Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Darah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Darah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juli 2013

Bekam, Membuang "Darah Kotor" Mengobati Penyakit

 Praktek bekam ala India.
Kompas.com - Praktek bekam yang kini sedang populer di Indonesia sejatinya adalah praktek pengobatan penyakit yang sudah ada sejak ribuan tahun silam. Orang yang rutin melakukan bekam diyakini akan sembuh dari berbagai penyakit.

Bekam adalah metode pengobatan kuno yang sudah dipakai sejak zaman Yunani Kuno dan disebutkan dalam catatan medis Sanskerta ribuan tahun lalu. Bekam juga dipakai oleh ilmuwan kedoketeran Ibnu Sina.


Praktek bekam pada dasarnya adalah mengeluarkan "darah kotor". Teknik ini meniru proses menstruasi pada wanita. Ahli kedokteran Yunani Kuno, Hipokrates, percaya bahwa menstruasi berfungsi untuk membersihkan diri kaum wanita.


Praktisi bekam meyakini darah kotor adalah sumber dari segala penyakit. Jika darah tersebut dikeluarkan, tubuh akan memproduksi darah baru sehingga tubuh menjadi sehat dan bugar. Karena itu diperlukan beberapa kali sesi bekam.


Di Eropa, praktek bekam dilarang sejak akhir abad ke-19 karena menurut dokter pasien-pasien yang dibekam menjadi lebih lemah dan mudah terkena infeksi. Risiko infeksi bisa timbul karena alat-alat yang digunakan tidak higienis.


Ala India


Di India, praktek bekam bisa ditemui di pinggir-pinggir jalan daerah Delhi. Pasien diharuskan berdiri dan berjemur di bawah sinar matahari selama 1,5 jam supaya aliran darah lebih lancar.


Kemudian pasien, masih dalam posisi berdiri, dililit tali mulai dari bagian pinggang sampai kaki, kemudian dilakukan sayatan menggunakan silet.  


Salah satu pemilik praktik bekam ala India tersebut adalah Hakim Ghyas. Setiap harinya ia melayani ratusan pasien. Pria berusia 79 tahun itu mengklaim teknik bekam yang dilakukannya bisa mengobati hampir semua jenis penyakit artritis, penyakit jantung, bahkan kanker darah stadium awal.


Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Ghyas mengatakan praktek pengobatan yang dilakukannya itu memungut bayaran secara sukarela karena kebanyakan pasien adalah orang miskin.


Untuk membiayai kehidupannya sehari-hari, Ghyas mengandalkan pada gaji anak laki-lakinya yang bekerja sebagai penjaga toko, sementara anaknya yang lain mengikuti jejaknya dan membantu praktek bekam.


Manfaat


Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui manfaat dari metode bekam. Salah satunya adalah yang dilakukan terhadap 60 orang gemuk yang rutin melakukan bekam. Ternyata bekam bisa menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat, serta meningkatkan kadar kolesterol baik.


Hasil studi yang dimuat dalam BMC Medicine tersebut cukup mengejutkan. Studi lain yang dimuat dalam Journal of the American Medical Association juga menyebutkan orang yang mendonasikan darahnya setiap 6 bulan sekali lebih jarang terkena serangan jantung dan stroke.


Para ahli menduga manfaat kesehatan tersebut karena kadar zat besi dalam darah berkurang. Kadar zat besi yang tinggi terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.


Terapi sedot darah menggunakan lintah yang sempat populer di Inggris juga diklaim bisa mengurangi rasa nyeri lutut akibat artritis. Penelitian lain menyebutkan nyeri saraf akibat penyakit herpes bisa berkurang setelah sedot lintah.




Sumber Kompas




Info Alkes

Selasa, 16 April 2013

Teh Hitam Bantu Turunkan Tensi Darah

Kompas.com - Banyak cara untuk mengelola tensi darah agar tetap normal, baik melalui obat-obatan atau perubahan pola makan dan gaya hidup. Salah satu cara alami yang bisa dilakukan antara lain dengan rutin mengonsumsi teh hitam.

Variasi tekanan darah bisa menjadi indikasi serius adalah kesalahan dalam sistem kardiovaskular. Misalnya saja peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menjadi gejala awal stroke atau tekanan darah.

Sebuah artikel yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition mengklaim bahwa minum teh hitam cukup efektif untuk menurunkan variasi tekanan darah. Para ilmuwan yakin kandungan dalam teh hitam, bukan kafein, berdampak positif pada penurunan tensi.

Perbedaan antara teh hitam dan teh jenis lainnya adalah teh hitam lebih teroksidasi karena fermentasi daunnya lebih lama. Sebelumnya teh hitam juga diketahui mampu meningkatkan kewaspadaan, mencegah penyakit Parkinson, dan mengatasi pengerasan arteri.

Untuk mengetahui efek teh hitam terhadap tekanan darah, tim peneliti dari Australia melakukan eksperimen yang melibatkan 111 pria dan wanita yang menunjukan gejala pra-hipertensi. Para partisipan ditanyai kebiasaan minum teh perhari dan sudahkah memonitor tensi darah sampai 3 kali dalam kurun waktu 6 bulan.

Hasil penelitian menunjukkan, minum tiga cangkir teh hitam setiap hari mampu menurunkan variasi tekanan darah sampai 10 persen. Efek minum teh hitam terlihat setelah satu hari dan terus berlanjut dalam enam bulan kebiasaan itu dilakukan.

Selain rajin minum teh hitam, para ahli menyarankan agar orang yang tensi darahnya mulai tinggi untuk rutin memeriksakan dirinya ke dokter. Menjaga pola makan dengan lebih banyak mengasup buah dan sayur, mengurangi stres, serta membatasi konsumsi alkohol dan garam, juga membantu menurunkan tekanan darah.



Sumber Kompas



Info Alkes

Minggu, 14 April 2013

Teknologi "Stent" Terbaru Atasi Sumbatan Pembuluh Darah

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyakit jantung koroner (PJK) masih menempati peringkat pertama  penyebab kematian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini umumnya disebabkan berkurangnya aliran nutrisi dan oksigen pada otot-otot jantung akibat penyumbatan arteri.

Tindakan medis yang biasa dilakukan untuk mengatasi sumbatan yaitu dengan operasi bypass, yaitu memberikan "jalan" lain di pembuluh darah agar darah bisa melewati pembuluh yang tersumbat. Pembuluh yang disisipkan tersebut umumnya diambil dari pembuluh darah yang ada di kaki.

Akan tetapi, risiko operasi bypass cukup tinggi karena melibatkan tindakan invasif yang besar. Maka, alternatif dari operasi bypass yaitu teknologi stent atau yang biasa dikenal dengan "ring". Pemasangan stent di pembuluh darah akan memperlebar pembuluh yang tersumbat, sehingga memungkinkan darah untuk mengalir normal kembali.

Menurut spesialis jantung dan pembuluh darah dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita (PJNHK) dr. Doni Firman, teknologi stent merupakan tindakan minim invasif sehingga memiliki risiko yang lebih rendah dari operasi bypass.

Teknologi stent diawali pada tahun 1970an dan terus berkembang hingga saat ini. Doni mengatakan, teknologi stent yang terbaru yaitu stent yang bukan lagi terbuat dari metal, melainkan bahan organik. Sehingga dalam dua tahun, stent tersebut akan hilang dari pembuluh.

Doni mengatakan, teknologi stent terbaru ini sudah ada dan dapat dilakukan oleh dokter-dokter di Indonesia. Keunggulan dari stent terbaru daripada stent yang sudah ada sebelumnya antara lain dapat menyerap lemak dan kapur yang menyumbat pembuluh darah dan mengembalikan bentuk pembuluh darah hampir ke bentuk semula.

"Tidak seperti stent yang terbuat dari metal yang tidak dapat dihilangkan dari pembuluh, stent terbaru ini akan hilang dalam kurun waktu dua tahun, tapi kekuatannya sama dengan stent metal," jelas Doni dalam peluncuran Absorb Bioresorbale Vascular Scaffold, Kamis (4/4/2013), kemarin di Jakarta.

Kendati dapat menyerap penyumbat pembuluh darah, namun Doni tetap menekankan gaya hidup sehat yang utama dilakukan pasca pemasangan stent. "Jika gaya hidup tetap buruk, penyumbatan akan timbul lagi," tandas Doni.



Sumber Kompas



Info Alkes

Sabtu, 13 April 2013

Ini Syarat Pasang Cincin Pembuluh Darah Jantung

Ilustrasi stent yang dipasang di pembuluh darah jantung dalam skala yang sudah diperbesar.

Kompas.com - Penyakit jantung koroner (PJK) masih menduduki peringkat nomor wahid penyebab kematian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sumbatan pada pembuluh darah akibat endapan lemak diketahui sebagai salah satu penyebab PJK. Saat ini tindakan minimum invasif untuk menanggulangi sumbatan pada pembuluh darah lebih direkomendasikan oleh para dokter.

Tindakan minimum invasif antara lain pemasangan stent atau yang lebih dikenal dengan " cincin atau ring" pada pembuluh darah untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat. Risiko dari tindakan ini lebih kecil daripada operasi bypass yang merupakan operasi besar.

Pemasangan cincin dilakukan melalui kateter lentur yang dimasukkan ke dalam tungkai atau arteri lengan. Dibantu dengan gambar di monitor dokter akan memandu kateter menuju pembuluh darah yang tersumbat. Stent atau cincin tersebut berupa jalinan logam kecil. Stent akan bekerja sebagai penopang untuk menjaga agar pembuluh darah tetap lebar.

Menurut dr. Doni Firman, Sp.JP, spesialis jantung dan pembuluh darah dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita (PJNHK), tindakan minumum invasif memang lebih direkomendasikan, namun tetap perlu melihat dari kondisi pasien. Keputusan dilakukan tindakan pemasangan cincin atau operasi bypass antara lain berdasarkan pada parahnya sumbatan dan lokasinya.

"Meskipun tindakan minimum invasif lebih kecil risikonya, namun ada keadaan-keadaan tertentu yang dapat menyebabkan kegagalan tindakan tersebut," katanya disela acara peluncuran Absorb Bioresorbable Vascular Scaffold di Jakarta, Kamis (4/4/13). 

Pasien yang memiliki kadar trombosit rendah dan alergi pada obat bukanlah calon yang baik untuk tindakan tersebut.  "Saat pemasangan stent, darah pasien dibuat seencer-encernya untuk memudahkan prosedur memasukkan kateter. Jika kadar trombosit pasien terlalu rendah maka pasien bisa kehilangan darah," tutur dokter dari Divisi Non Bedah Intervensi, Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FKUI/PJNHK ini.

Selain itu, lanjut Doni, dokter juga perlu memperhatikan jika pasien memiliki alergi terhadap obat-obatan pengencer darah. Hal tersebut dikarenakan obat-obatan pengencer darah perlu diminum pasien sebelum menjalani tindakan pemasangan stent.

Pencegahan Lebih Penting

Pasien PJK di PJNHK setiap bulannya mencapai 100 hingga 150 orang. Sebanyak 40 persen di antaranya langsung menerima tindakan pemasangan stent ketika datang karena sudah dalam keadaan gawat. "Sedikit saja terlambat dibawa ke rumah sakit bisa meninggal," ungkapnya Direktur Utama Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr.Hananto Andriantoro, Sp.JP, dalam kesempatan yang sama.

Hananto menegaskan, meskipun teknologi pengobatan PJK semakin maju, namun yang paling penting adalah upaya preventif. "Prevensi lebih penting dari kuratif," cetusnya.

Prevensi dapat dilakukan dengan menjalani pola hidup sehat, yaitu dengan olahraga teratur, menghindari makanan berlemak jenuh dan lemak trans, tidak merokok dan minum alkohol, serta mengurangi gula dan garam.



Sumber Kompas



Info Alkes

Rabu, 27 Maret 2013

Memilih Olahraga Sesuai Golongan Darah

Kompas.com - Terkadang meski kita sudah rutin berolahraga tetapi hasilnya tetap tak sesuai yang diharapkan. Mungkin yang perlu Anda lakukan adalah memilih jenis olahraga sesuai golongan darah.

"Setiap golongan darah adalah cetak biru genetik yang unik pada tiap orang. Karena itu makanan yang kita asup dan olahraga yang dilakukan tentu tak bisa disamakan," kata Dina Khader, pakar nutrisi.

Ada empat golongan darah, yakni A,B,AB, dan O. Setiap golongan tersebut mengandung jenis antigen yang berbeda yang bereaksi pada sistem imun tubuh.

Menurut Dr.James D'Adamo, penulis buku Eat Right for Your Type, setiap golongan darah telah berevolusi selama berabad-abad, itu sebabnya ada reaksi yang berbeda pula pada pola makan dan latihan olahraga yang dilakukan.

Berikut adalah jenis latihan yang sesuai berdasarkan golongan darah.

Golongan darah A

Jika orang yang bergolongan darah A melakukan olahraga yang intens atau terlalu keras akan memicu lebih banyak stres pada otot. "Karena itu otot akan mengeras dan terbentuk lebih banyak asam laktat," kata Khader.

Hal tersebut bisa meningkatkan kadar kortisol sehingga tubuh menjadi cepat lelah dan terkadang berat badan cepat naik. "Orang yang golongan darahnya A lebih baik melakukan olahraga seperti yoga, Tai Chi, dan sejenisnya," katanya.

Golongan darah B

Olahraga yang cocok dengan golongan darah ini adalah yang seimbang. Ini berarti mereka disarankan melakukan sedikit olahraga yang melibatkan olah napas serta penurunan stres seperti yoga, tetapi juga perlu melakukan latihan kardio dan angkat beban.

Golongan darah AB

Orang yang memiliki golongan darah AB disarankan untuk mengombinasikan aspek latihan antara golongan darah A dan B secara rutin.

Golongan darah O

Mereka yang memiliki darah golongan O disarankan melakukan latihan intensitas tinggi. "Makin tinggi intensitasnya, mereka akan makin merasa lebih baik serta hasil latihan lebih terlihat," kata Khader.

Latihan dengan intensitas tinggi juga membuat orang yang memiliki golongan darah O lebih berenergi, membakar lebih banyak lemak, serta meningkatkan pelepasan endorfin sehingga perasaan lebih gembira.

Khader menjelaskan, program latihan berdasarkan golongan darah ini sebaiknya dilakukan sedikitnya selama 6 minggu secara rutin. Kombinasikan dengan pola makan yang tepat sesuai golongan darah.
"Hasilnya bukan cuma berat badan turun tapi juga lebih berenergi, tidak gampang lelah, dan stres berkurang," katanya.



Sumber Kompas



Info Alkes