Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
KOMPAS.com — Pasangan yang akan menikah disarankan untuk melakukan vaksinasi human papiloma virus (HPV) dan hepatitis B. Kedua vaksin ini akan membentengi diri dari penyakit hepatitis B dan kanker serviks pada wanita.
"Sedapat mungkin harus suntik. Tidak hanya untuk diri sendiri, perlindungan juga diberikan kepada pasangan," kata Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, Dr dr Iris Rengganis, Sp PD, K-AI, Finasim, pada media briefing Imunisasi pada Orang Dewasa di Jakarta, Rabu (22/5/2013).
Penyakit HPV menular lewat hubungan seksual dan menginfeksi daerah dubur dan alat kelamin pada pria maupun wanita. Saat ini, terdapat 130 tipe HPV yang berhasil diindentifikasi dengan 12 tipe berisiko mengakibatkan keganasan. Wanita usia 20 sampai 24 tahun dan pria berusia 25 hingga 29 tahun menjadi sasaran utama HPV, apalagi bagi yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual dan merokok.
Vaksin HPV terdiri atas quadrivalen untuk tipe 6, 11, 16, 18, serta bivalen untuk 16 dan 18. Vaksin ini diberikan tiga kali selama enam bulan dengan vaksin kedua berjarak satu bulan untuk bivalen dan dua bulan untuk quadrivalen.
Sementara penyakit Hepatitis B menular lewat transfusi darah, hubungan seksual, dan penggunaan barang pribadi bersama. Penyakit ini disebabkan virus dan menyerang lever. Vaksin hepatitis B diberikan tiga kali dengan jarak satu dan enam bulan. Dua dosis pertama untuk membentuk antibodi dan yang ketiga untuk meningkatkan kadar antibodi.
Jangan lupa tetanus
Selain vaksin HPV dan hepatitis B, Iris juga mengingatkan pentingnya untuk melakukan vaksinasi tetanus. Jenis vaksin ini melindungi diri dari bakteri Clostridium tetanii, yang masuk melalui luka. Kuman ini menyebar lewat aliran darah dan menyebabkan kejang.
"Pertama dilakukan sebelum menikah, lalu yang kedua saat trimester pertama kehamilan," kata anggota Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, dr Dirga Sakti Rambe, M Sc-VPCD.
Dengan dua kali suntikan, perlindungannya bertahan selama 10 tahun. Vaksin tetanus melindungi pasangan dari kemungkinan tertular kuman ketika berhubungan seksual. Vaksin juga melindungi wanita saat proses melahirkan. Vaksin tetanus sebetulnya memiliki lima seri penyuntikan, yaitu saat bayi, usia sekolah (SD), wanita usia subur, sebelum menikah, dan saat trimester pertama. Dengan lima kali penyuntikan, perlindungan akan bertahan 25 tahun.
KOMPAS.com - Sekitar 25 juta warga Indonesia diperkirakan menderita penyakit hepatitis B dan C. Dari jumlah itu, penderita virus hepatitis B (HBV) masih jauh lebih besar. Sebanyak 50 persen kasus hepatitis B dan C berpotensi menjadi penyakit liver kronis, dan sekitar 10 persennya dapat berujung pada kanker hati.
Hepatitis B adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan virus hepatitis B (HBV) . Virusnya dapat ditemukan pada darah, liur, cairan amniotik, atau semen. Beberapa profesi yang rentan tertular hepatitis B antara lain bidan, paramedis, dan dokter.
Menurut Direktur Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr.Slamet MPH, salah langkah pencegahan yang terus gencar dilakukan pemerintah dalam menekan penularan hepatitis B adalah dengan vaksinasi. Ini merupakan upaya pencegahan primer yang masih jauh lebih efektif dibandingkan upaya lainnya yang bersifat sekunder.
"Sampai sekarang yang paling efektif adalah pencegahan primer. Untuk pencegahan sekunder belum dilakukan maksimal karena mahal dan tidak bisa dilakukan semua orang," kata Slamet.
Sebagai upaya pencegahan primer, lajutnya, vaksinasi sekarang sudah tersebar merata di seluruh Indonesia. Data Kemenkes 2013 menyebutkan, sampai akhir Maret 2013 cakupan imunisasi hepatitis B mencapai 85,6 persen dari jumlah penduduk. Vaksin hepatitis B juga dilakukan kepada para ibu hamil. Hal ini penting dilakukan karena penularan hepatitis B dari ibu hamil ke janin mencapai 90 persen.
Beberapa propinsi yang sudah melakukan vaksinasi kepada 80 persen warganya yang hamil antara lain Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Banten, dan Bangka Belitung.
Slamet menambahkan, pencegahan secara sekunder yakni dengan melakukan deteksi dini, dan langsung mengobati jika menderita hepatitis B. Pencegahan sekunder ini bertujuan menekan kecepatan virus memperbanyak diri. Untuk pencegahan tersier, penderita dan tenaga kesehatan bekerja sama mencegah komplikasi penyakit akibat hepatitis B.
Kebersihan juga menjadi kunci menekan risiko tertular HBV. Slamet menyarankan masyarakat tidak menggunakan jarum suntik bergantian, dan menjaga kebersihat alat medis bagi petugas kesehatan.