Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
KOMPAS.com - Saat hamil, wanita perlu lebih mewaspadai gangguan usus, seperti konstipasi dan diare. Sebuah studi baru menemukan, tiga dari empat wanita mengalami gangguan usus saat hamil. Meskipun gangguan ini tidak sampai menurunkan kualitas hidup mereka.
Para peneliti asal Loyola University Center di Maywood mencatat gangguan usus ini terjadi akibat perubahan psikologis dan hormonal yang terjadi selama kehamilan. Selain itu, suplemen makanan yang diminum selama kehamilan juga turut berperan.
Studi ini menganalisa 104 wanita hamil pada trimester pertama dan 66 wanita hamil pada trimester ketiga. Para peserta diminta menyelesaikan dua kuisioner. Pertama, mengenai gangguan usus yang mereka derita, dan yang kedua mengenai bagaimana gangguan tersebut mempengaruhi kualitas hidup mereka. Para peserta secara khusus juga ditanya apakah gangguan usus yang mereka derita membuat hidup mereka kurang nyaman, terbatas memilih pakaian dan makanan, membuat malu, marah, terisolasi, sedih, atau tertekan.
Studi menemukan bahwa 72 persen peserta dengan kehamilan trimester pertama dan 61 persen peserta dengan kehamilan trimester ketiga pernah mengalami gangguan usus paling tidak satu kali. Gangguan usus yang mereka alami antara lain konstipasi, diare, kembung, dan radang usus.
Sementara itu, gangguan usus yang mereka alami ternyata tidak mempengaruhi kualitas hidup mereka. Dari skala satu hingga 100, dengan 100 menunjukkan tidak mempengaruhi sama sekali, rata-rata para peserta menjawab hingga 94,9.
Dr. Scott Graziano penulis senior dan profesor kebidanan di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine menyarankan wanita hamil untuk minum cukup cairan dan mengonsumsi 25 hingga 30 gram serat setiap hari. Studi menemukan bahwa wanita hamil rata-rata hanya mengonsumsi 16 hingga 17 gram serat per-harinya.
Hasil dari studi masih didiskusikan dalam pertemuan tahunan American College of Obstetricians and Gynecologists di New Orleans. Data dan kesimpulan yang akurat dapat dilihat setelah hasilnya diterbitkan dalam bentuk jurnal.
Kompas.com - Perubahan hormonal pada wanita bisa memicu penyakit gusi berdarah pada wanita. Meski begitu, hal tersebut juga tergantung pada ada tidaknya penumpukkan plak pada pertemuan gigi dan gusi.
Gusi berdarah merupakan gejala awal terjadinya peradangan gusi atau gingivitis.
Menurut drg.Dedy Yudha Rismanto, Sp.Perio, perubahan hormon akan menyebabkan gusi bengkak, tanpa rasa sakit, atau perdarahan.
"Biasanya didahului dengan adanya kuman atau tumpukan plak. Perubahan hormon akan memacu kerja kuman-kuman itu," katanya dalam acara konferensi media Solusi Permasalahan Gusi di Jakarta, Kamis (2/5/13).
Karena kuman bertambah aktif, gusi akan terangsang untuk mengeluarkan reaksi imunitas sehingga terjadi radang dan bengkak. "Reaksi ini menyebabkan gusi mempertebal dindingnya pada bagian leher. Makanya jadi bengkak," kata dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.
Bila bengkak dibiarkan, dinding yang dibangun akan jebol dan mengakibatkan kuman masuk ke dalam lapisan gigi. Kuman tersebut berpotensi menimbulkan luka pada pembuluh darah dan jaringan di dalamnya sehingga menimbulkan gusi berdarah.
Sedikitnya ada 5 hal yang menandakan terjadinya radang, yakni bengkak, rasa sakit, timbulnya demam, kerusakan jaringan, dan kerusakan sel. Pada radang gusi, demam terjadi di tingkat sel sehingga tidak bisa dirasakan.
Penyakit gusi berdarah karena perubahan hormon memang sulit dihindari karena tidak mudah mengontrol hormon dalam tubuh.
"Untuk mencegah terjadinya gusi berdarah bisa dilakukan dengan rajin membersihkan gigi dan karang gigi, serta memeriksakan gigi dan gusi," katanya