Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label Kebiasaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebiasaan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Mei 2013

Kebiasaan "Jorok" Tingkatkan Imunitas

KOMPAS.com - Kebiasaan yang dinilai "jorok" seperti mengupil atau menggigit kuku ternyata tidak selamanya buruk. Menurut sebuah studi, kebiasaan-kebiasaan ini justru dapat meningkatkan kekuatan sistem imun.

Adalah Profesor Scot Napper, dosen asal Kanada yang membiarkan anak didiknya untuk mengorek lubang hidung mereka untuk mengetahui kebiasaan ini memiliki manfaat kesehatan. Ia juga meminta mahasiswanya memakan lendir masing-masing untuk lebih mengerti mengenai sistem imun manusia.

Napper percaya, memakan lendir di hidung dapat meningkatkan kekuatan sistem imun karena tindakan tersebut seperti mengenalkan sejumlah kecil kuman yang tidak berbahaya pada tubuh.

Teori Napper ini mendukung sebuah teori lain yang menyebutkan tingkat higienitas yang baik justru memicu peningkatkan risiko alergi dan gangguan autoimun.

Dalam studinya, Napper membagi kelasnya menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diminta mengupil dan memakannya, sedangkan yang lain tidak. Kemudian ia pun mengobservasi bagaimana sistem imun merespon kebiasaan tersebut.

Profesor Biokimia dari University of Saskatchewan ini menerapkan percobaan pada mahasiswa tingkat pertama dan membiarkan mereka merasakan sendiri perubahan pada sistem imun mereka.

"Ilmu pengetahuan adalah tentang bertukar gagasan, bukan hanya datang dan mencatat materi kuliah," ujar Napper.

Ia mengatakan, mengupil adalah kebiasaan alamiah. Dari perspektif evolusi, manusia awalnya berasal dari lingkungan kotor yang kemudian mulai berubah menjadi bersih dan steril.

Hal senada juga dikatakan pakar lain seperti dr. Hilary Longhurst, konsultan imunologis dari Bart’s NHS Trust. Ia mengatakan, kebiasaan menggigit kuku dapat meningkatkan kekuatan sistem imun.

Sistem imun bekerja dengan mengembangkan "ingatan" dan mencatat bagaimana untuk melawan partikel asing yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga ketika partikel yang sama masuk kembali ke dalam tubuh, sistem imun sudah mampu melawannya dengan sempurna.



Sumber Kompas



Info Alkes

Minggu, 14 April 2013

Hindari Kebiasaan Penyebab "Heartburn"

KOMPAS.com - Heartburn merupakan istilah untuk sensasi panas di dada yang diakibatkan naiknya asam lambung sampai ke kerongkongan. Heartburn umumnya dipicu oleh makanan, obat, hingga kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok atau tidur setelah makan.

Heartburn tentu akan mengganggu aktivitas Anda. Terlebih jika terjadi saat tidur, heartburn akan menurunkan kualitas tidur. Maka apa yang perlu dilakukan untuk menghindari heartburn?

1. Hindari merokok.
Merokok mungkin sudah menjadi alasan timbulnya banyak penyakit, termasuk heartburn. Merokok akan melemahkan katup di antara perut dan esofagus sehingga memicu heartburn.

2. Hindari makan banyak dan berlemak.
Ketika makan, lambung akan mengembang. Makan terlalu banyak bisa membuat gejala heartburn kumat setelah makan. Biaskan makan sedikit-sedikit, empat atau lima kali sehari, sehingga lambung tidak terlalu banyak memproduksi asam.

3. Hindari olahraga ekstrim.
Ada gerakan-gerakan tertentu dalam olahraga yang dapat memicu asam lambung untuk kembali ke kerongkongan. Maka perhatikan gerakan olahraga Anda, hindari gerakan-gerakan yang berlawanan dengan aliran pencernaan alami. Selain itu, hindari pula makan sebelum berolahraga.

4. Perhatikan obat Anda.
Ada banyak pengobatan yang memicu heartburn. Penggunaan rutin aspirin dan obat anti-inflami nonstetoid biasanya dapat memicu.

5. Jangan kenakan ikat pinggang atau pakaian ketat di daerah pinggang.

Pakaian ketat pada pinggang akan menekan lambung, sehingga asam lambung bisa naik ke kerongkongan. Selain itu, pastikan pakaian tidur Anda longgar sehingga tidak memberikan tekanan pada lambung.

6. Jangan tidur setelah makan.
Tidur setelah makan memperbesar risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan. Maka pastikan tidur 2 jam setelah makan. Selain itu Anda juga dapat menggunakan bantal yang membuat posisi kepala lebih tinggi dari badan saat tidur.



Sumber Kompas



Info Alkes

Sabtu, 06 April 2013

Dokter Berperan Bentuk Kebiasaan Sehat Masyarakat

Kompas.com - Upaya pencegahan penyakit bukan saja menghemat biaya kesehatan, tapi juga menghindari penularan penyakit yang lebih luas. Dokter umum merupakan kelompok strategis untuk melakukan kampanye promotif dan preventif kepada masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Dr.Dyah Agustina Waluyo, anggota presidium Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) dalam acara jumpa pers simposium ilmiah Musyawarah Kerja Nasional dan Pertemuan Ilmiah PDUI bekerja sama dengan PT.Unilever Indonesia di Jakarta (28/3/13).

Saat ini Indonesia memiliki sekitar 80.000 dokter umum. Angka tersebut menurut Dyah sudah mendekati ideal namun penyebarannya memang belum merata.

"Dengan diberlakukannya sistem jaminan sosial nasional tahun depan, peran dokter sebagai penyedia layanan primer sangat besar. Karenanya kompetensi dokter harus ditingkatkan, termasuk dalam hal soft skill berupa kemampuan berkomunikasi dengan pasien," katanya.

Ia menambahkan, dokter berkewajiban memberikan konseling serta arahan untuk mengubah perilaku pasien menjadi lebih sehat. "Pengobatan tidak melulu dengan terapi obat tapi juga mengedukasi gaya hidup sehat," imbuhnya.

Prof.Umar Fahmi Achmadi, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, menjelaskan, sampai saat ini dokter masih menjadi sumber informasi kesehatan yang paling kuat di masyarakat. "Kata-kata dokter seperti resep obat yang harus diikuti," katanya.

Karena itu menurut Umar dokter umum seharusnya menjadi lini terdepan dalam upaya pencegahan penyakit. Upaya pencegahan penyakit bisa dilakukan melalui banyak hal, mulai dari imunisasi, perbaikan lingkungan hidup, konsumsi makanan sehat, hingga menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Pelaksaan perilaku hidup bersih dan sehat, antara lain dengan mencuci tangan dengan sabun pada saat-saat penting, telah terbukti mencegah penyebaran penyakit infeksi. Hasil riset menunjukkan, cuci tangan pakai sabun bisa mengurangi kejadian diare sampai 50 persen dan kejadian infeksi saluran pernapasan atas sampai 45 persen.



Sumber Kompas



Info Alkes