Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Tanda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanda. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Mei 2013

Mudah Fokus pada Detail Tanda IQ Tinggi?

Kompas.com - Sebuah riset terbaru menunjukkan bahwa kecerdasan adalah soal bagaimana pilihan otak untuk mengabaikan sesuatu, bukannya tentang kemampuan otak memproses informasi dengan cepat.

Orang yang memiliki tingkat kecerdasan (IQ) tinggi cenderung lebih lambat mendeteksi gerakan besar di latar belakang karena otak mereka menyaring informasi yang dianggap tidak penting. Karena itu mereka lebih pandai dalam mendeteksi obyek bergerak berukuran kecil.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 53 orang dan dimuat dalam Current Biology. Penelitian dilakukan dengan tes penglihatan dan tes kecerdasan standar.

Hasil penelitian menunjukkan, orang dengan skor IQ tinggi lebih cepat dalam mengenali gerakan arah panah berukuran kecil di layar komputer.

"Dari studi sebelumnya kami menyangka para partisipan akan kesulitan mendeteksi gerakan besar, tetapi ternyata orang dengan IQ tinggi paling payah dalam hal itu," kata Michael Melnick dari Universitas Rochester.

Para peneliti menjelaskan bahwa dalam kebanyakan skenario, gerakan di latar belakang tidak terlalu penting dibanding objek kecil yang bergerak di bagian depan. Misalnya saja saat menyetir mobil, berjalan di lorong, atau menggerakkan mata ke dalam ruangan.

Semakin tinggi tingkat kecerdasan seseorang, demikian juga dengan kemampuan mereka menyaring gerakan di latar belakang yang mengganggu dan berkonsentrasi pada apa yang ada di depan.

"Untuk kecerdasan, dibutuhkan kemampuan memproses informasi penting dengan cepat. Tapi kita juga perlu bisa fokus pada informasi yang paling penting dan menyaring yang tidak penting," kata Duje Tadin, salah satu peneliti.

Dalam studi awal terhadap 12 orang, ada korelasi sebesar 64 persen antara penekanan gerakan dan tingkat IQ. Dalam studi lebih besar terhadap 53 orang, kaitannya mencapai 71 persen.

Meski begitu kemampuan untuk mengabaikan gerakan di latar belakang bukan satu-satunya cara untuk mengukur kecerdasan. Hal ini karena kecerdasan adalah susunan yang selalu berubah, kita tidak bisa mendeteksinya hanya dari satu bagian otak saja.

"Namun karena tes ini sangat sederhana dan paling dekat dengan nilai IQ, maka ini bisa menjadi petunjuk tentang apa yang membuat otak lebih efisien dan tentunya lebih cerdas," kata Tadin.



Sumber Kompas



Info Alkes

Kamis, 02 Mei 2013

7 Tanda Mengantuk dan Perlu Hindari Mengemudi

KOMPAS.com - Kegiatan apapun yang dilakukan dalam keadaan mengantuk tentu hasilnya tak sama dengan melakukannya dalam kondisi fit. Saat mengantuk, akan terjadi penurunan konsentrasi, kewaspadaan, dan refleks. Konsekuensinya, orang yang mengantuk lebih sering melakukan kesalahan yang mempengaruhi akurasi hasil.

Saat mengantuk tidak disarankan untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dengan konsekuensi berbahaya seperti mengemudi. Namun tak jarang pula orang memaksakan diri.

Dokter spesialis kesehatan tidur Rumah Sakit Mitra Kemayoran dr. Andreas Prasadja mengatakan, mengemudi saat mengantuk sama berbahayanya dengan mengemudi saat mabuk. Bahkan kecelakaan berkendara akibat mengantuk dua kali lipat dibandingkan jumlah kecelakaan akibat kondisi kendaraan yang tidak layak, dan tiga kali lipat dibandingkan dengan jalan yang tidak layak.

Sayangnya, ujar Andreas, rasa kantuk sering tidak disadari akibat penggunaan stimulan seperti kafein dan nikotin yang dapat menunda kantuk. "Stimulan konon dapat mengatasi kantuk, padahal itu hanya bisa menundanya," tandasnya.

Andreas pun memaparkan tanda-tanda klinis yang perlu diperhatikan saat akan/sedang mengemudi. Jika mengalami tanda-tanda ini, maka sebaiknya Anda mengurungkan niat untuk mengemudi.

1. Kehilangan konsentrasi.
Anda mulai sulit untuk fokus terhadap suatu kegiatan yang Anda lakukan. Anda juga sering memikirkan hal-hal lain di luar apa yang seharusnya Anda pikirkan alias pikiran menerawang.

2. Mata lebih sering berkedip.
Anda merasakan mata Anda mulai pedih dan frekuensi berkedip semakin sering.

3. Berulang kali menguap.
Menguap merupakan tanda mengantuk yang umum, yang menandai otak mulai kekurangan oksigen.

4. Sulit menjaga kepala tetap tegak.
Kepala terasa berat dan lebih ingin disandarkan.

5. Melanggar peraturan.
Terutama saat mengemudi, orang yang ngantuk sering melanggar marka jalan, melewati jalur, dan melakukan beberapa pelanggaran lain.

6. Mudah terpancing emosi.
Mudah tersinggung dan marah salah satu tanda Anda mengantuk.

7. Tidak sadar melewati jalan.
Ketika mengemudi, begitu tersadar Anda terkejut karena sudah melewati jalan tertentu.



Sumber Kompas



Info Alkes