Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Tetap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tetap. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juli 2013

Berolahraga Biar Puasa Tetap Bugar


Kompas.com — Rasa lemas karena menahan lapar dan haus saat berpuasa menjadi halangan bagi banyak orang untuk berolahraga. Bagi Anda yang tetap ingin berolahraga, sesuaikan waktu dan durasi berolahraga.

"Mungkin saja olahraga saat puasa. Tapi dikembalikan pada kondisi tiap orang yag
berbeda," kata Corporate Health Trainer, dr Phaidon L. Toruan. Asupan yang berkurang juga menyebabkan kemampuan olahraga berkurang dari biasanya.

Phaidon menyarankan agar olahraga dilakukan di sore hari menjelang berbuka. Hal ini untuk menyesuaikan dengan timbulnya rasa lelah dan haus seusai olahraga. Jenis olahraga juga tidak perlu yang berat, seperti latihan beban. Olahraga ringan seperti jogging, treadmill, dan sepeda statis lebih disarankan.

Hal senada juga didapat dari laman duniafitnes.com. Pemilihan olahraga di sore hari bertujuan mencegah dehidrasi, yang rawan timbul pada pagi dan siang ketika berpuasa. Rasa haus bisa segera diatasi saat waktu berbuka tiba. Mengasup nutrisi juga bisa segera dilakukan untuk menggantikan yang hilang saat olahraga

Selain itu saat berpuasa sebaiknya olahraga tidak perlu berlama-lama. Di minggu pertama puasa mungkin bisa dilakukan 20 menit di sore hari, kemudian perlahan ditambah menjadi 30 menit. Peningkatan durasi ini bisa terus berlanjut hingga puasa usai. Latihan rutin yang sesuai dengan asupan akan membuat tubuh sehat dan bugar selama puasa.

Untuk menjaga kebiasaan olahraga bisa terus berlanjut selama puasa, berikut tipnya.

1. Lakukan pemanasan dan pendinginan
Pemanasan akan membantu otot dan tubuh bersiap melakukan kegiatan. Hal ini akan mengurangi risiko cedera ketika berolahraga. Sebaiknya dimulai dari alat atau gerakan yang ringan, dan naik menjadi lebih berat secara perlahan. Adapun pendinginan bertujuan untuk relaksasi otot dan tubuh. Relaksasi ini akan mengurangi ketegangan otot dan tubuh seusai berolahraga.

2. Istirahat cukup
Istirahat bertujuan memperoleh kembali energi yang digunakan. Dengan istirahat
cukup diharapkan akan memperoleh cukup stamina untuk kembali berolahraga di hari berikutnya. Istirahat harus disertai konsumsi makanan sehat, seperti sayur dan buah. Kombinasi keduanya memungkinkan tubuh tetap sehat selama berpuasa.

3. Makan di akhir sahur
Makan di akhir sahur akan memperpendek masa kekosongan perut. Sebaiknya pilih menu sahur yang rendah lemak dan tinggi protein. Hidangan ini akan membuat kenyang lebih lama dan menjaga tingkat energi sehari-hari.

4. Jangan tunda waktu berbuka
Ketika waktu berbuka tiba segera konsumsi makanan atau minuman berindeks glikemik tinggi, seperti kurma atau teh manis. Hidangan ini akan segera mengganti gula darah yang hilang saat berpuasa. Makanan tinggi protein juga disarankan untuk mencegah penyusutan otot dan mempercepat pemulihan usai olahraga.



Sumber Kompas



Info Alkes

Sabtu, 25 Mei 2013

Jokowi: Kartu Jakarta Sehat Harus Tetap Berjalan

 Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menunjukkan Kartu Jakarta Sehat (KJS).

JAKARTA, KOMPAS - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan akan melakukan cara apa pun agar program Kartu Jakarta Sehat tetap berjalan. Berkait dengan itu, ia meminta rumah sakit mendukung penuh program tersebut.


”Jangan hanya karena masalah untung-rugi, tahu-tahu rumah sakit mundur. Kartu Jakarta Sehat sangat dibutuhkan masyarakat. Semestinya dibicarakan dulu kalau masih punya rasa kemanusiaan bagi masyarakat tidak mampu,” tutur Jokowi di Balaikota, Rabu (22/5).


Jokowi mengakui masih ada kekurangan dalam penerapan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang harus dibenahi. Namun, sistem sudah berada di jalan yang benar. ”Kalau sistem tidak benar, tidak mungkin peminatnya membeludak. Jadi, jangan ada yang coba-coba menghambat,” ujarnya.


Jokowi, menurut rencana, akan kembali membagikan KJS kepada 1,7 juta warga pada pekan ini. KJS yang sudah dibagikan kepada warga hingga saat ini sekitar 3.000 kartu.


Persoalan KJS mencuat setelah 16 rumah sakit menyatakan mundur dari kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan dua di antaranya sudah mengajukan surat resmi.


Namun, menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emawati, 14 RS lain urung mengundurkan diri. ”Kami sudah panggil 16 rumah sakit itu. Kemarin, rupanya ada miskomunikasi. RS juga ada yang belum paham betul soal INA-CBGs (Indonesia-Case Based Group/sistem pembayaran kepada pemberi pelayanan kesehatan yang dikelompokkan berdasarkan ciri klinis dan pemakaian sumber daya yang sama),” kata Dien.


Dien menjelaskan, intinya ada kesenjangan antara RS tipe A, B, C, dan D. Seharusnya penyakit yang sama diobati di rumah sakit tipe A dan C dengan biaya yang sama.


”Misalnya di RS tipe A sakit typhoid ongkosnya Rp 2 juta, di RS tipe C Rp 1 juta. Itu tidak mungkin. Harusnya sama. Polanya nanti akan dikembalikan pada clinical pathway,” ujarnya.


Clinical pathway merupakan standar kendali mutu dan biaya yang sama yang berlaku bagi setiap RS dalam menangani penyakit. Clinical pathway itu diperhitungkan untuk menilai apakah tindakan yang diberikan kepada pasien sesuai kewajaran dan tidak membebani pasien. Tidak mungkin, lanjut Dien, sakit tipus diperiksa menggunakan MRI.


Karena itu, penetapan besaran INA-CBGs akan dihitung ulang agar tidak terjadi ketimpangan antar-RS dalam memberikan klaim bagi pasien. Menurut Dien, tarif Rp 23.000 itu sudah cukup.


Semua persoalan telah disampaikan ke Kementerian Kesehatan. Sebagai respons, telah dibentuk tim reaksi cepat Kementerian Kesehatan dan Pemprov DKI Jakarta untuk menangani persoalan yang muncul dalam implementasi program KJS.


Hari Kamis ini, Komisi E DPRD DKI berencana memanggil dinkes dan 16 rumah sakit.


Sri Rahmani, Ketua Ikatan Rumah Sakit Jakarta Metropolitan, menegaskan, pihak RS tetap mendukung program KJS asal biayanya terpenuhi. ”Kami tidak ambil untung sama sekali dari kelas III. Pak Basuki (Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) juga sudah bilang tidak ingin RS rugi.”


Empat belas RS yang disebutkan mundur juga masih melayani pasien KJS. ”Tetapi, kalau kelas III hanya 10 tempat tidur, empat untuk anak, enam untuk dewasa, wajar kalau sampai menolak pasien,” ujar Sri. (FRO)




Sumber Kompas




Info Alkes

Senin, 20 Mei 2013

Pengamat: Premi KJS Naik, RS Swasta Tetap Sengsara

JAKARTA, KOMPAS.com Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menaikkan premi Kartu Jakarta Sehat (KJS) dinilai pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo tidak akan menyelesaikan masalah. Menurut Agus, rumah sakit swasta akan tetap menjadi korban dari program tersebut.

"Antara sistem premi dan sistem pembayaran KJS adalah dua hal berbeda. Kalau premi kan sudah berkaitan dengan asuransi, sedangkan KJS itu menggunakan dana sosial," ujar Agus saat dihubungi wartawan, Senin (20/5/2013) di Jakarta.

"Buat rumah sakit swasta itu penderitaan, kalau RSUD mungkin enggak masalah. Makanya mereka (RS swasta) meninggalkan KJS," lanjut Agus.

Seperti diketahui, premi pasien di DKI Jakarta dihargai Rp 23.000. Belakangan, Pemprov DKI berencana menaikkan premi menjadi Rp 50.000 dengan alasan agar rumah sakit swasta tidak mengalami kerugian operasional. Pemprov DKI berpendapat semakin tinggi premi pasien, biaya klaim pasien di rumah sakit dapat terpenuhi.

Sistem pembayaran KJS pun berubah sejak 1 Maret 2013. Jika sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI membayar rumah sakit per pelayanan seorang pasien, kini tidak lagi. Pemprov DKI menyerahkan pengelolaan ke PT Askes melalui sistem Indonesia Case Base Group (INA-CBG's) dengan pembayaran per paket.

Menurut Agus, kebijakan peningkatan premi per pasien harus diikuti dengan perbaikan dari pihak Pemprov DKI Jakarta juga. Salah satunya terkait jaminan pembayaran reimburse sekaligus kecepatan pembayaran pasien yang tepat waktu.

"Makanya, berhak saja RS swasta keluar dari KJS. Nah sekarang tinggal bagaimana Pemprov DKI merespons kondisi tersebut," lanjut Agus.

Diwartakan sebelumnya, terdapat 16 rumah sakit swasta yang mundur mengurus KJS atas alasan berat dengan tarif harga INA-CBG's yang dikeluarkan PT Askes (Persero). Tarif yang diberlakukan berdasarkan sistem paket ini dinilai merugikan rumah sakit.



Sumber Kompas



Info Alkes

Selasa, 09 April 2013

Doyan Ngemil Tapi Tetap Langsing

Kompas.com - Orang yang sedang menjaga berat badannya biasanya langsung memusuhi camilan. Padahal, tak perlu takut terhadap makanan kecil. Jika Anda memilih makanan sehat dengan porsi yang terkontrol, camilan justru membantu mengendalikan rasa lapar di antara waktu makan. Sebagian besar orang malah makan secara berlebihan karena perut sangat kosong di jam makan.

Menurut Deborah Beauvais, juru bicara dari Academy of Nutrition and Dietetics, ada beberapa hal yang bisa dijadikan rambu agar keinginan ngemil tidak merusak program memiliki berat badan ideal. Selain ngemil di waktu yang tepat, jenis camilan juga sebaiknya diperhatikan. Camilan gorengan atau makanan tinggi lemak tentu harus dihindari. Simak kiat-kiat lainnya agar Anda tak merasa "berdosa" karena ngemil.

1. Ngemillah di saat Anda benar-benar lapar. Jangan biarkan rasa bosan atau frustasi "mengalahkan" Anda untuk makan. Sebaliknya, jika rasa tersebut datang, perbanyaklah aktivitas fisik seperti berjalan-jalan bahkan bertemu teman.

2. Berlatihlah untuk mengontrol porsi. Dua puluh delapan gram almond mentah (sekitar 23 butir) memiliki 160 kalori dan cocok untuk menunjang rencana makan sehat Anda. Namun jika Anda memakannya berlebihan, camilan sehat ini malah akan membuat Anda kelebihan kalori.

3. Berpikir kecil. Jangan berpikir sebungkus besar kue cokelat baru bisa memuaskan hasrat ngemil Anda. Penelitian menunjukkan, makan dengan porsi kecil pun sudah dapat memuaskan Anda.

4. Jangan terjebak pada kata-kata "bebas lemak" dan "tanpa gula". Bebas lemak, kata Beauvais diartikan dengan rendah kalori. Namun ada beberapa produk yang memasang label tersebut, jika dibandingkan dengan produk biasa ternyata perbedaannya tidak terlalu jauh. Maka Beauvais menyarankan, agar lebih teliti memilih produk.

5. Rencanakan waktu ngemil. Anda akan lebih tidak tergoda pada camilan manis di depan mata ketika Anda sudah membawa camilan sehat sendiri.

6. Jadwalkan waktu ngemil. Ngemil di antara waktu makan, terbukti dapat mencegah untuk makan berlebihan di waktu makan utama sehingga membantu menjaga berat badan.

Jadi, tidak takut ngemil lagi kan?



Sumber Kompas



Info Alkes