Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Menekan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menekan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2013

Peran Bidan untuk Menekan Angka Kematian Ibu

Kompas Images/Wisnu WidiantoroIlustrasi pemeriksaan kesehatan.

Kompas.com - Tenaga kesehatan yang langsung turun ke tengah masyarakat seperti bidan sebenarnya bisa menjadi ujung tombak untuk membantu menurunkan angka kematian ibu (AKI). Angka kematian ibu melahirkan pada 2007 mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah itu harus diturunkan menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup pada 2015 sesuai target MDGs.


Sekretaris Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND) Yetty Irawan mengatakan, di desa-desa, bidan masih menjadi andalan untuk memberikan pelayanan medis sekaligus penyuluhan pencegahan penyakit. Peran bidan antara lain membantu merencanakan kehamilan sehat, mendampingi calon ibu selama masa kehamilan, proses kelahiran, dan pasca-kelahiran.


"Jika ibu mendapat pelayanan kesehatan yang baik, khususnya dari bidan, maka angka kematian ibu bisa ditekan," ujarnya dalam konferensi pers Kongres I AIPKIND: Peningkatan Kompetensi Bidan untuk Mengatasi Disparitas Status Kesehatan Masyarakat Jumat (12/4/2013) di Jakarta. Upaya peningkatan kompetensi bidan melalui pelatihan didukung oleh DKT Indonesia, sebuah lembaga nonprofit yang bergerak di bidang pencegahan HIV/AIDS dan program keluarga berencana.


Meski peran bidan makin strategis tetapi penyebarannya belum cukup merata. Hal itu antara lain karena masih banyak desa yang sangat sulit dijangkau karena prasarana yang buruk.


"Sebaiknya ada kesepakatan antara pemerintah pusat dan daerah terkait prasarana. Agar akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan juga lebih mudah," tandas Yetty.


Yetty menambahkan, idealnya dalam satu desa yang berpenduduk sekitar 5000 orang terdapat satu bidan. Rasio 1:5000 dinilai Yetty cukup optimal bagi bidan untuk menjalankan perannya.


Dalam kesempatan yang sama, Direktur DKT Indonesia Todd Callahan mengatakan, AKI bukanlah sekedar angka, tapi maknanya sangat dalam. "Peran ibu sangat besar di sebuah keluarga. Jika ibu tidak ada, besar kemungkinan kesejahteraan keluarga akan berkurang," tandas Todd.




Sumber Kompas




Info Alkes

Sabtu, 30 Maret 2013

5 Cara Menekan Nafsu Makan

Kompas.com - Salah satu penyebab berat badan lebih gampang naik adalah sulit menahan rasa lapar. Bahkan, seringkali ketika kita sudah makan tapi tetap merasa lapar. Menjaga perut agar tidak cepat lapar kembali bisa menjadi kunci untuk membatasi jumlah kalori yang masuk.

Berikut adalah 5 cara yang layak dicoba untuk menekan nafsu makan atau pun memperpanjang rasa kenyang.

1. Lebih banyak lemak
Sepertinya memang kontraproduktif, tetapi mengonsumsi lebih banyak lemak adalah strategi pintar mengurangi berat badan, asalkan lemak yang dipilih tepat. Para ahli mengatakan asam oleic, si lemak baik, akan memicu usus halus memproduksi oleoylethanolamide, zat yang akan mempengaruh sistem saraf dan melepaskan pesan ke otak bahwa perut telah kenyang.

Sumber lemak yang baik antara lain kacang-kacangan, alpukat, dan minyak zaitun murni. Keuntungan lain dari konsumsi lemak adalah menunda pengosongan perut sehingga kita merasa kenyang lebih lama.

2. Porsi kecil
Peneliti dari Arizona State University menemukan bahwa memotong-motong makanan dalam porsi kecil akan mendorong timbulnya kepuasan lebih besar dibandingkan dengan makan dalam porsi besar, meski jumlah kalorinya sama.

3. Banjir endorfin
Para ahli mengatakan bahwa kegiatan olahraga bukan cuma membakar kalori dan mempercepat metabolisme, tetapi juga mengembalikan sensitivitas saraf yang terkait dengan kepuasan. Hal ini pada akhirnya akan membuat kita tak tergoda ngemil. Bukan cuma olahraga berat yang bisa mendatangkan efek ini, berjalan kali selama 15 menit ternyata cukup efektif.

4. Sarapan
Awali hari dengan kegiatan yang baik, seperti sarapan. Selain meningkatkan metabolisme, makan pagi juga berpengaruh besar pada asupan makanan. Orang yang malas sarapan mengonsumsi makanan manis 40 persen lebih banyak, mengonsumsi minuman soda 55 persen lebih banyak, dan kurang makan sayur dan buah. Beberapa penelitian juga menyebutkan orang yang jarang sarapan cenderung lebih gemuk.

5. Makan perlahan
Penelitian yang dimuat dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menemukan bahwa makan dengan cepat akan menghambat pelepasan hormon yang berkaitan dengan rasa kenyang. Akibatnya, seseorang makan secara berlebihan. Makan perlahan juga membuat kita merasa lebih puas terhadap apa yang dimakan.



Sumber Kompas



Info Alkes