Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
JAKARTA, KOMPAS.com - Apa yang terlintas dalam benak saat mendengar Human Papilloma Virus (HPV)? Beberapa di antara Anda mungkin sudah pernah mendengar informasi mengenai hubungan virus ini dengan penyakit kanker serviks. Namun ternyata, HPV juga dapat menyebabkan lebih banyak jenis penyakit, antara lain kutil kelamin, kanker kulit non melanoma, penyakit THT, dan beberapa penyakit lainnya.
Dokter spesialis kandungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit CiptoMangunkusumo (FKUI/RSCM) Profesor Andrijono mengatakan, edukasi mengenai HPV di Indonesia perlu ditingkatkan karena prevalensi HPV semakin meningkat dalam kurun 10 tahun terakhir. Semakin banyak orang yang teredukasi, maka akan semakin besar kemungkinan untuk menurunkan prevalensinya.
Untuk lebih mengedukasi masyarakat mengenai virus mematikan ini , para dokter umum dan spesialis yang berminat di bidang HPV membentuk suatu komunitas bernama Indonesian Working Group (IWG). "Dengan IWG, para dokter akan lebih mudah memberikan pendidikan ke masyarakat," ujar Andrijono yang juga menjabat Ketua IWG.
Meski baru diresmikan Selasa (2/4/2013) ini, lanjut Andri, namun kegiatan IWG sudah dimulai sejak 3 bulan yang lalu. Terbukti hingga waktu diresmikan, IWG juga sekaligus meluncurkan situs edukasi tentang HPV yang beralamat di indonesianHPV.org dan sebuah buku berjudul "About HPV".
"Situs IWG berisi informasi umum tentang HPV yang bisa diakses oleh umum, dan ada pula penelitian-penelitian dan tanya-jawab seputar HPV, namun baru hanya dokter yang bisa mengaksesnya," tutur Andri.
Namun jangan khawatir bagi Anda yang bukan berprofesi dokter, karena kolom tanya-jawab bagi umum juga sudah direncanakan untuk dibuat. Karena tujuan IWG adalah memberikan edukasi seluas-luasnya pada masyarakat mengenai HPV.
"Rencananya dalam 3 sampai 6 bulan ke depan, akan dibuat juga situs untuk umum," ujar Andri.
Kompas.com - Upaya pencegahan penyakit bukan saja menghemat biaya kesehatan, tapi juga menghindari penularan penyakit yang lebih luas. Dokter umum merupakan kelompok strategis untuk melakukan kampanye promotif dan preventif kepada masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan Dr.Dyah Agustina Waluyo, anggota presidium Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) dalam acara jumpa pers simposium ilmiah Musyawarah Kerja Nasional dan Pertemuan Ilmiah PDUI bekerja sama dengan PT.Unilever Indonesia di Jakarta (28/3/13).
Saat ini Indonesia memiliki sekitar 80.000 dokter umum. Angka tersebut menurut Dyah sudah mendekati ideal namun penyebarannya memang belum merata.
"Dengan diberlakukannya sistem jaminan sosial nasional tahun depan, peran dokter sebagai penyedia layanan primer sangat besar. Karenanya kompetensi dokter harus ditingkatkan, termasuk dalam hal soft skill berupa kemampuan berkomunikasi dengan pasien," katanya.
Ia menambahkan, dokter berkewajiban memberikan konseling serta arahan untuk mengubah perilaku pasien menjadi lebih sehat. "Pengobatan tidak melulu dengan terapi obat tapi juga mengedukasi gaya hidup sehat," imbuhnya.
Prof.Umar Fahmi Achmadi, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, menjelaskan, sampai saat ini dokter masih menjadi sumber informasi kesehatan yang paling kuat di masyarakat. "Kata-kata dokter seperti resep obat yang harus diikuti," katanya.
Karena itu menurut Umar dokter umum seharusnya menjadi lini terdepan dalam upaya pencegahan penyakit. Upaya pencegahan penyakit bisa dilakukan melalui banyak hal, mulai dari imunisasi, perbaikan lingkungan hidup, konsumsi makanan sehat, hingga menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Pelaksaan perilaku hidup bersih dan sehat, antara lain dengan mencuci tangan dengan sabun pada saat-saat penting, telah terbukti mencegah penyebaran penyakit infeksi. Hasil riset menunjukkan, cuci tangan pakai sabun bisa mengurangi kejadian diare sampai 50 persen dan kejadian infeksi saluran pernapasan atas sampai 45 persen.