Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
KOMPAS.com - Mendengarkan musik favorit memang selalu efektif untuk mengembalikan mood dan semangat yang kendur. Tetapi pilihlah musik yang tepat. Musik dengan irama sendu tak akan membantu membuat mood stabil kembali.
Sebuah studi terbaru dari University of Missouri mengatakan, memperbaiki mood dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan mendengarkan musik berirama semangat dan berusaha untuk merasa lebih baik dalam waktu yang bersamaan.
Para peneliti melakukan dua percobaan pada dua kelompok peserta. Percobaan pertama, satu kelompok peserta diminta mendengarkan musik berirama gembira, sedangkan kelompok lainnya mendengarkan musik sedih. Kedua kelompok tadi kemudian dibagi lagi menjadi dua, sebagian diminta untuk mencoba lebih bahagia, dan lainnya tidak.
Yang menarik, hanya kelompok yang mendengarkan musik bahagia dan yang mencoba untuk lebih bahagia yang benar-benar mengalami peningkatan mood.
Percobaan kedua, para peserta diminta untuk mengunjungi laboratorium secara rutin dan mendengarkan musik yang mereka ingin dengarkan. Setengah dari peserta diminta untuk berusaha meningkatkan tingkat kebahagiaan mereka selagi mendengarkan musik, sementara yang lain tidak. Hasilnya, hanya kelompok pertama yang dapat meningkatkan mood mereka.
Penulis studi Kennon M. Sheldon, profesor ilmu psikologi di University of Missouri mengatakan, kitalah yang mengatur mood kita sendiri. Mengerjakan sesuatu yang positif akan membuat kita merasa lebih baik.
Para peneliti mengatakan, memaksakan diri untuk merasa lebih baik mungkin akan menjadi bumerang yang justru menghancurkan mood. Sebaliknya, mendengarkan musik berirama riang saat berusaha merasa lebih baik merupakan strategi yang cerdas.
Kompas.com - Memiliki masalah dengan kemampuan mengingat? Cobalah mendengarkan musik saat tidur. Sebuah studi baru mengatakan, kegiatan tersebut dapat membantu mempertajam daya ingat.
Para peneliti menemukan bahwa mendengarkan suara yang diselaraskan dengan ritme osilasi lambat otak akan meningkatkan proses osilasi sehingga akan meningkatkan daya ingat, bahkan kualitas tidur.
Selama ini sudah diketahui adanya osilasi (getaran) lambat dalam aktivitas otak yang terjadi dalam tahapan tidur yang disebut "slow-wave sleep". Tahapan tidur tersebut merupakan saat kritis dalam pembentukan memori. Di saat itu terjadi proses memindahan memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
Penulis studi dr. Jan Born, dari University of Tubingen di Jerman mengatakan, proses tersebut dapat berjalan dengan baik dengan menggunakan suara dengan intensitas rendah. "Pendekatan ini paling praktis jika dibandingkan dengan metode penajaman memori lainnya seperti stimulasi listrik," ujar Born.
Born dan timnya melakukan tes pada 11 orang yang diberikan stimulasi suara. Ketika para peserta diberi stimulasi suara yang tersinkronisasi dengan osilasi otak yang lambat, mereka mengingat lebih baik hubungan kata yang mereka telah pelajari di hari sebelumnya.
Kendati demikian, bukan sembarang suara yang dapat meningkatkan osilasi otak. Born mengatakan, stimulasi suara yang efektif hanya pada suara yang tersinkronisasi dengan osilasi lambat yang terjadi selama fase tidur dalam.
"Kami menghadirkan stimulasi akustik yang dapat memperkuat osilasi yang lambat. Sehingga dapat meninggikan amplitudo dari osilasi dan memperlama terjadinya periode slow-wave slepp," tutur Born.
Para peneliti menduga teknik ini mungkin dapat juga meningkatkan kualitas tidur. Born mengatakan, metode yang sama mungkin juga dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan otak lainnya, seperti saat terjaga dan memberikan perhatian.
Kompas.com - Berbagai kajian menunjukkan manfaat musik untuk meningkatkan kekebalan tubuh sampai pengobatan penyakit. Analisa terbaru terhadap lebih dari 400 laporan ilmiah bahkan menyebutkan musik mungkin lebih baik dibanding obat untuk beberapa jenis penyakit.
Studi yang diketuai oleh Profesor Daniel K. Levitin dari Departemen Psikologi McGill University menganalisa ratusan studi mengenai bagaimana pengaruh musik dalam tubuh. Secara garis besar ada dua area yang mendapat manfaat besar dari musik, yaitu sistem imun dan keadaan mental dalam mengurangi stres.
"Kami menemukan bukti yang kuat bahwa intervensi musik memiliki peran penting untuk kesehatan, mulai dari kamar operasi sampai klinik keluarga," ujar Levitin.
Namun yang lebih penting, lanjut Levitin, telah ditemukan mekanisme neurokimia yang dipengaruhi musik memberikan efek terbesar untuk 4 hal, yaitu manajemen mood, stres, imunitas, dan ikatan sosial.
Berikut beberapa kesimpulan dari telaah:
- Mendengarkan musik jauh lebih baik ketimbang obat untuk mengurangi stres sebelum operasi.
- Orang yang mendengarkan musik memiliki kenaikan tingkat imunoglobulin A, yaitu antibodi yang ada pada jaringan mukosa dan membantu mencegah infeksi.
- Orang yang mendengar musik memiliki jumlah sel imun yang disebut sebagai "pembunuh sel alami" lebih banyak. Sel imun tersebut berguna untuk melawan bakteri, sel infeksi, dan sel kanker.
- Mendengarkan musik dapat mengurangi kadar kortisol pada tubuh. Kortisol merupakan hormon stres yang memiliki banyak efek psikologis negatif dan dapat memicu obesitas.