Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Mei 2013

Asal Virus H7N9 Berhasil Diketahui

Dalam foto ini terlihat seorang petugas dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Hewan di Changsa, Provinsi Hunan, China, tengah memeriksa seekor ayam dalam rangka mencegah penyebaran flu burung.

Kompas.com - Untuk kali pertama, analisis genetik secara menyeluruh terhadap virus H7N9 dilakukan para ilmuwan di China. Penemuan ini memandu para ahli mengatahui asal dan sejarah evolusi virus tersebut.


Dalam studi yang dimuat dalam jurnal The Lancet, para ilmuwan memastikan bahwa virus flu burung A H7N9 yang mulai menyebar sejak Februari 2013, ditularkan dari ayam di pasar unggas basah ke manusia.


Tim peneliti menggunakan data dari, The Global Initiative on Sharing Avian Influenza Data (GISAID). Data yang ada digunakan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang potongan gen virus H7N9.


Tim menggunakan uji filogenetik dan analisis coalescent, untuk mengekstrak sekitar 100 potongan gen H7N9. Hasilnya ada 3 lokasi yang kemungkinan menjadi asal virus, yaitu Amerika, Oseania, dan keturunan Eurasia.


Dalam laporan penelitian disebutkan, potongan gen H7N9 secara genetis cocok dengan gen hasil isolasi virus pada bebek, yang ditemukan di propinsi Zhejiang.


"Pohon filogenetik (silsilah) H7 menunjukkan, varian virus ini bersirkulasi di bebek liar. Lokasi sirkulasi ada di Asia Timur yang mencakup China bagian timur, Korea Selatan, dan Jepang," kata salah satu penulis.


Kendati begitu, 2 hasil isolasi gen menunjukkan adanya perbedaan. Hal ini mengindikasikan virus telah berevolusi dari asalnya. Para peneliti percaya H7N9 yang menginfeksi manusia berasal dari bebek dan ayam. Migrasi virus dari belahan dunia barat ke timur dimungkinkan bila ada agen atau vektor pembawa.


"Kemungkinan virus yang terdapat pada burung berasal dari migrasi yang terjadi sepanjang tahun. Virus ini kemungkinan menginfeksi ayam yang memiliki gen hampir sama dengan burung," kata peneliti.


Kasus pertama H7N9 teridentifikasi pada (30/3). Pada (18/4) virus ini berhasil menyebar di berbagai kota di propinsi Shanghai, Anhui, Jiangsu, Zhejiang, Beijing, dan Henan.


Walau kemungkinan asal dan rute penyebaran sudah ditemukan, para peneliti harus bekerja ekstra cepat. Pasalnya peneliti menduga virus H7N9 telah bermutasi dibanding saat pertama kali diketahui beberapa waktu lalu.


Karena itu para peneliti menyarankan pengawasan ketat pada kawasan yang bisa menyebarkan virus misalnya peternakan bebek dan ayam, di negara yang berpotensi menjadi pusat sirkulasi virus.




Sumber Kompas




Info Alkes

Jumat, 03 Mei 2013

Virus Flu Burung Baru Tak Menular Antar Manusia

Para petugas kesehatan China mengumpulkan kantong-kantong berisi bangkai ayam di pasar Huhuai, Shanghai, setelah dilakukan pemusnahan ribuan unggas yang dijual di pasar itu, Jumat (5/4) dini hari. Pemusnahan besar-besaran itu dilakukan setelah otoritas setempat menemukan virus flu burung galur H7N9 di sampel burung dara yang dijual di sana.

KOMPAS.com - Meski jumlah kasus penularan flu burung varian baru yang disebabkan virus H7N9 terus terjadi, namun studi teranyar menyebutkan tak ada indikasi virus tersebut menular antar manusia.


Dalam studi yang dilakukan peneliti Cina tersebut yang menjadi sampel penelitian adalah empat kasus infeksi H7N9 di provinsi Zhejiang. Seluruh pasien tersebut pernah terpapar dengan unggas karena mereka mendatangi pasar unggas.


Tim peneliti mengambil sampel dari 20 ayam, 4 burung puyuh, lima burung dara, dan 57 bebek dari empat pasar unggas yang pernah didatangi pasien. Dua dari lima burung dara dan 4 dari 20 ayam yang dites positif H7N9, tetapi virus itu tak ditemukan pada seluruh bebek dan burung puyuh.


Para peneliti juga menganalisa tampilan genetik virus H7N9 dari salah satu pasien dan satu ayam. Ternyata ditemukan kesamaan antara virus sehingga terbukti virus H7N9 menular dari unggas ke manusia.


Hasil penelurusan terhadap 385 anggota keluarga, rekan kerja, dan tenaga kesehatan yang melakukan kontak tanpa pelindung dengan pasien juga menunjukkan tidak ada gejala infeksi virus dalam periode 14 hari. Dengan kata lain, sementara ini virus memang tidak menular antar manusia.


Meski begitu ada bukti bahwa virus H7N9 mengembangkan karakteristik genetik yang memungkinkan mereka beradaptasi untuk menginfeksi mamalia. Perubahan genetik lebih lanjut mungkin akan memicu penularan antar manusia.


"Secara umum, dari bukti-bukti epidemiologi dan virologi, penularan virus ini murni dari unggas ke manusia. Pengendalian penularan pada manusia sangat tergantung pada pengendalian epidemi pada unggas," kata salah satu peneliti Kwok-Yung Yuen, dari Universitas Hong Kong.


Program pengendalian pada unggas meliputi penutupan sementara pasar unggas hidup, pengawasan yang komperhensif, pemisahan spesies unggas, sampai vaksinasi unggas.


Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan mereka menaruh kepedulian besar akan kemampuan virus H7N9 menular dari burung ke manusia dan menginfeksi tanpa gejala spefisik.


Kementrian Kesehatan RI sendiri menyatakan mewaspdai kemungkinan penularan virus flu burung baru ini karena Indonesia dan Cina memiliki hubungan yang erat dalam perdagangan.


Masyarakat juga diminta aktif untuk melaporkan bila ditemukan kematian massal unggas mendadak. Pelaporan juga harus dilakukan bila ada yang mengalami sesak nafas, demam, dan batuk dengan lingkungan yang penuh unggas atau baru kembali dari Cina.




Sumber Kompas




Info Alkes