Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Jakarta, Kompas - Banyaknya anak pendek alias stunting menunjukkan besarnya kasus kurang gizi di Indonesia. Untuk mengatasi, saat ini disiapkan program nasional sadar gizi yang disebut Gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Program ini dilaksanakan hingga akhir 2015, melibatkan 11 kementerian.
Demikian benang merah paparan Peter Guest, Deputy Country Director Program Pangan PBB (WFP), Fasli Jalal, Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, dan Arum Atmawikarta, Sekretaris Eksekutif Nasional Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) di Bappenas, dalam diskusi tentang ketahanan pangan di Jakarta, Kamis (4/4).
Berdasarkan indikator tinggi badan dan umur, Fasli memaparkan prevalensi anak bawah lima tahun yang masuk kategori pendek dan sangat pendek mencapai 40 persen di desa dan lebih dari 30 persen di perkotaan.
Anak pendek dan sangat pendek ini memiliki beberapa risiko, antara lain tingkat kecerdasan dan produktivitas rendah. Pada usia dewasa berisiko lebih besar terkena penyakit degeneratif.
Menurut Fasli, untuk menekan kasus stunting anak balita, perlu diperhatikan kecukupan gizi anak balita pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Selama ini mengatasi gizi buruk difokuskan pada bayi sejak dilahirkan hingga berusia lima tahun.
Padahal, periode emas adalah saat anak masih dalam kandungan hingga usia dua tahun. Karena itu, perlu perubahan paradigma dalam penanganan gizi buruk.
Hal ini yang mendasari penyiapan Gerakan 1.000 HPK di Indonesia. ”Pencanangan secara nasional berdasarkan Peraturan Presiden dan melibatkan 11 kementerian,” kata Arum.
Dalam pelaksanaan di daerah, kata Fasli, akan melalui berbagai pendekatan, antara lain penyuluhan di posyandu dan kantor dinas agama dalam pemberian nasihat pola hidup sehat bagi pasangan yang akan menikah.
Untuk menginisiasi penanganan gizi buruk dan anak pendek di Indonesia, WFP bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan membuat peta kerawanan dan ketahanan pangan di Indonesia melalui riset kesehatan dasar tahun 2010.
Peta itu mengungkapkan, kasus tertinggi gizi buruk ditemukan di kawasan timur Indonesia. ”Sebanyak 7,7 juta anak di bawah lima tahun (35,6 persen) mengalami stunting,” kata Guest. Tahun ini peta akan diperbarui. (YUN)
Kompas.com - Sekitar 160.000 pria yang sudah menjalani terapi pengobatan kanker prostat tidak lagi memiliki kehidupan seksual atau tak lagi sebaik biasanya. Data tersebut merupakan data terhadap pasien kanker prostat di Inggris. Namun pasien di negara lain diperkirakan mengalami nasib serupa.
Gangguan seksual yang dialami pasien antara lain disfungsi ereksi alias impotensi sebagai efek samping dari operasi, radioterapi, atau pun terapi hormonal yang dilakukan sebagai bagian dari pengobatan.
Sebagian besar pria yang mengalami gangguan seksual itu karena mereka mengalami kerusakan saraf permanen sehingga tidak lagi mampu ereksi. Sekitar 2 dari 3 pasien kanker prostat mengaku mereka tak lagi mampu ereksi.
Pada beberapa pria gangguan tersebut bersifat sementara karena mereka hanya mengalami hambatan psikologis untuk melakukan hubungan seks.
Profesor Jane Maher dari Macmillan Cancer Support menjelaskan, banyaknya pasien yang mengalami gangguan seksual tersebut membutuhkan penanganan serius. Dokter juga perlu menjelaskan dengan detil kepada pasien sebelum dimulainya terapi pengobatan.
"Banyak yang masih ditolong dengan tindakan pencegahan dan juga dukungan dari keluarga," katanya.
Para pasien juga didorong untuk berkonsultasi kepada dokter jika mengalami gangguan seksual. "Bagi banyak pria yang menderita kanker prostat ada semacam stigma jika mereka membicarakan tentang disfungsi ereksi," kata Dr.Daria Bonanno, ahli klinis psikologis.
Kebanyakan pasien akan merasa kehilangan maskulinitas dan kesedihan karena mereka tak mampu ereksi. Ini akan semakin membuat mereka secara emosional lebih terisolasi dari pasangannya. Padahal hal itu justru memperburuk gangguan seksualnya.