Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Kepala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepala. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juli 2013

Kenali Gejala Migren Selain Sakit Kepala


Kompas.com - Sebelum mencapai puncak serangan sakit kepala intens di satu sisi kepala, gejala-gejala migren terkadang sudah muncul 12-24 jam sebelumnya.

Para ahli belum mengetahui penyebab pasti migren. Namun migren diduga berhubungan dengan ketidakseimbangan serotonin dan beberapa zat lain dalam otak.

Secara umum terdapat empat tahap gejala migren. Pada tahap awal, sekitar 60 persen penderita migren mengalami beberapa gejala berupa konstipasi atau diare, keinginan berlebih untuk makan, sulit berkonsentrasi, otot kaku, sering menguap, frekuensi buang air kecil meningkat, kelelahan, serta depresi atau eforia.

"Secara psikologis, ada semacam riam zat-zat kimia di otak sebelum migren dimulai," kata Dawn C.Buse, Ph.D, pakar saraf dari Albert Einstein College of Medicine.

Di tahap kedua, pada penderita migren klasik biasanya akan menerima sinyal peringatan neurologis lebih dahulu, yaitu sekitar 5-20 menit lebih dahulu berupa aura.

Gejalanya bisa berbeda pada setiap orang, tetapi aura atau kilatan cahaya yang membuat penglihatan semakin kabur ini masih menjadi misteri bagi para ilmuwan. Para ahli menduga ini mungkin karena gelombang zat kimia yang menjalar di bagian otak tertentu.

Pada tahap ketiga, muncul rasa sakit pada kepala yang semakin lama semakin kuat. Sebagian penderita juga mengalami sensitivitas berlebihan pada cahaya, suara, bahkan penciuman. Rasa sakit yang dirasakan biasanya akan bertahan selama 72 jam sebelum masuk ke tahap keempat.

Setelah rasa nyeri perlahan berkurang, penderita migren bisa mengalami rasa lelah, sementara ada juga yang merasa sangat senang.

Obat-obatan yang dapat membantu meringankan migren dibagi menjadi dua golongan, obat yang menghentikan atau mengurangi nyeri begitu migren dimulai, dan obat yang mengurangi atau mencegah migren.



Sumber Kompas



Info Alkes

Rabu, 01 Mei 2013

Benturan di Kepala Paling Berbahaya

Kompas.com - Jaringan saraf dalam otak sangat halus dan mudah robek, memar, atau rusak akibat tekanan. Dalam kondisi normal, jaringan saraf dilindungi oleh tulang tengkorak. Terjadinya benturan mendadak dalam suatu kecelakaan bisa membuat perlindungan tersebut hilang.

Cedera kepala biasanya disebabkan oleh kecelakaan di jalan raya, pabrik, terjatuh, atau serangan fisik. Kecelakaan merupakan penyabab utama kematian pada orang-orang di bawah usia 44 tahun.

"Trauma pada otak bisa menyebabkan perdarahan yang berakhir fatal atau kematian. Pecahnya pembuluh darah atau perdarahan akan mengakibatkan korban meninggal lebih cepat," kata dr.Pukovisa, Spesialis Saraf dari Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Ia menjelaskan, ada beberapa mekanisme terjadinya trauma pada kepala. Pertama adalah benturan yang merusak otak secara langsung, benturan yang menyebabkan reaksi radang (inflamasi) hebat dan terus berproses hingga merusak otak, dan terakhir adalah peningkatkan volume darah dalam rongga otak.

"Karena rongga otak tidak mungkin bertambah besar, maka peningkatan volume akan menekan batang otak. Padahal bagian ini sangat vital untuk pusat kesadaran, pengatur pernapasan, dan pengatur denyut jantung," paparnya.

Kefatalan akibat cedera kepala bisa dikurangi dengan penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor dan saat berolahraga, topi keras, serta pelayanan gawat darurat yang lebih baik.

Menggunakan helm dengan pengamanan penuh (full face) akan mencegah terjadinya benturan pada kepala serta menekan risiko perdarahan jika terjadi trauma kepala.

Penanganan

Penangangan gawat darurat diperlukan bagi korban kecelakaan dengan trauma pada kepala. Menurut dr.Roslan Yusni Hasan, spesialis bedah saraf dari RS. Mayapada Tangerang, daerah leher wajib menjadi perhatian saat mengamankan korban kecelakaan dengan trauma kepala.

"Prinsipnya bila korban menderita trauma kepala harus beranggapan ada trauma juga pada lehernya. Sedapat mungkin leher jangan digerakkan," kata Roslan.

Daerah leher adalah salah satu jalan nafas. Benturan yang menyebabkan tulang leher luka atau patah akan menyebabkan jalan nafas terganggu sehingga menyebabkan kematian dengan cepat.

"Sebelum korban dipindahkan dari area kecelakaan, daerah leher harus diberi pengaman sehingga leher tidak terkulai atau tertekuk ke satu sisi yang bisa menyebabkan patah," katanya.

Ditambahkan oleh Pukovisa, jika korban menggunakan helm sebaiknya helm jangan dilepas. Pelepasan helm dikhawatirkan akan menggerakkan leher dan mengakibatkan patah tulang leher.

"Bila ingin memberi udara sebaiknya kaca helm dibuka sedikit dan jangan membiarkan orang berkerumun di sekitar korban. Selanjutnya bisa dilakukan pengecekan jantung, paru, dan otak," katanya.



Sumber Kompas



Info Alkes

Minggu, 07 April 2013

Sakit Kepala Tak Selalu Butuh Obat

Untuk meringankan sakit kepala dan mata lelah, tekan kedua sisi kepala dengan ibu jari selama 20-30 detik.

Kompas.com - Sakit kepala termasuk dalam keluhan yang pernah dialami semua orang. Meskipun sakit kepala perlu diredakan, namun sebaiknya Anda tidak langsung meminum obat saat gejala ini menyerang.

Menurut Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Reri Indriani, sakit kepala dapat disebabkan banyak hal dan tidak harus diatasi dengan obat. Ia mengatakan, lebih baik berfokus pada penyebabnya daripada menggunakan obat untuk sekedar meredakan rasa sakit.

"Obat merupakan bahan kimia yang berbahaya apabila sembarangan dikonsumsi," ungkap Reri dalam acara BPOM Sahabat Ibu yang bertajuk "STOP: Supaya Terhindar (dari) Obat Palsu" Kamis (28/3/2013) di Jakarta.

Obat pereda rasa sakit, termasuk obat sakit kepala, pada dasarnya hanya berfungsi untuk menghilangkan gejalanya saja, tanpa menyembuhkan penyebabnya. Reri mencontohkan, misalnya kurang tidur bisa menyebabkan sakit kepala. Jadi jika diketahui penyebab dari sakit kepala adalah dari kurang tidur, maka tidur adalah obat terbaik untuk menghilangkan sakit kepala yang dirasakan.

Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi obat pereda rasa sakit dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan berbagai kontraindikasi berbahaya. Seperti penyakit jantung, kanker, dan beberapa penyakit saraf.

Sebenarnya sebagian besar sakit kepala akan reda dengan beristirahat . Selain itu ada beberapa cara untuk meredakan gejala sakit kepala tanpa obat, antara lain dengan pijat, akupuntur, peregangan, aerobik, meditasi, yoga, latihan relaksasi, terapi panas dan dingin, membatasi makanan-makanan tertentu, hingga dengan bantuan aliran listrik.



Sumber Kompas



Info Alkes