Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Pengobatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengobatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 April 2013

Jangan Tunda Pengobatan Medis Kanker Mata

Jakarta, Kompas - Kanker mata atau retinoblastoma merupakan kanker penyebab kematian tertinggi kedua pada anak. Harapan hidup anak meningkat jika gejala diketahui lebih dini dan segera mendapat pengobatan medis.

Dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi di Rumah Sakit Kanker Dharmais Edi Setiawan Tehuteru dalam acara Edukasi Kanker Anak, Jumat (12/4), di Jakarta, mengatakan, umumnya pasien datang ke rumah sakit dengan kondisi kanker stadium 3 atau 4. ”Pada kondisi itu, sulit menyelamatkan pasien karena harapan hidup tinggal 20 persen,” kata Edi.

Di negara maju seperti Amerika Serikat, pasien datang ke rumah sakit saat kanker masih stadium 1 atau 2. Dengan demikian, tidak hanya mata pasien, tetapi nyawa pasien juga dapat diselamatkan.

Menurut Edi, mengenali gejala kanker mata dan mengobati sedini mungkin dapat meningkatkan angka harapan hidup pasien hingga 80 persen. Pengobatan kanker secara medis mata rata-rata perlu waktu 1,5 tahun.

Masyarakat umumnya masih enggan untuk segera melaksanakan pengobatan yang disarankan dokter. Mereka menunda pengobatan dengan dalih keputusan harus diambil oleh keluarga besar. Penundaan pengobatan berbahaya karena pertumbuhan sel kanker sangat cepat.

”Biasanya mereka mencari pengobatan alternatif lebih dulu, misalnya pengobatan herbal. Selain belum tentu berhasil baik, harga obat herbal juga kerap lebih mahal,” kata Edi.

Gejala

Kanker mata ditandai dengan manik bola mata yang berubah menjadi putih, mata juling, dan berwarna merah. Kanker mata dapat menyebabkan kebutaan. Bila terlambat ditangani, kanker ini dapat mengakibatkan kematian.

Di Indonesia, diperkirakan ada 4.100 kasus baru kanker anak tiap tahun. Belum dapat dipastikan berapa jumlah kasus kanker mata. Kanker darah (leukemia) masih menjadi kanker penyebab utama kematian anak.

Ketua Yayasan Anyo Indonesia (YAI) Pinta Manullang Panggabean mengatakan, meningkatnya kasus kanker pada anak seharusnya menjadi perhatian masyarakat. Berdasar pengalamannya mengedukasi masyarakat, banyak orang tidak tahu kanker dapat terjadi pada anak. ”Karena itu, edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat harus dilakukan,” katanya. (DOE)



Sumber Kompas



Info Alkes

Rabu, 20 Maret 2013

Pengobatan HIV Sedini Mungkin Perbesar Kesembuhan

Kompas.com - Pemberian obat HIV secara cepat setelah seseorang terdiagnosa positif HIV ternyata mampu "menyembuhkan secara fungsional".

Penelitian terhadap 14 orang yang melakukan terapi pengobatan dini membuktikan mereka bisa mencapai "kesembuhan". Meski pengobatan sudah dihentikan tapi tidak ditemukan tanda-tanda jumlah virus meningkat kembali. Sebelumnya juga diberitakan seorang balita dari Amerika Serikat berhasil "sembuh" berkat terapi dini.

Namun, kebanyakan orang yang terinfeksi HIV tidak menyadari dirinya sudah tertular sampai virusnya sudah menyusup ke dalam tubuh.

Dalam penelitian terbaru tersebut, ke-14 orang dengan HIV ini memulai terapi pengobatan dalam kurun waktu 10 minggu setelah terinfeksi. Mereka menjalani pengobatan antiretroviral selama 3 tahun kemudian dihentikan.

Pengobatan tersebut membuat virus tetap terkontrol tetapi tetap tidak bisa dihilangkan dari lokasi persembunyiannya di dalam sistem imun.

Normalnya, ketika pengobatan dihentikan virus akan menyerang kembali. Tetapi hal itu tidak terjadi pada pasien-pasien yang menjadi responden. Beberapa bahkan berhasil mengontrol level HIV dalam satu dekade.

"Kebanyakan individu yang menjalani terapi serupa tidak bisa mengendalikan infeksinya, tetapi ada beberapa yang mampu," kata Dr.Asier Saez-Cirion dari Institute Pasteur, Paris.

Ia menjelaskan, sekitar 5-15 persen pasien yang mendapat terapi pengobatan segera setelah diketahui terinfeksi mungkin sembuh secara fungsional, yang berarti mereka tidak lagi perlu mendapat obat.

"Mereka masih memiliki HIV, terapi itu tidak menghilangkan HIV. Ini seperti remisi dari infeksi," kata Saez-Cirion.

Dalam studi terbaru yang dimuat dalam jurnal PLoS Pathogen, para ahli menganalisa apa yang sebenarnya terjadi pada sistem imun pasien. Pengobatan secara dini diketahui membatasi jumlah HIV yang terbentuk. Namun para ahli belum jelas mengapa hanya beberapa pasien yang bisa sembuh secara fungsional.

"Ada praduga jika pengobatan diberikan secara dini dan virus belum menyebar ke bagian penampungannya, mungkin terapi pengobatan akan berhasil," kata Dr.Andrew Freedman, pakar penyakit infeksi dari Cardiff University School of Medicine.

Tetapi, menurut Freedman, belum diketahui apakah virus itu bisa dikendalikan selamanya atau hanya sementara saja sampai kemudian virusnya muncul kembali, para ahli belum mengetahuinya.



Sumber Kompas



Info Alkes