Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Tidur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tidur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2013

Kurang Tidur Bikin Testis Menciut

KOMPAS.com — Satu lagi alasan kenapa Anda harus cukup tidur. Para peneliti dari Denmark menemukan bahwa kurang tidur dapat menurunkan kadar testosteron dan mengurangi jumlah sperma. Hal itu akibat ukuran testis yang menyusut, terutama pada pria yang kurang tidur.

Dalam era industri yang berkembang pesat seperti sepuluh tahun terakhir ini, jumlah sperma ikut mengalami penurunan. Penurunan tersebut diduga akibat gaya hidup yang tidak sehat seperti pola makan yang tidak baik dan kurang bergerak aktif.

Dalam studi yang dilakukan tim dari University of Southern Denmark ini, para peneliti melakukan survei terhadap 1.000 pria yang berusia rata-rata 20 tahun. Mereka menanyai peserta tentang jadwal, gangguan, dan kebiasaan tidur peserta. Para peneliti juga melakukan pengukuran terhadap ukuran testis dan jumlah sperma. Selain itu, dianalisis pula kualitas sperma.

Pria dengan gangguan tidur seperti insomnia, hobi begadang, tidak memiliki jadwal tidur yang pasti sepanjang malam, dan sering terbangun tercatat mengalami penurunan jumlah sperma hingga 29 persen. Mereka juga dilaporkan memiliki sperma cacat sekitar 1,6 persen dan ukuran testis yang lebih kecil dibandingkan dengan pria yang cukup tidur.

Terkait dengan teori gaya hidup tidak sehat, para peneliti mengakui bahwa pria dengan kualitas tidur  buruk biasanya juga bergaya hidup tidak sehat dibandingkan dengan mereka yang memiliki kualitas tidur yang baik.

Para peneliti mengatakan, pria yang kurang tidur lebih mungkin untuk kelebihan berat badan, minum lebih banyak alkohol, dan merokok lebih banyak daripada mereka yang cukup tidur.

Studi yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology ini belum dapat menentukan, apakah kurang tidur atau gaya hidup yang tidak sehat yang menyebabkan menurunnya kualitas dan jumlah sperma. Para peneliti mengatakan, perlu studi lanjutan untuk menentukan hal tersebut.



Sumber Kompas



Info Alkes

Jumat, 26 April 2013

Sexomnia, Bercinta Secara Tak Sadar Saat Tidur

KOMPAS.com - Dari sekian banyak jenis gangguan tidur seperti insomnia (sulit tidur), hipersomnia (mudah tertidur) atau berjalan di saat tidur (sleep walking) atau , ternyata ada jenis kelainan yang relatif jarang masih dikenal. Gangguan tersebut bernama sexomnia (sexomnia) yaitu gangguan tidur seperti melakukan aktivitas seksual di saat tidur.

Seksomnia mencuri perhatian media belum lama ini setelah kasus unik yang dialami oleh pria asal Denmark.  Pria ini dibebaskan dari tuduhan perkosaan terhadap dua gadis remaja oleh hakim pengadilan karena terbukti menderita gangguan tidur jenis seksomnia.

Seperti dilansir Associated Press, dua gadis remaja itu pulang bersama pria berusia 31 tahun ini ke apartemen miliknya setelah sebuah pesta pada tahun 2011. Salah satu gadis terbangun saat pria tersebut memeluknya, dan gadis ini pun kabur dan melaporkan peristiwa ini kepada pihak yang berwenang. 

Berdasarkan kesaksian di pengadilan, gadis ini setuju dengan pengakuan si pria bahwa dirinya memang tertidur ketika hendak memperkosa. Pria ini pun mengajukan bukti pemeriksaan medis dari dokter yang yang menyimpulkan bahwa ia sebenarnya menderita seksomnia.

Seksomnia yang juga dikenal dengan "sleep sex" belum lama ini diakui oleh komunitas medis sebagai salah satu jenis gangguan tidur. Hampir sama seperti berjalan sleep walking, seksomnia juga dianggap sebagai parasomnia, suatu kelainan yang disebabkan otak tidak dapat membedakan saat tidur maupun terjaga.

Studi para ahli pada 2010 melakukan analisa terhadap 832 pasien yang menderita gangguan tidur. Ternyata 7,6 persen di antaranya menderita seksomnia. Temuan ini juga menyimpulkan bahwa seksomnia lebih banyak dialami oleh pria dibandingkan wanita.

Para ahli gangguan tidur dan seksolog sejauh ini masih belum dapat memastikan apa yang sebenarnya penyebab dari gangguan ini. Namun ada faktor pemicu yang memperbesar risiko dari mengalami gangguan ini, seperti stres, alkohol, penggunaan narkoba, dan kurang tidur. Mereka yang mengalami gangguan tidur seperti sleep walking lebih rentan juga menderita gangguan ini.



Sumber Kompas



Info Alkes

Waktu Tidur yang Diperlukan Anak

Kompas.com - Anak-anak memang memerlukan waktu tidur yang lebih sedikit dibanding saat mereka masih bayi. Tetapi berapa banyak durasi tidur yang dianggap cukup?

Setiap anak adalah unik, ada yang butuh tidur banyak dan ada yang sedikit. Tetapi yang perlu diingat kebanyakan anak perlu waktu tidur yang banyak.

Pakar tidur, Jodi Mindell, penulis buku Sleeping Through the Night, mengatakan orangtua kerap menganggap anak yang susah tidur, baik tidur siang atau tidur malam, sebagai anak yang memang waktu tidurnya sedikit.  Padahal, bisa jadi anak yang susah tidur tersebut mengalami kekurangan waktu tidur sehingga mereka jadi hiperaktif serta bertingkah berlebihan menjelang waktu tidur.

Tanda-tanda anak yang mengalami kurang tidur antara lain anak sering mengantuk di mobil, sulit dibangungkan di pagi hari, serta rewel dan gampang marah di siang hari. Untuk mencegahnya, bangun pola tidur yang baik bagi anak.

Berikut adalah angka rata-rata kebutuhan tidur anak.

- Usia 2 tahun perlu total waktu 13 jam, terdiri dari tidur malam 10-12 jam, tidur siang sekitar 1-3 jam.

- Usia 3 tahun perlu total waktu 12-13 jam, terdiri dari 9-12 jam tidur malam dan tidur siang 1-3 jam.

- Usia 4 tahun perlu total waktu 9-12 jam, terdiri dari 11-12 jam tidur malam dan 0-2,5 jam tidur siang. (Anak juga boleh tidak tidur siang.

- Usia 5 tahun perlu total waktu 10-11 jam, terdiri dari 8-11 jam tidur malam dan 0-2,5 jam tidur siang (bisa tanpa tidur siang).

- Usia 6 - 8 tahun, perlu total waktu 10-11 jam yang didapat dari tidur malam tanpa perlu tidur siang.



Sumber Kompas



Info Alkes

Kamis, 25 April 2013

Tidur Sambil Dengarkan Musik Pertajam Ingatan

Kompas.com - Memiliki masalah dengan kemampuan mengingat? Cobalah mendengarkan musik saat tidur. Sebuah studi baru mengatakan, kegiatan tersebut dapat membantu mempertajam daya ingat.

Para peneliti menemukan bahwa mendengarkan suara yang diselaraskan dengan ritme osilasi lambat otak akan meningkatkan proses osilasi sehingga akan meningkatkan daya ingat, bahkan kualitas tidur.

Selama ini sudah diketahui adanya osilasi (getaran) lambat dalam aktivitas otak yang terjadi dalam tahapan tidur yang disebut "slow-wave sleep". Tahapan tidur tersebut merupakan saat kritis dalam pembentukan memori. Di saat itu terjadi proses memindahan memori jangka pendek ke memori jangka panjang.

Penulis studi dr. Jan Born, dari University of Tubingen di Jerman mengatakan, proses tersebut dapat berjalan dengan baik dengan menggunakan suara dengan intensitas rendah. "Pendekatan ini paling praktis jika dibandingkan dengan metode penajaman memori lainnya seperti stimulasi listrik," ujar Born.

Born dan timnya melakukan tes pada 11 orang yang diberikan stimulasi suara. Ketika para peserta diberi stimulasi suara yang tersinkronisasi dengan osilasi otak yang lambat, mereka mengingat lebih baik hubungan kata yang mereka telah pelajari di hari sebelumnya.

Kendati demikian, bukan sembarang suara yang dapat meningkatkan osilasi otak. Born mengatakan, stimulasi suara yang efektif hanya pada suara yang tersinkronisasi dengan osilasi lambat yang terjadi selama fase tidur dalam.

"Kami menghadirkan stimulasi akustik yang dapat memperkuat osilasi yang lambat. Sehingga dapat meninggikan amplitudo dari osilasi dan memperlama terjadinya periode slow-wave slepp," tutur Born.

Para peneliti menduga teknik ini mungkin dapat juga meningkatkan kualitas tidur. Born mengatakan, metode yang sama mungkin juga dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan otak lainnya, seperti saat terjaga dan memberikan perhatian.



Sumber Kompas



Info Alkes

Rabu, 24 April 2013

Rajin Berbenah Rumah Bantu Tidur Nyenyak

Kompas.com - Wanita menopause seringkali mengalami gangguan susah tidur yang diakibatkan oleh hot flashes atau serangan hawa panas. Untuk mengatasinya, jangan buru-buru mencari obat tidur karena kegiatan sederhana seperti beres-beres rumah ternyata bisa membantu mempercepat datangnya kantuk.

Hot flashes terjadi karena perubahan hormonal yang menyebabkan pembuluh darah melebar dalam upaya untuk mendinginkan tubuh. Gejala hot flashes ditandai dengan kulit memerah, berkeringat, dan denyut nadi meningkat.

Sebuah studi kecil yang dimuat dalam jurnal Menopause baru-baru ini mengatakan aktivitas fisik dapat membantu para wanita menopause untuk mengatasi gangguan ini. Namun apabila tidak punya cukup waktu untuk pergi ke gym, maka melakukan pekerjaan rumah tangga dengan kadar yang lebih tinggi dan rutin dapat dijadikan pilihan.

Para peneliti mengatakan, olahraga memperbaiki tidur secara umum, dan ternyata studi yang dilakukan pada wanita menopause juga menunjukkan hasil yang positif.

Studi ini merupakan studi yang dilakukan pada wanita lintas negara dan melibatkan 27 wanita kulit putih dan 25 wanita kulit hitam. Para peserta berusia 54 hingga 63 tahun dengan gangguan hot flashes dan berkeringat di malam hari.

Para peserta dicatat aktivitas tidurnya setiap hari dengan alat monitor tidur. Mereka juga memberikan informasi tentang tingkat aktivitas fisik yang mereka lakukan, termasuk pekerjaan rumah tangga rutin yang membutuhkan usaha ringan, sedang, dan kuat. Selain itu mereka juga memberikan informasi tentang olahraga yang dilakukan di waktu senggang.

Para peneliti menemukan, wanita dengan tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi melaporkan lebih sedikit terbangun di malam hari serta tidur yang lebih baik. Hasil ini utamanya lebih terlihat pada aktivitas mengerjakan pekerjaan rumah tangga dibandingkan dengan olahraga.

Efek positif dari aktivitas fisik utamanya terjadi pada wanita kulit putih yang tidak obesitas. Para peneliti mengatakan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui mengapa perempuan kulit hitam dan obesitas mungkin tidak mendapatkan manfaat yang sama.



Sumber Kompas



Info Alkes

Minggu, 21 April 2013

Proses Saat Tidur Matangkan Kemampuan Otak

KOMPAS.com - Masih ragu dengan pentingnya kesehatan tidur? Bukti-bukti ilmiah tentang pentingnya tidur terus bertambah. Nah, yang terbaru adalah tentang pentingnya tidur bagi perkembangan otak.

Penelitian yang terbit pada American Journal of Physiology: Regulatory,Integrative and Comparative Physiology, edisi Februari 2013 menunjukkan perubahan-perubahan gelombang otak tidur pada masa pra remaja. Pematangan sel-sel saraf ini terjadi pada peralihan masa kanak-kanak ke remaja.

Tidur memiliki tahapannya sendiri sepanjang malam berdasarkan gelombang otak selama tidur. Dua pembagian besar adalah tahap tidur REM dan tidur NonREM. Tahapan tidur NonREM (NREM) dibagi lagi menjadi tahap tidur N1, N2 dan N3. N1 merupakan tahap tidur ringan, N2 tidur sedang, dan N3 adalah tahap tidur dalam.

Penelitian ini melihat gelombang otak delta dan theta pada tahap tidur REM dan NonREM di rentang usia 6-18 tahun. Lalu dinilai perubahan-perubahan gelombang delta yang terjadi. Perubahan delta power seiring bertambahnya usia berkaitan langsung dengan proses pematangan otak dan kemampuan berpikir kompleks manusia.

Delta power NREM meningkat sejak usia 6 hingga 8 tahun lalu menurun. Penurunan aktivitas delta tampak paling banyak di usia 12 sampai 16,5 tahun. Sementara pada tidur REM sejak usia 6 tahun aktivitas delta justru sudah menurun, dan terus turun hingga usia 16 tahun.

Penemuan baru ini menunjukkan bagaimana proses tidur penting bagi perkembangan otak anak-remaja. Terutama dalam rentang empat setengah tahun, dari usia 12-16,5 tahun tidur jadi amat penting. Melihat perubahan pada gelombang otak tidur, sebenarnya merupakan cerminan bagaimana proses tumbuh-kembang dan pematangan saraf-saraf otak terjadi.

Jadi, jika tidur dianggap sebagai fase kehidupan yang tidak aktif, ternyata justru sebaliknya. Segala proses tumbuh-kembang dan pematangan kemampuan otak justru terjadi saat tidur.



Sumber Kompas



Info Alkes

Selasa, 16 April 2013

Anak Sering Sesak Napas Saat Tidur

TANYA:
Anak saya berusia 2,5 tahun, kalau tidur sering mengalami nafas berhenti sejenak, sebelum nafas berhenti, seperti tersengal dan berusaha mengirup udara lebih kuat. Gejala penyakit apakah itu dokter? Terimakasih.
(Adit, Batang)

JAWAB :
Sayang sekali Bapak tidak menyatakan apakah ada suara mengorok pada si kecil? apakah mulutnya selalu terbuka? Sering pilek-pilek/bersin? Karena ada suatu kondisi yang kita sebut sebagai henti napas saat tidur akibat adanya sumbatan di saluran napas atau Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS).

Pada anak, kondisi ini dapat menyebabkan kurangnya asupan oksigen saat tidur, kualitas tidur yang kurang optimal dan biasanya dapat menyebabkan anak mudah mengantuk atau menjadi lebih aktif/hiperaktif di siang hari.

Penyebab OSAS dapat bermacam-macam, diantaranya adanya obesitas, kelenjar adenoid yang membesar, kelainan neuromotorik, dan sebagainya. Sebaiknya si kecil dibawa ke dokter anak setempat untuk dapat dievaluasi dan dilakukan tatalaksana yang komprehensif.



Sumber Kompas



Info Alkes

Sabtu, 13 April 2013

Tidur Siang Baiknya Tak Terlalu Lama

Kompas.com - Dengan aktivitas sederhana seperti tidur siang, produktivitas kerja dan konsentrasi bakal meningkat. Namun, tidur siang juga ada batasnya. Durasi tidur siang yang terlalu lama justru memiliki efek merugikan. 

Tidur yang terlalu lama bisa menimbulkan inersia, terutama bagi yang tidur lebih dari 10-20 menit. Inersia adalah perasaan pening dan disorientasi setelah orang bangun dari tidur nyenyak. Keadaan ini bisa berlangsung beberapa menit sampai setengah jam. Keadaan ini juga bisa terjadi pada orang dengan jam tidur siang kurang dari 10 menit. Hal ini tentunya buruk bagi mereka yang harus segera siap bekerja setelah tidur siang.

Tidur siang yang terlalu lama juga akan berdampak negatif pada jam tidur malam. Jam tidur siang yang panjang akan menurunkan kualitas tidur malam seseorang. Karena itu para penderita insomnia disarankan untuk tidak terlalu lama tidur siang.

Tidur siang sebaiknya hanya dilakukan selama 10-20 menit. Tidur siang selama 10 menit terbukti bisa mengurangi rasa kantuk dan meningkatkan kinerja yang beraspek kognitif. “Tidur siang dan malam memiliki siklus yang beda,” kata ahli tidur dr. Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran, Jakarta. Tidur malam baru mencapai lelap setelah 120 menit. Sedangkan untuk tidur siang hanya butuh 10-20 menit.

Untuk memaksimalkan jam tidur siang, pastikan suasana sekitar terasa nyaman. Bagi beberapa orang tidur di tempat asing dan tidak biasa bukanlah perkara mudah. Bila ini terjadi buatlah diri Anda senyaman mungkin. Keadaan lingkungan berdampak besar bagi kualitas tidur seseorang. Apabila memungkinkan sebaiknya suara dan pencahayaan bisa diminimalisir. Sebelum tidur sebaiknya pastikan juga kenyamanan lokasi dan tempat tidur.



Sumber Kompas



Info Alkes

Jumat, 12 April 2013

Agar Mulut Tak Terasa Asam Saat Bangun Tidur

Hai Ivan,

Rasa asam yang timbul pada saat kita berpuasa, tidur, ataupun saat mulut kita tidak sedang melakukan aktivitas seperti pengunyahan, disebabkan terutama oleh kombinasi faktor-faktor berikut ini :

1.    Berkurangnya aliran air ludah
2.    Sisa makanan yang terdapat di saku gusi
3.    Kumpulan bakteri yang berlebihan di lidah

Pada saat mulut kita tidak sedang melakukan aktivitas, aliran ludah akan berkurang. Padahal salah satu fungsi aliran ludah adalah untuk menetralkan asam dan menghilangkan suasana asam dari plak gigi. Ditambah dengan adanya sisa makanan yang masih terdapat di saku gusi dan adanya bakteri di lidah, maka akan timbul rasa asam yang berlebihan di dalam mulut.

Penyebab lain rasa asam pada mulut, adalah:  

1.    Adanya penyakit jaringan pendukung gigi
2.    Tambalan yang tidak tepat
3.    Gigi tiruan yang tidak bersih
4.    Adanya penyakit sistemik
5.    Konsumsi obat tertentu
6.    Gangguan pencernaan

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga mulut agar tidak terasa asam saat bangun tidur ataupun puasa adalah:

1.    Konsumsi buah-buahan dan sayuran yang banyak mengandung serat
2.    Akhiri makan sahur anda dengan minum air putih yang cukup, begitu pula saat berbuka puasa
3.    Sikat gigi, lakukan pembersihan sela-sela gigi dengan benang gigi, dan sikat lidah anda
4.    Kumur-kumur dengan obat kumur yang tidak mengandung alkohol atau obat kumur yang dibuat dengan mencampurkan setengah sendok teh bubuk baking soda dengan air putih setengah gelas (sekitar 250 ml). Kemudian dikumurkan selama 1-2 menit setelah menyikat gigi pada saat setelah sahur dan sebelum tidur malam

Sebagai saran tambahan, anda dapat juga melakukan hal-hal dibawah ini:
1.    Anda dapat mengurangi makanan yang terlalu banyak mengandung gula dan karbohidrat olahan, agar tingkat keasaman air ludah tidak terlalu asam
2.    Mengoleskan pasta khusus yang mengandung fluor (misalnya tooth mousse CPP-ACP), supaya tingkat keasaman air ludah anda tidak terlalu asam. Anda dapat meminta resep dan petunjuk pemakaian pasta ini di Dokter Gigi langganan anda
3.    Setelah berbuka puasa, anda dapat mengkonsumsi permen karet tanpa gula untuk merangsang aliran air ludah
4.    Periksakan juga kondisi keseluruhan rongga mulut anda di Dokter Gigi langganan, karena gigi berlubang dan kondisi gusi yang tidak sehat juga memicu rasa asam pada mulut
5.    Jika anda memiliki gangguan pencernaan, ada baiknya anda mengkonsultasikan hal ini kepada Dokter yang kompeten untuk penyakit tersebut
Demikian Ivan, semoga informasinya bermanfaat.

Salam gigi sehat.



Sumber Kompas



Info Alkes

Kamis, 11 April 2013

Jangan Ragu Tidur Siang!

Kompas.com - Tidur siang selama ini lebih dianggap penting untuk anak dan balita. Padahal, manfaat tidur siang sangat penting bagi manusia segala umur. Tidur siang bisa mengembalikan kewaspadaan, meningkatkan penampilan, mengurangi kesalahan dan kecelakaan.

Hal ini dibuktikan oleh para peneliti NASA yang menyarankan pilot pesawat militer dan astronotnya tidur siang selama 40 menit. Hasilnya performa awak meningkat jadi 34 persen, sementara kewaspadaan menjadi 100 persen.

Tidur siang bisa langsung meningkatkan kewaspadaan selepas jam tidur, atau beberapa saat kemudian di hari lain. Tidur siang juga memiliki efek positif pada psikologi, yaitu memberi rasa relaks untuk menyegarkan pikiran. Tidur siang yang terjadwal disarankan bagi penderita narcolepsy yang kesulitan mengatur jam tidur dan bangun.

“Namun ingat walau bisa menyimpan energi, tidur siang tidak bisa membayar utang tidur malam,” kata ahli tidur Dr. Andreas Prasadja, RPSGT dari RS. Mitra Kemayoran.

 Tidak perlu takut dikatakan pemalas hanya karena tidur siang. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Sleep telah mengkaji manfaat dan lamanya tidur siang yang efektif. Tidur siang selama 10 menit terbukti bisa mengurangi rasa kantuk dan meningkatkan kinerja yang beraspek kognitif. Sedangkan tidur siang yang terlalu lama misalnya lebih dari 30 menit akan menimbulkan inersia, yaitu rasa pusing yang timbul usai tidur.

Para ahli menyarankan seseorang segera tidur siang apabila mengantuk saat menyetir. Tidur selama 20 menit dan minum kafein bisa mengembalikan kewaspadaan. Hal yang sama juga disarankan pada para pekerja shift malam, yang rentan kelelahan dan gangguan kinerja.

Sesuai penelitian yang dilakukan Sleep Medicine and Research Center bersama St. John's Mercy Medical Center dan St. Luke's Hospital di daerah St. Louis USA pada 2006, tidur siang dan konsumsi kafein berdampak besar pada kinerja pekerja dengan giliran kerja malam hari. Zat kafein dan tidur siang merupakan strategi jitu untuk meningkatkan kewaspadaan dan kinerja pada para pekerja shift malam.

Salah satu peneliti, James K. Walsh, PhD mengatakan, memang tidak mudah untuk tetap produktif dalam bekerja saat terjaga di malam hari. Meski begitu, dengan meluangkan waktu tidur siang yang cukup serta kafein, hal itu sangat banyak membantu. 



Sumber Kompas



Info Alkes

Rabu, 10 April 2013

Bumil Wajib Perhatikan Posisi Tidur

Kompas.com - Selain memperhatikan jam tidur, wanita hamil juga perlu memperhatikan posisi tidur. Posisi tidur yang baik akan berdampak positif pada kesehatan ibu dan janin. Posisi tidur juga mempengaruhi gerakan, pertumbuhan,dan perkembangan janin.

Sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Adrienne Gordon dari Sydney's Royal Prince Alfred Hospital menemukan fakta bumil yang tidur bersandar pada punggug memiliki risiko 6 kali lebih besar menyebabkan bayi meninggal (stillbirth). Stillbirth adalah kondisi bayi lahir meninggal dengan usia kehamilan 24 minggu. "Dari 295 wanita yang diteliti, sebanyak 103 wanita kehilangan bayi dengan posisi tidur telentang," kata Gordon.

Posisi tidur mempengaruhi aliran darah menuju rahim. Selain itu posisi tidur juga berperan penting dalam menentukan kerja ginjal. Menurut Gordon, posisi tidur telentang atau miring kanan akan mengganggu saluran inferior vena cava. Saluran yang membawa aliran darah balik menuju jantung dari badan dan area tubuh bagian bawah.

Posisi tidur telentang atau miring kanan akan mengakibatkan penekanan pada saluran yang membawa darah kaya karbondioksida tersebut. Akibatnya tubuh kekurangan asupan oksigen yang dibawa lewat aliran darah.

Wanita hamil sebaiknya tidur dengan posisi miring kiri. "Posisi ini berpotensi menjaga aliran darah dan asupan oksigen bagi janin tetap lancar," kata ahli tidur dr. Adreas Prasadja RPSGT dari RS. Mitra Kemayoran.

Saran bumil untuk tidur miring kiri juga didasarkan pada kondisi yang disebut supine hypotension syndrome atau rasa pusing dan mual bila berbaring menggunakan punggung. Walau tidak semua wanita hamil mengalami, kondisi ini kerap terjadi pada trimester akhir kehamilan. Namun ada juga bumil yang mengalaminya pada trimester awal kehamilan. Kondisi ini memaksa bumil merubah posisi tidur dari telentang menjadi miring ke satu sisi.



Sumber Kompas



Info Alkes

Selasa, 09 April 2013

Kenali 3 Tipe Tidur Siang

Kompas.com - Selain bisa mengembalikan energi, tidur siang memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan. Tidur siang efektif selama 20-30 menit terbukti bisa meningkatkan mood, memperbaiki kinerja, dan kewaspadaan, tanpa menimbulkan rasa pening atau mengganggu jam tidur malam.

Beberapa tokoh yang rutin tidur siang sebagai bagian dari gaya hidupnya adalah Winston Churchill, John F. Kennedy, Ronald Reagan, Napoleon, Albert Einstein, Thomas Edison and George W. Bush.

“Memang benar tidur siang bisa mengembalikan energi, namun bukan berarti dapat membayar utang tidur malam,” kata ahli tidur Dr. Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran, Jakarta.

Tidur siang sendiri terdiri atas tiga tipe, yaitu

- Planned napping / preparatory napping, biasa disebut tidur yang terencana. Tidur jenis ini dilakukan oleh mereka yang meluangkan waktu untuk tidur siang meski belum mengantuk. Hal ini bisa dilakukan sebagai mekanisme bertahan sebelum merasa terlalu lelah, atau supaya seseorang bisa terjaga tepat pada waktunya.

- Emergency napping. Tidur ini terjadi ketika seseorang seketika merasa lelah dan tidak bisa melanjutkan aktivitas yang dijadwalkan. Tipe ini biasanya ada pada orang yang mengoperasikan mesin berat atau mengemudi.

- Habitual napping. Tipe ini biasa tidur siang dengan jadwal tertentu setiap harinya, misalnya pada anak-anak. Hal yang sama juga dilakukan orang dewasa selepas makan siang.

Sebelum tidur sebaiknya pastikan suasana sekitar nyaman untuk terlelap. Lingkungan sekitar berdampak besar pada kemampuan seseorang untuk tidur. Bila memungkinkan cobalah untuk membatasi kebisingan dan cahaya lampu. Menghabiskan beberapa waktu di tempat tidur sebelum mengantuk, terbukti merangsang timbulnya rasa ingin tidur.

Sebaiknya jangan mengambil jam tidur siang terlalu dini atau lambat. Telat tidur siang akan mengganggu jam regular tidur malam. Sebaliknya, tidur siang yang terlalu dini menyebabkan tubuh belum siap tidur. “Prinsipnya jangan sampai tidur siang mengganggu tidur malam,” kata Andreas.



Sumber Kompas



Info Alkes

Rabu, 03 April 2013

Tidur Mendengkur Memicu Gangguan Jantung

Kompas.com —Tidur sampai mendengkur bagi sebagian besar orang bukan dianggap sebagai masalah. Dengkuran bahkan dikaitkan dengan tidur yang nyenyak. Padahal, mendengkur yang disertai henti napas sesaat bisa memicu gangguan kesehatan serius seperti stroke atau penyakit jantung.

Henti napas saat tidur atau obstructive sleep apnea (OSA) disebabkan karena tertutupnya jalan napas oleh jaringan di bagian atas hidung dan tenggorokan. Yang meresahkan, henti napas ini bisa terjadi berulang kali selama tidur.

"Henti napas tersebut akan membuat tubuh kekurangan oksigen. Karena tidak ada oksigen biasanya kita akan terbangun mendadak. Tensi darah pun langsung naik. Kondisi tersebut dalam jangka panjang menyebabkan gangguan pada jantung," kata dr Bambang Budi Siswanto, Sp JP dalam acara bertajuk Gangguan Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit Kronik di Jakarta (27/3/13). Acara tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Tidur Sedunia.

Penurunan kadar oksigen dalam darah secara tajam saat tidur itu bisa memicu gangguan irama jantung serta hipertensi atau peningkatan tekanan darah yang sulit diturunkan dengan obat-obatan.

"Banyak pasien hipertensi yang terus ditambah dosis obatnya untuk menurunkan tensinya. Dokter terkadang lupa untuk mengecek apakah pasien itu mengalami OSA atau mendengkur saat tidurnya," kata dokter dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, ini.

Hipertensi kronik juga bisa menyebabkan penebalan otot jantung serta pengentalan darah. "Risiko stroke menjadi sangat tinggi," imbuhnya.

Menurut dr Rismawati Tedjasukmana, Sp S, peneliti tidur, sleep apnea bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi sampai lansia. "Pada bayi biasanya disebabkan karena kelainan pertumbuhan rahang. Sedangkan pembesaran amandel pada anak usia sekolah juga akan menyebabkan mengorok," katanya dalam kesempatan yang sama.

Pada orang dewasa, kondisi-kondisi tertentu bisa mengundang sleep apnea, misalnya saja kegemukan. "Peran terbesar pada terjadinya sleep apnea memang berat badan. Tetapi di lain pihak orang yang sleep apnea juga berat badannya lebih mudah naik," imbuh Risma.

Gangguan tidur akan mengganggu keseimbangan hormon-hormon, misalnya saja hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Gangguan hormon insulin juga akan memicu penyakit diabetes.

"Jika kita ngorok artinya napasnya tidak plong. Karena itu harus diterapi agar tidak sampai terjadi komplikasi penyakit," kata Bambang.

Mengurangi berat badan, berhenti merokok, atau tidur dengan posisi miring bisa dilakukan untuk mengurangi dengkuran. Pada kasus yang lebih berat, cara yang efektif untuk mengatasi sleep apnea adalah penggunaan alat khusus untuk memberikan tekanan udara ke saluran napas Anda.



Sumber Kompas



Info Alkes

Senin, 01 April 2013

Sleep Paralysis, Panik dan Merasa Lumpuh Saat Tidur

Kompas.com - Mungkin Anda pernah merasakan sensasi rasa panik saat tidur karena tubuh seolah-olah ditindih sesuatu namun Anda tidak bisa bergerak, berteriak, apalagi terbangun. Masyarakat menyebut fenomena itu sebagai tindihan karena mahluk halus.

Menurut penjelasan medis, tindihan disebut dengan kelumpuhan saat tidur (sleep paralysis). Ini adalah fenomena yang normal. Hampir setiap orang dalam hidupnya pernah mengalami kelumpuhan saat tidur, termasuk orang dari negara maju.

Kelumpuhan saat tidur, menurut penjelasan dr.Rismawati Tedjakusuma, spesialis saraf dan ahli tidur, disebabkan karena adanya ketidaksesuaian antara tidur REM dengan bangun.

Fase tidur REM adalah periode tidur yang paling dalam nyenyak. Pada tahap inilah mimpi terjadi. Selama tidur REM otot-otot berada dalam kondisi yang sangat lemah. "Ini mekanisme alami supaya kita tidak memeragakan mimpi yang dialami," katanya.

Nah, saat mengalami sleep paralysis otak sebenarnya sudah keluar dari tahap REM tetapi tubuh belum sehingga otot-otot masih lemah. "Jadi rasanya seolah-olah kita ingin bangun dan buka mata tapi tubuh tidak bisa digerakkan," kata Risma yang juga anggota Indonesia Sleep Society ini.

Sebagian besar orang percaya bahwa tindihan bisa mengancam nyawa. Namun menurut Risma ketakutan itu tidak berdasar. "Memang rasanya sesak napas, tetapi jika kita rileks dan tenang lama-lama perasaan lumpuh itu akan hilang sendiri," katanya.

Meski tidak berbahaya, namun sleep paralysis yang terlalu sering perlu diwaspadai. "Jika kita mengalami fenomena itu seminggu dua kali saja, perlu diperiksakan," imbuh dokter dari RS.Medistra Jakarta ini.

Sleep paralysis bisa menjadi gejala dari penyakit gangguan tidur lainnya, misalnya saja henti napas saat tidur (sleep apnea), serangan tidur mendadak (narcolepsy), kecemasan, bahkan depresi. Orang-orang yang pernah mengalami trauma psikologis juga lebih rentan mengalami sleep paralysis.

Sleep paralysis juga biasanya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi terlentang atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur. Karena itu sebaiknya kita mengubah posisi tidur beberapa kali saat tidur.



Sumber Kompas



Info Alkes

Minggu, 24 Maret 2013

Obat Tidur Berpotensi Pertajam Ingatan

KOMPAS.com — Zolpidem (Ambien), obat yang menjadi andalan banyak orang ketika mengalami insomnia, ternyata tidak hanya membantu Anda untuk tidur, tetapi juga membuat ingatan Anda lebih tajam.

Menurut studi baru yang dipublikasi dalam Journal of Neuroscience, Ambien dapat meningkatkan kemampuan otak, khususnya daya ingat. Obat ini dapat memindahkan informasi yang disimpan otak dari ingatan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang.

Hasil studi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terapi baru yang meningkatkan kemampuan mengingat pasien demensia, Alzheimer, dan skizofrenia.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa adanya fenomena "sleep spindles", yaitu aktivitas otak yang terjadi dalam fase tidur tertentu. Sleep spindles berperan dalam membentuk ingatan.

"Sleep spindles dapat memindahkan informasi dari ingatan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang," ujar penulis utama studi Sara C Mednick, profesor psikologi di University of California. Namun, fenomena ini berkurang secara drastis pada kelompok lansia sehingga menyebabkan demensia dan pikun.

Studi terbaru mengenai manfaat Ambien ini melibatkan 49 orang yang memiliki tidur sehat yang berusia di bawah 40 tahun. Mereka diberi dalam beberapa kelompok, ada yang mendapat obat Ambien atau sodium oxybate (Xyrem) dan plasebo selama beberapa hari.

Ambien diketahui dapat meningkatkan aktivitas spindle, sedangkan Xyrem dapat menurunkannya. Para peneliti memantau tidur para peserta, dan memberikan beberapa pengukuran dalam hal rasa kantuk, mood, dan tes ingatan. Hasilnya, sleep spindles meningkat pada peserta yang diberi Ambien.

Kendati demikian, Mednick dan rekan peneliti lain tidak menyarankan untuk mengonsumsi Ambien dengan tujuan meningkatkan daya ingat karena obat ini memiliki efek samping yang cukup berat dari mulai halusinasi, masalah perilaku, hingga kebingungan yang parah.



Sumber Kompas



Info Alkes

Minggu, 17 Maret 2013

Hindari Tidur dalam Ruangan Terlalu Dingin

Kompas.com - Kebanyakan orang lebih suka tidur dalam ruangan yang adem sehingga pendingin ruangan dipasang dalam suhu yang cukup dingin. Tetapi menurut penelitian di Jepang ternyata cara tidur seperti itu tidak sehat.
Penelitian menemukan, orang yang tidur malam dalam suhu ruangan terlalu dingin (misalnya sekitar 14 derajat celcius) cenderung memiliki tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih tinggi di pagi hari.
Tekanan darah kita secara alami akan meningkat di pagi hari saat kita terbangun. Tetapi jika kita memasang suhu ruangan terlalu dingin, pembuluh darah akan mengerut dan jantung bekerja lebih keras untuk menjaga tubuh kita tetap hangat.
Menurut Keigo Saeki, ahli epidemiologi dari Japan's Nara Medical University, kondisi tersebut akan bertahan sekitar dua jam. Dalam jangka panjang hal ini berdampak buruk pada jantung.
Dalam penelitian yang dilakukan Saeki, orang-orang yang tidur dalam suhu ruangan di bawah 15 derajat celcius memiliki peningkatan tekanan darah antara 6-8 persen dibandingkan dengan mereka yang tidur dalam suhu sekitar 24 derajat celcius.
Tekanan darah yang tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Tekanan darah biasanya terjadi secara bertahap. Jika tidak dirawat, tekanan darah yang berlebihan ini bisa merusak organ dan jaringan. Makin tinggi tahap tekanan darah, makin besar pula risiko kerusakan yang ditimbulkan.


Sumber Kompas


Info Alkes