Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Rendah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rendah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juli 2013

Susu Rendah Lemak Tak Berarti Lebih Sehat


Kompas.com - Susu rendah lemak (skimmed milk) banyak dipilih oleh orang yang ingin mendapatkan semua manfaat susu tetapi tak berkalori tinggi. Namun menurut studi terbaru susu rendah lemak ternyata bisa memicu kenaikan berat badan.

Peneliti David Ludwig dari Boston's Children Hospital dan Dr. Walter Willett dari Harvard School of Public Health mengatakan minuman rendah kalori tak berarti asupan kalori yang diasup juga sedikit.

Mereka mengatakan, sangat sedikit data yang mendukung susu rendah lemak membantu pengurangan berat badan. Hal ini terjadi karena konsumen yang mengonsumsi susu rendah lemak merasa kurang kenyang sehingga makan dan minum lebih banyak sebagai kompensasi.

Sebuah studi lain yang dimuat dalam majalah Time juga menyebutkan, orang yang minum susu rendah lemak cenderung kegemukan.

"Hipotesis kami adalah anak yang minum susu tinggi lemak, entah whole milk atau dua persen cenderung lebih gemuk karena mereka mengonsumsi kalori yang berasal dari lemak jenuh," kata Dr.Mark Daniel DeBoer, ahli endokrin pediatrik.

Namun ketika para peneliti menganalisa data, ternyata anak-anak yang minum susu rendah lemak dan satu persen lemak justru lebih gemuk dibanding yang minum susu whole milk.

Fakta lain yang perlu diwaspadai adalah susu rendah lemak pada umumnya memiliki kadar gula lebih tinggi supaya rasa susu lebih enak. Misalnya saja, satu gelas susu cokelat rendah lemak mengandung 158 kalori, 68 kalori berasal dari lemak padat dan gula tambahan. Sementara itu susu semi rendah lemak tanpa rasa memiliki 122 kalori, yang 37 diantaranya berasal dari lemak padat dan gula.

Menurut DeBoer, susu rendah lemak juga mengandung nutrisi lebih sedikit dibanding susu biasa. Susu whole milk mengandung vitamin larut lemak seperti vitamin A,D,E, dan K, selain juga kalsium dan fosfor, mineral yang bekerja dengan vitamin D untuk membangun tulang kuat.

Larut lemak berarti, vitamin-vitamin tersebut harus diedarkan dalam atau bersama lemak supaya nutrisinya siap diserap tubuh. Tanpa lemak maka nutrisi tersebut menjadi tidak bisa diserap.



Sumber Kompas



Info Alkes

Rabu, 22 Mei 2013

Layanan Kesehatan Jiwa Masih Rendah

KOMPAS.com - Layanan kesehatan jiwa Indonesia ternyata masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan minimnya jumlah layanan primer yang memiliki unit kesehatan jiwa.

"Dari sekitar 9 ribu total puskesmas yang kita miliki, hanya seribu yang memiliki unit kesehatan jiwa. Sebanyak 8 ribu lainnya tidak ada," kata Wakil Ketua Komis IX DPR-RI, Nova Riyanti Yusuf, pada peluncuran unit mobile mental health service dan penandatanganan nota kesepahaman Program Kesehatan Jiwa Masyarakat,  Senin (20/5/2013), di Jakarta.

Belum adanya peraturan dan kepedulian terhadap masalah kesehatan jiwa, kata Nova, menjadi tantangan utama. Ia mengatakan, aturan yang jelas diperlukan untuk menyusun berbagai program. Belum adanya aturan menyebabkan layanan kesehatan jiwa tidak bisa berdiri mantap. Masyarakat pun belum sepenuhnya mengetahui dan menyadari pentingnya pengobatan dan pencegahan gangguan jiwa.

"Saat ini RUU Kesehatan Jiwa sudah menjadi prioritas penyelesaian. Dengan adanya aturan yang jelas, kita bisa membuat sistem kesehatan jiwa yang baik dan menyeluruh," kata Nova.

Rendahnya layanan kesehatan jiwa juga diakui Kasubdit Kelompok Berisiko Direktorat Bina Kesehatan Jiwa Kementrian Kesehatan RI, Edduard Idul Riyadi. Menurutnya kesehatan jiwa yang tidak terlihat kurang diperhatikan masyarakat dan pemerintah, layaknya penyakit fisik lainnya. Padahal, jiwa yang sehat akan mendukunh fisik yang baik. Jiwa yang sehat juga memungkinkan masyarakat untuk bisa bahagia dengan hidupnya.

"Saat ini, Indonesia hanya memiliki kurang lebih 30 rumah sakit jiwa di seluruh Indonesia. Jumlah ini tentu kurang, apalagi kecenderungan orang menderita gangguan jiwa bertambah," kata Eduard.

Peningkatan jumlah penderita gangguan jiwa sejalan dengan penduduk yang terus bertambah. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, penderita gangguan jiwa di seluruh Indonesia berkisar satu juta orang, sedangkan golongan sedang sampai mencapai 19 juta.

"Peningkatan penduduk tentu berefek pada interaksi sosial yang semakin rumit, stres, dan persaingan. Hal ini memicu terjadinya gangguan jiwa," kata Edduard.

Peningkatan layanan kesehatan primer, lanjutnya, seharusnya menjadi pilihan utama. Ia mengatakan, sesuai sistem rujukan yang akan diberlakukan, setiap puskesmas akan memiliki minimal satu tenaga kesehatan jiwa. Tenaga kesehatan ini akan membantu masyarakat melakukan tindak preventif terhadap gangguan jiwa. Dengan cara ini diharapkan kesehatan jiwa masyarakat menjadi lebih baik.



Sumber Kompas



Info Alkes