Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
KOMPAS.com - Lima dari sembilan pasien yang menderita stroke menunjukan sedikit pemulihan menyusul dilakukannya injeksi sel punca ke dalam otak mereka.
Keith Muir, profesor dari Glasgow University, yang merawat mereka, menyatakan terkejut dengan pemulihan yang terjadi dalam skala kecil hingga menengah itu.
Namun dia menegaskan terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa pemulihan tersebut disebabkan oleh perawatan yang mereka lakukan.
Pasalnya, perasaan 'sembuh' sementara akibat perhatian klinis, atau semacam efek placebo, dapat dialami oleh pasien.
"Tampaknya aneh bahwa itu semua hanya kebetulan saja dan efek placebo," kata Muir kepada BBC News.
"Kami melihat hal ini sebagai kasus yang menarik dan agak mengejutkan. Kami telah melihat pasien kini memiliki kemampuan untuk menggerakkan jari mereka, padahal sebelumnya mereka telah menderita kelumpuhan total," kata Muir.
"Kami melihat beberapa orang telah mampu berjalan di sekitar rumah mereka padahal sebelumnya mereka sangat tergantung pada bantuan orang lain, dan pasien juga mengalami pemulihan yang memungkinkan mereka untuk mengenali apa yang terjadi di sekitar mereka."
Jalan panjang
Sembilan pasien sebelumnya menjalani perawatan percobaan klinis untuk menilai keamanan prosedur penyuntikan sel punca pada bagian otak yang rusak. Ini adalah salah satu percobaan pertama di dunia untuk menguji penggunaan sel punca pada pasien.
Hasil penemuan rencananya dipresentasikan pada European Stroke Conference di London.
Mengomentari penelitian itu, Clare Walton dari Asosiasi Stroke mengatakan: "Penggunaan sel punca adalah teknik menjanjikan yang bisa membantu membalikkan beberapa efek melumpuhkan akibat stroke. Kami sangat gembira tentang uji coba ini."
"Namun ini adalah awal dari jalan yang sangat panjang, dan pengembangan signifikan lebih lanjut diperlukan sebelum terapi sel punca dapat dianggap sebagai pengobatan yang mungkin."
Sel-sel induk diciptakan 10 tahun yang lalu dari salah satu sampel dari jaringan saraf yang diambil dari janin. Perusahaan yang memproduksi sel-sel induk, Reneuron, mampu memproduksi sebanyak apapun sel punca yang dibutuhkan dari sampel asli.
KOMPAS.com - Serangan stroke merupakan momok menakutkan khususnya bagi orang dewasa di usia pertengahan. Ancaman yang ditimbulkannya bisa sangat fatal mulai dari kecacatan hingga kematan.
Penelitian terbaru menunjukkan, orang dewasa yang menderita stroke sebelum ia berusia 50 tahun berisiko tinggi mengalami kematian dalam periode 20 tahun kemudian, dibandingkan dengan orang yang tidak pernah kena stroke. Tetapi risiko itu dapat ditekan dengan melakukan perubahan gaya hidup.
Hampir 10 persen stroke terjadi pada orang yang belum genap berusia 50 tahun. "Insiden stroke pada kelompok usia ini terus meningkat di seluruh dunia," kata Dr.Feliks Koyfman, direktur laboratorium neurovaskular di Winthrop-University Hospital, Amerika Serikat.
Dalam penelitian terbaru yang dimuat Journal of the American Medical Association, dikumpulkan data mengenai stroke atau serangan "mini stroke" pada 1.600 orang dewasa yang berusia kurang dari 50 tahun. Data dikumpulkan sejak tahun 1980 - 2010.
Para peneliti menghitung usia harapan hidup sekitar 959 pasien pada bulan November 2012. Pada saat itu, sekitar 20 persen pasien meninggal dunia.
Risiko kematian pada periode 20 tahun setelah stroke mencapai 25 persen pada pasien yang mengalami mini stroke, sedangkan pada pasien yang terkena stroke karena penyumbatan pembuluh darah 27 persen, dan stroke karena perdarahan (haemorrhagic stroke) mencapai 14 persen.
Risiko kematian tersebut lebih tinggi dibanding pada populasi umum. Penyakit pembuluh darah yang terjadi pada usia muda akan membuat mereka terancam oleh penyakit lainnya.
Menurut Koyfman, orang yang pernah kena stroke di usia muda sangat disarankan untuk menurunkan risiko kematian mereka dengan cara disiplin mengonsumsi obat serta melakukan perubahan gaya hidup. Mulailah berolahraga, jauhi rokok dan alkohol, serta benahi pola makan.
Kompas.com - Minum minuman hangat di pagi hari, entah itu teh atau kopi, menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang. Kebiasaan sederhana tersebut ternyata membantu kita mengurangi risiko stroke.
Penelitian terhadap 83.000 orang di Jepang menunjukkan, mereka yang sering minum teh hijau atau kopi setiap hari memiliki risiko terkena stroke 20 persen lebih rendah. Bahkan efek perlindungan terhadap jenis stroke tertentu juga lebih besar.
"Jika Anda belum bisa mengubah gaya hidup, cobalah mencegah stroke dengan rutin minum teh hijau setiap hari," kata Dr.Yoshihiro Kokubo dari National Cerebral and Cardiovascular Center, Osaka, Jepang.
Meski belum jelas mengapa kopi dan teh memiliki efek pencegahan stroke, tetapi menurut Kokubo hal itu mungkin terkait dengan kandungan dalam minuman tersebut yang menjaga penyumbatan darah.
Selain itu, teh hijau mengandung katekin yang memiliki efek antioksidan dan antiperadangan. Beberapa zat dalam kopi, seperti asam klorogenik juga mengurangi risiko stroke dengan menurunkan risiko terjadinya diabetes melitus.
Kandungan kafein dalam kopi juga memiliki efek pada kadar kolesterol dan tekanan darah. Selain itu juga menyebabkan perubahan pada sensitivitas insulin yang berpengaruh pada gula darah.
Meski begitu, menurut Dr.Ralph Sacco, mantan priseden American Heart Association, tipe penelitian seperti yang dilakukan Kokubo ini tidak bisa memastikan dengan akurat apakah penurunan risiko stroke itu memang diperoleh dari konsumsi kopi dan teh.
"Kaitan yang tampak dari penelitian semacam itu masih terbatas kemampuannya untuk menyatakan apakah kandungan dalam kopi, teh, atau memang gaya hidup para responden yang memiliki efek perlindungan," kata Sacco.