Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Bekerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bekerja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2013

Aman Bekerja Selama Hamil

Kompas.com - Selama kehamilan sehat, tak ada alasan untuk memilih mengurangi kegiatan. Sebuah studi baru menyatakan bahwa bekerja selama hamil tidak meningkatkan risiko kelahiran prematur ataupun memiliki bayi dengan berat lahir rendah.

Para peneliti dari University of Minnesota menganalisa data dari hampir 1.600 wanita yang melahirkan di tahun 2005. Sebagian dari wanita tersebut bekerja baik penuh ataupun paruh waktu selama kehamilan, sedangkan yang lain tidak. Hasilnya mereka tidak menemukan perbedaan pada laju kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah pada kedua kelompok ibu hamil tersebut.

Menurut studi yang baru-baru ini dipublikasi dalam jurnal Women's Health Issues ini, kendati bekerja saat hamil tidak  berpengaruh, namun faktor-faktor risiko yang sudah diketahui seperti gaya hidup tidak sehat, usia ibu, kehamilan pertama atau lebih dari empat, ras, dan keturunan masih sangat mempengaruhi terjadinya kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah.

"Penelitian utamanya menunjukkan hubungan antara karakteristik pekerjaan tertentu, seperti pekerja yang membutuhkan aktivitas fisik berat dengan jam kerja yang panjang akan berpengaruh buruk bagi kehamilan dan sangat berbeda hasilnya untuk kelahiran daripada bagi mereka yang tidak bekerja," ujar Ketua Penelitian Katy Backes Kozhimannil, dari divisi health policy and management dalam sebuah rilis.

Para peneliti mengatakan hasil temuan ini seharusnya bukan difokuskan pada bekerja atau tidaknya wanita saat hamil, tetapi pada karakteristik pekerjaannya, terutama pada mereka yang berrisiko tinggi.

"Temuan kami menegaskan kembali pentingnya diskusi tentang mengambil keputusan hamil ketika bekerja, mengingat ada tantangan tersendiri yang harus mereka hadapi," ujar Kozhimannil.

Kozhimannil mencatat bahwa saat ini sedang diadakan kongres Pregnant Worker Fairness Act untuk mendapatkan cara terbaik dalam mempromosikan kehamilan yang sehat di antara ibu bekerja.



Sumber Kompas



Info Alkes

Sabtu, 16 Maret 2013

Terungkap, Bagaimana Akupunktur Bekerja

KOMPAS.com — Akupunktur telah digunakan dalam pengobatan Timur selama ribuan tahun untuk membuat rileks dan menyembuhkan penyakit. Para ahli mengatakan, kini secara ilmiah telah terungkap bagaimana akupunktur bekerja.
Para peneliti dari Georgetown University Medical Center menemukan bahwa tikus-tikus di laboratorium yang mendapatkan stimulasi akupunktur elektronik mengalami penurunan hormon stres.
"Banyak praktisi akupunktur yang mendapatkan pasiennya mengalami penurunan kadar stres, tetapi secara biologi belum dibuktikan mengapa hal itu terjadi," kata Ladan Eshkevari, ketua peneliti.
Tikus dipilih karena hewan ini sudah dipakai secara luas dalam penelitian mengenai respons stres. Mereka menunjukkan respons stres ketika terpapar suhu udara dingin selama satu jam setiap hari dalam periode penelitian 10 hari.
Kemudian tikus itu dibagi ke dalam beberapa kelompok, yakni kelompok tikus yang stres, kelompok yang stres dan mendapat terapi akupunktur, kelompok yang stres dan mendapat terapi yang menyerupai akupunktur, serta kelompok yang mendapat terapi akupunktur meski tidak stres.
Titik yang ditusuk jarum adalah titik Zusanli di bagian kaki yang sudah dilaporkan memang mengobati stres dan gejala-gejala terkait stres. Pada manusia, titik tersebut terletak di bawah kaki dan titik tersebut juga ada pada tikus.
Hormon stres yang diteliti lebih fokus pada hipotalamus pituitari adrenal
(HPA) yang meliputi hormon yang dihasilkan oleh tiga kelenjar penting. Hormon dari kelenjar ini memengaruhi stres, sistem imun, pencernaan, mood, emosi, seksualitas, dan pengeluaran energi.
Para peneliti juga melihat adanya peptide
yang disebut NPY yang dilepaskan oleh sistem saraf pada manusia dan tikus. NPY juga terlibat dalam respons bertarung atau melarikan diri (flight or fight).
"Kami menemukan bahwa akupunktur elektronik menghambat stres yang dipicu oleh peningkatan hormon HPA axis dan jalur NPY," kata Eshkevari.


Sumber Kompas


Info Alkes