Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Bukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bukan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Mei 2013

Silikon Cair Bukan untuk Bedah Plastik!

KOMPAS.com - Jika Anda berniat memperbaiki bagian-bagian tubuh, seperti memancungkan hidung atau memperbesar payudara, berhati-hatilah terhadap tawaran suntik silikon cair. Silikon cair adalah zat berbahaya karena sebenarnya zat ini dipakai untuk mesin industri.

Dijelaskan oleh dr.Irena Sakura Rini, Sp.BP, silikon cair adalah silikon yang memiliki bermacam rantai kimia. Pengunannya hanya terbatas pada mesin, bukan untuk tubuh.

"Silikon memang dipakai dalam bedah plastik, tetapi silikon khusus untuk kedokteran. Bukan dalam bentuk cair," katanya dalam acara media edukasi yang diadakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI), di Jakarta, Kamis (2/5/13).

Penggunaan silikon dalam dunia bedah plastik misalnya dalam implan payudara, hidung, atau mengganti bagian-bagian lutut yang cedera agar pasien bisa berjalan lagi.

Ia menjelaskan, meski sudah sering disampaikan di media, namun masih banyak masyarakat yang tidak memahami bahaya suntik silikon.

"Dalam empat bulan terakhir ini saya kembali menemukan kasus suntikan silikon cair pada penis," kata dokter yang akrab disapa Ira ini.

Ditambahkan olehnya, dalam penelitian terhadap contoh silikon cair yang pernah dilakukan para dokter di PERAPI, ternyata diketahui bahwa beberapa cairan silikon tersebut ternyata adalah minyak goreng, bahkan oli.

"Sangat susah mengeluarkan silikon cair dari tubuh. Kalau sudah terjadi sangat sulit memperbaiki bagian tubuh yang sudah terlanjur rusak itu," katanya.

Jika silikon cair disuntikkan ke dalam tubuh lama-kelamaan akan menggumpal dan tertarik ke bawah karena pengaruh grativasi. "Banyak pasien yang disuntik silikon cair di hidung, lama-lama bentuk hidungnya jadi aneh karena silikonnya turun dan menggelambir," katanya.

Suntik silikon cair dalam jumlah besar juga bisa menyebabkan kematian. "Jangan tergoda dengan iming-iming suntik silikon murah," kata dokter yang menjadi sekjen PERAPI ini.

Untuk pasien yang berminat melakukan bedah plastik, Ira menyarankan agar melakukannya di tempat yang aman dengan dokter yang memiliki kualifikasi bedah plastik.

"Berhati-hatilah terhadap dokter yang mengaku spesilisasi estetika. Lebih baik pilih dokter bedah plastik untuk menghindari komplikasi yang tidak diinginkan," katanya.



Sumber Kompas



Info Alkes

Selasa, 23 April 2013

Bukan Cuma Wanita yang Perlu Kontrasepsi

Petugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kota Banda Aceh memperlihatkan jenis alat dan obat kontrasepsi kepada warga

Kompas.com - Kontrasepsi masih dianggap urusan wanita, padahal pria pun harusnya peduli pada penggunaan kontrasepsi. Kepedulian dan dukungan pria terhadap kontrasepsi akan memperkecil kemungkinan kehamilan tak terencana yang dapat meningkatkan risiko angka kematian ibu.


Sekretaris Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND) Yetty Irawan mengatakan, salah satu faktor risiko dari kematian ibu saat atau setelah proses melahirkan yaitu persiapan kehamilan yang tidak baik. Kondisi tersebut kebanyakan karena kehamilan yang tak direncakan.


"Dengan kontrasepsi, maka kehamilan tak terencana dapat dicegah," ungkapnya dalam konferensi pers Kongres I AIPKIND: Peningkatan Kompetensi Bidan untuk Mengatasi Diparitas Status Kesehatan Masyarakat di Jakarta, Jumat (12/4/2013).


Sayangnya, jumlah pemakaian kontrasepsi masih rendah di kalangan pria. Data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2012 mengatakan, ada 34,3 juta peserta KB aktif wanita, dan 1,4 juta peserta KB aktif pria.


"Laki-laki juga perperan dalam kesuksesan mencegah kehamilan tak terencana. Maka diharapkan laki-laki juga mau melakukan kontrasepsi," imbuh Yetty.


Kurangnya kepedulian pria untuk melakukan kontrasepsi disebabkan karena belum cukupnya informasi seputar kontrasepsi pria. Menurut Yetty, di sinilah peran bidan dibutuhkan. "Sebagai pemberi layanan medis, bidan juga perlu memberikan informasi kesehatan, termasuk kontrasepsi pria," tuturnya.


"Diskusi antara bidan dengan pasangan suami-istri akan dapat menentukan jenis kontrasepsi apa yang paling tepat untuk pasangan. Karena setiap pasangan memiliki kecocokan alat kontrasepsi yang berbeda," papar Yetty.


Adapun jenis alat kontrasepsi untuk wanita antara lain pil KB, suntikan, intrauterin device (IUD), implan, dan tubektomi. Sedangkan untuk pria yaitu kondom dan vesektomi.




Sumber Kompas




Info Alkes

Minggu, 31 Maret 2013

Kelelahan Bukan Penyebab Sulit Hamil

Kompas.com - Kelelahan sering dianggap sebagai penyebab sulitnya memiliki keturunan, terutama pada pasangan suami istri yang sibuk bekerja. Padahal, kelelahan bukan penyebab langsung terhambatnya kesuburan.

Dalam sebuah survei mengenai kesuburan pada lebih dari 200 pasien di Jakarta diketahui sebagian besar responden mengatakan gangguan haid dan gaya hidup, terutama kelelahan sebagai penyebab sulit hamil.

Padahal menurut penjelasan dr.Budi Wiwengko, Sp.OG, lelah akibat bekerja tidak terkait dengan kesuburan wanita.

"Memang banyak wanita yang setelah berhenti bekerja lantas hamil. Hal itu bisa jadi selama masih aktif bekerja frekuensi berhubungan seks berkurang. Setelah jadi ibu rumah tangga hubungan seks jadi teratur," kata dokter yang akrab disapa Iko ini.

Hubungan seks yang teratur, yakni 2-3 kali setiap minggu, akan meningkatkan peluang kehamilan. "Hampir 75 persen wanita akan hamil dalam periode 6 bulan setelah menikah jika hubungan seksnya teratur," kata dokter spesialis fertilitas dari Klinik Yasmin RSCM Jakarta ini.

Aktivitas fisik yang tinggi, misalnya pada atlet marathon menurut Iko memang bisa menyebabkan gangguan kesuburan. "Sulit hamilnya karena ada gangguan pematangan sel telur," imbuhnya.

Menurut para ahli dari MayoClinic olahraga dengan intensitas tinggi bisa menurunkan produksi hormon progesteron sehingga mengganggu proses pematangan sel telur.

Setiap wanita yang mengalami gangguan haid, misalnya haid beberapa bulan sekali, nyeri hebat setiap haid, atau tidak pernah haid, perlu dicari penyebabnya. "Kalau tidak haid berarti sel telur tidak bisa dibuahi, maka tak akan bisa hamil," tandasnya.

Iko menyarankan agar pemeriksaan kesuburan dilakukan sedini mungkin. "Meski belum menikah, jika ada gangguan dengan siklus haid sebaiknya periksa," katanya.



Sumber Kompas



Info Alkes