Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Operasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Operasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2013

Mengapa Pasien Bisa Tersadar di Meja Operasi?

Kompas.com - Meskipun sangat jarang terjadi, tetapi seorang pasien yang sudah mendapatkan anestesi bisa terbangun saat dokter sedang melakukan pembedahan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Tiba-tiba tersadar saat di meja operasi disebut juga dengan "kesadaran selama pembiusan". Hal ini hanya terjadi pada sekitar 1-2 kali untuk setiap 1.000 penggunaan obat bius. Seorang pasien disebut mengalami kesadaran ketika mereka bisa mengingat dengan benar kejadian yang dialaminya di meja operasi.

Tersadar saat berada di meja operasi lebih banyak dialami pasien yang menjalani operasi jantung, operasi caesar, atau kondisi yang disebabkan trauma. Pada operasi tersebut biasanya dokter tidak memberikan obat dengan dosis yang biasa karena lebih mengutamakan keselamatan pasien.

Kesadaran selama pembiusan bisa terjadi karena peralatan yang dipakai tidak berfungsi atau karena pasien memiliki metabolisme tinggi untuk memecah obat bius lebih cepat dari biasanya.

Walaupun dalam kondisi "sadar" namun kebanyakan pasien tidak merasakan sakit selama mengalami kesadaran saat dioperasi. Meski begitu hal itu bisa menimbulkan trauma dan kecemasan sesudahnya.

Menurut Dr.Morris Brown, kepala bagian anestesi di Henry Ford Hospital, Michigan, AS, mengatakan, tujuan utama pembiusan adalah membuat pasien bebas dari sakit dan stres selama tindakan operasi.

"Jika pasien justru menjadi sadar dan bisa mengingat meski di bawah pengaruh obat bius, maka itu akan menyebabkan gangguan trauma," kata Brown.

Ia menambahkan, pasien tak perlu terlalu khawatir akan terbangun di tengah meja operasi karena kejadiannya termasuk jarang. Sebelum memberikan obat dokter anestesi akan menjelaskan apa yang akan Anda alami selama dibius.

Beberapa pasien mengaku bermimpi selama operasi atau bisa mengingat suasana ruang operasi. Namun hal tersebut ternyata tidak termasuk dalam kondisi "kesadaran saat pembiusan". Sensasi dan memori tersebut kebanyakan tidak sama dengan apa yang sebenarnya terjadi.



Sumber Kompas



Info Alkes

Senin, 08 April 2013

Komplikasi Operasi Pengangkatan Batu Ginjal

KOMPAS.com - Belakangan ini semakin banyak pasien yang mendapatkan prosedur bedah invasif yang minimal untuk menghilangkan batu ginjal. Namun menurut studi teranyar, tingkat komplikasi dari operasi tersebut juga mengalami kenaikan.

Prosedur yang disebut dengan percutaneous nephrolithotomy (PCNL) dilakukan dengan membuat sayatan kecil di punggung dan menggunakan skop berongga untuk mengambil batu ginjal berukuran sedang hingga besar.

Kendati tingkat kematian yang terkait dengan prosedur tersebut tetap rendah dalam 10 tahun masa studi, komplikasi tertentu seperti infeksi darah, mengalami pelonjakan. Studi menemukan bahwa risiko tertinggi mengalami komplikasi terlebih pada mereka yang berusia lanjut dan telah sakit dan dirawat selama beberapa tahun terakhir.

"Kami percaya bahwa penggunakan prosedur ini secara luas pada pasien berusia lanjut dan telah sakit lama mungkin menjadi alasan untuk meningkatkan komplikasi," ujar salah satu peneliti dr. Khurshid Ghani dari Henry Ford Hospital.

Studi yang dimuat dalam Journal of Urology ini menganalisa dari 80.000 pasien yang berusia di atas 18 tahun di Amerika Serikat. Mereka telah mendapatkan prosedur PCNL di antara tahun 1999 hingga 2009. Dalam waktu tersebut, ada peningkatan komplikasi sebanyak 47 persen, terutama di kalangan wanita.

Kehadiran penyakit lain setelah prosedur meningkat pula selama masa studi, dan komplikasi keseluruhan meningkat sekitar 12 persen hingga hampir 16 persen. Catatan khusus untuk infeksi darah meningkat dua kali lipat dari 1,2 persen menjadi 2,4 persen.

Sedangkan tingkat kematian terkait prosedur tidak mengalami perubahan signifikan, dari 0 ke 0,4 persen. Studi menemukan, kematian terjadi pada pasien berusia lanjut.



Sumber Kompas



Info Alkes

Selasa, 19 Maret 2013