Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Mei 2013

Mengenal Kram Perut Saat Olahraga dan Solusinya

KOMPAS.com - Pernahkah Anda mengalami kram pada salah satu sisi perut saat berolahraga? Hal ini sebenarnya normal, bahkan seorang atlet profesional pun pernah mengalaminya. Namun kram pada satu sisi perut tentu akan mengganggu aktivitas olahraga. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Sebelum mengetahui cara untuk mengatasi kram satu sisi perut, kita terlebih dahulu harus mengetahui gejala dan penyebabnya. Gejala dari kram satu sisi perut bervariasi tergantung pada tubuh masing-masing orang, tingkat kerentanan, dan jenis olahraga yang dijalani.

Mungkin Anda bisa mengalami rasa nyeri ringan, atau malah rasa nyeri yang tajam dan tiba-tiba di satu sisi perut. Bahkan, Anda juga bisa merasakan sensasi seperti ditarik dan kram di perut. Jika perlu, catat gejala yang dirasakan untuk didiskusikan lebih lanjut dengan dokter.

Penyebab kram pada satu sisi perut pun bervariasi, meskipun penyebab sesungguhnya masih belum diketahui. Menurut situs Aetna's Intellihealth, kekurangan potasium dan elektrolit merupakan salah satu penyebabnya. Ketika berolahraga, tubuh berkeringat dan kehilangan elektrolit.

Selain itu, penyebab lainnya adalah kelelahan pada otot perut yang menyebabkan kram, terutama jika jenis olahraga yang dilakukan berfokus pada otot perut. Kelelahan otot juga dapat menyebabkan nyeri pada kram otot.

Saat terjadi kram di satu sisi perut, maka yang perlu dilakukan adalah mengurangi intensitas olahraga perlahan dan kemudian berhenti. Menghentikan olahraga mendadak justru akan memperburuk keadaan. Setelahnya, beristirahatlah dari olahraga.

American Academy of Orthopaedic Surgeons menyarankan untuk melakukan pijatan di sisi perut dengan jari untuk membantu rileksasi otot. Jika perlu beri penghangat di bagian tersebut untuk mempercepat rileksasi otot. Jangan mulai olahraga kembali ketika kram belum hilang.

Untuk mencegahnya, maka pastikan tubuh terhidrasi dengan baik sebelum dan selama berolahraga. Sebelum berolahraga, lakukan peregangan otot perut yang cukup. Serta hindari berlari dalam keadaan perut penuh makanan. Bernapaslah dalam-dalam saat berolahraga untuk memberikan suplai oksigen yang cukup pada otot. 



Sumber Kompas



Info Alkes

Kamis, 09 Mei 2013

Main Hula Hoop Termasuk Olahraga?

Kompas.com - Menggoyang-goyangkan pinggang dengan alat berbentuk lingkaran, alias hula hoop, belakangan semakin populer. Orang-orang terkenal seperti Michelle Obama dan Kelly Osbourne mengaku gandrung dengan hula hoop.

Jika Anda mulai menyukai kegiatan bermain hula hoop, ada kabar gembira. Kegiatan ini ternyata sama efektifnya dengan aktivitas kardio lainnya untuk memangkas kalori.

Kelly Osborne mengatakan rutin bermain hula hoop telah membantunya mengurangi lingkar pinggang sampai dua inchi. Tetapi selain hula hoop, ia juga melakukan yoga, pilates, serta angkat beban.

Bermain hula hoop diketahui membakar kalori sampai 7 kalori per menit. Meski angka tersebut tampak kecil, namun jumlah tersebut setara dengan melakukan jalan cepat. Bermain hula hoop juga diketahui lebih cepat memangkas kalori dibanding yoga atau pilates.

Menurut John Porcari pakar kedokteran olahraga dari University Wisconcin-La Crosse, bermain hula hoop akan menguatkan batang tubuh (core), menggerakkan seluruh bagian tubuh, serta menguatkan otot-otot.

"Mengayunkan hula hoop secara rutin bisa jadi latihan aerobik yang efektif," kata Porcari.

Namun, dapatkah olahraga hula hoop ini menyehatkan jantung? Ternyata bisa saja namun dengan hula hoop yang lebih berat.

"Hula hoop yang lebih berat sebenarnya lebih mudah saat diayunkan karena menghasilkan momentum," kata Mary Pulak, pemilik kelas fitnes Hooked on Hooping.

Ia mengatakan hula hoop yang besar lebih mudah dipakai karena memberi kita kesempatan untuk merespon perpindahan dari depan ke belakang.

"Ukuran yang tepat untuk diameter hula hoop adalah antara tinggi pinggang dan tulang dada bawah," katanya.



Sumber Kompas



Info Alkes

Rabu, 01 Mei 2013

Perbaiki Postur Tubuh dengan Olahraga Air

KOMPAS.com - Siapa yang tidak ingin memiliki postur tubuh yang tegap dan kokoh? Sayangnya postur tubuh yang salah menyebabkan derajat kemiringan punggung terus bertambah. Kebiasaan duduk, berjalan, atau berdiri yang tidak tepat bisa menjadi penyebab kebungkukan yang semakin menjauhkan dari postur tegap.

Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Departemen Rehabilitasi Medik RSCM/FKUI dr. Siti Annisa Nuhonni mengatakan, bungkuk atau kifosis terdiri dari dua jenis yaitu kifosis fungsional dan struktural. Kifosis fungsional masih dapat disembuhkan sehingga masih ada kemungkinan orang dengan kifosis fungsional bisa kembali berpostur tegap.

"Dengan beberapa jenis terapi, kifosis fungsional bisa disembuhkan," ujar Honni, panggilannya, dalam talk show bertajuk 'Kenali Kifosis, Jauhi Penyebabnya: Osteoporosis. Demi Esok yang Lebih Baik' Kamis (25/4/2013) kemarin di Jakarta.

Honni mengatakan, terapi yang terbaik untuk membantu memperbaiki postur orang dengan kifosis fungsional yaitu dengan melakukan olahraga air. Berenang, mengapung, dan berjalan di dalam air adalah beberapa variasinya.

"Banyak gaya berenang yang dapat menarik bahu dan tulang punggung sehingga menjadi lebih tegap, seperti gaya dada atau kupu-kupu. Bahkan dengan berjalan di air yang setinggi dada saja sudah bisa membantu" paparnya.

Prinsip olahraga air dalam mengatasi kifosis fungsional adalah tekanan air yang "memaksa" tubuh untuk memasang postur tegap. "Tidak mungkin kan berjalan bungkuk di air, karena akan lebih sulit," ujar Honni.

Cegah lebih baik

Kifosis fungsional, tutur Honni, disebabkan oleh kebiasaan duduk yang tidak tegak, terlalu banyak membungkuk, kurang menarik bahu, dan beberapa kebiasaan yang berhubungan dengan postur lainnya. Bahkan, berbaring dua bulan di tempat tidur karena sakit juga menyebabkan kifosis jenis ini.

Untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan yang menyebabkan kifosis, sebenarnya dapat dimulai sedini mungkin. "Sebelum terjadi kifosis, sebaiknya menghindari kebiasaan-kebiasaan yang menyebabkannya," kata Honni.

"Bila mulai membungkuk, tariklah bahu dan perut, dan busungkan dada. Bila perlu, mintalah orang terdekat untuk mengingatkan Anda," sarannya.

Selain meninggalkan kebiasaan buruk, pencegahan kifosis yaitu dengan menghindari pengeroposan tulang atau osteoporosis. Caranya antara lain yaitu dengan cukup asupan kalsium dan vitamin D serta memperbanyak olahraga hentakan.

Kendati demikian, tidak semua kifosis dapat disembuhkan. Honni mengatakan, untuk kifosis struktural hanya dapat dicegah agar tidak semakin parah, tetapi postur tubuh tidak bisa kembali tegap.



Sumber Kompas



Info Alkes

Senin, 22 April 2013

Olahraga Ringan Punya Efek Setara Pijat

Peregangan menggunakan pita elastis.

Kompas.com - Rasanya tak ada yang lebih menyenangkan selain pijat untuk menghilangkan pegal-pegal pasca olahraga. Namun, olahraga ringan ternyata sama efektifnya dengan pijatan untuk melegakan sendi yang sakit.


Rasa pegal, nyeri dan sakit pada persendian sering dialami setelah kita melakukan olahraga berat. Kondisi itu disebut juga sebagai delayed onset muscle soreness (DOMS). Pemicunya adalah jaringan otot yang teregang melebihi biasanya.


Dalam sebuah studi terhadap 20 wanita sehat berusia sekitar 32 tahun, para peneliti membandingkan efek pijatan dengan olahraga ringan untuk mengatasi nyeri persendian.


Para partisipan diminta melakukan latihan ketahanan pundak yang difokuskan pada otot-otot trapezius diantara pundak dan leher belakang. Setelah masa tunggu selama 48 jam, mereka mendapatkan 10 menit pijatan di leher dan punggung. Kemudian mereka diminta melakukan olahraga ringan menggunakan pita elastis (resistance band).


Kemduian mereka menilai tingkat rasa nyeri pada persendian dalam skala satu sampai sepuluh. Para peneliti juga mengukur ambang nyeri tekanan (pressure pain treshold/PPT) dalam otot trapezius sebelum terapi dan 10,20, dan 60 menit pasca terapi.


Hasilnya, tak ada perbedaan yang jauh antara pijatan dengan latihan ringan. Rasa nyeri sebelum mendapat terapi memiliki tingkatan 8. Setelah mendapatkan pijatan atau olahraga ringan, intensitas nyerinya sekitar 5.


Para peneliti menyimpulkan, baik olahraga dan pijatan memberikan rasa nyaman yang hampir sama pada persendian. Karena itu informasi ini diharapkan bisa berguna bagi pelatih dan terapis fisik para atlet dalam hal persiapan sebelum bertanding.




Sumber Kompas




Info Alkes

Jumat, 19 April 2013

8 Kegiatan Olahraga Bersama Pasangan

Kompas.com - Olahraga yang dilakukan dengan teman pasti lebih terasa menyenangkan sehingga kita pun lebih bersemangat menjalaninya.  Menurut studi dari University of Oxford hal tersebut karena pengeluaran endorfin (hormon antistres) di otak lebih banyak saat kita melakukan aktivitas latihan kelompok daripada latihan sendiri.

Latihan kelompok dapat dilakukan bersama teman, keluarga, hingga pasangan. Konsultan fitnes Ashley Borden mengatakan, olahraga bersama pasangan membuat kita lebih fokus pada tujuan bersama. "Olahraga bersama juga dapat meningkatkan ikatan emosional antara Anda dengan pasangan," ungkapnya.

Inilah beberapa cara latihan yang dapat dilakukan bersama pasangan.

1. Latihan berat
Anda dan pasangan dapat pergi ke gym bersama. Lakukan gerakan push up, plank, angkat beban bersama. Bahkan Anda dapat saling bergantian membantu menunjukkan gerakan yang benar pada pasangan sehingga olahraga dapat menjadi lebih menyenangkan.

2. Yoga
Ada beberapa gerakan yoga yang dapat dilakukan bersama, seperti Double Downward-Facing Dog yaitu gerakan berhadapan dan saling menyatukan telapak kaki dan berpegangan tangan. Saat ini juga banyak tersedia kelas khusus yoga untuk para pasangan.

3. Panjat tebing

Olahraga ini memungkinkan Anda untuk saling menyemangati. Selain itu baik untuk menjalin komunikasi.

4. Lari
Olahraga berjenis kardio akan semakin baik jika dilakukan bersama. Lari dapat dilakukan di alam bebas bahkan di gym melalui trademill.

5. Mendaki gunung
Jalin kebersamaan dengan pasangan sekaligus menguatkan otot-otot tubuh sambil menikmati pemandangan indah dan udara segar di gunung. 

6. Tenis
Anda dapat melakukan olahraga ini dengan mencari pasangan lain. Adanya kompetisi akan membuat olahraga terasa lebih bersemangat.

7. Bersepeda
Bersepeda merupakan kegiatan yang menantang sekaligus menyenangkan, terlebih jika dilakukan bersama pasangan. Mulailah dari trek ringan dengan pemandangan yang tidak monoton sehingga kegiatan ini lebih berkesan.

8. Berdansa

Pilihlah jenis dansa dengan irama cepat seperti salsa. Berdansa dengan pasangan tentu akan membentuk suasana yang romantis. Selain itu, berdansa dapat merangsang dopamin, senyawa kimia dalam otak yang memberikan rasa nyaman.



Sumber Kompas



Info Alkes

Jumat, 12 April 2013

Mengapa Kecanduan Olahraga Berbahaya?

KOMPAS.com — Kecanduan olahraga merupakan kombinasi kata yang rancu. Olahraga selalu memiliki konotasi sehat, sementara kecanduan bernada negatif. Namun, para pakar menyebutkan cukup banyak orang yang terobsesi gaya hidup sehat, termasuk kecanduan olahraga.

Olahraga merupakan aktivitas yang bisa menyebabkan pelepasan hormon endorfin. Karena itulah, orang yang adiksi pada olahraga akan merasakan sensasi yang sama seperti kecanduan alkohol atau narkoba.

David J Linden, neuroscientist dari sekolah kedokteran John Hopkins University, menyebutkan bahwa orang yang kecanduan olahraga juga memiliki rasa ketagihan, bahkan ada gejala seperti putus obat (withdrawal).

Secara umum, ada tiga jenis adiksi, kimia, proses, dan psikologi. Kecanduan olahraga dikelompokkan ke dalam kelainan proses, seperti halnya adiksi judi dan seks.

"Ketika pikiran memaksa kita untuk melakukan tindakan berulang-ulang demi memuaskan dorongan tersebut, itu adalah kelainan," kata Andrew Spanswick, CEO pusat terapi kecanduan alkohol.

Ia menjelaskan, seseorang yang mengalami gangguan kompulsif untuk berolahraga sering kali mengorbankan kegiatan lain demi berolahraga. "Mereka mengalami rasa cemas dan dorongan berlebih untuk berolahraga. Rasa tersebut tidak dimiliki oleh orang yang normal," katanya.

Orang yang kecanduan olahraga pada umumnya adalah mereka yang memiliki trauma, seperti trauma di masa kecil, korban kekerasan, atau kehilangan emosional. Olahraga secara berlebihan itu diharapkan bisa mengompensasi rasa trauma tersebut.

Masalah yang timbul dari kecanduan olahraga tidak hanya merusak tubuh, tetapi juga seseorang akan sampai pada titik di mana rasa sakit psikologi sudah melebihi manfaat yang normalnya kita dapat dari sudut pandang fisik.

Di usia akhir 30 tahun atau 40 tahun, orang yang kecanduan olahraga baru merasakan efek dari perilakunya itu, antara lain nyeri sendi, gangguan jantung, dan stroke mini.

Penanganan pada orang yang kecanduan olahraga tak jauh berbeda dengan kecanduan lain, misalnya detoksifikasi, penggunaan obat-obatan, sampai terapi perubahan perilaku.



Sumber Kompas



Info Alkes

Selasa, 02 April 2013

Bahaya Olahraga Lari bagi Orang Gemuk

KOMPAS.com — Tren olahraga lari belakangan ini sedang melanda berbagai kota di dunia, bahkan di Indonesia. Selain murah dan bisa dilakukan di mana saja, olahraga lari juga melatih semua otot tubuh dan membakar banyak kalori. Namun, tidak semua orang aman melakukan olahraga ini.

Mereka yang termasuk kegemukan ataupun obesitas tidak disarankan melakukan olahraga lari. Menurut instruktur kebugaran, Ponnie, dari Gold's Gym, berlari justru membuat lutut orang kegemukan lebih rentan cedera.

"Lari memang baik untuk menurunkan berat badan, tapi kalau masih kelebihan berat badan sebaiknya tidak lari dulu. Saat berlari, lutut akan menopang hingga lima kali berat tubuh. Misalnya saja, kalau orang tersebut memiliki bobot 100 kilogram, dengan berlari, ia akan membebani lututnya 300-500 kilogram," paparnya di sela-sela pembukaan cabang Gold's Gym di Gadjah Mada Plaza, Selasa (26/3/2013).

Namun, bukan berarti orang dengan berat badan sekitar 100 kilogram tidak boleh berlari. Ponnie mengatakan, kelebihan berat badan bukan diukur berdasarkan berat badannya saja, tetapi juga melihat pada proporsi tubuhnya.

"Jika tubuhnya tinggi, berat badan 100 kilogram tidak berarti kelebihan berat badan, jadi boleh saja berlari," ujarnya.
Olahraga terbaik untuk orang yang berkelebihan berat badan, menurut Ponnie, adalah berjalan cepat, bersepeda, berenang, dan senam aerobik. "Dengan melakukan olahraga itu dengan rutin, berat badan sudah tidak terlalu berlebihan, baru boleh berlari," pungkas Manager Program GGX Superstar ini.

Olahraga yang tidak tepat untuk orang yang obesitas juga bisa meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Selain itu, kerap timbul sesak napas, pusing, nyeri dada, serta rasa sakit di bagian kaki setelah berolahraga. Untuk menjaga kebugaran, lakukan olahraga yang aman, misalkan jalan kaki atau angkat beban dengan jumlah beban tergolong ringan.



Sumber Kompas



Info Alkes

Rabu, 27 Maret 2013

Memilih Olahraga Sesuai Golongan Darah

Kompas.com - Terkadang meski kita sudah rutin berolahraga tetapi hasilnya tetap tak sesuai yang diharapkan. Mungkin yang perlu Anda lakukan adalah memilih jenis olahraga sesuai golongan darah.

"Setiap golongan darah adalah cetak biru genetik yang unik pada tiap orang. Karena itu makanan yang kita asup dan olahraga yang dilakukan tentu tak bisa disamakan," kata Dina Khader, pakar nutrisi.

Ada empat golongan darah, yakni A,B,AB, dan O. Setiap golongan tersebut mengandung jenis antigen yang berbeda yang bereaksi pada sistem imun tubuh.

Menurut Dr.James D'Adamo, penulis buku Eat Right for Your Type, setiap golongan darah telah berevolusi selama berabad-abad, itu sebabnya ada reaksi yang berbeda pula pada pola makan dan latihan olahraga yang dilakukan.

Berikut adalah jenis latihan yang sesuai berdasarkan golongan darah.

Golongan darah A

Jika orang yang bergolongan darah A melakukan olahraga yang intens atau terlalu keras akan memicu lebih banyak stres pada otot. "Karena itu otot akan mengeras dan terbentuk lebih banyak asam laktat," kata Khader.

Hal tersebut bisa meningkatkan kadar kortisol sehingga tubuh menjadi cepat lelah dan terkadang berat badan cepat naik. "Orang yang golongan darahnya A lebih baik melakukan olahraga seperti yoga, Tai Chi, dan sejenisnya," katanya.

Golongan darah B

Olahraga yang cocok dengan golongan darah ini adalah yang seimbang. Ini berarti mereka disarankan melakukan sedikit olahraga yang melibatkan olah napas serta penurunan stres seperti yoga, tetapi juga perlu melakukan latihan kardio dan angkat beban.

Golongan darah AB

Orang yang memiliki golongan darah AB disarankan untuk mengombinasikan aspek latihan antara golongan darah A dan B secara rutin.

Golongan darah O

Mereka yang memiliki darah golongan O disarankan melakukan latihan intensitas tinggi. "Makin tinggi intensitasnya, mereka akan makin merasa lebih baik serta hasil latihan lebih terlihat," kata Khader.

Latihan dengan intensitas tinggi juga membuat orang yang memiliki golongan darah O lebih berenergi, membakar lebih banyak lemak, serta meningkatkan pelepasan endorfin sehingga perasaan lebih gembira.

Khader menjelaskan, program latihan berdasarkan golongan darah ini sebaiknya dilakukan sedikitnya selama 6 minggu secara rutin. Kombinasikan dengan pola makan yang tepat sesuai golongan darah.
"Hasilnya bukan cuma berat badan turun tapi juga lebih berenergi, tidak gampang lelah, dan stres berkurang," katanya.



Sumber Kompas



Info Alkes