Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juli 2013

Dua Langkah Cegah Penyakit Jantung


KOMPAS.com — Sampai saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menempatkan penyakit kardiovaskular, seperti jantung koroner, stroke, dan juga hipertensi sebagai penyebab kematian nomor satu.

Agar kita bisa terhindar dari penyakit yang terus memakan korban jiwa ini, menjalankan gaya hidup sehat menjadi wajib hukumnya. Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk memastikan organ jantung selalu sehat adalah menjaga kadar tekanan darah dan kolesterol.

Para peneliti dari Medical University of South Carolina menemukan, pasien penderita hipertensi yang menurunkan kadar tekanan darahnya saja atau kadar kolesterolnya saja, risiko terkena serangan jantung hanya turun menjadi 20 persen dan 35 persen.

Berbeda hasilnya jika seorang pasien hipertensi berusaha menjaga agar kadar tekanan darah dan kolesterolnya tetap normal. Risiko terkena serangan jantung berkurang sampai lebih dari 50 persen.

Tekanan darah tinggi akan merusak lapisan pembuluh darah sehingga kolesterol mudah terserap masuk. Namun, jika menjaga kedua faktor tersebut, Anda akan membatasi jumlah kolesterol yang bisa masuk sekaligus melindungi kerusakan arteri.

Kebanyakan dokter lebih fokus untuk menurunkan kadar kolesterol pasiennya, padahal tekanan darah juga penting untuk dicek secara berkala dan dijaga agar selalu normal.

Menurut studi yang dimuat dalam jurnal Annals of Internal Medicine, untuk mengetahui kadar tekanan darah yang akurat, dibutuhkan pengukuran sampai dengan enam kali. Karena itu, selain di ruang dokter, Anda juga bisa mengukur tensi darah di toko obat atau di rumah jika memiliki alatnya.

Selain itu, sebaiknya ukur tensi darah pada kedua lengan. Menurut Aaron Michelfelder, peneliti dari Loyola University Stritch School of Medicine, hasil pengukuran yang berbeda bisa menjadi gejala penyakit pembuluh darah periferal yang akan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.



Sumber Kompas



Info Alkes

Jumat, 12 Juli 2013

Bekam, Membuang "Darah Kotor" Mengobati Penyakit

 Praktek bekam ala India.
Kompas.com - Praktek bekam yang kini sedang populer di Indonesia sejatinya adalah praktek pengobatan penyakit yang sudah ada sejak ribuan tahun silam. Orang yang rutin melakukan bekam diyakini akan sembuh dari berbagai penyakit.

Bekam adalah metode pengobatan kuno yang sudah dipakai sejak zaman Yunani Kuno dan disebutkan dalam catatan medis Sanskerta ribuan tahun lalu. Bekam juga dipakai oleh ilmuwan kedoketeran Ibnu Sina.


Praktek bekam pada dasarnya adalah mengeluarkan "darah kotor". Teknik ini meniru proses menstruasi pada wanita. Ahli kedokteran Yunani Kuno, Hipokrates, percaya bahwa menstruasi berfungsi untuk membersihkan diri kaum wanita.


Praktisi bekam meyakini darah kotor adalah sumber dari segala penyakit. Jika darah tersebut dikeluarkan, tubuh akan memproduksi darah baru sehingga tubuh menjadi sehat dan bugar. Karena itu diperlukan beberapa kali sesi bekam.


Di Eropa, praktek bekam dilarang sejak akhir abad ke-19 karena menurut dokter pasien-pasien yang dibekam menjadi lebih lemah dan mudah terkena infeksi. Risiko infeksi bisa timbul karena alat-alat yang digunakan tidak higienis.


Ala India


Di India, praktek bekam bisa ditemui di pinggir-pinggir jalan daerah Delhi. Pasien diharuskan berdiri dan berjemur di bawah sinar matahari selama 1,5 jam supaya aliran darah lebih lancar.


Kemudian pasien, masih dalam posisi berdiri, dililit tali mulai dari bagian pinggang sampai kaki, kemudian dilakukan sayatan menggunakan silet.  


Salah satu pemilik praktik bekam ala India tersebut adalah Hakim Ghyas. Setiap harinya ia melayani ratusan pasien. Pria berusia 79 tahun itu mengklaim teknik bekam yang dilakukannya bisa mengobati hampir semua jenis penyakit artritis, penyakit jantung, bahkan kanker darah stadium awal.


Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Ghyas mengatakan praktek pengobatan yang dilakukannya itu memungut bayaran secara sukarela karena kebanyakan pasien adalah orang miskin.


Untuk membiayai kehidupannya sehari-hari, Ghyas mengandalkan pada gaji anak laki-lakinya yang bekerja sebagai penjaga toko, sementara anaknya yang lain mengikuti jejaknya dan membantu praktek bekam.


Manfaat


Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui manfaat dari metode bekam. Salah satunya adalah yang dilakukan terhadap 60 orang gemuk yang rutin melakukan bekam. Ternyata bekam bisa menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat, serta meningkatkan kadar kolesterol baik.


Hasil studi yang dimuat dalam BMC Medicine tersebut cukup mengejutkan. Studi lain yang dimuat dalam Journal of the American Medical Association juga menyebutkan orang yang mendonasikan darahnya setiap 6 bulan sekali lebih jarang terkena serangan jantung dan stroke.


Para ahli menduga manfaat kesehatan tersebut karena kadar zat besi dalam darah berkurang. Kadar zat besi yang tinggi terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.


Terapi sedot darah menggunakan lintah yang sempat populer di Inggris juga diklaim bisa mengurangi rasa nyeri lutut akibat artritis. Penelitian lain menyebutkan nyeri saraf akibat penyakit herpes bisa berkurang setelah sedot lintah.




Sumber Kompas




Info Alkes

Senin, 15 April 2013

Obesitas di Usia Muda Beresiko Penyakit Ginjal

Kompas.com - Kegemukan dan obesitas telah dikaitkan dengan berbagai macam penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dan beberapa penyakit lain. Menurut studi terbaru, obesitas sejak muda juga dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal.

Sebuah studi baru jangka panjang menganalisa data lebih dari 4.600 orang di Inggris yang lahir pada Maret 1946. Para peserta memiliki indeks massa tubuh yang bervariasi, yaitu 20, 26, 36, 43, 53, 60, dan 64. Indeks massa tubuh merupakan pengukuran lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat tubuh. Indeks massa tubuh di atas 29 sudah tergolong obesitas.

Para peserta yang mengalami kegemukan hingga obesitas di usia muda atau usia 26 atau 36 memiliki risiko penyakit ginjal kronik lebih tinggi pada usia 60 hingga 64 tahun. Risiko tersebut dibandingkan dengan mereka yang tidak obesitas di usia muda maupun di usia tua.

Menurut studi yang dipublikasi dalam Journal of the American Society of Nephrology ini, memiliki rasio lingkar pinggang-pinggul yang lebih besar selama usia pertengahan juga dikaitkan dengan penyakit ginjal kronik pada usia 60 hingga 64 tahun.

Para peneliti menyimpulkan bahwa 36 persen risiko penyakit ginjal kronik pada usia 60 hingga 64 tahun dapat dicegah jika menghindari obesitas hingga mencapai usia tersebut.

"Ini adalah pelaporan pertama bagaimana usia mengalami obesitas mungkin dapat mempengaruhi risiko penyakit ginjal," ujar penulis studi dr. Dorothea Nitsch dari London School of Hygiene & Tropical Medicine.

Kendati demikian, masih belum jelas obesitas di usia muda pasti menyebabkan penyakit ginjal kronik di usia tua. Namun para peneliti berpendapat risiko menderita penyakit ginjal kronik akan semakin besar jika mengalami obesitas di usia muda.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 1,4 miliar orang dewasa mengalami kegemukan di 2008, termasuk 500 juta di antaranya mengalami obesitas.



Sumber Kompas



Info Alkes

Minggu, 14 April 2013

Dikembangkan Cara Cegah Penyakit pada Obesitas

Kompas.com - Berat badan sangat berlebih alias obesitas memang identik dengan penyakit. Namun menurut studi terbaru yang dimuat dalam jurnal Cell Press orang obesitas punya peluang untuk tetap sehat dan terbebas dari risiko penyakit kronis.

Para peneliti dari University of Tokyo menemukan bahwa, pada tikus, penghambatan suatu protein tertentu yang terkait dengan kondisi obesitas dan inflamasi dapat mencegah terjadinya diabetes. Mereka percaya hasil penemuan ini dapat berkembang menjadi sebuah perlakuan nyata untuk mencegah penyakit pada orang obesitas.

Protein ini, yang dikenal dengan nama apoptosis inhibitor of macrophage (AIM) ditemukan dalam konsentrasi yang tinggi dalam orang obesitas. AIM bekerja untuk mereduksi jumlah lemak yang disimpan saat seseorang mulai mengalami obesitas. Semakin bertambah berat badan, semakin banyak AIM yang diproduksi tubuh.

Padahal kadar AIM yang berlebihan di darah akan berbahaya. Hal ini dikarenakan AIM memicu antibodi yang menyerang tubuh, sehingga menyebabkan inflamasi. Inflamasi akan memicu banyak masalah kesehatan yang terjadi saat mengalami obesitas.

"Obesitas dapat mengembangkan penyakit metabolik dan kardiovaskular yang awalnya  dipicu oleh resistensi insulin dan disebabkan oleh inflamasi kronis," ujar para peneliti yang diketuai oleh Toru Mizayaki.

"Penghambatan AIM berpotensi menjadi terapi untuk mencegah bukan hanya resistensi insulin dan gangguan metabolisme, tetapi juga autoimunitas dalam kondisi obesitas."

Para peneliti juga menemukan bahwa kadar antibodi imunoglobulin M (IgM) mengalami peningkatan pada tikus yang diberi diet tinggi lemak. IgM juga dapat berikatan dengan AIM, yang dapat menyebabkan produksi antibodi lebih meningkat.

"Ikatan AIM-IgM berperan penting dalam proses autoimun yang terkait obesitas," tulis para peneliti dalam studi tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa kadar AIM yang tinggi dalam darah  berkorelasi dengan indeks massa tubuh yang tinggi, terutama pada pasien dengan penyakit autoimun. Mereka berpendapat, dengan menghambat AIM maka dapat membantu mencegah penyakit terkait obesitas pada manusia.

"Namun, tingkat AIM lebih bervariasi pada  manusia dibandingkan pada tikus," tulis para peneliti. Sehingga untuk mengaplikasikan hasil temuan ini pada manusia mungkin masih memerlukan waktu yang lama, selain membutuhkan penelitian lebih lanjut terhadap manusia.



Sumber Kompas



Info Alkes

Selasa, 09 April 2013

Cegah Stres dan Penyakit dengan Musik

Kompas.com - Berbagai kajian menunjukkan manfaat musik untuk meningkatkan kekebalan tubuh sampai pengobatan penyakit. Analisa terbaru terhadap lebih dari 400 laporan ilmiah bahkan menyebutkan musik mungkin lebih baik dibanding obat untuk beberapa jenis penyakit.

Studi yang diketuai oleh Profesor Daniel K. Levitin dari Departemen Psikologi McGill University menganalisa ratusan studi mengenai bagaimana pengaruh musik dalam tubuh. Secara garis besar ada dua area yang mendapat manfaat besar dari musik, yaitu sistem imun dan keadaan mental dalam mengurangi stres.

"Kami menemukan bukti yang kuat bahwa intervensi musik memiliki peran penting untuk kesehatan, mulai dari kamar operasi sampai klinik keluarga," ujar Levitin.

Namun yang lebih penting, lanjut Levitin, telah ditemukan mekanisme neurokimia yang dipengaruhi musik memberikan efek terbesar untuk 4 hal, yaitu manajemen mood, stres, imunitas, dan ikatan sosial.

Berikut beberapa kesimpulan dari telaah:

- Mendengarkan musik jauh lebih baik ketimbang obat untuk mengurangi stres sebelum operasi.

- Orang yang mendengarkan musik memiliki kenaikan tingkat imunoglobulin A, yaitu antibodi yang ada pada jaringan mukosa dan membantu mencegah infeksi.

- Orang yang mendengar musik memiliki jumlah sel imun yang disebut sebagai "pembunuh sel alami" lebih banyak. Sel imun tersebut berguna untuk melawan bakteri, sel infeksi, dan sel kanker.

- Mendengarkan musik dapat mengurangi kadar kortisol pada tubuh. Kortisol merupakan hormon stres yang memiliki banyak efek psikologis negatif dan dapat memicu obesitas.



Sumber Kompas



Info Alkes

Jumat, 05 April 2013

Biaya Penyakit Gaya Hidup Bakal Melonjak

Kompas.com - Alokasi biaya kesehatan untuk penyakit degeneratif akibat gaya hidup tidak sehat diperkirakan akan membebani negara melalui Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang akan digulirkan di tahun 2014 mendatang. Dibandingkan dengan penyakit infeksi, penyakit tidak menular akibat gaya hidup membutuhkan perawatan seumur hidup.

Menurut Hannah Nawi, Associate Director, Healthcare Practice, Asia Pasific, Frost & Sullivan, penyakit "lifestyle" seperti kanker atau stroke membutuhkan perawatan seumur hidup. "Pengobatan penyakit lifestyle tidak dapat sekali berobat langsung sembuh, tetapi bertahap seumur hidup," tuturnya dalam acara Media Briefing yang bertajuk "Prediksi Industri Kesehatan Indonesia 2013" beberapa waktu lalu di Jakarta.

Melalui SJSN, biaya pengobatan akan ditanggung pemerintah, khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu membayar premi. "Maka tentu saja penambahan penderita penyakit lifestyle akan membebani biaya kesehatan yang ditanggung pemerintah," ujarnya.

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia Sutoto mengatakan, rumah sakit seharusnya tidak melihat SJSN sebagai ancaman, melainkan peluang. "Dengan adanya SJSN, 8,5 juta masyarakat miskin yang tadinya tidak punya akses jadi terfasilitasi dan dibayar preminya oleh pemerintah," ujarnya.

Selain memfokuskan untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat untuk mengurangi beban biaya pemerintah, Sutoto mengatakan, perbaikan tenaga kesehatan juga perlu dilakukan. Indonesia memiliki rasio 3 dokter berbanding 10.000 pasien. Sedangkan, Malaysia 9 dokter berbanding 10.000 pasien.

"Dengan menambah jumlah dokter serta rumah sakit yang dapat memberikan biaya pengobatan yang lebih efektif dan efisien, SJSN akan berjalan dengan baik," katanya.



Sumber Kompas



Info Alkes

Kamis, 04 April 2013

10 Penyakit Paling Berbahaya pada Anak

Bocah disuntik vaksin difteri di Rumah Sakit Ibu Anak Kendangsari, Surabaya, Senin (12/11). Sekitar 5 juta anak di 19 kabupaten dan kota di Jawa Timur dijadwalkan imunisasi difteri serentak pada 12-24 November 2012. Jawa Timur menyumbang 83 persen kasus difteri nasional. Surveilans hingga Mei 2012, kasus difteri terjadi pada 439 orang, 19 orang di antaranya meninggal.

KOMPAS.com — Dalam perkembangan teknologi dan pengetahuan dunia kedokteran modern telah ditemukan berbagai cara mencegah terjadinya penyakit, khususnya penemuan teknologi modern vaksinasi. Namun, meski telah banyak ditemukan berbagai imunisasi pada anak, tetap saja berbagai penyakit berbahaya mengancam jiwa sebagian anak-anak di dunia.

Hal ini terjadi karena program imunisasi yang telah dijalankan oleh berbagai negara di dunia tidak dapat berjalan sesuai yang dikehendaki karena berbagai faktor. Penyebab utama tidak terlaksananya program imunisasi adalah rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat, khususnya di negara berkembang, tentang pentingnya imunisasi. Terlebih lagi, saat ini, sebagian kelompok tertentu tengah gencar melakukan kampanye hitam atau black campaign tentang imunisasi.

Inilah 10 penyakit paling berbahaya pada anak

1.  Infeksi saluran napas bawah

Penyakit mematikan di dunia modern adalah sejumlah infeksi pernapasan bagian bawah. Infeksi saluran pernapasan bawah termasuk pneumonia dan bronkitis. Sulit untuk percaya, tetapi faktanya infeksi saluran pernapasan bawah jauh melebihi jumlah korban tewas di seluruh dunia dibanding AIDS dan malaria. Angka kematian: lebih dari 4 juta jiwa setiap tahun.

2.  HIV / AIDS

Angka kejadian: sekitar 39,4 juta orang yang hidup dengan AIDS. HIV atau human immunodeficiency virus tidak lebih dari pengikisan terhadap sistem kekebalan tubuh seseorang, ketika pasien rentan terhadap infeksi lain. Adapun AIDS atau acquired immunodeficiency syndrome biasanya mengikutinya dalam waktu 8 sampai 15 tahun, kecuali pasien menerima pengobatan. Sering kali, pasien meninggal karena TB atau pneumonia setelah infeksi AIDS. Angka kematian: 3 juta jiwa per tahun.

3.  Malaria

Angka kejadian: 300-515.000.000 orang didiagnosis masuk dalam kasus ini setiap tahun, dan sebagian besar di antaranya berada di Afrika. Malaria ditularkan oleh hewan paling mematikan di dunia yang dikenal manusia: nyamuk anopheles betina. Bahkan, malaria tidak dapat dialihkan melalui kontak fisik, tetapi tetap saja menyumbang jutaan kematian di seluruh dunia setiap tahun. Statistik menunjukkan bahwa setiap 30 detik seorang anak meninggal akibat malaria di Afrika. Angka kematian: 1-5 juta jiwa setiap tahun.

4.  Diare
Angka rata-rata infeksi: 4 miliar kasus didiagnosis setiap tahunnya. Diare pada anak sering disebabkan oleh rotavirus. Penyebab diare lainnya adalah kolera, disentri, dan sejumlah infeksi bakteri lainnya, seperti cacing mikroskopis. Diare mudah disembuhkan jika diobati secara dini. Kebanyakan kematian akibat diare, terutama pada anak-anak, berhubungan dengan dehidrasi. Angka kematian: sekitar 2,2 juta jiwa setiap tahun.

5.   Tuberkulosis

Angka kejadian: 2 miliar orang didiagnosis tuberkulosis (TB) setiap tahun. TB membunuh jutaan orang setiap tahun. Fakta: sepertiga dari populasi dunia terinfeksi. Meski demikian, bahkan dengan semua fakta ini, kasus TB baru masih menjadi diagnosis dari tahun ke tahun. Seolah-olah orang tidak benar-benar peduli lagi akan tertular penyakit. Gejala TB termasuk menggigil, demam, batuk kronis, lemah, dan penurunan berat badan. Hal ini sangat menular serta dapat menyebar melalui bersin dan batuk. TB tidak diragukan lagi merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia dalam hal tingkat kematian. Angka kematian: 2 juta jiwa setiap tahun.

6.  Campak

Angka kejadian: lebih dari 30 juta orang, kebanyakan anak-anak, terinfeksi setiap tahun. Campak dapat dengan mudah disembuhkan, tetapi mematikan jika tidak ditangani. Penyakit ini terjadi terutama pada anak-anak, dan terutama di negara-negara berkembang seperti Afrika dan beberapa di Asia Tenggara. Akan tetapi, virus campak dapat menginfeksi bahkan terhadap orang dewasa. Campak dapat menyebabkan kerusakan otak, kebutaan, dan anak-anak rentan terhadap diare dan pneumonia. Angka kematian: 1.400 orang diperkirakan meninggal akibat campak setiap hari.

7.   Batuk rejan

Angka kejadian: 20 sampai 40 juta kasus terdiagnosis setiap tahunnya. Batuk rejan, atau pertusis, adalah penyakit yang sangat mematikan. Hal ini sangat menular dan, sekali seseorang terinfeksi, maka penyakit ini dapat menyebabkan sejumlah penyakit pernapasan akut pada seseorang. Apa yang tampak seperti batuk biasa bisa membunuh Anda. Batuk rejan dapat diobati dengan antibiotik. Namun, vaksin masih menjadi cara untuk mendapat kekebalan yang optimal. Angka kematian: 200.000 sampai 300.000 jiwa setiap tahun.

8.  Tetanus

Angka kejadian di dunia: 500.000 kasus didiagnosis setiap tahun. Secara level, tetanus mudah mengalahkan meningitis dan sifilis dengan tingkat infeksi yang tinggi dan korban meninggal. Anda lihat, clostridium tetani, spora tetanus bakteri yang hidup di tanah, dan sebagainya, ada di mana-mana. Sesuatu yang sederhana seperti luka kecil atau luka dapat menginfeksi Anda dengan penyakit beberapa hari setelah kontak dengan permukaan yang kotor. Negara-negara di Asia Tenggara dan Sahara, Afrika, masing-masing memiliki jumlah kematian 82.000 dan 84.000 jiwa setiap tahun, meskipun infeksi tetanus dapat ditemukan di seluruh dunia. Angka kematian: 214.000 orang setiap tahun.

9.   Infeksi selaput otak (meningitis)

Meningitis dapat disebabkan bakteri. Penyakit mematikan ke-9 di dunia modern adalah meningitis umum. Jumlah rata-rata infeksi: lebih dari 1 juta orang setiap tahun. Meningitis merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia, tidak hanya dalam hal tingkat kematian, tetapi juga dalam kehidupan setelah pemulihan penuh juga. Infeksi yang fatal meliputi otak dan sumsum daerah tulang belakang. Bahkan, dengan diagnosis dini dan pengobatan yang dilakukan secara segera, 5 sampai 10 persen dari pasien yang mengalaminya tetap tidak tertolong. Sebanyak 10 sampai 20 persen pasien yang telah sembuh menderita gangguan pendengaran, kerusakan otak, atau ketidakmampuan belajar. Angka kematian: 174.000 jiwa setiap tahun.

10.  Difteri

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini termasuk berbahaya dan dapat mengancam jiwa anak dalam cepat. Tanda dan gejala hanya diawali demam dan sakit tenggorokan serta timbulnya bercak putih di tenggorokan. Bila tidak diobati dengan cepat, maka hal ini dapat segera mengancam jiwa karena dapat membuntukan saluran pernapasan, jantung, sehingga dapat dengan cepat mengancam jiwa karena komplikasi tersebut.



Sumber Kompas



Info Alkes

Selasa, 26 Maret 2013

Kenali Perjalanan Alami Penyakit Alergi

Kompas.com - Angka kejadian alergi pada anak terus meningkat. Penyakit yang sangat dipengaruhi oleh faktor genetik ini memiliki perjalanan alami yang manifestasinya berbeda-beda sesuai perkembangan usia anak.

Perjalanan alami penyakit alergi disebut juga dengan Allergy March. Ini berarti penyakit alergi sebenarnya tidak bisa sembuh namun akan menghilang untuk kemudian muncul kembali di usia tertentu.

"Sekali alergi tidak akan bisa lepas karena alergi bukanlah penyakit yang berhenti di satu titik," jelas Dr.Zakiudin Munasir, Sp.A(K), kepala divisi dan konsultan alergi-imunologi dari FKUI/RSCM dalam acara bertajuk Pencegahan Alergi Primer dan Dampak Ekonomi di Jakarta (19/3/13).

Dokter Zaki mencontohkan, pada bayi jenis alergi yang paling sering adalah alergi makanan, misalnya susu sapi. Manifestasinya adalah dermatitis atopik atau diare pada bayi.

Seiring dengan pertambahan usia, alergi makanan akan berkurang karena sistem pencernaan bayi semakin matang. Kemudian yang rentan terkena adalah sistem pernapasan.

"Di usia pra sekolah biasanya berganti menjadi asma karena anak sudah mulai sering beraktivitas di luar. Kemudian bertambahnya usia berganti lagi menjadi rhinitis alergi yang akan terus menetap sampai akhir hayat," paparnya.

Prof.Ulrich Whan, ahli bidang pneumonolgy dan allergology dari Jerman, menjelaskan bahwa alergi telah menjadi epidemi di zaman modern.

"Angka kejadian penyakit infeksi terus turun, sementara penyakit yang berkaitan dengan sistem imun seperti alergi terus meningkat," katanya dalam kesempatan yang sama.

Ulrich menambahkan, setiap bayi baru lahir pada dasarnya memiliki risiko alergi sekitar 5-15 persen. "Terlebih jika salah satu atau kedua orangtuanya juga memiliki riwayat alergi. Bayi tersebut beresiko tinggi juga memiliki alergi," katanya.

Pengobatan dan perawatan penyakit alergi ternyata membutuhkan biaya kesehatan cukup tinggi. Di Perancis, misalnya, setiap bayi yang menderita dermatitis atopik atau eksim, setiap tahunnya memerlukan biaya mencapai 1.500 euro (sekitar 19 juta rupiah).

Karena itulah pencegahan alergi menjadi sangat penting. "Tindakan pencegahan bisa dimulai sejak kehamilan dengan cara menghindari paparan asap rokok. Kemudian setelah bayi lahir lakukan pemberian ASI eksklusif," kata Ulrich.



Sumber Kompas



Info Alkes

Senin, 25 Maret 2013

Gangguan Jiwa Pada Penyakit Kronis

KOMPAS.com - Walaupun tidak dapat dihindari, penyakit bisa datang kepada kita semua tanpa kadang bisa dicegah. Terutama sekali adalah penyakit yang sifatnya kronis seperti penyakit kencing manis, jantung, rhematoid atritis atau penyakit ginjal. Saya pernah beberapa kali menulis tentang penyakit ini di kolom kesehatan yang tersedia di Kompasiana ini. Belakangan, kondisi pasien dengan penyakit kronis lebih sering ditemukan di dalam praktek sehari-hari. Pasalnya, gangguan jiwa yang paling ringan sekalipun seperti kecemasan karena penyakitnya atau kesulitan tidur sering menghinggapi pasien dengan penyakit kronik.

Sulit tidur

Kesulitan tidur adalah masalah yang cukup sering dialami pasien yang mengalami masalah penyakit kronik. Pasien dengan gangguan jantung juga rentan mengalami masalah sulit tidur. Beberapa kali saya menemukan kasus insomnia atau sulit tidur pada pasien dengan kondisi pasca prosedur jantung seperti kateterisasi/balonisasi ataupun pemasangan ring.

Sebelum prosedur pengobatan jantung memang pasien mengalami kecemasan karena kondisi jantungnya. Pasien biasanya mengatakan adanya ketegangan sebelum menjalankan prosedur apalagi jika memang pasien memiliki kecenderungan kepribadian yang pencemas. Peningkatan respon saraf otonom dan peningkatan hormon adrenalin sering kali meningkatkan kecemasan pasien yang akhirnya bisa membuatnya mengalami kesulitan tidur menjelang prosedur ataupun sesudahnya. Pada pasien seperti ini, biasanya pengobatan dengan obat anti insomnia golongan non-benzodiazepine seperti Zolpidem bisa membantu.

Pengobatan dengan anticemas memang bisa diberikan jika terdapat kecemasan yang nyata. Belakangan karena potensi ketergantungan dan reaksi putus zat maka obat anticemas golongan benzodiazepine misalnya seperti alprazolam atau clobazam biasanya tidak diberikan dalam jumlah banyak dan lama. Antidepresan SSRI seperti sertraline pada berbagai penelitian baik untuk mengatasi kondisi kecemasan pada pasien jantung.

Depresi

Depresi secara klasik digambarkan dengan wajah (mood) yang sedih, hilangnya minat dan gairah hidup serta ketidakmampuan beraktivitas seperti biasa lagi. Tiga gejala utama itu sering kali juga ditambah dengan gejala-gejala fisik yang terkadang menyerupai gejala penyakit kronik pada beberapa penyakit tertentu. Depresi pada berbagai penyakit kronik adalah suatu hal yang sangat sering terjadi. Angka kejadianya cukup tinggi di kalangan pasien yang mengalami sakit kronik. Penyakit seperti kencing manis (diabetes melitus), gagal ginjal, kanker, penyakit paru kronik adalah sebagian penyakit yang rentan mengalami depresi.

Sayangnya, depresi sering tidak terkenali dengan baik pada penyakit kronik atau dianggap sebagai bagian yang biasa dalam perjalanan penyakit pasien. Padahal depresi yang tidak tertangani dengan baik pada pasien penyakit kronik akan memperberat sakitnya dan menurunkan kualitas hidup. Pengobatan dengan obat antidepresan golongan SSRI seperti Sertraline sangat bermanfaat untuk pasien.

Selain itu, juga edukasi yang baik tentang penyakit pasien baik perjalanan maupun harapan masa depannya akan membantu pasien memahami dan menghilangkan afeksi negatif pasien terhadap kondisi penyakitnya. Pasien diharapkan dapat membantu dirinya sendiri dengan bantuan ahli di bidang kesehatan jiwa seperti psikiater yang memahami masalah medis pasien. Psikoterapi suportif yang bertujuan memperbaiki adaptasi pasien dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting dilakukan selain pengobatan dengan obat antidepresan.

Kenali dan obati segera

Masalah gangguan kejiwaan pada penyakit kronis seringkali terlupakan dalam praktik sehari-hari. Dokter cenderung untuk menganggap gejala gangguan jiwa terutama gejala depresi sebagai bagian yang wajar dalam perjalanan penyakit pasien. Padahal depresi adalah kondisi penyakit medis juga yang membutuhkan pertolongan.

Untuk insomnia, sering kali dokter atau pasien juga menganggap hal ini bersifat sementara. Sering kali pengobatan juga tidak sepenuhnya bisa membantu kalau masalah dasarnya tidak diatasi. Depresi dan kecemasan bisa menjadi latar belakang orang mengalami insomnia. Masalah lain terkait dengan gangguan jiwa pada kondisi medis umum yang kronik adalah ketakutan dalam menggunakan obat psikofarmaka pada pasien.

Obat memang bukan satu-satunya cara pengobatan pada kasus medis kronik namun dengan bekal pengetahuan farmakodinamik dan farmakokinetik obat maka dokter bisa memahami interaksi obat yang mungkin bisa terjadi pada pemakaian obat secara berbarengan. Semoga dengan pengetahuan yang baik tentang aspek kesehatan jiwa pada kondisi medis yang kronik,pasien dengan gangguan medis kronik bisa mencapai kualitas hidup yang lebih baik lagi.

Salam Sehat Jiwa

Glossary :

Antidepresan SSRI : Antidepresan Serotonin Selective Reuptake Inhibitor, pada beberapa kasus merupakan terapi lini pertama untuk depresi dan atau gangguan kecemasan

Benzodiazepine : Obat anticemas, dikenal masyarakat dengan sebutan obat penenang. Merk terkenal adalah valium (diazepam),xanax (alprazolam)

Kateterisasi : istilah lainnya "balonisasi", proses pembukaan jalan darah atau pembuluh darah di jantung yang terhambat karena proses aterosklerosis (penebalan dinding pembuluh darah oleh plak)

Pemasangan ring : pemasangan stent untuk membuka jalan pembuluh darah lebih besar pada beberapa kasus yang gagal dikateterisasi

Farmakodinamik : mekanisme kerja obat pada tubuh manusia

Farmakokinetik : apa yang terjadi pada obat di tubuh manusia (termasuk membahas masalah efek samping obat dan interaksi obat)



Sumber Kompas



Info Alkes