Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Kompas.com - Untuk kali pertama, analisis genetik secara menyeluruh terhadap virus H7N9 dilakukan para ilmuwan di China. Penemuan ini memandu para ahli mengatahui asal dan sejarah evolusi virus tersebut.
Dalam studi yang dimuat dalam jurnal The Lancet, para ilmuwan memastikan bahwa virus flu burung A H7N9 yang mulai menyebar sejak Februari 2013, ditularkan dari ayam di pasar unggas basah ke manusia.
Tim peneliti menggunakan data dari, The Global Initiative on Sharing Avian Influenza Data (GISAID). Data yang ada digunakan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang potongan gen virus H7N9.
Tim menggunakan uji filogenetik dan analisis coalescent, untuk mengekstrak sekitar 100 potongan gen H7N9. Hasilnya ada 3 lokasi yang kemungkinan menjadi asal virus, yaitu Amerika, Oseania, dan keturunan Eurasia.
Dalam laporan penelitian disebutkan, potongan gen H7N9 secara genetis cocok dengan gen hasil isolasi virus pada bebek, yang ditemukan di propinsi Zhejiang.
"Pohon filogenetik (silsilah) H7 menunjukkan, varian virus ini bersirkulasi di bebek liar. Lokasi sirkulasi ada di Asia Timur yang mencakup China bagian timur, Korea Selatan, dan Jepang," kata salah satu penulis.
Kendati begitu, 2 hasil isolasi gen menunjukkan adanya perbedaan. Hal ini mengindikasikan virus telah berevolusi dari asalnya. Para peneliti percaya H7N9 yang menginfeksi manusia berasal dari bebek dan ayam. Migrasi virus dari belahan dunia barat ke timur dimungkinkan bila ada agen atau vektor pembawa.
"Kemungkinan virus yang terdapat pada burung berasal dari migrasi yang terjadi sepanjang tahun. Virus ini kemungkinan menginfeksi ayam yang memiliki gen hampir sama dengan burung," kata peneliti.
Kasus pertama H7N9 teridentifikasi pada (30/3). Pada (18/4) virus ini berhasil menyebar di berbagai kota di propinsi Shanghai, Anhui, Jiangsu, Zhejiang, Beijing, dan Henan.
Walau kemungkinan asal dan rute penyebaran sudah ditemukan, para peneliti harus bekerja ekstra cepat. Pasalnya peneliti menduga virus H7N9 telah bermutasi dibanding saat pertama kali diketahui beberapa waktu lalu.
Karena itu para peneliti menyarankan pengawasan ketat pada kawasan yang bisa menyebarkan virus misalnya peternakan bebek dan ayam, di negara yang berpotensi menjadi pusat sirkulasi virus.
Kompas.com - Seorang wanita asal Turki yang menjadi wanita pertama di dunia yang mendapat pencangkokan rahim dan berhasil hamil. Kehamilan melalui program bayi tabung (IVF) ini bisa memberi harapan bagi ribuan wanita yang sulit memiliki anak.
Apa yang dialami oleh Derya Sert (22) tersebut disandingkan dengan keajaiban medis. Sebelumnya Derya adalah wanita yang terlahir tanpa rahim. Kondisi tersebut sangat langka karena hanya dialami 1 dari 5.000 wanita.
Meski tidak memiliki rahim tetapi sel indung telurnya sehat dan ia memproduksi sel telur. Oleh dokter sel-sel telur tersebut diambil untuk dibuahi oleh sperma suaminya sebelum dilakukannya transplantasi rahim.
Pada bulan Agustus 2011 ia mendapatkan rahim dari pendonor yang sudah meninggal. Proses pembuahan sel telur dan sel sperma melalui metode IVF tersebut menghasilkan beberapa embrio.
Dokter di Antalya, Turki, yang menangani prosedur tersebut harus menunggu selama 18 bulan sebelum mentransfer embrio ke rahim yang dicangkokkan tersebut sehingga kemungkinan keberhasilannya lebih besar.
Meski begitu Derya masih menghadapi ancaman keguguran dan komplikasi kehamilan lainnya di awal-awal masa kehamilannya ini. Risiko lain yang dihadapinya adalah kelainan pada janin sebagai efek samping dari obat penekan imun yang diberikan dokter untuk mencegah penolakan tubuh terhadap rahim tersebut.
Rencananya dokter akan melakukan operasi caesar untuk mencegah persalinan prematur. Selain itu dokter juga akan mengangkat rahim yang sudah dicangkokkan untuk menghindari risiko infeksi atau penolakan tubuh.
Setelah pencangkokan rahim pada Derya, dokter juga berhasil melakukan prosedur tersebut pada wanita lain. Namun sejauh ini baru Derya yang menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Sert adalah wanita kedua yang menerima tranplantasi rahim. Operasi serupa sempat dilakukan pada tahun 2000 pada wanita asal Saudi Arabia. Namun dokter terpaksa memindahkan rahim tersebut setelah 99 hari, akibat adanya penolakan yang ditandai dengan pembekuan darah berat.
Transplantasi rahim sebetulnya mulai digagas Mats Brannstrom, MD, PhD pada Juni 2012. Percobaan ini dilakukan pada mamalia seperti tikus, babi, domba, dan babon.
Operasi ini seringkali gagal dikarenakan berbagai faktor, baik dalam tindakan operasi maupun kualitas rahim. Kegagalan juga bisa dikarenakan kerusakan pembuluh darah yang mengakibatkan kematian sel dan efek samping penggunaan jangka panjang obat-obatan imunosupresan untuk mencegah penolakan tubuh.