Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Ditemukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ditemukan. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Mei 2013

Obat Palsu Juga Ditemukan di Apotek

KOMPAS.com - Peredaran obat palsu semakin mengancam masyarakat. Obat palsu bukan cuma beredar di pinggir jalan, internet, atau pasar gelap, tapi juga bisa masuk apotek.

Sebuah riset yang diadakan oleh FKUI/RSCM sepanjang tahun 2011 hingga 2012 menunjukkan, untuk jenis obat PDE5 Inhibitor atau Sildenafil,  sebanyak 13 persen yang beredar di apotek adalah obat palsu. Persentase ini meningkat pada obat sildenafil yang beredar di situs internet (33 persen), toko obat (56) , dan penjual pinggir jalan yang hampir 100 persen palsu.

Menurut Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) Widyaretna Buenastuti, meskipun riset ini hanya meneliti obat antiimpotensi jenis sildenafil, namun fakta hampir setengah obat yang dijual di pasaran palsu sangat memprihatinkan.

"Masyarakat harus lebih berhati-hati lagi membeli obat. Jika ada keraguan terhadap keaslian obat, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter, apoteker, atau langsung ke produsen pembuat obat dan juga dapat menyampaikan ke pihak berwenang," tegasnya dalam konferensi pers Kamis (2/5/2013) kemarin di Jakarta.

Sekretaris Jenderal Ikatan Apoteker Indonesia Nurul Falah mengatakan, apotek bagaimanapun juga merupakan penyedia obat-obatan resmi. Jika ditemukan obat palsu di apotek, ada dua kemungkinan yaitu apoteker yang "nakal" atau distributor yang tidak sesuai memberikan suplai obat.

"Jika ada kasus apoteker yang nakal, tentu sertifikasinya akan dicabut oleh Majelis Pembina Etik Apoteker," ujarnya.

Nurul menegaskan, para apoteker pun harus lebih cermat dalam bekerja sama dengan distributor. Setiap suplai obat untuk apotek harus melalui jalur yang resmi.

Tugas apoteker, lanjut Nurul, sangat penting dalam mendukung perang terhadap obat palsu. Apoteker perlu mengawasi industri, mengontrol kualitas obat, dan menjamin kualitasnya.

"Apoteker harus terus mengedukasi diri sendiri, rekan kerja, dan pasien tentang obat dan risiko obat palsu," pungkasnya.



Sumber Kompas



Info Alkes

Sabtu, 20 April 2013

Ditemukan Cara Deteksi Risiko Alzheimer

Kompas.com - Kendati belum diketahui penyebab pasti dan obat penyakit Alzherimer, namun akhirnya ada titik terang dalam hal identifikasi siapa yang beresiko terkena penyakit ini. Para peneliti asal Amerika Serikat menemukan penanda (marker) genetik yang dapat membantu menentukan apakah seseorang memiliki risiko mengembangkan penyakit Alzheimer atau tidak.

Alzheimer adalah penyakit orang yang sudah berusia lanjut. Penderitanya akan mengalami hilang ingatan secara perlahan. Dari taraf ringan hingga mengganggu sistem bicara dan bahasa serta penalaran abstrak. Pada akhirnya Alzheimer akan menghancurkan sistem fungsional otak secara keseluruhan.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Neuron menemukan adanya mutasi yang mempengaruhi pembentukan protein tertentu di otak. Protein ini disebut protein tau. Kadar protein tau yang tinggi di otak meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

Para pakar kesehatan di Inggris mengatakan bahwa studi ini dapat membantu menjelaskan perubahan otak yang terjadi pada pasien Alzheimer. Protein tau yang rumit atau disebut juga dengan tau terfosforilasi merupakan tanda awal dari penyakit ini.

Sebelumnya, suatu jenis gen baru yang ditemukan oleh tim peneliti dari Washington University School of Medicine juga menunjukkan hubungan risiko Alzheimer dan risiko lebih besar dalam penurunan kemampuan kognitif atau daya ingat.

Dalam penelitian terkini digunakan informasi genetik pada lebih dari 1.200 orang, yang secara signifikan berskala lebih besar daripada penelitian sebelumnya. Ketua studi dr. Alison Goate mengatakan, hasil temuan tentang peran gen pada penyakit Alzheimer diharapkan dapat menjadi target baru dari terapi penyakit ini.

Gaya Hidup Turut Berperan

Para pakar kesehatan Inggris mengatakan studi ini menambah bukti dari marker genetik yang sudah sebelumnya dikaitkan pada perkembangan penyakit Alzheimer.

Direktur penelitian dan pengembangan di Alzheimer's Society dr. Doug Brown mengatakan, dengan penemuan gen baru yang memiliki kaitan dengan Alzheimer, studi ini membantu para peneliti untuk lebih mengerti bagaimana perubahan di otak saat terjadi demensia.

"Hasil penelitian ini dapat membantu dalam merancang pengobatan untuk menghentikan perubahan otak sehingga dapat memperlambat atau menghentikan efek demensia," tutur Brown.

Meski demikian, lanjut Brown, penting untuk menekankan gaya hidup sebagai faktor yang berperan dalam menentukan penyakit tersebut. "Dan penelitian telah menunjukkan bahwa makan seimbang, olahraga teratur, tidak merokok, rutin memeriksakan tekanan darah dan kolesterol adalah kunci untuk menurunkan risiko demensia.



Sumber Kompas



Info Alkes