Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Sesuai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sesuai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 April 2013

Kemenkes: SJSN Sesuai Jadwal

Pasien Kartu Jakarta Sehat dirawat di bangsal kelas 3 di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (19/2). Penuhnya ruang perawatan kelas 3 membuat Pemprov DKI Jakarta memperbolehkan pasien KJS dirawat di kelas 2. Dari 37 tempat tidur kelas 2, sekitar 70 persen digunakan oleh pasien KJS.

Jakarta, Kompas - Pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional 2014 dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial sebagai penyelenggara punya tantangan besar. Meskipun demikian, Kementerian Kesehatan optimistis sistem baru tersebut akan berjalan sesuai jadwal.


Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Minggu (7/4), di sela ”Expert to Expert Workshop on Addressing Clinical Challanges of Chronic Diseases Management through UHC 2014 and S-MDG’s in 2025”, di Jakarta. Pertemuan itu membahas penanganan penyakit-penyakit kronis dalam koridor Sistem Jaminan Kesehatan Sosial Nasional (SJSN).


Menurut Ghufron, tantangan pelaksanaan SJSN tak hanya terletak pada kesiapan infrastruktur pelayanan kesehatan, tetapi juga ketersediaan sumber daya manusia bidang kesehatan, seperti dokter (umum dan spesialis), hingga tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, dan analis kesehatan. Tak hanya dari segi jumlah, tetapi juga distribusinya.


”Yang diharapkan, bagaimana tenaga kesehatan di daerah terpencil betah dan tetap memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya. Saat ini, jumlah dokter umum 80.000, sedangkan jumlah dokter spesialis 25.000.


Selain jumlah terbatas, sebaran dokter juga tak merata jadi kendala. Umumnya, tenaga kesehatan memilih ditempatkan di perkotaan, daerah terpencil kerap kekurangan tenaga kesehatan.


Kendala lain, ketersediaan tempat tidur baru 229.080 buah. Idealnya, untuk melayani 237 juta jiwa dibutuhkan 237 juta tempat tidur. ”Sejak otonomi memang kewajiban dan kewenangan kesehatan lebih banyak diberikan atau didesentralisasikan kepada pemerintah daerah. Namun, rupanya pemerintah daerah belum menganggap kesehatan sebagai prioritas,” kata Ghufron. Salah satu contohnya, implikasi anggaran untuk kesehatan yang persentasenya kerap sangat kecil, tak mencapai 5 persen.


Selain itu, kata Ghufron, banyak pemerintah daerah yang mengira bila sudah mengalokasikan anggaran untuk jaminan kesehatan, tugas mereka selesai. Itu tak benar karena pemerintah daerah juga memiliki tugas menjaga agar masyarakat tetap sehat.


”Orang sering lupa dan menganggap kesehatan adalah kesakitan. Padahal, bukan itu. Yang lebih penting adalah bagaimana menjaga agar orang tetap sehat. Kalau kesakitan yang menjadi prioritas, berapa pun dana yang tersedia tidak akan cukup. Konsep ini harus dipahami dulu,” kata Ghufron.


Bertahap


Menurut Ghufron, agar SJSN dapat berjalan baik, prosesnya harus dilakukan bertahap. Oleh karena masih merupakan sistem baru, banyak hal harus dilakukan. ”Apa yang mampu dikerjakan sekarang. Yang belum mampu berikutnya, sampai seluruh proses berjalan baik. Memang harus realistis,” ujarnya.


Terkait penanganan bagi penyakit-penyakit kronis, seperti jantung, stroke, ginjal, dan diabetes dalam kerangka SJSN, pemerintah menilai perlu pengelolaan biaya tertentu agar biaya yang dikeluarkan tak membengkak. Namun, kualitas layanan untuk penyakit-penyakit itu bisa menjadi lebih bagus.


Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany mengatakan, saat ini tengah disusun panduan penanganan berbagai penyakit kronis. Diharapkan, panduan itu selesai Oktober 2013. Lewat panduan itu, diharapkan para dokter punya pilihan dalam mengobati meski dengan biaya terbatas.


”Kami juga berharap dalam jangka panjang, kasus-kasus yang tak bisa ditangani spesialis bisa ditangani dokter umum. Tentunya dengan kompetensi khusus yang harus dimiliki dokter umum,” ujarnya. (DOE)




Sumber Kompas




Info Alkes

Rabu, 27 Maret 2013

Memilih Olahraga Sesuai Golongan Darah

Kompas.com - Terkadang meski kita sudah rutin berolahraga tetapi hasilnya tetap tak sesuai yang diharapkan. Mungkin yang perlu Anda lakukan adalah memilih jenis olahraga sesuai golongan darah.

"Setiap golongan darah adalah cetak biru genetik yang unik pada tiap orang. Karena itu makanan yang kita asup dan olahraga yang dilakukan tentu tak bisa disamakan," kata Dina Khader, pakar nutrisi.

Ada empat golongan darah, yakni A,B,AB, dan O. Setiap golongan tersebut mengandung jenis antigen yang berbeda yang bereaksi pada sistem imun tubuh.

Menurut Dr.James D'Adamo, penulis buku Eat Right for Your Type, setiap golongan darah telah berevolusi selama berabad-abad, itu sebabnya ada reaksi yang berbeda pula pada pola makan dan latihan olahraga yang dilakukan.

Berikut adalah jenis latihan yang sesuai berdasarkan golongan darah.

Golongan darah A

Jika orang yang bergolongan darah A melakukan olahraga yang intens atau terlalu keras akan memicu lebih banyak stres pada otot. "Karena itu otot akan mengeras dan terbentuk lebih banyak asam laktat," kata Khader.

Hal tersebut bisa meningkatkan kadar kortisol sehingga tubuh menjadi cepat lelah dan terkadang berat badan cepat naik. "Orang yang golongan darahnya A lebih baik melakukan olahraga seperti yoga, Tai Chi, dan sejenisnya," katanya.

Golongan darah B

Olahraga yang cocok dengan golongan darah ini adalah yang seimbang. Ini berarti mereka disarankan melakukan sedikit olahraga yang melibatkan olah napas serta penurunan stres seperti yoga, tetapi juga perlu melakukan latihan kardio dan angkat beban.

Golongan darah AB

Orang yang memiliki golongan darah AB disarankan untuk mengombinasikan aspek latihan antara golongan darah A dan B secara rutin.

Golongan darah O

Mereka yang memiliki darah golongan O disarankan melakukan latihan intensitas tinggi. "Makin tinggi intensitasnya, mereka akan makin merasa lebih baik serta hasil latihan lebih terlihat," kata Khader.

Latihan dengan intensitas tinggi juga membuat orang yang memiliki golongan darah O lebih berenergi, membakar lebih banyak lemak, serta meningkatkan pelepasan endorfin sehingga perasaan lebih gembira.

Khader menjelaskan, program latihan berdasarkan golongan darah ini sebaiknya dilakukan sedikitnya selama 6 minggu secara rutin. Kombinasikan dengan pola makan yang tepat sesuai golongan darah.
"Hasilnya bukan cuma berat badan turun tapi juga lebih berenergi, tidak gampang lelah, dan stres berkurang," katanya.



Sumber Kompas



Info Alkes