Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Kompas.com - Banyak situasi yang mengharuskan kita mengontrol dorongan seksual, misalnya saat terpisahkan jarak dengan pasangan, sedang melakukan perjalanan spritual, atau pasangan sedang sakit keras.
Gairah seksual yang berbeda dengan pasangan juga bisa membuat kita terpaksa menahan diri bila pasangan merasa tidak mood untuk bercinta. Ada pula kondisi yang membuat seseorang punya kebutuhan untuk bercinta setiap hari atau bisa tiga kali dalam satu malam.
Kebanyakan orang merasa frustasi jika kebutuhan biologis memanggil untuk menyalurkan hasrat bercinta. Memang Anda bisa saja memilih jalan instan, misalnya dengan "jajan". Tetapi risiko kesehatan dan juga larangan agama membuat Anda harus berpikir dua kali sebelum melakukannya.
Tetapi sebenarnya kita juga bisa mengontrol libido dengan melakukan beberapa perubahan gaya hidup berikut. Ikuti beberapa langkah berikut ini:
Langkah 1
Konsultasikan pada dokter jika dorongan seksual Anda terlalu tinggi (hiperseksual). Dorongan seks yang terlalu tinggi juga bisa menjadi tanda gangguan mental seperti gangguan bipolar atau kanker adrenal. Jika ada gejala Anda mengalami kecanduan seks, dokter akan merujuk Anda pada terapis profesional. Beberapa jenis obat juga cukup efektif untuk menekan libido.
Langkah 2
Hindari rangsangan seksual, misalnya tidak menonton film porno atau membaca buku yang mendeskripsikan hubungan seks. Alihkan perhatian Anda dari objek atau orang yang menimbulkan gairah seksual.
Langkah 3
Lakukan olahraga. Buatlah tubuh Anda sibuk dan aktif sehingga Anda tidak terlalu merasa frustasi.
Langkah 4
Sebaiknya jangan melakukan masturbasi. Jika Anda mulai terangsang, pikirkan hal-hal yang berbau nonseksual dan lakukan aktivitas lain sampai perasaan tersebut berlalu.
Langkah 5
Lakukan aktivitas hobi bersama pasangan untuk mendekatkan diri dengan cara lain. Misalnya bergabung dengan komunitas hobi atau menjadi relawan kegitan sosial.
Langkah 6
Berhentilah konsumsi alkohol atau obat terlarang, terutama jika kebiasaan tersebut bisa mengurangi kesadaran dan menyebabkan Anda melakukan sesuatu yang akan disesali nantinya.
KOMPAS.com - Kesulitan untuk meredam rasa lapar yang muncul di sela-sela waktu makan? Mungkin Anda perlu mencoba latihan lompat tali untuk mengatasinya. Sebuah studi baru dari Jepang mengatakan, latihan yang melibatkan gerakan vertikal seperti lompat tali dapat melawan nafsu makan lebih baik daripada jenis latihan lain.
Banyak penelitian membuktikan, olahraga dapat menekan nafsu makan untuk sementara waktu. Efek ini melibatkan hormon yang meregulasi nafsu makan yang dikeluarkan oleh usus, seperti ghrelin. "Gangguan" pada usus yang ditimbulkan dengan berolahraga akan mempengaruhi produksi hormon lapar tersebut.
Studi yang dimuat dalam jurnal Appetite menunjukkan bahwa gerakan vertikal paling efektif dalam mengurangi produksi hormon lapar. Para peneliti mengatakan, berlari lebih baik dari pada bersepeda, sedangkan lompat tali bahkan lebih baik dari berlari sebagai latihan penekan rasa lapar.
Para peneliti melakukan percobaan pada 15 pria sehat yang berusia 24 tahun. Dalam hari yang terpisah, para peserta melakukan tiga perlakuan berbeda, yaitu lompat tadi, bersepeda, dan beristirahat. Para peneliti menentukan waktu bagi masing-masing latihan agar energi yang dikeluarkan memiliki nilai yang sama.
Selama melakukan latihan, para peserta menerima pengukuran untuk kadar hormon lapar, dan ditanya seberapa lapar, serta keinginan mereka untuk memakan makanan asin, manis, asam, dan berlemak.
Hasil menunjukkan para peserta merasa lebih tidak lapar saat melakukan latihan bersepeda dan lompat tali dibandingkan dengan mereka yang beristirahat. Rasa ini tetap bertahan hingga 15 menit setelah berolahraga.
Peserta yang melakukan lompat tali bahkan lebih sedikit merasa lapar dibandingkan dengan mereka yang bersepeda, hingga 25 menit setelah latihan.
Untuk keinginan makan makanan berlemak, secara umum peserta mengalami penurunan saat sedang berolahraga, khususnya bagi peserta yang melakukan lompat tali. Hasil tersebut dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan latihan.
Namun setelah selesai melakukan latihan, peserta yang bersepeda merasa lebih lapar dari pada mereka yang tidak melakukan latihan. Para peneliti menyimpulkan hal ini dikarenakan mereka membutuhkan energi pengganti setelah berolahraga. Istimewanya, rasa lapar setelah latihan ini tidak dirasakan oleh mereka yang melakukan lompat tali.
Para peneliti mengatakan, tidak ada perbedaan hormon lapar antara peserta yang lompat tali dan bersepeda. "Pasti ada mekanisme lain yang menjelaskan perbedaan kadar lapar mereka," ujar mereka.
Barry Braun, profesor dan direktur laboratorium metabolisme energi di University of Massachusetts yang tidak terlibat dengan studi mengatakan, studi ini cukup baik untuk membandingkan antara bersepeda dan lompat tali. Namun tidak ada perbedaan signifikan antara keduanya.
"Mungkin saja gerakan vertikal membuat gangguan yang lebih baik pada usus sehingga membuat sedikit lapar. Namun efeknya tidak terlalu terlihat," ujar Braun.
Ia menambahkan, selain hormon lapar, penurunan nafsu makan yang terlihat dalam studi ini mungkin juga dikarenakan peningkatan suhu tubuh yang lebih tinggi selama lompat tali.
Kompas.com - Salah satu penyebab berat badan lebih gampang naik adalah sulit menahan rasa lapar. Bahkan, seringkali ketika kita sudah makan tapi tetap merasa lapar. Menjaga perut agar tidak cepat lapar kembali bisa menjadi kunci untuk membatasi jumlah kalori yang masuk.
Berikut adalah 5 cara yang layak dicoba untuk menekan nafsu makan atau pun memperpanjang rasa kenyang.
1. Lebih banyak lemak
Sepertinya memang kontraproduktif, tetapi mengonsumsi lebih banyak lemak adalah strategi pintar mengurangi berat badan, asalkan lemak yang dipilih tepat. Para ahli mengatakan asam oleic, si lemak baik, akan memicu usus halus memproduksi oleoylethanolamide, zat yang akan mempengaruh sistem saraf dan melepaskan pesan ke otak bahwa perut telah kenyang.
Sumber lemak yang baik antara lain kacang-kacangan, alpukat, dan minyak zaitun murni. Keuntungan lain dari konsumsi lemak adalah menunda pengosongan perut sehingga kita merasa kenyang lebih lama.
2. Porsi kecil
Peneliti dari Arizona State University menemukan bahwa memotong-motong makanan dalam porsi kecil akan mendorong timbulnya kepuasan lebih besar dibandingkan dengan makan dalam porsi besar, meski jumlah kalorinya sama.
3. Banjir endorfin
Para ahli mengatakan bahwa kegiatan olahraga bukan cuma membakar kalori dan mempercepat metabolisme, tetapi juga mengembalikan sensitivitas saraf yang terkait dengan kepuasan. Hal ini pada akhirnya akan membuat kita tak tergoda ngemil. Bukan cuma olahraga berat yang bisa mendatangkan efek ini, berjalan kali selama 15 menit ternyata cukup efektif.
4. Sarapan
Awali hari dengan kegiatan yang baik, seperti sarapan. Selain meningkatkan metabolisme, makan pagi juga berpengaruh besar pada asupan makanan. Orang yang malas sarapan mengonsumsi makanan manis 40 persen lebih banyak, mengonsumsi minuman soda 55 persen lebih banyak, dan kurang makan sayur dan buah. Beberapa penelitian juga menyebutkan orang yang jarang sarapan cenderung lebih gemuk.
5. Makan perlahan
Penelitian yang dimuat dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menemukan bahwa makan dengan cepat akan menghambat pelepasan hormon yang berkaitan dengan rasa kenyang. Akibatnya, seseorang makan secara berlebihan. Makan perlahan juga membuat kita merasa lebih puas terhadap apa yang dimakan.