Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Wajib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wajib. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Mei 2013

Mengapa Orang Dewasa Wajib Vaksin?

KOMPAS.com — Vaksinasi tidak hanya dibutuhkan oleh bayi dan anak-anak. Orang dewasa berusia lebih dari 18 tahun pun sebaiknya mendapatkan vaksin agar terhindar dari penularan beragam jenis penyakit.

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Prof Dr dr Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI menyatakan, ada beberapa alasan mengapa kaum dewasa kini juga memerlukan vaksin sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit. Setidaknya ada empat faktor yang menyebabkan orang dewasa perlu mendapatkan vaksin, yaitu faktor daya tahan, faktor pembuat tekanan (stresor), asupan gizi, dan gaya hidup.

"Apalagi kondisi lingkungan saat ini berpotensi negatif pada daya tahan tubuh," kata Samsuridjal pada media briefing "Imunisasi Orang Dewasa", Rabu (22/5/2013) di Jakarta.

Faktor gaya hidup yang tidak sehat, asupan gizi tidak seimbang, dan stres, menurut Samsu, dapat menimbulkan efek secara langsung terhadap daya tahan tubuh. Kebiasaan buruk seperti merokok dan kurang olahraga secara perlahan akan menurunkan imunitas tubuh, demikian pula halnya dengan pola makan yang tidak seimbang. 

"Kelebihan atau kekurangan gizi sama saja. Orang yang menderita diabetes, jantung, atau penyakit kronik lainnya lebih berpotensi terkena penyakit pneumonia atau influenza, apalagi yang tidak divaksin," kata Samsu.

Faktor stres, menurut Samsu, juga menjadi penting dalam memicu penyakit. Tekanan dari berbagai lingkungan akan menimbulkan beban psikologis. Stres yang tidak dikelola dengan baik akan berefek pada kesehatan fisik, misal kelebihan atau kekurangan makan, tidak bisa istirahat, dan enggan beraktivitas. Akibatnya, daya tahan tubuh menurun dan penderita akhirnya tidak mampu melakukan aktivitas keseharian.

Seiring bertambahnya usia, kata Samsuridjal, daya tahan tubuh terhadap penyakit pun cenderung menurun. Saat ini lebih kurang 10 persen masyarakat Indonesia berusia lanjut. Usia ini wajib mendapatkan imunisasi, jika ingin memiliki hidup yang lebih berkualitas. "Semakin dewasa, kekebalan tubuh makin menurun. Jadi, pemahaman masyarakat selama ini harus diluruskan," kata Samsuridjal.

Pentingnya imunisasi pada orang dewasa juga diungkapkan anggota Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, Iris Rengganis, SpPD. Menurutnya, pemberian vaksin akan memberi perlindungan hingga 80 persen pada setiap individu.

Vaksin juga memberi perlindungan komunitas bila tercapai kondisi herd immunity. Iris menjelaskan, herd immunity adalah ketika 80 persen dari anggota populasi sudah divaksin. Kondisi ini menghindarkan sebagian besar anggota populasi dari penularan penyakit 20 persen anggota lainnya. Dengan pertahanan yang sudah diperoleh melalui vaksinasi, penyakit pada populasi bisa dicegah menyebar lebih luas.



Sumber Kompas



Info Alkes

Rabu, 10 April 2013

Bumil Wajib Perhatikan Posisi Tidur

Kompas.com - Selain memperhatikan jam tidur, wanita hamil juga perlu memperhatikan posisi tidur. Posisi tidur yang baik akan berdampak positif pada kesehatan ibu dan janin. Posisi tidur juga mempengaruhi gerakan, pertumbuhan,dan perkembangan janin.

Sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Adrienne Gordon dari Sydney's Royal Prince Alfred Hospital menemukan fakta bumil yang tidur bersandar pada punggug memiliki risiko 6 kali lebih besar menyebabkan bayi meninggal (stillbirth). Stillbirth adalah kondisi bayi lahir meninggal dengan usia kehamilan 24 minggu. "Dari 295 wanita yang diteliti, sebanyak 103 wanita kehilangan bayi dengan posisi tidur telentang," kata Gordon.

Posisi tidur mempengaruhi aliran darah menuju rahim. Selain itu posisi tidur juga berperan penting dalam menentukan kerja ginjal. Menurut Gordon, posisi tidur telentang atau miring kanan akan mengganggu saluran inferior vena cava. Saluran yang membawa aliran darah balik menuju jantung dari badan dan area tubuh bagian bawah.

Posisi tidur telentang atau miring kanan akan mengakibatkan penekanan pada saluran yang membawa darah kaya karbondioksida tersebut. Akibatnya tubuh kekurangan asupan oksigen yang dibawa lewat aliran darah.

Wanita hamil sebaiknya tidur dengan posisi miring kiri. "Posisi ini berpotensi menjaga aliran darah dan asupan oksigen bagi janin tetap lancar," kata ahli tidur dr. Adreas Prasadja RPSGT dari RS. Mitra Kemayoran.

Saran bumil untuk tidur miring kiri juga didasarkan pada kondisi yang disebut supine hypotension syndrome atau rasa pusing dan mual bila berbaring menggunakan punggung. Walau tidak semua wanita hamil mengalami, kondisi ini kerap terjadi pada trimester akhir kehamilan. Namun ada juga bumil yang mengalaminya pada trimester awal kehamilan. Kondisi ini memaksa bumil merubah posisi tidur dari telentang menjadi miring ke satu sisi.



Sumber Kompas



Info Alkes