Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sehat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juli 2013

Susu Rendah Lemak Tak Berarti Lebih Sehat


Kompas.com - Susu rendah lemak (skimmed milk) banyak dipilih oleh orang yang ingin mendapatkan semua manfaat susu tetapi tak berkalori tinggi. Namun menurut studi terbaru susu rendah lemak ternyata bisa memicu kenaikan berat badan.

Peneliti David Ludwig dari Boston's Children Hospital dan Dr. Walter Willett dari Harvard School of Public Health mengatakan minuman rendah kalori tak berarti asupan kalori yang diasup juga sedikit.

Mereka mengatakan, sangat sedikit data yang mendukung susu rendah lemak membantu pengurangan berat badan. Hal ini terjadi karena konsumen yang mengonsumsi susu rendah lemak merasa kurang kenyang sehingga makan dan minum lebih banyak sebagai kompensasi.

Sebuah studi lain yang dimuat dalam majalah Time juga menyebutkan, orang yang minum susu rendah lemak cenderung kegemukan.

"Hipotesis kami adalah anak yang minum susu tinggi lemak, entah whole milk atau dua persen cenderung lebih gemuk karena mereka mengonsumsi kalori yang berasal dari lemak jenuh," kata Dr.Mark Daniel DeBoer, ahli endokrin pediatrik.

Namun ketika para peneliti menganalisa data, ternyata anak-anak yang minum susu rendah lemak dan satu persen lemak justru lebih gemuk dibanding yang minum susu whole milk.

Fakta lain yang perlu diwaspadai adalah susu rendah lemak pada umumnya memiliki kadar gula lebih tinggi supaya rasa susu lebih enak. Misalnya saja, satu gelas susu cokelat rendah lemak mengandung 158 kalori, 68 kalori berasal dari lemak padat dan gula tambahan. Sementara itu susu semi rendah lemak tanpa rasa memiliki 122 kalori, yang 37 diantaranya berasal dari lemak padat dan gula.

Menurut DeBoer, susu rendah lemak juga mengandung nutrisi lebih sedikit dibanding susu biasa. Susu whole milk mengandung vitamin larut lemak seperti vitamin A,D,E, dan K, selain juga kalsium dan fosfor, mineral yang bekerja dengan vitamin D untuk membangun tulang kuat.

Larut lemak berarti, vitamin-vitamin tersebut harus diedarkan dalam atau bersama lemak supaya nutrisinya siap diserap tubuh. Tanpa lemak maka nutrisi tersebut menjadi tidak bisa diserap.



Sumber Kompas



Info Alkes

Selasa, 28 Mei 2013

Ingin Sehat? Cukupi Kebutuhan Air

Pastikan asupan cairan terpenuhi tiap harinya, bukan hanya air putih tapi juga cairan yang cepat diserap tubuh.

Kompas.com - Air merupakan elemen paling penting dalam kesehatan. Kehilangan air dalam tubuh merupakan salah satu penyebab timbulnya penyakit dan penuaan.


Salah satu tanda kurangnya air dalam tubuh adalah kulit yang mulai berkerut, sulit berkonsentrasi, hingga sakit kepala tanpa sebab yang jelas. Karena kita perlu memastikan kecukupan air dari pola makan sehari-hari.


Setiap harinya pria disarankan mengkonsumsi 3 liter (13 gelas) air. Sedangkan wanita mengkonsumsi 2,2 liter (9 gelas) dari total minuman dalam sehari. Jumlah tersebut bisa disesuaikan tergantung dari cuaca, kesehatan, serta status kesehatan seseorang.


Air juga berfungsi untuk mengurangi jumlah racun yang masuk dalam tubuh. Makin banyak racun yang masuk dalam tubuh, makin besar air yang diperlukan.


Menurut pakar kesehatan kulit, Howard Murad, kondisi stres juga turut berperan dalam berkurangnya air. "Saat Anda sehat dan muda, sel-sel dalam tubuh penuh dengan air. Tapi saat Anda sedih, sakit, atau tua, sel-sel hanya mengandung sedikit air," kata di Jakarta pekan lalu.


Menurutnya sel-sel yang mendapat cukup air akan meregenerasi lebih cepat sehingga sel tersebut tidak mudah menua.


Untuk memenuhi kebutuhan air, Murad menekankan pentingnya mengambil air dari sayur dan buah-buahan segar. "Selain mengandung air, sayur dan buah juga mengandung nutrisilain yang penting," katanya.


Menurut penelitian yang diadakan Murad pada 100 orang diketahui mereka yang minum sekitar tiga gelas sehari ditambah dengan konsumsi sayur dan buah, lebih mampu mencegah dehidrasi dibanding yang minum 8 gelas sehari tetapi tidak makan sayur dan buah.




Sumber Kompas




Info Alkes

Sabtu, 25 Mei 2013

Jokowi: Kartu Jakarta Sehat Harus Tetap Berjalan

 Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menunjukkan Kartu Jakarta Sehat (KJS).

JAKARTA, KOMPAS - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan akan melakukan cara apa pun agar program Kartu Jakarta Sehat tetap berjalan. Berkait dengan itu, ia meminta rumah sakit mendukung penuh program tersebut.


”Jangan hanya karena masalah untung-rugi, tahu-tahu rumah sakit mundur. Kartu Jakarta Sehat sangat dibutuhkan masyarakat. Semestinya dibicarakan dulu kalau masih punya rasa kemanusiaan bagi masyarakat tidak mampu,” tutur Jokowi di Balaikota, Rabu (22/5).


Jokowi mengakui masih ada kekurangan dalam penerapan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang harus dibenahi. Namun, sistem sudah berada di jalan yang benar. ”Kalau sistem tidak benar, tidak mungkin peminatnya membeludak. Jadi, jangan ada yang coba-coba menghambat,” ujarnya.


Jokowi, menurut rencana, akan kembali membagikan KJS kepada 1,7 juta warga pada pekan ini. KJS yang sudah dibagikan kepada warga hingga saat ini sekitar 3.000 kartu.


Persoalan KJS mencuat setelah 16 rumah sakit menyatakan mundur dari kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan dua di antaranya sudah mengajukan surat resmi.


Namun, menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emawati, 14 RS lain urung mengundurkan diri. ”Kami sudah panggil 16 rumah sakit itu. Kemarin, rupanya ada miskomunikasi. RS juga ada yang belum paham betul soal INA-CBGs (Indonesia-Case Based Group/sistem pembayaran kepada pemberi pelayanan kesehatan yang dikelompokkan berdasarkan ciri klinis dan pemakaian sumber daya yang sama),” kata Dien.


Dien menjelaskan, intinya ada kesenjangan antara RS tipe A, B, C, dan D. Seharusnya penyakit yang sama diobati di rumah sakit tipe A dan C dengan biaya yang sama.


”Misalnya di RS tipe A sakit typhoid ongkosnya Rp 2 juta, di RS tipe C Rp 1 juta. Itu tidak mungkin. Harusnya sama. Polanya nanti akan dikembalikan pada clinical pathway,” ujarnya.


Clinical pathway merupakan standar kendali mutu dan biaya yang sama yang berlaku bagi setiap RS dalam menangani penyakit. Clinical pathway itu diperhitungkan untuk menilai apakah tindakan yang diberikan kepada pasien sesuai kewajaran dan tidak membebani pasien. Tidak mungkin, lanjut Dien, sakit tipus diperiksa menggunakan MRI.


Karena itu, penetapan besaran INA-CBGs akan dihitung ulang agar tidak terjadi ketimpangan antar-RS dalam memberikan klaim bagi pasien. Menurut Dien, tarif Rp 23.000 itu sudah cukup.


Semua persoalan telah disampaikan ke Kementerian Kesehatan. Sebagai respons, telah dibentuk tim reaksi cepat Kementerian Kesehatan dan Pemprov DKI Jakarta untuk menangani persoalan yang muncul dalam implementasi program KJS.


Hari Kamis ini, Komisi E DPRD DKI berencana memanggil dinkes dan 16 rumah sakit.


Sri Rahmani, Ketua Ikatan Rumah Sakit Jakarta Metropolitan, menegaskan, pihak RS tetap mendukung program KJS asal biayanya terpenuhi. ”Kami tidak ambil untung sama sekali dari kelas III. Pak Basuki (Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) juga sudah bilang tidak ingin RS rugi.”


Empat belas RS yang disebutkan mundur juga masih melayani pasien KJS. ”Tetapi, kalau kelas III hanya 10 tempat tidur, empat untuk anak, enam untuk dewasa, wajar kalau sampai menolak pasien,” ujar Sri. (FRO)




Sumber Kompas




Info Alkes

Jumat, 24 Mei 2013

Konsep Gizi Seimbang, Pengganti 4 Sehat 5 Sempurna

Setiap kali makan, usahakan untuk selalu memenuhi gizi yang seimbang.

KOMPAS.com -  Zat-zat gizi yang terdapat pada makanan yang dikonsumsi berfungsi untuk kelangsungan semua proses biologis dalam tubuh. Ya, zat gizi dibutuhkan untuk proses membangun dan memelihara organ tubuh manusia.


Di Indonesia sejak 1955 dikenalkan konsep pola makan “4 Sehat 5 Sempurna” agar masyarakat memahami pola makan yang benar. Akan tetapi, menurut Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Soekirman, dalam perkembangannya ternyata konsep ini sudah tak tepat. Pasalnya, sejak era 1990, muncul problem gizi di masyarakat, di antaranya kegemukan dan obesitas.


Konsep lama menekankan pentingnya empat golongan makanan berupa sumber kalori untuk tenaga, protein untuk pembangun, sayur dan buah sumber vitamin dan mineral untuk pemeliharaan.


Nah, seiring perkembangan ilmu gizi, konsep ini sudah tak sesuai dengan kondisi sebenarnya, karena kebutuhan manusia akan gizi berbeda-beda tergantung berbagai faktor. Karena itulah, dikembangkan konsep atau pola gizi seimbang.


Menurut Prof. Soekirman, prinsip gizi seimbang adalah kebutuhan jumlah gizi disesuaikan dengan golongan usia, jenis kelamin, kesehatan, serta aktivitas fisik. Tak hanya itu, perlu diperhatikan variasi jenis makanan. Bahan makanan dalam konsep gizi seimbang terbagi atas tiga kelompok, yaitu:


- Sumber energi/tenaga : Padi-padian, umbi-umbian, tepung-tepungan, sagu, jagung, dan lain-lain.


- Sumber zat Pengatur : sayur dan buah-buahan


- Sumber zat pembangun : ikan, ayam, telur, daging, susu, kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tempe, tahu, oncom,susu kedelai.


Pengaturan porsi/jumlah yang dikonsumsi disesuaikan dengan golongan usia, aktivitas, jenis kelamin. Sebagai contoh panduan umum untuk orang dewasa untuk makan dalam 1 hari :


Sumber tenaga : 3-5 piring nasi


Sumber zat pengatur : 1 ½ - 2 mangkok sayur, 2-3 potong buah.


Sumber zat pembangun : 2-3 potong lauk hewani , 3 potong lauk nabati.


Selain itu, konsep gizi seimbang pun menetapkan tiga belas pesan dasar sebagai pedoman praktis untuk mengatur makanan sehari-hari yang seimbang dan aman. Tujuannya agar status gizi serta kesehatan yang optimal dapat tercapai serta dipertahankan.


Nah, adapun 13 pesan dasar tersebut adalah:


1. Makanlah aneka ragam makanan


2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi


3. Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi


4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energi


5. Gunakan garam beryodium


6. Makanlah makanan sumber zat besi


7. Berikan ASI saja kepada bayi sampai umur enam bulan


8. Biasakan sarapan pagi


9. Minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya


10. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur


11. Hindari minum minuman beralkohol


12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan


13. Baca label pada makanan yang dikemas.


Ingin menangkan hadiah menarik ? Temukan setiap artikel bertanda khusus di kanal Health Kompas.com dan jawab pertanyaanya. Nantikan kehadirannya !


Untuk info lebih lanjut silakan klik di sini !




Sumber Kompas




Info Alkes

Kamis, 23 Mei 2013

Program Kartu Jakarta Sehat Dievaluasi

Ilustrasi. Warga antre untuk mendapatkan pelayanan di loket-loket Kartu Jakarta Sehat di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (19/2/2013).

KOMPAS.com - PT Askes akan melakukan evaluasi terhadap premi Kartu Jakarta Sehat (KJS) menyusul pengunduran diri 16 rumah sakit dari program jaminan kesehatan untuk warga DKI Jakarta ini. Evaluasi ini juga akan melibatkan Kementerian Kesehatan RI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.


PT Askes menyatakan, ketidaksesuaian tarif dengan Indonesia Case Base Group (INA-CBG's) yang menggunakan harga per paket diduga menjadi penyebab utama meruginya pihak rumah sakit.  Mundurnya 16 rumah sakit, dinilai PT Askes, sebagai bagian dinamika mencari keseimbangan kendali mutu dan biaya. 


"Setiap rumah sakit punya tarif dan sistem pembiayaan yang berbeda. Sementara sistem asuransi nasional mensyaratkan penggunaan satu sistem. Oleh karena itu, akan kita evaluasi dulu, mana yang tidak sesuai dan bagaimana pemecahannya," kata Direktur Pelayanan PT. Askes (Persero) Fajriudin pada Senin (20/5) di Jakarta.


Dalam program KJS,  PT Askes terlibat sebagai pemeriksa dan penjamin klaim dari rumah sakit.  Sistem INA CBG's adalah sistem pembayaran rumah sakit berdasarkan paket. Paket dibuat berdasarkan diagnosa, pemeriksaan, dan obat yang akan digunakan pasien. Penyusunan harga pengobatan berdasarkan paket, dibuat dengan survei terlebih dulu pada rumah sakit di Indonesia.


Tarif, lama dan jenis pengobatan pada paket didasarkan pada hasil rata-rata yang digunakan rumah sakit responden. Sistem ini menurut Fajriudin bertentangan dengan kebanyakan rumah sakit yang bersistem fee for services. Penghitungan didasarkan pada tiap proses yang dijalani pasien selama pengobatan.


"Mungkin belum terbiasa karena kita baru menggunakan sistem ini satu bulan. Tapi kita terbuka jika 16 rumah sakit itu mau bekerja sama lagi," kata Fajriudin.


Sistem ini, menurut Fajriudin, akan menghindarkan pasien dari pengobatan yang tidak perlu. Pasien juga tidak perlu terlalu lama berada di rumah sakit. Pembiayaan dengan sistem paket mengusahakan pasien mendapatkan pengobatan yang lebih efektif, tanpa biaya berlebih.




Sumber Kompas




Info Alkes

Kamis, 25 April 2013

Jus Buah, Sehat tapi Merusak Gigi Anak

Kompas.com - Buah merupakan sumber vitamin dan serat yang wajib masuk dalam menu harian, termasuk pola makan anak-anak. Bagi anak yang tak suka buah, kebanyakan orangtua akan menggantinya dengan jus buah. Tetapi hal tersebut ternyata tidak disarankan dokter gigi karena kandungan gula dalam jus buah akan merusak gigi.

Jus buah yang tidak diberi gula tambahan memang bisa memenuhi satu porsi asupan buah yang direkomendasikan. Tetapi jus buah dibuat dengan proses penghancuran buah yang ternyata dapat menghasilkan gula yang dapat merusak gigi, bahkan meski tanpa pemberian gula tambahan. Para ahli menyebutkan bahwa gula yang dihasilkan dari buah yang dihancurkan untuk jus lebih dapat merusak gigi daripada dari buah yang dimakan utuh.

British Dental Association merekomendasikan para orang tua untuk membatasi pemberian jus buah dan smoothies pada anak mereka. Batas pemberian adalah tidak lebih dari 150 ml jus buah persajian.

Kepala eksekutif British Dental Health Foundation dr. Nigel Carter mengatakan, orangtua mungkin dapat menghancurkan gigi anaknya akibat tidak sadar pengaruh buruk dari jus buah. "Jus buah menjadi bertambah populer karena kandungan buahnya yang dinilai sehat, namun ternyata jus buah mengandung kadar gula tinggi dan asam yang dapat merusak gigi," ujarnya.

Kendati demikian, Carter mengakui, sulit untuk menghilangkan makanan dan minuman manis sekaligus dalam pola makan anak-anak. Untuk mengimbanginya, penting bagi orangtua untuk mengatur makanan atau minuman yang dikonsumsi di sela-sela waktu makan besar.

"Pastikan mereka hanya minum air dan susu di antara waktu makan," ujarnya. Untuk mendapatkan manfaat buah, disarankan untuk mengonsumsinya dalam bentuk segar atau salad.

Ia mengatakan, kesehatan gigi anak secara umum lebih baik apabila mereka hanya mengonsumsi makanan dalam 3 waktu makan besar, dibandingkan dengan 7 hingga 10 waktu makan dengan makanan yang mengandung banyak gula.

Sedangkan smoothies atau buah yang diblender, papar Carter, merupakan minuman yang "menakutkan" bagi kesehatan gigi. Smoothies terkonsentrasi, sering diselipkan di sela-sela jam makan dan dapat menempel pada gigi.

"Pesan penting yang perlu diingat adalah bukan pada jumlah gula yang anak makan atau minum, melainkan frekuensi makanan dan minuman manis dalam pola makan mereka," tandas Carter.

Pakar diet dan penulis "Fat Chance: The Bitter Truth About Sugar" dr. Robert Lustig mengatakan, konsumsi gula dengan kadar tinggi, baik dari buah maupun gula lainnya, dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terkena obesitas, serta risiko kesehatan yang terkait seperti penyakit jantung, diabetes, dan penyakit hati.



Sumber Kompas



Info Alkes

Minggu, 14 April 2013

Mau Langsing? Diet, Olah Raga, dan Tidurlah yang Sehat

KOMPAS.com - Selama ini kita berpikir bahwa tidur tidak membutukan tenaga, sehingga banyak tidur mengakibatkan kegemukan. Tapi ini tidak benar. Berbagai penelitian membuktikan bagaimana tidur yang cukup justru diperlukan untuk menjaga nafsu makan dan berat badan.

Penelitian terbaru yang dimuat pada jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan, tidur kurang dari 5 jam selama seminggu akan membuat kita mengonsumsi lebih banyak kalori. Sebagian besar peningkatan kalori diakibatkan oleh ngemil setelah makan malam. Jadi pada penelitian ini, ketika jam tidur dibatasi, para relawan justru makan/ngemil pada saat jam biologisnya justru menunjukkan waktu untuk tidur.

Penelitian yang dilakukan ilmuwan di University of Colorado ini menyertakan 16 orang pemuda/i. Mereka diminta untuk bermalam di kamar tidur yang telah diatur pencahayaan, suara dan disertakan juga alat-alat untuk mengukur fungsi-fungsi tubuh selama tidur. Kamar seperti ini populer juga disebut sebagai laboratorium tidur. Tak lupa, demi kepentingan penelitian, jumlah kalori makanan yang dikonsumsi juga diukur.

Tiga hari pertama, mereka diminta untuk tidur selama 9 jam. Selanjutnya para peserta dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama tidur 5 jam, sementara yang kedua tetap 9 jam selama lima hari. Para peserta disediakan berbagai makanan dan cemilan sepanjang penelitian. Setelah lima hari, mereka bertukar waktu tidur. Kelompok pertama jadi 9 jam, dan kelompok kedua jadi tidur 5 jam sehari.

Hasilnya, kelompok yang hanya tidur 5 jam, membakar 5 persen lebih banyak kalori dibanding yang tidur 9 jam. Tapi mereka juga makan 6 persen lebih banyak kalori. Mereka yang kurang tidur sarapan lebih sedikit, tapi ngemil jauh lebih banyak. Bahkan jumlah kalori dari cemilan yang dimakan lebih besar dari jumlah kalori makanan rutin.

Penelitian lain yang diterbitkan pada the Journal of Psychoneuroendocrinology juga menunjukkan efek kurang tidur pada penambahan berat badan. Penelitian ini menyediakan makanan yang disajikan secara prasmanan pada 16 orang relawan. Pertama saat mereka cukup tidur (8 jam) dan kedua kalinya setelah kurang tidur.

Hasilnya, saat kurang tidur ternyata mereka cenderung mengambil porsi makan lebih banyak dibanding saat cukup tidur. Para relawan ini juga melaporkan merasa lebih lapar dan setelah diperiksa ternyata memiliki kadar ghrelin yang meningkat. Ghrelin adalah hormon yang merangsang nafsu makan.

Setelah sarapan, peserta penelitian yang kurang tidur juga ngemil lebih banyak. Disimpulkan, kondisi kurang tidur akan mendorong seseorang untuk makan lebih banyak.

Penelitian terakhir mengingatkan pada sebuah penelitian setahun yang lalu,. Dalam pertemuan ilmiah American Heart Association, disajikan sebuah penelitian yang menunjukkan bagaimana kurang tidur akan meningkatkan konsumsi kalori kita.

Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa sekelompok orang yang kurang tidur memiliki kadar ghrelin yang tinggi dan leptin yang rendah. Sekali lagi, ghrelin adalah hormon yang meningkatkan nafsu makan, sedangkan leptin bertanggung jawab untuk menekan nafsu makan.

Penelitian-penelitian ini memperhatikan efek kurang tidur dengan peningkatan berat badan. Tetapi para ahli mengingatkan bahwa kita harus melihat lebih dalam. Bukan hanya pada jumlah tidur yang kurang, tetapi pada kantuk. Bagaimana pengaruh kantuk pada nafsu makan misalnya. Sebab ada banyak penyakit tidur yang menyebabkan orang terus mengantuk walau sudah tidur cukup.

Mendengkur misalnya. Mendengkur yang selama ini dianggap disebabkan oleh kegemukan, ternyata bisa terjadi sebaliknya, mendengkur menyebabkan kegemukan. Penelitian di Turki tahun 2005 tunjukkan bagaimana pendengkur dengan sleep apnea, henti nafas saat tidur, memiliki kadar ghrelin yang tinggi dan leptin yang rendah seperti orang yang kurang tidur.

Para ahli mengingatkan bahwa kenaikan berat badan dan kegemukan memiliki banyak faktor yang saling berkaitan. Dengan semakin banyaknya penelitian ilmiah yang menunjukkan hubungan kesehatan tidur dan berat badan, sudah saatnya kita tak hanya memikirkan olah raga dan diet. Masukkan juga kesehatan tidur dalam program penurunan berat badan Anda.



Sumber Kompas



Info Alkes

Sabtu, 06 April 2013

Dokter Berperan Bentuk Kebiasaan Sehat Masyarakat

Kompas.com - Upaya pencegahan penyakit bukan saja menghemat biaya kesehatan, tapi juga menghindari penularan penyakit yang lebih luas. Dokter umum merupakan kelompok strategis untuk melakukan kampanye promotif dan preventif kepada masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Dr.Dyah Agustina Waluyo, anggota presidium Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) dalam acara jumpa pers simposium ilmiah Musyawarah Kerja Nasional dan Pertemuan Ilmiah PDUI bekerja sama dengan PT.Unilever Indonesia di Jakarta (28/3/13).

Saat ini Indonesia memiliki sekitar 80.000 dokter umum. Angka tersebut menurut Dyah sudah mendekati ideal namun penyebarannya memang belum merata.

"Dengan diberlakukannya sistem jaminan sosial nasional tahun depan, peran dokter sebagai penyedia layanan primer sangat besar. Karenanya kompetensi dokter harus ditingkatkan, termasuk dalam hal soft skill berupa kemampuan berkomunikasi dengan pasien," katanya.

Ia menambahkan, dokter berkewajiban memberikan konseling serta arahan untuk mengubah perilaku pasien menjadi lebih sehat. "Pengobatan tidak melulu dengan terapi obat tapi juga mengedukasi gaya hidup sehat," imbuhnya.

Prof.Umar Fahmi Achmadi, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, menjelaskan, sampai saat ini dokter masih menjadi sumber informasi kesehatan yang paling kuat di masyarakat. "Kata-kata dokter seperti resep obat yang harus diikuti," katanya.

Karena itu menurut Umar dokter umum seharusnya menjadi lini terdepan dalam upaya pencegahan penyakit. Upaya pencegahan penyakit bisa dilakukan melalui banyak hal, mulai dari imunisasi, perbaikan lingkungan hidup, konsumsi makanan sehat, hingga menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Pelaksaan perilaku hidup bersih dan sehat, antara lain dengan mencuci tangan dengan sabun pada saat-saat penting, telah terbukti mencegah penyebaran penyakit infeksi. Hasil riset menunjukkan, cuci tangan pakai sabun bisa mengurangi kejadian diare sampai 50 persen dan kejadian infeksi saluran pernapasan atas sampai 45 persen.



Sumber Kompas



Info Alkes

Selasa, 02 April 2013

Brown Sugar Lebih Sehat dari Gula Putih?

Kompas.com - Gula dalam berbagai jenisnya merupakan bahan yang sering ditambahkan dalam makanan dan minuman sehari-hari. Jenis gula yang paling banyak dipakai adalah gula pasir yang berasal dari tebu.

Sebagian orang yang peduli pada kesehatan menganggap brown sugar atau raw sugar lebih baik ketimbang gula putih. Mungkin karena rasanya tak semanis gula pasir dan tampilannya lebih alami. Padahal, kandungan mineral dalam brown sugar tidak terlalu banyak.

Brown sugar adalah gula pasir yang diberi molasses atau gula tetes tebu. Dalam proses pembuatan gula, perasan air tebu diuapkan untuk menghasilkan kristal atau gula murni. Pada tahap ini, setelah evaporasi, gula secara teknis masih mentah karena belum dihaluskan atau disuling. Namun, gula mentah tersebut harus dibersihkan sebelum dijual.

Brown sugar atau turbinado sugar adalah gula yang tidak diproses sampai selesai, sehingga komponen dari perasan tebunya masih tertinggal. Untuk memberikan rasa manis ditambahkan molasses atau tetes tebu.

Aroma brown sugar lebih wangi dibanding gula pasir sehingga umumnya gula jenis ini banyak dipakai untuk membuat kue atau cake.

Tampilan raw sugar atau brown sugar yang kasar dibanding dengan gula pasir membuat produk ini tampak lebih organik. Tampilan yang alami tersebut sering dikaitkan dengan sesuatu yang sehat.

Baik raw sugar atau brown sugar mengandung mineral lebih banyak dibanding dengan gula putih, tetapi hal itu karena adanya tambahan gula tetes tebu. Brown sugar dan raw sugar mengandung 5-10 persen molasses.

Meski brown sugar mengandung kalsium, potasium, zat besi, dan magnesium, namun jumlahnya dianggap terlalu sedikit untuk memberikan manfaat kesehatan. Satu sendok teh brown sugar hanya mengandung 0.02 miligram zat besi. Padahal orang dewasa membutuhkan sekitar 8 miligram zat besi.

Perbedaan dalam komposisi energi yang dimiliki gula pasir dengan brown sugar juga dianggap tidak signifikan. Dalam penelitian terhadap tikus yang diberi brown sugar juga tidak menunjukkan perbedaan dalam komposisi tubuh dan metabolisme energi. Ini berarti belum terbukti brown sugar lebih baik untuk mereka yang ingin membatasi asupan kalorinya.



Sumber Kompas



Info Alkes

Sabtu, 30 Maret 2013

Cukup Vitamin D Saat Hamil Tak Jamin Tulang Anak Sehat

Wanita hamil yang mengasup cukup vitamin D tidak berpengaruh terhadap kepadatan mineral tulang anak, yang berarti tidak menjamin tulang anak sehat.

KOMPAS.com - Nutrisi yang diasup oleh wanita saat hamil umumnya mempengaruhi kesehatan anak yang dikandungnya baik saat masih di dalam kandungan, hingga kelak. Namun sebuah penelitian baru menunjukkan kesehatan tulang anak tidak dipengaruhi oleh asupan vitamin D yang cukup saat hamil.


Para peneliti asal Inggris mengukur kadar vitamin D dari hampir 4.000 wanita hamil. Peneliti juga melakukan pemeriksaan kepadatan mineral tulang dari anak yang dilahirkan saat menginjak usia 12 tahun. Hasilnya, tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar vitamin D pada masa kehamilan dengan tingkat kepadatan tulang anak.


Kepadatan mineral tulang merupakan indikator dari kesehatan tulang. Kadar mineral yang rendah dikaitkan dengan kesehatan tulang yang buruk serta risiko tinggi mengidap penyakit seperti rickets atau rakhitis.


Vitamin D membantu untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Penelitian sebelumnya sudah mengindikasikan bahwa hubungan antara kecukupan vitamin D saat hamil dengan kesehatan tulang anak tidak terlalu meyakinkan. Dan penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti asal University Bristol ini menguatkan penelitian sebelumnya tersebut.


Penelitian  yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet  edisi online  ini sekaligus menunjukkan ketidakkonsistenan dengan panduan kesehatan di Inggris yang menyebutkan perlunya tambahan asupan vitamin D di masa kehamilan.


Ketua peneliti Debbie Lawlor mengatakan, studi ini bertentangan dengan anjuran penambahan asupan vitamin D saat hamil dengan tujuan mempengaruhi kesehatan tulang anak di kemudian hari.


Philip Steer dari Imperial College London yang tidak terlibat dalam penelitian mengatakan, ketidakkonsistenan hasil penelitian mungkin membuat adanya alasan yang belum jelas mengapa penambahan asupan vitamin D secara resmi disarankan pada wanita hamil dan menyusui.


Sebuah penelitian lain mengatakan bahwa kadar vitamin D saat hamil berpengaruh terhadap berat lahir bayi. Maka pendekatan aman, menurut Steer, yaitu dengan mencukupi kebutuhan vitamin D saat hamil.


"Terutama untuk wanita yang memiliki risiko tinggi, seperti jarang terkena paparan matahari dan obesitas sebelum kehamilan," ungkapnya.




Sumber Kompas




Info Alkes

Kamis, 28 Maret 2013

Banyuroto, Desa Sehat Jiwa

Sejumlah pasien gangguan jiwa mendengarjkan pengarahan tentang cara membatik dari seorang perajin batik, di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof dr Soerojo, Kota Magelang, Kamis (1/11/2012).

Dar (36), warga Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terus menebar senyum saat bercerita sambil memamerkan 4.000 meter persegi tanaman cabai miliknya yang tumbuh subur di belakang rumahnya. Senyum hangatnya menunjukkan optimisme masa datang, yang seolah menghapus kenangan 12 tahun silam saat ia masih menderita gangguan jiwa.


Yahumi (40), anggota keluarga Dar, mengatakan, perilaku Dar sudah berubah. ”Dia bisa diajak mengobrol dan bertukar pikiran di acara-acara keluarga,” ujarnya, baru-baru ini.


Setiap pagi, Dar pergi bertani, merawat tanaman, dan mencuci baju. Bahkan, dia rajin shalat. Padahal, 12 tahun lalu saat mengalami gangguan jiwa, Dar dikurung di salah satu rumah milik keluarganya. Alasannya, selain sering mengganggu keluarganya, dia juga mencuri hasil panen dan memukul anggota keluarga.


Dar dikunci di salah satu rumah sehingga dia tak bisa pergi ke mana-mana. Karena takut, keluarga pun tak berani lama-lama menengoknya kecuali memberikan makanan.


Perubahan kehidupan Dar terjadi tiga tahun lalu. Awal Desember 2010, Desa Banyuroto didatangi 185 mahasiswa sarjana strata satu dan diploma tiga Keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Mereka melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Banyuroto. Dosen pembimbing KKN, Fathkulmubin, saat itu memaparkan tentang program pemerintah Desa Siaga Sehat Jiwa dan pentingnya kesehatan jiwa.


Saat itu, Unimus melakukan pendataan kondisi kesehatan jiwa warga, yang didukung 30 orang yang bersedia jadi kader di kegiatan tersebut. Setelah menjalani pelatihan, mereka bergerak mendata kesehatan jiwa mulai dari RT 001 hingga RT 013. Dalam kegiatan itu, mahasiswa dan kader menemukan Dar sebagai pasien yang prioritas ditangani selain juga mereka yang sering mabuk-mabukan. ”Akhirnya, Dar jadi prioritas program yang dijalankan kader bersama mahasiswa,” ujar Kepala Dusun Banyuroto Sriyanti.


Dar yang pernah dirujuk di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr Soerojo Magelang dan menjalani rawat inap selama tiga bulan akhirnya dipulangkan. Hingga kini, warga terus membantu, memantau, dan sebulan sekali mengantarnya kontrol ke RSJ. Para kader juga mendampingi keluarga dan memberikan pengarahan agar tak mengucilkan Dar. Sebab, obat terbaik adalah menerima dan menghargai mereka.


Desa Siaga Sehat Jiwa


Pada Januari 2011, Desa Banyuroto ditetapkan sebagai Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ). Pendataan kondisi kesehatan pun terus dijalankan para kader sekalipun tak didampingi mahasiswa KKN. Selain kesehatan jiwa, mereka juga mendata berbagai penyakit di masyarakat. Hasil pendataan ini kemudian dibahas dalam pertemuan rutin kader setiap bulan. Dari data itu, mereka memilah mana warga yang butuh penanganan dan upaya yang harus dilakukan.


Untuk menopang biaya pengobatan warga yang sakit, setiap keluarga di Dusun Banyuroto menyisihkan uang sebagai iuran rutin Rp 1.000 per keluarga per bulan. ”Kendati dana yang tersedia dari iuran per bulan tak banyak, kami harap iuran itu dapat meringankan beban keluarga pasien lainnya,” ujar Ketua DSSJ Jiati (42).


Setelah resmi menjadi DSSJ, mereka terus berupaya mengembangkan program dan kegiatan yang akan dijalankan di desa tersebut. (EGI)




Sumber Kompas




Info Alkes