Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
"Mungkin saja olahraga saat puasa. Tapi dikembalikan pada kondisi tiap orang yag
berbeda," kata Corporate Health Trainer, dr Phaidon L. Toruan. Asupan yang berkurang juga menyebabkan kemampuan olahraga berkurang dari biasanya.
Phaidon menyarankan agar olahraga dilakukan di sore hari menjelang berbuka. Hal ini untuk menyesuaikan dengan timbulnya rasa lelah dan haus seusai olahraga. Jenis olahraga juga tidak perlu yang berat, seperti latihan beban. Olahraga ringan seperti jogging, treadmill, dan sepeda statis lebih disarankan.
Hal senada juga didapat dari laman duniafitnes.com. Pemilihan olahraga di sore hari bertujuan mencegah dehidrasi, yang rawan timbul pada pagi dan siang ketika berpuasa. Rasa haus bisa segera diatasi saat waktu berbuka tiba. Mengasup nutrisi juga bisa segera dilakukan untuk menggantikan yang hilang saat olahraga
Selain itu saat berpuasa sebaiknya olahraga tidak perlu berlama-lama. Di minggu pertama puasa mungkin bisa dilakukan 20 menit di sore hari, kemudian perlahan ditambah menjadi 30 menit. Peningkatan durasi ini bisa terus berlanjut hingga puasa usai. Latihan rutin yang sesuai dengan asupan akan membuat tubuh sehat dan bugar selama puasa.
Untuk menjaga kebiasaan olahraga bisa terus berlanjut selama puasa, berikut tipnya.
1. Lakukan pemanasan dan pendinginan
Pemanasan akan membantu otot dan tubuh bersiap melakukan kegiatan. Hal ini akan mengurangi risiko cedera ketika berolahraga. Sebaiknya dimulai dari alat atau gerakan yang ringan, dan naik menjadi lebih berat secara perlahan. Adapun pendinginan bertujuan untuk relaksasi otot dan tubuh. Relaksasi ini akan mengurangi ketegangan otot dan tubuh seusai berolahraga.
2. Istirahat cukup
Istirahat bertujuan memperoleh kembali energi yang digunakan. Dengan istirahat
cukup diharapkan akan memperoleh cukup stamina untuk kembali berolahraga di hari berikutnya. Istirahat harus disertai konsumsi makanan sehat, seperti sayur dan buah. Kombinasi keduanya memungkinkan tubuh tetap sehat selama berpuasa.
3. Makan di akhir sahur
Makan di akhir sahur akan memperpendek masa kekosongan perut. Sebaiknya pilih menu sahur yang rendah lemak dan tinggi protein. Hidangan ini akan membuat kenyang lebih lama dan menjaga tingkat energi sehari-hari.
4. Jangan tunda waktu berbuka
Ketika waktu berbuka tiba segera konsumsi makanan atau minuman berindeks glikemik tinggi, seperti kurma atau teh manis. Hidangan ini akan segera mengganti gula darah yang hilang saat berpuasa. Makanan tinggi protein juga disarankan untuk mencegah penyusutan otot dan mempercepat pemulihan usai olahraga.
KOMPAS.com - Olahraga merupakan keharusan bagi siapa saja yang menginginkan tubuh yang sehat. Sayangnya, banyak yang mengeluhkan payudara sakit terkena goncangan saat berolahraga.
Sebuah studi yang dimuat dalam British Journal of Sport Medicine mengatakan, payudara sakit merupakan keluhan satu dari tiga pelari maraton wanita. Semakin besar ukurannya, semakin besar kemungkinan mengalami gangguan ini.
Studi ini melakukan survei pada 1.285 pelari wanita. Setengah dari peserta mengatakan payudara mereka sakit saat berolahraga moderat, dan 64 persen sakit saat olahraga berat. Meskipun sembilan dari sepuluh pelari melaporkan memakai bra khusus saat olahraga, namun bukan berarti masalah ini terselesaikan.
Para ahli mengatakan, masalah sesungguhnya adalah wanita tidak mendapatkan sokongan yang tepat. "Hanya karena wanita memakai bra khusus, bukan berarti mereka mendapatkan sokongan yang tepat," ujar Ketua Studi Nicola Brown, dosen di health and exercise di St. Mary’s University College, London.
Nah, untuk memperoleh payudara yang sehat dan tidak sakit saat berolahraga, cobalah kiat dari para ahli berikut.
1. Cermati pola sakit
Meskipun tidak sedang berolahraga dan tak selalu menimbulkan rasa sakit, aktivitas sehari-hari bisa membuat payudara sakit. Inilah yang menjadikan saat berolahraga payudara bertambah sakit.
2. Pastikan bra yang digunakan sesuai dengan standar
Berikan perhatian pada bentuk dan ukuran bra. Hal yang perlu diperhatikan saat memilih bra adalah tali bra, cup, kawat, bagian depan, dan tali pengikat.
3. Uji coba bra
Sebelum membeli bra, ada baiknya Anda mencobanya. Meskipun bentuk dan ukurannya sesuai dengan kriteria, belum tentu bra benar-benar pas dengan lekuk tubuh Anda. Saat mencoba, lakukan gerakan olahraga sehingga Anda dapat mengetahui nyaman atau tidaknya bra tersebut.
4. Pantau makanan dan minuman
Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi atau kafein yang berlebihan dapat berkontribusi menimbulkan sakit pada payudara.
5. Terus berolahraga
Mungkin akan sulit mengingat kondisi yang sakit saat berolahraga. Namun menjadi tetap sehat karena berolahraga merupakan modal untuk menjaga payudara tetap sehat.