Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
KOMPAS.com - Dari sekian banyak jenis gangguan tidur seperti insomnia (sulit tidur), hipersomnia (mudah tertidur) atau berjalan di saat tidur (sleep walking) atau , ternyata ada jenis kelainan yang relatif jarang masih dikenal. Gangguan tersebut bernama sexomnia (sexomnia) yaitu gangguan tidur seperti melakukan aktivitas seksual di saat tidur.
Seksomnia mencuri perhatian media belum lama ini setelah kasus unik yang dialami oleh pria asal Denmark. Pria ini dibebaskan dari tuduhan perkosaan terhadap dua gadis remaja oleh hakim pengadilan karena terbukti menderita gangguan tidur jenis seksomnia.
Seperti dilansir Associated Press, dua gadis remaja itu pulang bersama pria berusia 31 tahun ini ke apartemen miliknya setelah sebuah pesta pada tahun 2011. Salah satu gadis terbangun saat pria tersebut memeluknya, dan gadis ini pun kabur dan melaporkan peristiwa ini kepada pihak yang berwenang.
Berdasarkan kesaksian di pengadilan, gadis ini setuju dengan pengakuan si pria bahwa dirinya memang tertidur ketika hendak memperkosa. Pria ini pun mengajukan bukti pemeriksaan medis dari dokter yang yang menyimpulkan bahwa ia sebenarnya menderita seksomnia.
Seksomnia yang juga dikenal dengan "sleep sex" belum lama ini diakui oleh komunitas medis sebagai salah satu jenis gangguan tidur. Hampir sama seperti berjalan sleep walking, seksomnia juga dianggap sebagai parasomnia, suatu kelainan yang disebabkan otak tidak dapat membedakan saat tidur maupun terjaga.
Studi para ahli pada 2010 melakukan analisa terhadap 832 pasien yang menderita gangguan tidur. Ternyata 7,6 persen di antaranya menderita seksomnia. Temuan ini juga menyimpulkan bahwa seksomnia lebih banyak dialami oleh pria dibandingkan wanita.
Para ahli gangguan tidur dan seksolog sejauh ini masih belum dapat memastikan apa yang sebenarnya penyebab dari gangguan ini. Namun ada faktor pemicu yang memperbesar risiko dari mengalami gangguan ini, seperti stres, alkohol, penggunaan narkoba, dan kurang tidur. Mereka yang mengalami gangguan tidur seperti sleep walking lebih rentan juga menderita gangguan ini.
KOMPAS.com - Semua orang menginginkan kehidupan percintaan yang sempurna, tidak terkecuali Anda. Namun sudahkah Anda mendapatkannya?
Mungkin ada banyak pertanyaan seputar mendapatkan kehidupan percintaan yang sempurna. Tetapi ada beberapa mitos keliru seputar bercinta yang masih dipercaya banyak orang.
1. Anda dan pasangan harus dalam "mood" bercinta.
Ketika Anda dan pasangan sedang dalam "mood" bercinta, mungkin akan lebih mudah untuk mencapai kepuasan bersama-sama. Namun tidak berarti Anda dan pasangan harus selalu dalam keadaan tersebut ketika bercinta. Jika hanya salah satu dari Anda yang dalam "mood", maka Anda dapat merangsang pasangan dengan melakukan foreplay lebih lama atau dengan permainan-permainan nakal yang dapat menyalakan gairahnya.
2. Seks terbaik adalah tanpa rencana.
Nyatanya saat ini segala sesuatu perlu direncanakan, termasuk bercinta. Memilih waktu yang tepat untuk bercinta yaitu saat Anda dan pasangan sedang dalam keadaan santai dan tidak tersibukkan dengan pekerjaan. Menyempatkan waktu dalam satu minggu untuk bercinta akan meningkatkan intimasi Anda dengan pasangan.
3. Bercinta harus dilakukan tiga kali seminggu.
Bercinta secara rutin tentu bermanfaat bagi hubungan Anda. Namun jangan terlalu terpaku pada jumlah Anda melakukan hubungan seks setiap minggunya. Hampir semua pasangan yang bahagia tidak melakukan seks setiap hari, bahkan dua atau tiga kali seminggu. Yang terpenting adalah Anda dan pasangan terpuaskan dengan frekuensi seks yang Anda lakukan saat ini dengan pasangan. Jika Anda merasa belum cukup maka Anda dapat mendiskusikannya dengan pasangan.
4. Seks yang baik adalah yang lama dan tempo lambat.
Tidak semua orang memiliki waktu untuk bercinta dengan durasi yang lama. Maka jangan paksakan untuk mendapatkan kepuasan seks dengan melakukannya dengan waktu lama dan tempo lambat. Seks dalam waktu singkat di pagi hari bisa jadi solusi untuk meningkatkan intimasi dan mencapai kepuasan Anda dan pasangan.