Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
KOMPAS.com - Peredaran obat palsu semakin mengancam masyarakat. Obat palsu bukan cuma beredar di pinggir jalan, internet, atau pasar gelap, tapi juga bisa masuk apotek.
Sebuah riset yang diadakan oleh FKUI/RSCM sepanjang tahun 2011 hingga 2012 menunjukkan, untuk jenis obat PDE5 Inhibitor atau Sildenafil, sebanyak 13 persen yang beredar di apotek adalah obat palsu. Persentase ini meningkat pada obat sildenafil yang beredar di situs internet (33 persen), toko obat (56) , dan penjual pinggir jalan yang hampir 100 persen palsu.
Menurut Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) Widyaretna Buenastuti, meskipun riset ini hanya meneliti obat antiimpotensi jenis sildenafil, namun fakta hampir setengah obat yang dijual di pasaran palsu sangat memprihatinkan.
"Masyarakat harus lebih berhati-hati lagi membeli obat. Jika ada keraguan terhadap keaslian obat, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter, apoteker, atau langsung ke produsen pembuat obat dan juga dapat menyampaikan ke pihak berwenang," tegasnya dalam konferensi pers Kamis (2/5/2013) kemarin di Jakarta.
Sekretaris Jenderal Ikatan Apoteker Indonesia Nurul Falah mengatakan, apotek bagaimanapun juga merupakan penyedia obat-obatan resmi. Jika ditemukan obat palsu di apotek, ada dua kemungkinan yaitu apoteker yang "nakal" atau distributor yang tidak sesuai memberikan suplai obat.
"Jika ada kasus apoteker yang nakal, tentu sertifikasinya akan dicabut oleh Majelis Pembina Etik Apoteker," ujarnya.
Nurul menegaskan, para apoteker pun harus lebih cermat dalam bekerja sama dengan distributor. Setiap suplai obat untuk apotek harus melalui jalur yang resmi.
Tugas apoteker, lanjut Nurul, sangat penting dalam mendukung perang terhadap obat palsu. Apoteker perlu mengawasi industri, mengontrol kualitas obat, dan menjamin kualitasnya.
"Apoteker harus terus mengedukasi diri sendiri, rekan kerja, dan pasien tentang obat dan risiko obat palsu," pungkasnya.
Kompas.com - Masih banyaknya obat palsu yang beredar di pasaran membuat konsumen harus lebih jeli membedakan mana obat yang layak konsumsi atau tidak.
Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Reri Indriani mengatakan, secara kasat mata obat palsu memang sulit dibeadakan dari obat asli. Metode terbaik adalah melalui uji laboratorium. Karena itu cara paling sederhana untuk mencegah konsumsi obat palsu adalah membeli di apotek yang terpercaya.
"Untuk menghentikan peredaran obat palsu juga dibutuhkan pengurangan permintaan dari obat palsu sendiri. Masyarakat harus lebih cerdas dan kritis," katanya.
Obat palsu berasal dari limbah obat yang sudah kadaluarsa. Selain tidak akan mengobati penyakit, obat-obatan tersebut justru meracuni tubuh, bahkan menyebabkan kematian.
Dalam acara BPOM Sahabat Ibu yang bertajuk "STOP: Supaya Terhindar (dari) Obat Palsu" di Jakarta, Selasa (28/3/2013), Reri memberikan kiat agar terhindar dari obat palsu.
1. Belilah obat di tempat penjualan resmi. Obat keras hanya bisa didapatkan di apotek dengan menggunakan resep dokter, sedangkan obat bebas dan obat bebas terbatas dapat dibeli di apotek dan toko obat berizin.
2. Periksa label yang tercantum pada kemasan obat, yang meliputi nomor izin edar obat yang terdiri dari 15 digit, nama obat, nama dan alamat produsen, serta tanggal kadaluarsa produk.
3. Periksa kemasan obat dengan teliti. Obat harus tersegel dengan baik, warna dan tulisan pada kemasan masih baik, tidak luntur ataupun cacat lainnya.
4. Sampaikan kepada dokter apabila tidak memberikan efek terapi yang diharapkan atau tidak ada kemajuan setelah mengonsumsi obat.