Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
KOMPAS.com - Jika Anda berniat memperbaiki bagian-bagian tubuh, seperti memancungkan hidung atau memperbesar payudara, berhati-hatilah terhadap tawaran suntik silikon cair. Silikon cair adalah zat berbahaya karena sebenarnya zat ini dipakai untuk mesin industri.
Dijelaskan oleh dr.Irena Sakura Rini, Sp.BP, silikon cair adalah silikon yang memiliki bermacam rantai kimia. Pengunannya hanya terbatas pada mesin, bukan untuk tubuh.
"Silikon memang dipakai dalam bedah plastik, tetapi silikon khusus untuk kedokteran. Bukan dalam bentuk cair," katanya dalam acara media edukasi yang diadakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI), di Jakarta, Kamis (2/5/13).
Penggunaan silikon dalam dunia bedah plastik misalnya dalam implan payudara, hidung, atau mengganti bagian-bagian lutut yang cedera agar pasien bisa berjalan lagi.
Ia menjelaskan, meski sudah sering disampaikan di media, namun masih banyak masyarakat yang tidak memahami bahaya suntik silikon.
"Dalam empat bulan terakhir ini saya kembali menemukan kasus suntikan silikon cair pada penis," kata dokter yang akrab disapa Ira ini.
Ditambahkan olehnya, dalam penelitian terhadap contoh silikon cair yang pernah dilakukan para dokter di PERAPI, ternyata diketahui bahwa beberapa cairan silikon tersebut ternyata adalah minyak goreng, bahkan oli.
"Sangat susah mengeluarkan silikon cair dari tubuh. Kalau sudah terjadi sangat sulit memperbaiki bagian tubuh yang sudah terlanjur rusak itu," katanya.
Jika silikon cair disuntikkan ke dalam tubuh lama-kelamaan akan menggumpal dan tertarik ke bawah karena pengaruh grativasi. "Banyak pasien yang disuntik silikon cair di hidung, lama-lama bentuk hidungnya jadi aneh karena silikonnya turun dan menggelambir," katanya.
Suntik silikon cair dalam jumlah besar juga bisa menyebabkan kematian. "Jangan tergoda dengan iming-iming suntik silikon murah," kata dokter yang menjadi sekjen PERAPI ini.
Untuk pasien yang berminat melakukan bedah plastik, Ira menyarankan agar melakukannya di tempat yang aman dengan dokter yang memiliki kualifikasi bedah plastik.
"Berhati-hatilah terhadap dokter yang mengaku spesilisasi estetika. Lebih baik pilih dokter bedah plastik untuk menghindari komplikasi yang tidak diinginkan," katanya.
KOMPAS.com - Bedah plastik seringkali dikaitkan dengan kecantikan. Padahal, cabang kedokteran ini juga memiliki ruang lingkup yang luas dan meliputi fungsi rekonstruksi untuk memperbaiki bentuk tubuh yang rusak atau hilang.
"Dokter bedah plastik sebenarnya meliputi semua bidang, mulai dari fungsi estetika sampai rekontruksi tubuh yang rusak atau cacat, baik karena faktor bawaan sejak lahir, kecelakaan, atau karena penyakit," kata dr. Lisa Hasibuan, Sp.BP (K), dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung, di Jakarta, Kamis (2/5/13).
Plastik, menurut Lisa, berasal dari bahasa Yunani "Plastikos" yang berarti membentuk. "Bisa membentuk dari yang tidak normal menjadi normal, atau dari normal menjadi supranormal," katanya.
Ruang lingkup bedah plastik juga termasuk microsurgery atau menyambung pembuluh darah, penanganan luka bakar, perawatan bekas luka, kelainan cacat bawaan lahir seperti bibir sumbing dan jenis kelamin ganda, sampai bedah tangan dan bedah craniofacial akibat trauma pada wajah.
Ketua Perhimpunan Dokter Bedah Plastik, Rekontruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI), dr.Asrofi S.Surachman, Sp.BP-RE, menyebutkan keterampilan dokter-dokter bedah plastik di Indonesia bisa disejajarkan dengan dokter internasional.
"Kasus face-off pasien Lisa di Surabaya, atau manusia akar Dede di Bandung, adalah sedikit contoh dari prestasi dokter Indonesia yang mendapat apresiasi secara internasional," katanya.
Ditambahkan oleh dr.Lisa, saat ini penanganan luka akibat penyakit kronis menjadi kondisi yang banyak ditangani dokter bedah plastik. "Luka akibat tekanan banyak diderita orang yang menderita penyakit kronis seperti diabetes. Orang yang lama duduk atau berbaring juga gampang kepanasan karena pembuluh darah tertekan. Akibatnya timbul luka. Perlu trik khusus untuk menanganinya," katanya.
Sementara itu dalam bidang estetika, dokter bedah plastik mampu melakukan tindakan yang besifat memperindah penampilan, seperti pembesaran payudara, pemancungan hidung, sampai pengencangan kulit yang kendur. Para dokter bedah plastik di Indonesia bernaung di bawah organisasi PERAPI. Saat ini Indonesia baru memiliki 106 dokter spesialis bedah plastik.
Menurut dr.Irena Sakura Rini, Sp.BP, masyarakat masih belum paham akan keamanan tindakan bedah plastik sehingga lebih memilih melakukan tindakan estetika ke dokter yang mengaku spesialis estetika.
"Masih banyak masyarakat yang mudah percaya pada dokter atau bahkan orang yang tidak punya kualifikasi medis untuk melakukan tindakan bedah plastik," kata Irena.
Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih waspada dan bijaksana dalam memilih dokter. "Cukup banyak orang yang mengikuti kursus ilmu estetika di luar negeri lalu mengaku sebagai dokter estetika. Padahal dibutuhkan jenjang pendidikan yang lama untuk mendapat gelar dokter spesialis bedah plastik," katanya.
Untuk mengetahui dokter bedah plastik yang memang memiliki kualifikasi bisa mengecek di situs PERAPI, www.plasticsurgeon.org
Balikpapan, Kompas - Pemerintah dinilai perlu turun tangan dan membuat aturan agar penempatan dokter bedah merata di rumah sakit tipe C dan D. Salah satunya, mengangkat dokter bedah menjadi pegawai negeri dan menempatkan mereka ke daerah terpencil.
”Saat ini, ada 100 rumah sakit tipe C dan D yang belum punya dokter bedah. Pengangkatan jadi PNS dan ditempatkan ke daerah beberapa tahun, menarik. Tidak asal ditempatkan, namun juga dijamin kesejahteraannya,” ujar Paul L Tahalele, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (Ikabi), seusai acara Pengembangan Profesi Bedah Berkelanjutan X yang diadakan Persatuan Dokter Spesialis Bedah Umum Indonesia (Pabi), 19-23 Maret di Balikpapaan, Sabtu (23/3). Kegiatan diikuti 1.300 dokter spesialis bedah umum.
”Selain mengangkat langsung, dibentuk gugus tugas beranggota dokter-dokter bedah. Mereka jadi relawan bergiliran bertugas ke rumah sakit tipe C dan D selama beberapa tahun,” kata Paul. Rekomendasi itu akan disampaikan kepada Menteri Kesehatan dan Presiden.
Secara terpisah, Urip Murtedjo, Ketua PABI, mendesak pemerintah membuat aturan tentang pengangkatan dan penempatan dokter bedah. ”Dulu, Indonesia punya UU Wajib Kerja yang mengatur itu. Saat UU itu masih diterapkan, dokter yang belum ditempatkan ke daerah, belum bisa ambil spesialis. Konsep ini bagus,” kata dia.
Menurut Urip, dokter bedah muda akan mendapat pengalaman sangat berharga jika ditempatkan di daerah terpencil. Namun, itu perlu diikuti jaminan kesejahteraan. Saat ini, ada 1.700 dokter spesialis bedah umum di Indonesia.
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi di RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Jumat lalu, meminta dokter terjun melayani ke daerah. ”Rumah sakit harus jadi rumah sakit tanpa dinding. Dokter harus lihat rakyat di daerah yang belum ada dokternya. Jangan semua kumpul di rumah sakit di kota,” katanya. (PRA)