Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
KOMPAS.com - Siapa yang tidak ingin memiliki postur tubuh yang tegap dan kokoh? Sayangnya postur tubuh yang salah menyebabkan derajat kemiringan punggung terus bertambah. Kebiasaan duduk, berjalan, atau berdiri yang tidak tepat bisa menjadi penyebab kebungkukan yang semakin menjauhkan dari postur tegap.
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Departemen Rehabilitasi Medik RSCM/FKUI dr. Siti Annisa Nuhonni mengatakan, bungkuk atau kifosis terdiri dari dua jenis yaitu kifosis fungsional dan struktural. Kifosis fungsional masih dapat disembuhkan sehingga masih ada kemungkinan orang dengan kifosis fungsional bisa kembali berpostur tegap.
"Dengan beberapa jenis terapi, kifosis fungsional bisa disembuhkan," ujar Honni, panggilannya, dalam talk show bertajuk 'Kenali Kifosis, Jauhi Penyebabnya: Osteoporosis. Demi Esok yang Lebih Baik' Kamis (25/4/2013) kemarin di Jakarta.
Honni mengatakan, terapi yang terbaik untuk membantu memperbaiki postur orang dengan kifosis fungsional yaitu dengan melakukan olahraga air. Berenang, mengapung, dan berjalan di dalam air adalah beberapa variasinya.
"Banyak gaya berenang yang dapat menarik bahu dan tulang punggung sehingga menjadi lebih tegap, seperti gaya dada atau kupu-kupu. Bahkan dengan berjalan di air yang setinggi dada saja sudah bisa membantu" paparnya.
Prinsip olahraga air dalam mengatasi kifosis fungsional adalah tekanan air yang "memaksa" tubuh untuk memasang postur tegap. "Tidak mungkin kan berjalan bungkuk di air, karena akan lebih sulit," ujar Honni.
Cegah lebih baik
Kifosis fungsional, tutur Honni, disebabkan oleh kebiasaan duduk yang tidak tegak, terlalu banyak membungkuk, kurang menarik bahu, dan beberapa kebiasaan yang berhubungan dengan postur lainnya. Bahkan, berbaring dua bulan di tempat tidur karena sakit juga menyebabkan kifosis jenis ini.
Untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan yang menyebabkan kifosis, sebenarnya dapat dimulai sedini mungkin. "Sebelum terjadi kifosis, sebaiknya menghindari kebiasaan-kebiasaan yang menyebabkannya," kata Honni.
"Bila mulai membungkuk, tariklah bahu dan perut, dan busungkan dada. Bila perlu, mintalah orang terdekat untuk mengingatkan Anda," sarannya.
Selain meninggalkan kebiasaan buruk, pencegahan kifosis yaitu dengan menghindari pengeroposan tulang atau osteoporosis. Caranya antara lain yaitu dengan cukup asupan kalsium dan vitamin D serta memperbanyak olahraga hentakan.
Kendati demikian, tidak semua kifosis dapat disembuhkan. Honni mengatakan, untuk kifosis struktural hanya dapat dicegah agar tidak semakin parah, tetapi postur tubuh tidak bisa kembali tegap.
Kompas.com - Jangan langsung merasa senang dulu jika ternyata berat badan Anda di timbangan termasuk ideal. Selain mengukur berat badan, kita juga perlu mengetahui komposisi lemak tubuh yang sangat penting untuk menentukan kesehatan dan penampilan.
Lemak tubuh memiliki konotasi yang negatif, padahal dalam proporsi yang tepat lemak merupakan bagian penting dari pola makan dan juga kesehatan.
Pada zaman nenek moyang kita, kemampuan mereka menyimpan ekstra lemak tubuh berpengaruh besar pada kemampuan bertahan hidup saat bencana kelaparan, yakni ketika makanan atau buruan sulit didapat.
Bahkan di masa sekarang lemak juga diperlukan untuk menjalankan fungsi tubuh, menjaga panas tubuh, dan melindungi organ dari trauma. Pada wanita, lemak tubuh juga dibutuhkan untuk mendukung fungsi kesuburan dan sistem hormonal.
Masalahnya adalah ketika tubuh kita menyimpang lemak terlalu banyak. Ini akan memancing berbagai masalah kesehatan, mulai dari kolesterol tinggi, hipertensi, intoleransi glukosa, sampai resistensi insulin. Lebih berbahaya lagi jika lemak tertimbun di bagian pinggang atau pinggul.
"Lemak tubuh pada pria normalnya sekitar 8-15 persen dari total berat badan, sedang pada wanita antara 20-30 persen," kata Caroline Apovian, direktur Centre for Nutrition and Weight Management di Boston Medical Center.
Yang perlu diperhatikan, komposisi lemak berlebih ternyata tidak selalu terjadi pada mereka yang berat badannya berlebih. Ini berarti, orang yang berat badannya normal, atau bahkan tergolong kurus pun, bisa memiliki lemak tubuh yang tinggi.
Pengukuran
Sebenarnya ada beberapa cara pengukuran lemak tubuh. Menurut Mary M.Flynn, peneliti bidang gizi, yang paling akurat adalah mengukur di bawah air, yakni melihat berat seseorang saat di darat dan di bawah air. "Tetapi peralatan untuk itu sangat mahal dan belum banyak tersedia," katanya.
Cara lain yang cukup akurat adalah Bioelectric Impedance Analysis (BIA). Alat pengukuran ini mengandung elektroda yang ditempatkan di tangan dan kaki sementara arusnya melewati seluruh tubuh. Biasanya di pusat kebugaran atau rumah sakit terdapat alat ini.
Metode paling sederhana adalah mengukur lingkar pinggang dan menentukan indeks massa tubuh. Lingkar pinggang lebih dari 35 inchi pada wanita dan 40 inci pada pria harus diwaspadai.
Meski begitu, penghitungan indeks massa tubuh tidak bisa menjadi indikator lemak tubuh, terutama pada atlet dan para binaragawan. Anak berusia di bawah 18 tahun juga tidak tepat jika diukur memakai indeks massa tubuh.
Cara lain untuk menentukan lemak tubuh adalah menggunakan semacam jangka kulit untuk mengukur lemak pada tempat spesifik di tubuh. Tetapi cara ini lebih rentan keliru.