Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
KOMPAS.com — Ilmuwan Inggris berhasil menciptakan alat yang mampu 'mencium aroma' kanker kandung kemih pada sampel urine. Alat ini menggunakan sensor untuk mendeteksi aroma yang diberikan urine apabila kanker tersebut ada.
Percobaan awal menunjukkan, hasil uji alat ini memberikan hasil akurat. Dari 10 tes, 9 berhasil mendeteksi dengan benar. Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal PLoS One.
Alat ini diciptakan Prof Chris Probert dari Liverpool University dan Prof Norman Ratcliffe dari University of the West of England.
"Alat ini membaca zat yang terlepas menjadi aroma ketika sampel urine masih hangat," kata Ratcliffe.
Untuk menguji kemampuan alat ini, penelitian menggunakan 24 sampel urine dari pria yang memiliki kanker kandung kemih. Adapun 74 sampel urine pria lainnya tidak mengalami kanker. Diakui peneliti, sampel urine yang digunakan dalam riset ini masih terlalu sedikit.
"Kami butuh sampel yang lebih besar sehingga alat ini bisa digunakan di rumah sakit," kata Probert.
Hal senada dikatakan Dr Sarah Hazell dari Cancer Research UK. Menurut dia, meski kebenaran tes mencapai 96 persen, sampel masih terlalu kecil dan hanya berasal dari pria.
"Percobaan ini masih tahap awal. kami membutuhkan lebih banyak sampel urine wanita dan pria untuk menguji alat ini," ujar Hazell.
Walau begitu, Hazell berpendapat, langkah ini sangat baik menuju diagnosa kanker yang lebih aman. Apalagi setiap tahunnya sekitar 10.000 orang di Inggris didiagnosa menderita kanker kandung kemih.
KOMPAS.com - Saat berkesempatan menghadiri Neuroscience Meeting di Kobe minggu lalu, saya mendapatkan banyak hal yang menarik yang ingin saya sampaikan buat pembaca yang mungkin mengalami masalah dengan gangguan depresi atau gangguan kecemasan. Hal ini terutama terkait dengan pengobatan dengan menggunakan obat antidepresan yang merupakan terapi lini pertama baik untuk pasien depresi ataupun gangguan kecemasan.
Walaupun obat antidepresan bukanlah satu-satunya modalitas dalam terapi pasien, namun demikian, keuntungan berkenaan dengan penggunaan obat ini untuk pasien depresi dan kecemasan memang sudah dibuktikan oleh penelitian yang banyak dan mempunyai makna berbasis bukti (evidence based medicine).
Selayaknya, pada pasien dengan gangguan jiwa berat seperti skizofrenia, pasien dengan gangguan cemas dan depresi juga perlu mendapatkan pengobatan segera dan dalam waktu yang pas. Hal ini sangat berguna untuk harapan kesembuhan yang lebih baik dan mencegah keberulangan.
Di bawah ini akan saya bahas sedikit mengenai kepentingan pengobatan dengan obat antidepresan untuk pasien dengan gangguan kecemasan atau depresi.
Segera lakukan dengan benar
Sebenarnya ketika pasien datang ke psikiater dengan keluhan psikologis ataupun fisik yang berkaitan dengan masalah kejiwaannya, ketidakseimbangan kalau tidak bisa dibilang kerusakan di otak sudah berlangsung jauh sebelum gejala itu timbul. Apa yang terjadi di otak pada pasien depresi dan cemas memang sangat kompleks.
Namun demikian, pada awal-awal terjadinya ketidakseimbangan di otak tersebut, setiap orang mempunyai daya tahan terhadap tekanan ataupun ketidakseimbangan di dalam otak yang mengalami masalah tersebut. Itulah yang membuat tidak semua orang yang mengalami ketidakseimbangan sistem di otak mereka akan berujung pada timbulnya gejala-gejala gangguan jiwa yang menetap.
Pada kesempatan berseminar di Manila tahun lalu, ketika itu saya mengikuti Institute of Brain Medicine course, salah satu pembicara Prof Brian E.Leonard seorang professor farmasi menegaskan hal di atas. Jadi, kalau kita menemukan pasien di klinik yang mengalami gejala-gejala gangguan kejiwaan, sebenarnya apa yang terjadi pada otaknya sudah jauh sebelum gejala-gejala itu muncul. Inilah yang membuat pengobatan untuk pasien tersebut harus dilakukan dengan benar dan segera!.
Obati dengan obat yang tepat
Pemilihan obat memang menjadi salah satu teknik terapi yang krusial dan unik. Pasien gangguan kejiwaan walaupun mungkin memiliki gejala yang sama namun respon terhadap pengobatannya sangat berbeda-beda. Ada masalah efek samping obat yang sering terjadi pada penggunaan obat yang mungkin tidak terjadi pada semua orang. Efek terapinya untuk masing-masing obat juga tidak sama. Ada yang cocok dengan obat yang satu ada juga yang tidak cocok dengan obat yang lain. Pemilihan ini sangat penting dengan tetap berpedoman pada petunjuk laksana atau guideline yang disepakati berdasarkan penelitian berbasis bukti.
Obat yang diberikan berdasarkan gejala dan diagnosis pasien haruslah memahami juga prinsip-prinsip pengobatan yang tepat termasuk di dalamnya interaksi obat dengan obat lain terutama jika pasien juga memakan obat lain sebelum berobat ke psikiater. Pencatatan obat apa saja yang digunakan adalah sangat penting sebagai sumber informasi yang tepat untuk memberikan obat yang tepat dan minimal interaksinya dengan obat lain.
Antidepresan yang saat ini paling banyak dipakai di dalam klinis memang kebanyakan dari golongan Serotonin dan Serotonin-Norepinephrine. Kandungan obat seperti Sertraline, Fluoxetine, Escitalopram, Duloxetine dan Venlafaxine adalah beberapa yang sering dipakai. Tiap obat memiliki khas sendiri walaupun tidak ada satupun penelitian yang mampu memberikan rekomendasi yang paling bagus di antara obat-obat tersebut. Dokter perlu memberikan obat dengan pertimbangan klinis dan didasari oleh penelitian berbasis bukti yang kuat. Beberapa obat lain seperti Agomelatine juga diberikan untuk pasien dengan kondisi yang biasanya berhubungan dengan masalah kesulitan tidur baik secara sendiri atau bersama dengan obat antidepresan lain.
Berapa lama waktunya?
Satu hal yang paling sering ditanyakan pasien adalah berapa lama ia harus makan obat. Banyak pasien merasa tidak nyaman dengan kenyataan harus makan obat setiap hari yang membuatnya merasa seperti orang penyakitan atau cacat. Padahal menurut kebanyakan mereka kondisi kejiwaan bukanlah penyakit. Hal ini perlu dijelaskan kembali.
Saya pernah menuliskan di blog saya (http://psikosomatik-omni.blogspot.com) tentang tahapan pengobatan di mana pasien harus mencapai respons pengobatan, hilangnya gejala dan kemudian lepas gejala tanpa obat sama sekali. Namun demikian, pada kasus yang ditemui di dalam klinik, kondisi ini dicapai dengan suatu teknik pengobatan yang cukup waktu dan benar obatnya.
Rentang waktu pengobatan antara 6-12 bulan sejak gejala membaik (hilang) adalah yang disarankan. Jadi bukan dari sejak awal memakan obat namun sejak gejala membaik. Pada beberapa kasus seperti kondisi yang berulang atau adanya masalah gangguan psikotik maka pengobatan pasien bisa berlangsung lebih lama. Pengobatan yang sesuai dan tepat bertujuan untuk mendapatkan hasil yang baik dan bukan untuk membuat seolah-olah pasien tergantung dengan obat yang diberikan.
Semoga apa yang saya tuliskan ini dapat bermanfaat untuk pembaca sekalian.
Salam Sehat Jiwa
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 61 karyawan Reckitt Benckiser dari 29 negara datang ke Indonesia mengikuti Global Challenge dan menggalang 300.000 Euro atau sekitar Rp 4 miliar lebih untuk membantu anak-anak Indonesia.
Presiden Direktur Reckitt Benckiser Indonesia Ratanjit Das mengatakan, tahun ini Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Global Challenge 2013. Global Challenge 2013 itu sendiri sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk mencapai Millennium Development Goals ke-4 dan 5 pada 2015, yaitu meningkatkan ketahanan dan kesehatan ibu dan balita di pedesaan Jakarta. Untuk itulah, pihaknya turut serta sebagai upaya memperkuat komitmennya dalam mentransformasi kehidupan masyarakat sekitar operasional perusahaan.
Adapun Global Challenge merupakan kegiatan sosial dua tahunan. Dalam program ini para karyawan Reckitt Benckiser di seluruh dunia berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan menarik guna menggalang dana bagi mitra global mereka, Save the Children.
Ratanjit mengatakan, sebagai tuan rumah Indonesia akan menggelar kegiatan ini mulai 30 Mei hingga 7 Juni 2013. Para karyawan Reckitt Benckiser dari 29 negara itu kemudian akan terlibat dalam kegiatan mendaki Gunung Rinjani di Lombok selama 4 hari dan kegiatan sosial merenovasi klinik kesehatan di Bandung selama 5 hari.
"Dari acara ini, kami berharap bisa mengumpulkan dana sebesar 300.000 Euro atau lebih dari Rp 4 miliar untuk Save the Children," ujar Ratanjit.
Dana yang terkumpul itu kemudian dikelola oleh Save the Children untuk membangun posyandu di Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, dan merenovasi polindes (pondok bersalin Desa) di Desa Sukarame, Kecamatan Pacet, Jawa Barat, yang nantinya akan melayani sekitar 3.000 jiwa di area tersebut.
"Lebih spesifik lagi, program Global Challenge tahun ini sejalan dengan rencana pemerintah Indonesia untuk mencapai Millennium Development Goals tahun 2015, yaitu mengurangi angka kematian ibu dan balita," kata Ratanjit.
Berdasarkan data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 lalu, angka kematian ibu dan bayi di Jawa Barat telah mencapai angka 30 dan 38 kematian per 1.000 kelahiran. Namun, angka kematian anak di Bandung, Jawa Barat, masih dapat dicegah.
"Kami berharap inisiatif ini dapat membantu pemerintah Indonesia menekan angka sesuai yang ditargetkan, yakni 22 dan 32 kematian per 1.000 kelahiran, sesuai target MDG 2015," kata John Lundine, Direktur Program Save the Children Indonesia.
Dia menambahkan, dengan dana sekitar £1.280.000 atau lebih dari Rp 18 miliar yang disalurkan oleh Reckitt Benckiser selama lima tahun terakhir, Save the Children dapat terus mendukung upaya penekanan angka kematian anak baru lahir serta secara keseluruhan di wilayah Bandung, termasuk Kecamatan Ciparay, Majalaya, Kertasari dan Pacet. Program ini diharapkan bisa terus meningkatkan kualitas kesehatan, kebersihan dan kebiasaan cuci tangan diantara karyawan di fasilitas kesehatan, bidan, dukun bayi (Paraji), dan masyarakat.
Kompas.com - Minyak kelapa murni sudah dipakai sejak berabad silam. Selain untuk memasak, minyak kelapa sebenarnya dapat diandalkan untuk menjaga kesehatan kulit.
Sekitar 50 persen kandungan minyak kelapa terdiri dari asam laurat yang diketahui mampu menyingkirkan infeksi bakteri atau jamur.
Asam laurat juga banyak dipakai dalam produk kosmetik karena meningkatkan permeabilitas kulit sehingga bahan-bahan aktif dalam kosmetik bisa menembus lapisan kulit.
Nah, berikut adalah beberapa manfaat minyak kelapa bagi kulit:
1. Melembabkan kulit yang kering dan teriritasi.
2. Melembabkan kulit kepala yang kering serta memperbaiki rambut pecah-pecah. Pijat secara teratur di kulit kepala setelah keramas.
3. Bisa dipakai sebagai pengganti deodoran karena kemampuannya sebagai antijamur, caranya oleskan sedikit minyak kelapa di ketiak.
4. Menguatkan dan menyehatkan kuku. Gunakan sebagai minyak untuk memijat tangan dan kuku.
5. Oleskan pada jerawat dan biarkan semalaman untuk mengempeskan jerawat yang disebabkan oleh bakteri.
KOMPAS.com - Jika Anda berniat memperbaiki bagian-bagian tubuh, seperti memancungkan hidung atau memperbesar payudara, berhati-hatilah terhadap tawaran suntik silikon cair. Silikon cair adalah zat berbahaya karena sebenarnya zat ini dipakai untuk mesin industri.
Dijelaskan oleh dr.Irena Sakura Rini, Sp.BP, silikon cair adalah silikon yang memiliki bermacam rantai kimia. Pengunannya hanya terbatas pada mesin, bukan untuk tubuh.
"Silikon memang dipakai dalam bedah plastik, tetapi silikon khusus untuk kedokteran. Bukan dalam bentuk cair," katanya dalam acara media edukasi yang diadakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI), di Jakarta, Kamis (2/5/13).
Penggunaan silikon dalam dunia bedah plastik misalnya dalam implan payudara, hidung, atau mengganti bagian-bagian lutut yang cedera agar pasien bisa berjalan lagi.
Ia menjelaskan, meski sudah sering disampaikan di media, namun masih banyak masyarakat yang tidak memahami bahaya suntik silikon.
"Dalam empat bulan terakhir ini saya kembali menemukan kasus suntikan silikon cair pada penis," kata dokter yang akrab disapa Ira ini.
Ditambahkan olehnya, dalam penelitian terhadap contoh silikon cair yang pernah dilakukan para dokter di PERAPI, ternyata diketahui bahwa beberapa cairan silikon tersebut ternyata adalah minyak goreng, bahkan oli.
"Sangat susah mengeluarkan silikon cair dari tubuh. Kalau sudah terjadi sangat sulit memperbaiki bagian tubuh yang sudah terlanjur rusak itu," katanya.
Jika silikon cair disuntikkan ke dalam tubuh lama-kelamaan akan menggumpal dan tertarik ke bawah karena pengaruh grativasi. "Banyak pasien yang disuntik silikon cair di hidung, lama-lama bentuk hidungnya jadi aneh karena silikonnya turun dan menggelambir," katanya.
Suntik silikon cair dalam jumlah besar juga bisa menyebabkan kematian. "Jangan tergoda dengan iming-iming suntik silikon murah," kata dokter yang menjadi sekjen PERAPI ini.
Untuk pasien yang berminat melakukan bedah plastik, Ira menyarankan agar melakukannya di tempat yang aman dengan dokter yang memiliki kualifikasi bedah plastik.
"Berhati-hatilah terhadap dokter yang mengaku spesilisasi estetika. Lebih baik pilih dokter bedah plastik untuk menghindari komplikasi yang tidak diinginkan," katanya.
Kompas.com - Tenaga kesehatan yang langsung turun ke tengah masyarakat seperti bidan sebenarnya bisa menjadi ujung tombak untuk membantu menurunkan angka kematian ibu (AKI). Angka kematian ibu melahirkan pada 2007 mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah itu harus diturunkan menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup pada 2015 sesuai target MDGs.
Sekretaris Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND) Yetty Irawan mengatakan, di desa-desa, bidan masih menjadi andalan untuk memberikan pelayanan medis sekaligus penyuluhan pencegahan penyakit. Peran bidan antara lain membantu merencanakan kehamilan sehat, mendampingi calon ibu selama masa kehamilan, proses kelahiran, dan pasca-kelahiran.
"Jika ibu mendapat pelayanan kesehatan yang baik, khususnya dari bidan, maka angka kematian ibu bisa ditekan," ujarnya dalam konferensi pers Kongres I AIPKIND: Peningkatan Kompetensi Bidan untuk Mengatasi Disparitas Status Kesehatan Masyarakat Jumat (12/4/2013) di Jakarta. Upaya peningkatan kompetensi bidan melalui pelatihan didukung oleh DKT Indonesia, sebuah lembaga nonprofit yang bergerak di bidang pencegahan HIV/AIDS dan program keluarga berencana.
Meski peran bidan makin strategis tetapi penyebarannya belum cukup merata. Hal itu antara lain karena masih banyak desa yang sangat sulit dijangkau karena prasarana yang buruk.
"Sebaiknya ada kesepakatan antara pemerintah pusat dan daerah terkait prasarana. Agar akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan juga lebih mudah," tandas Yetty.
Yetty menambahkan, idealnya dalam satu desa yang berpenduduk sekitar 5000 orang terdapat satu bidan. Rasio 1:5000 dinilai Yetty cukup optimal bagi bidan untuk menjalankan perannya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur DKT Indonesia Todd Callahan mengatakan, AKI bukanlah sekedar angka, tapi maknanya sangat dalam. "Peran ibu sangat besar di sebuah keluarga. Jika ibu tidak ada, besar kemungkinan kesejahteraan keluarga akan berkurang," tandas Todd.
Kompas.com - Menu sarapan idealnya memenuhi sepertiga kebutuhan total kalori harian supaya tubuh tetap berenergi dan kebutuhan gizi terpenuhi. Namun cukup banyak orang yang menganggap minum segelas susu atau bahkan teh manis sebagai sarapan.
Meski dalam segelas susu terkandung karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin, tetapi segelas susu sapi hanya mengandung sekitar 60 kalori.
"Jangan cuma minum susu. Lebih baik ditambah asupan lain seperti roti, mi, sereal, atau nasi," kata Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Prof. Hardinsyah.
Keragaman kuliner Indonesia membuat kita bisa memilih berbagai jenis menu sarapan. Mulai dari umbi-umbian, aneka bubur, nasi uduk, nasi goreng, buah-buahan, sampai sayuran atau pecel yang ditambahi lontong.
Kebiasaan sarapan akan membantu seseorang lebih mudah fokus dan konsentrasi serta selalu berenergi. Bagi mereka yang tidak sempat sarapan di rumah karena alasan tempat kerja atau sekolah yang jauh, disarankan untuk membawa bekal sehingga bisa disantap di kendaraan atau di tempat tujuan.
Sarapan bukan cuma diperlukan anak-anak. Pada orang dewasa yang sedang dalam program diet, kebiasaan sarapan justru bisa mencegah kegemukan. Sarapan akan mencegah kita makan berlebihan di siang hari.
KOMPAS.com - Perkembangan ilmu kebidanan saat ini memungkinkan untuk memberikan terapi dengan intervensi intra-uterin pada janin. Terapi dengan intervensi intra-uterin memungkinkan dokter untuk memberikan perlakuan pada janin tanpa melakukan tindakan operasi besar.
Terapi dengan intervensi intra-uterin ini khususnya untuk mengoreksi kelainan pada janin yang diakibatkan oleh cacat bawaan. Cacat bawaan dapat disebabkan faktor genetik atau lingkungan. Namun menurut spesialis kebidanan Rumah Sakit Premier Bintaro (RSPB) dr. Nurwansyah, Sp.OG, hingga 80 persen cacat bawaan tidak ketahui penyebabnya.
"Cacat bawaan disebabkan oleh multifaktorial, sehingga hingga kini belum dapat diketahui secara pasti," ujar Nurwansyah dalam Seminar Dokter yang bertajuk "Updates in Maternal - Fetal Medicine" Sabtu (6/4/2013) di RSPB Tangerang. Bahkan virus seperti toksoplasma, lanjut Nurwansyah, justru sangat jarang menyebabkan cacat bawaan, yaitu kurang dari 1 persen.
Maka, untuk mengantisipasi adanya cacat bawaan pada janin, diperlukan terapi dengan intervensi intra-uterin yang didahului dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Pemeriksaan USG bertujuan untuk mendeteksi adanya cacat bawaan pada janin.
"Diagnosa dari hasil USG merupakan yang terpenting karena sangat menentukan tindakan apa yang selanjutnya dilakukan," tutur Nurwansyah.
Beberapa kelainan pada janin yang dapat dilakukan terapi dengan intervensi intra-uterin yaitu anemia janin. Anemia janin dapat terjadi jika ada perbedaan rhesus ibu dengan janin. Perbedaan rhesus tersebut akan menyebabkan janin tidak mendapatkan nutrisi dari darah ibu karena tubuh ibu membentuk antibodi terhadap darah janin.
"Jika dibiarkan, maka janin hanya maksimal bertahan hidup hingga tujuh bulan dan meninggal," ujar Nurwansyah.
Ia melanjutkan, terapi untuk kasus ini yaitu dengan imunisasi pada ibu agar tidak menghasilkan antibodi dalam bentuk anti-rhesus.
Adapula kelainan hidrothorax, yaitu adanya cairan di rongga thorax. Cairan dapat dikeluarkan dengan penusukan langsung di bagian tersebut. Begitupula dengan hidrocepalus, yaitu kelebihan cairan di otak.
Selain beberapa kelainan akibat cacat bawaan yang sudah disebutkan, masih ada lagi kelainan yang memungkinkan untuk dilakukan terapi dengan intervensi intra-uterin. Namun, adapula kelainan yang membutuhkan perlakuan lain.
Nurwansyah memaparkan, ada beberapa kategori diagnosa yang tentu memerlukan perlakuan yang berbeda. Jika pertumbuhan terhambat dilakukan koreksi, salah satunya dengan terapi. Untuk penyakit yang berkembang, maka perlu dilakukan percepatan kelahiran.
Bahkan ada pula yang lebih baik dilakukan aborsi karena keadaan janin tidak memungkinkan untuk hidup baik dan sehat setelah dilahirkan. "Namun keputusan ini seringkali masih menjadi dilema dan ironi," ungkap Nurwansyah.
KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan menyatakan sejauh ini belum dapat menilai pelaksanaan PP No.33 Tahun 2013 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif karena peraturan tersebut baru diresmikan 1 Maret 2013 lalu.
"Terlalu dini untuk mengevaluasi pelaksanaan PP ASI. Saat ini masih dalam tahap sosialisasi," ujar Kepala Seksi Standardisasi Konsumsi Makanan Direktorat Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes Titin Hartini di sela-sela acara Halaqah Syahriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan tema 'Pentingnya Gizi dalam Menciptakan Generasi Berkualitas' Kamis (14/3/2013) di Jakarta.
Kementerian Kesehatan, kata dia, mengimbau kepada pemerintah daerah untuk membuat peraturan daerah (perda) guna membuat PP ASI lebih mengikat. "Perda sangat dibutuhkan agar pemerintah daerah langsung dapat mengambil tindakan bila ada pelanggaran," ujarnya.
Di dalam PP ASI diatur tentang anjuran inisiasi menyusu dini segera setelah lahir dalam waktu satu jam pertama, pemberian ASI eksklusif untuk bayi hingga berusia 6 bulan, pemberian makan pendamping ASI setelah 6 bulan, dan pemberian ASI tetap dilanjutkan sampai anak berusia 24 bulan. PP ASI juga mengatur tentang pengadaan ruangan khusus menyusui di berbagai tempat umum seperti kantor, mall, terminal, stasiun, dan tempat-tempat umum lainnya.
Kendati cukup lengkap tentang aturan yang mendukung pengadaan ASI eksklusif, namun PP ASI belum memberikan aturan yang jelas tentang aturan bagi promosi susu formula bagi bayi berusia 0 hingga 6 bulan yang seharusnya diberi ASI eksklusif. Ditambah lagi dengan menjamurnya merk-merk susu formula baru yang memperbesar kemungkinan penurunan angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia.
Titin menyatakan, aturan tentang promosi produk susu formula untuk bayi usia 0 hingga 6 bulan telah disusun. Kementerian Kesehatan sedianya akan mengeluarkan empat Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) sebagai aturan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif.
Pemberian ASI, kata dia, dapat menolong mengurangi kemiskinan dan kelaparan. Selain itu, dapat membuat baik bayi maupun ibu terhindar dari berbagai macam penyakit sehingga menurunkan angka kematian.