dimasak untuk membunuh organisme berbahaya seperti toksoplasma.

Dilansir situs Food Safety, penyajian produk susu yang aman bagi ibu hamil yaitu dengan melakukan proses pasteurisasi dulu. Untuk makanan yang dimasak, sebaiknya langsung dimakan tanpa mendiamkannya berjam-jam, begitu pula buah dan sayur yang dijus.

Ibu hamil juga sebaiknya menghindari makanan-makanan yang mentah atau dimasak setengah matang. Hal itu demi memperkecil kemungkinan masih tersisanya organisme yang membahayakan kesehatan.



Sumber Kompas



Info Alkes

Kamis, 02 Mei 2013

7 Tanda Mengantuk dan Perlu Hindari Mengemudi

KOMPAS.com - Kegiatan apapun yang dilakukan dalam keadaan mengantuk tentu hasilnya tak sama dengan melakukannya dalam kondisi fit. Saat mengantuk, akan terjadi penurunan konsentrasi, kewaspadaan, dan refleks. Konsekuensinya, orang yang mengantuk lebih sering melakukan kesalahan yang mempengaruhi akurasi hasil.

Saat mengantuk tidak disarankan untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dengan konsekuensi berbahaya seperti mengemudi. Namun tak jarang pula orang memaksakan diri.

Dokter spesialis kesehatan tidur Rumah Sakit Mitra Kemayoran dr. Andreas Prasadja mengatakan, mengemudi saat mengantuk sama berbahayanya dengan mengemudi saat mabuk. Bahkan kecelakaan berkendara akibat mengantuk dua kali lipat dibandingkan jumlah kecelakaan akibat kondisi kendaraan yang tidak layak, dan tiga kali lipat dibandingkan dengan jalan yang tidak layak.

Sayangnya, ujar Andreas, rasa kantuk sering tidak disadari akibat penggunaan stimulan seperti kafein dan nikotin yang dapat menunda kantuk. "Stimulan konon dapat mengatasi kantuk, padahal itu hanya bisa menundanya," tandasnya.

Andreas pun memaparkan tanda-tanda klinis yang perlu diperhatikan saat akan/sedang mengemudi. Jika mengalami tanda-tanda ini, maka sebaiknya Anda mengurungkan niat untuk mengemudi.

1. Kehilangan konsentrasi.
Anda mulai sulit untuk fokus terhadap suatu kegiatan yang Anda lakukan. Anda juga sering memikirkan hal-hal lain di luar apa yang seharusnya Anda pikirkan alias pikiran menerawang.

2. Mata lebih sering berkedip.
Anda merasakan mata Anda mulai pedih dan frekuensi berkedip semakin sering.

3. Berulang kali menguap.
Menguap merupakan tanda mengantuk yang umum, yang menandai otak mulai kekurangan oksigen.

4. Sulit menjaga kepala tetap tegak.
Kepala terasa berat dan lebih ingin disandarkan.

5. Melanggar peraturan.
Terutama saat mengemudi, orang yang ngantuk sering melanggar marka jalan, melewati jalur, dan melakukan beberapa pelanggaran lain.

6. Mudah terpancing emosi.
Mudah tersinggung dan marah salah satu tanda Anda mengantuk.

7. Tidak sadar melewati jalan.
Ketika mengemudi, begitu tersadar Anda terkejut karena sudah melewati jalan tertentu.



Sumber Kompas



Info Alkes

Minggu, 14 April 2013

Hindari Kebiasaan Penyebab "Heartburn"

KOMPAS.com - Heartburn merupakan istilah untuk sensasi panas di dada yang diakibatkan naiknya asam lambung sampai ke kerongkongan. Heartburn umumnya dipicu oleh makanan, obat, hingga kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok atau tidur setelah makan.

Heartburn tentu akan mengganggu aktivitas Anda. Terlebih jika terjadi saat tidur, heartburn akan menurunkan kualitas tidur. Maka apa yang perlu dilakukan untuk menghindari heartburn?

1. Hindari merokok.
Merokok mungkin sudah menjadi alasan timbulnya banyak penyakit, termasuk heartburn. Merokok akan melemahkan katup di antara perut dan esofagus sehingga memicu heartburn.

2. Hindari makan banyak dan berlemak.
Ketika makan, lambung akan mengembang. Makan terlalu banyak bisa membuat gejala heartburn kumat setelah makan. Biaskan makan sedikit-sedikit, empat atau lima kali sehari, sehingga lambung tidak terlalu banyak memproduksi asam.

3. Hindari olahraga ekstrim.
Ada gerakan-gerakan tertentu dalam olahraga yang dapat memicu asam lambung untuk kembali ke kerongkongan. Maka perhatikan gerakan olahraga Anda, hindari gerakan-gerakan yang berlawanan dengan aliran pencernaan alami. Selain itu, hindari pula makan sebelum berolahraga.

4. Perhatikan obat Anda.
Ada banyak pengobatan yang memicu heartburn. Penggunaan rutin aspirin dan obat anti-inflami nonstetoid biasanya dapat memicu.

5. Jangan kenakan ikat pinggang atau pakaian ketat di daerah pinggang.

Pakaian ketat pada pinggang akan menekan lambung, sehingga asam lambung bisa naik ke kerongkongan. Selain itu, pastikan pakaian tidur Anda longgar sehingga tidak memberikan tekanan pada lambung.

6. Jangan tidur setelah makan.
Tidur setelah makan memperbesar risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan. Maka pastikan tidur 2 jam setelah makan. Selain itu Anda juga dapat menggunakan bantal yang membuat posisi kepala lebih tinggi dari badan saat tidur.



Sumber Kompas



Info Alkes