Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Para ahli belum mengetahui penyebab pasti migren. Namun migren diduga berhubungan dengan ketidakseimbangan serotonin dan beberapa zat lain dalam otak.
Secara umum terdapat empat tahap gejala migren. Pada tahap awal, sekitar 60 persen penderita migren mengalami beberapa gejala berupa konstipasi atau diare, keinginan berlebih untuk makan, sulit berkonsentrasi, otot kaku, sering menguap, frekuensi buang air kecil meningkat, kelelahan, serta depresi atau eforia.
"Secara psikologis, ada semacam riam zat-zat kimia di otak sebelum migren dimulai," kata Dawn C.Buse, Ph.D, pakar saraf dari Albert Einstein College of Medicine.
Di tahap kedua, pada penderita migren klasik biasanya akan menerima sinyal peringatan neurologis lebih dahulu, yaitu sekitar 5-20 menit lebih dahulu berupa aura.
Gejalanya bisa berbeda pada setiap orang, tetapi aura atau kilatan cahaya yang membuat penglihatan semakin kabur ini masih menjadi misteri bagi para ilmuwan. Para ahli menduga ini mungkin karena gelombang zat kimia yang menjalar di bagian otak tertentu.
Pada tahap ketiga, muncul rasa sakit pada kepala yang semakin lama semakin kuat. Sebagian penderita juga mengalami sensitivitas berlebihan pada cahaya, suara, bahkan penciuman. Rasa sakit yang dirasakan biasanya akan bertahan selama 72 jam sebelum masuk ke tahap keempat.
Setelah rasa nyeri perlahan berkurang, penderita migren bisa mengalami rasa lelah, sementara ada juga yang merasa sangat senang.
Obat-obatan yang dapat membantu meringankan migren dibagi menjadi dua golongan, obat yang menghentikan atau mengurangi nyeri begitu migren dimulai, dan obat yang mengurangi atau mencegah migren.
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning menilai seluruh rumah sakit yang mundur dalam memberikan layanan kesehatan melalui Kartu Jakarta Sehat (KJS) sama dengan melanggar undang-undang. Ia menganggap keputusan mundur dari KJS dikarenakan rumah sakit lebih mengutamakan bisnis ketimbang memberikan layanan sosial.
Politikus PDI Perjuangan itu megnatakan, dalam Undang-Undang (UU) Kesehatan Pasal 191 ayat 1 dan 2, dikatakan bahwa rumah sakit tidak bisa menolak pasien atau meminta biaya administrasi di muka. Selain itu, rumah sakit juga dilarang memperjualbelikan darah dengan alasan apa pun.
"Jadi kalau rumah sakit menolak pasien dan meminta uang di depan, itu sudah melanggar UU Kesehatan," kata Ribka di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/5/2013).
Ribka menambahkan, dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 poin F juga diterangkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan layanan hidup sehat yang tidak dibeda-bedakan. Atas dasar itu, ia mempertanyakan alasan yang melatarbelakangi belasan rumah sakit mundur dari KJS.
"Mundur dari KJS itu melanggar undang-undang," ujarnya.
Saat ini ada 16 rumah sakit yang keberatan mengikuti program KJS. Rumah sakit tersebut keberatan dengan tarif harga Indonesia Case Base Group (INA-CBG's) yang dikeluarkan PT Askes (Persero). Tarif yang diberlakukan berdasarkan sistem paket ini dinilai merugikan rumah sakit. Sebelumnya, model pembayaran klaim rumah sakit diberikan untuk setiap jenis pelayanan.
KJS merupakan salah satu program unggulan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Target utamanya adalah seluruh warga Ibu Kota yang masuk dalam kategori miskin. Untuk mendapatkan KJS, warga Jakarta hanya perlu mendaftar di puskesmas dengan menggunakan KTP dan kartu keluarga (KK). Selanjutnya, layanan kesehatan dimulai di puskesmas dan bisa dirujuk ke rawat inap kelas III bila diperlukan dan gratis.
KOMPAS.com - Sakit tenggorokan hingga membuat hilangnya suara tentu akan merepotkan, terlebih jika pekerjaan atau aktivitas kita membutuhkan suara yang prima. "Suara hilang" atau laringitis disebabkan oleh inflamasi atau iritasi dari pita suara. Pita suara yang membengkak dan meradang akan memicu gejala suara hilang.
Menurut Medline Plus, situs dari National Library of Medicine dan National Institutes of Health Amerika Serikat, inflamasi dan iritasi pita suara antara lain disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri seperti bronkitis, flu, pneumonia, dan bahan kimia.
Pada umumnya orang akan langsung mencari antibiotik untuk mengatasi radang tenggorokan , namun penanganan gangguan ini sebenarnya bisa diredakan dengan beberapa cara sederhana yang lebih alami. Simaklah 4 cara berikut ini.
1. Istirahat
Ketika merasakan suara mulai melemah, maka berhentilah berbicara, jangan berteriak ataupun bernyanyi, bahkan berbisik. Cobalah untuk mengistirahatkan total pita suara Anda. Memaksakan diri untuk menggunakan pita suara malah akan menambah bengkak dan radang.
2. Minum air
Minum air bisa membantu meringankan gejala. Maka biasakan membawa air kemana saja Anda pergi ketika sedang sakit tenggorokan. Pilihlah minuman hangat bebas kafein ataupun alkohol, karena kedua bahan ini dapat memperburuk kondisi Anda. Hindari pula irisan lemon karena akan memicu refluks asam lambung yang memperparah iritasi.
3. Herbal pelega tenggorokan
Herbal pelega tenggorokan bekerja dengan menjaga kelembaban tenggorokan sehingga meringankan gejala sakit tenggorokan. Herbal pelega tenggorokan saat ini sudah tersedia dalam banyak bentuk, dari mulai permen hingga lembaran. Pilih sesuai kebutuhan Anda.
4. Kumur air garam
Cara ini mungkin paling tidak nyaman, namun dapat membantu untuk meredakan iritasi tenggorokan. Larutkan garam ke air hangat, kemudian gunakan untuk berkumur. Garam membantu membunuh virus penyebab sakit tenggorokan.
Kompas.com - Sehat tidaknya mengonsumsi telur masih menjadi kontroversi. Pendapat terbaru menyebutkan, konsumsi telur secara berlebihan akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Meski selama ini telur dianggap "jahat" karena kandungan kolesterolnya, tapi menurut penelitian yang dimuat dalam New England Journal of Medicine, ternyata bukan kolesterol dalam telur yang meningkatkan risiko penyakit jantung.
Zat metabolit yang ditemukan dalam kuning telur yang disebut licithin disebut sebagai biang keladinya. Saat lecithin dicerna, ia akan dipecah menjadi komponen yang berbeda, termasuk senyawa kimia kolin.
Ketika bakteri di usus memetabolisme kolin, akan dilepaskan kandungan yang oleh liver diubah menjadi komponen yang disebut trimethylamine N-oxide (TMAO).
"TMAO akan mempercepat plak dan pengumpulan kolesterol di pembuluh darah sehingga risiko penyakit jantung dan stroke meningkat," kata Stanley Hazen, kepala departemen kedokteran sel dan molekuler di Cleveland, AS.
Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dua minggu setelah kelompok peneliti melaporkan tentang carnitin (ditemukan di daging merah dan minuman energi) dan risiko serangan jantung.
"Kedua penelitian ini menunjukkan cara baru yang potensial untuk mengenali risiko pasien terkena penyakit jantung," kata Hazen.
Lantas, perlukah kita membuang kuning telur? Belum perlu. Menurut Hazen, masih diperlukan studi lebih mendalam untuk mengonfirmasi penemuan awal ini.
"Konsumsi dalam jumlah sedang adalah kunci. Selain itu kurangi makanan yang mengandung lemak tinggi dan kolesterol karena mengandung zat kimia yang akan diubah menjadi TMAO," katanya.
KOMPAS.com — Meskipun sudah ada penelitian yang menunjukkan bahwa suplementasi asam lemak omega-3 dapat membantu mereka yang telah mengalami serangan jantung dan gagal jantung, studi baru menemukan suplemen ini hanya berpengaruh kecil untuk mencegah terjadinya masalah kardiovaskular bagi mereka yang berisiko tinggi.
Para peneliti asal Italia melaporkan bahwa suplemen asam lemak omega-3 tidak dapat mengurangi risiko kematian dari penyakit jantung atau serangan jantung atau stroke pada orang yang memiliki risiko tinggi.
Ketua studi, dr Gianni Tognoni dari Istituto di Ricerche Farmacologiche di Milan mengatakan, berlawanan dengan ekspektasi, konsumsi suplemen asam lemak omega-3 tidak memberikan keuntungan spesifik terhadap populasi yang memang memiliki risiko tinggi penyakit kardiovaskular.
Ia mengatakan, asam lemak omega-3 tidak dapat membantu mencegah irama jantung yang tidak normal yang diikuti dengan serangan jantung dan gagal jantung. Oleh karena itu, suplemen ini tidak bermanfaat untuk sesuatu yang bersifat pencegahan.
"Selama gaya hidup tidak diubah, obat tidak akan membantu banyak," ujar Tognoni.
Dalam mengurangi risiko, lanjutnya, masyarakat perlu menghindari merokok, memilih makanan yang sehat, dan olahraga teratur.
Anggota studi dr Maria Carla Roncaglioni, Kepala Laboratorium Praktik Penelitan Umum di Istituto di Ricerche Farmacologiche Mario Negri berpesan, mereka yang berisiko tinggi sebaiknya tidak mengandalkan penggunaan suplemen asam lemak omega-3 dalam waktu lama, tetapi mulailah mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, khususnya kebiasaan makan.
Studi yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine ini melibatkan 12.000 orang dengan risiko tinggi penyakit jantung. Mereka secara acak ada yang diminta meminum suplemen atau plasebo.
Setelah dipantau selama lima tahun, lebih dari 1.400 orang meninggal karena penyakit jantung atau mengalami serangan jantung atau stroke. Di antara mereka yang mengonsumsi suplemen, 11,7 persen di antaranya mengalami masalah-masalah tersebut. Adapun 11,9 persen kasus terjadi pada kelompok plasebo.
KOMPAS.com - Obat terbaik saat sakit flu adalah beristirahat total di rumah. Lama sebentarnya waktu istirahat yang diperlukan pria dan wanita saat menderita flu ternyata berbeda. Wanita butuh waktu lebih panjang dibanding pria.
Menurut data statistik di Australia, wanita rata-rata perlu masa istirahat 3 hari, sementara pada pria hanya rata-rata 2,8 hari. Dari data tersebut ditengarai para pria lebih kuat menghadapi flu parah sehingga memutuskan untuk tidak meninggalkan pekerjaan untuk beristirahat. Selain itu kaum wanita juga lebih sulit untuk sembuh dari virus flu dibanding pria.
Ahli kesehatan masyarakat dari New South Wales Dr. Craig Dalton mengatakan, pria memang merasa sakit, namun mereka cenderung lebih mampu menahan rasa itu. Ditambah lagi, wanita lebih mudah terserang flu dibandingkan pria.
Sebuah penelitian baru di London School of Hygiene and Tropical Medicine mendukung pernyataan dari data statistik tersebut. Studi dengan metode survei pada 5000 orang tersebut menemukan, wanita cenderung gampang mengeluh saat sakit flu.
Peneliti studi Dr. Alma Adler mengatakan, selama ini ada mitos bahwa pria cenderung lebih "cengeng" saat sakit. Namun studi ini menyatakan sebaliknya.
"Tidak ada bukti yang menunjukkan perbedaan cara virus flu menyerang wanita dan pria. Sehingga tidak dapat dikatakan wanita memiliki gejala yang lebih berat sehingga lebih menderita," ujar Adler.
Peserta dalam survei tersebut diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan seputar gejala yang mereka alami dengan skala 0 hingga 100. Baik pria maupun wanita yang sehat memiliki skor yang hampir sama yaitu rata-rata 90.
Namun ketika ditanya gejala saat sakit, para pria memberi skor 60, sedangkan wanita memberi skor 50.
KOMPAS.com - Olahraga merupakan keharusan bagi siapa saja yang menginginkan tubuh yang sehat. Sayangnya, banyak yang mengeluhkan payudara sakit terkena goncangan saat berolahraga.
Sebuah studi yang dimuat dalam British Journal of Sport Medicine mengatakan, payudara sakit merupakan keluhan satu dari tiga pelari maraton wanita. Semakin besar ukurannya, semakin besar kemungkinan mengalami gangguan ini.
Studi ini melakukan survei pada 1.285 pelari wanita. Setengah dari peserta mengatakan payudara mereka sakit saat berolahraga moderat, dan 64 persen sakit saat olahraga berat. Meskipun sembilan dari sepuluh pelari melaporkan memakai bra khusus saat olahraga, namun bukan berarti masalah ini terselesaikan.
Para ahli mengatakan, masalah sesungguhnya adalah wanita tidak mendapatkan sokongan yang tepat. "Hanya karena wanita memakai bra khusus, bukan berarti mereka mendapatkan sokongan yang tepat," ujar Ketua Studi Nicola Brown, dosen di health and exercise di St. Mary’s University College, London.
Nah, untuk memperoleh payudara yang sehat dan tidak sakit saat berolahraga, cobalah kiat dari para ahli berikut.
1. Cermati pola sakit
Meskipun tidak sedang berolahraga dan tak selalu menimbulkan rasa sakit, aktivitas sehari-hari bisa membuat payudara sakit. Inilah yang menjadikan saat berolahraga payudara bertambah sakit.
2. Pastikan bra yang digunakan sesuai dengan standar
Berikan perhatian pada bentuk dan ukuran bra. Hal yang perlu diperhatikan saat memilih bra adalah tali bra, cup, kawat, bagian depan, dan tali pengikat.
3. Uji coba bra
Sebelum membeli bra, ada baiknya Anda mencobanya. Meskipun bentuk dan ukurannya sesuai dengan kriteria, belum tentu bra benar-benar pas dengan lekuk tubuh Anda. Saat mencoba, lakukan gerakan olahraga sehingga Anda dapat mengetahui nyaman atau tidaknya bra tersebut.
4. Pantau makanan dan minuman
Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi atau kafein yang berlebihan dapat berkontribusi menimbulkan sakit pada payudara.
5. Terus berolahraga
Mungkin akan sulit mengingat kondisi yang sakit saat berolahraga. Namun menjadi tetap sehat karena berolahraga merupakan modal untuk menjaga payudara tetap sehat.
Untuk meringankan sakit kepala dan mata lelah, tekan kedua sisi kepala dengan ibu jari selama 20-30 detik. Kompas.com - Sakit kepala termasuk dalam keluhan yang pernah dialami semua orang. Meskipun sakit kepala perlu diredakan, namun sebaiknya Anda tidak langsung meminum obat saat gejala ini menyerang.
Menurut Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Reri Indriani, sakit kepala dapat disebabkan banyak hal dan tidak harus diatasi dengan obat. Ia mengatakan, lebih baik berfokus pada penyebabnya daripada menggunakan obat untuk sekedar meredakan rasa sakit.
"Obat merupakan bahan kimia yang berbahaya apabila sembarangan dikonsumsi," ungkap Reri dalam acara BPOM Sahabat Ibu yang bertajuk "STOP: Supaya Terhindar (dari) Obat Palsu" Kamis (28/3/2013) di Jakarta.
Obat pereda rasa sakit, termasuk obat sakit kepala, pada dasarnya hanya berfungsi untuk menghilangkan gejalanya saja, tanpa menyembuhkan penyebabnya. Reri mencontohkan, misalnya kurang tidur bisa menyebabkan sakit kepala. Jadi jika diketahui penyebab dari sakit kepala adalah dari kurang tidur, maka tidur adalah obat terbaik untuk menghilangkan sakit kepala yang dirasakan.
Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi obat pereda rasa sakit dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan berbagai kontraindikasi berbahaya. Seperti penyakit jantung, kanker, dan beberapa penyakit saraf.
Sebenarnya sebagian besar sakit kepala akan reda dengan beristirahat . Selain itu ada beberapa cara untuk meredakan gejala sakit kepala tanpa obat, antara lain dengan pijat, akupuntur, peregangan, aerobik, meditasi, yoga, latihan relaksasi, terapi panas dan dingin, membatasi makanan-makanan tertentu, hingga dengan bantuan aliran listrik.
Jakarta, Kompas - Sejumlah rumah sakit menyatakan tidak siap menyambut penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional pada 1 Januari 2014. Diperlukan uji coba bagi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional agar pengelola rumah sakit memiliki panduan pelaksanaan yang tepat.
Hal itu mengemuka dalam Pelatihan dan Lokakarya ”Meningkatkan Kualitas Layanan dan Kesiapan Rumah Sakit dalam Penerapan Jamkesnas”, Senin (25/3), di Jakarta.
Perwakilan Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, Lies Dina Liastuti, mengatakan, RS Harapan Kita belum siap melaksanakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pihaknya masih mempersiapkan antara lain sistem remunerasi, bonus kinerja bagi dokter spesialis dan tenaga kesehatan lain, serta pembentukan tim kerja untuk menyiasati pos- pos yang bisa dihemat.
”Kalau ada pilot project (proyek percontohan) pelaksanaan JKN, tentu sangat baik,” kata Liastuti. Proyek percontohan diharapkan memberi panduan tepat terkait pelaksanaan JKN.
Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Kanker Dharmais, Dody Ranuhardy, menyatakan, uji coba sebaiknya dilaksanakan di rumah sakit pemerintah yang wajib melaksanakan JKN. Bila uji coba terbukti berjalan baik dan tidak membebani rumah sakit, rumah sakit swasta tentu akan mengikuti.
Saat ini, beberapa hal yang menjadi kendala JKN adalah tidak berjalannya sistem rujukan. Dody mencontohkan, sejumlah pasien tumor payudara kerap langsung datang ke Dharmais meski tumor yang diderita kategori jinak dan bisa ditangani rumah sakit tipe C atau D.
Keterbatasan dokter spesialis dan sebaran yang tidak merata juga rawan jadi masalah. Persoalan lain adalah keterbatasan peralatan kesehatan yang memadai.
Direktur Medis dan Keperawatan RSUP Sanglah, Bali, A A Ngurah Jaya Kusuma mengatakan, sejauh ini sistem rujukan rumah sakit di Bali berjalan cukup baik. Namun, masih perlu diupayakan agar sistem rujukan yang berlaku semakin efisien.
Hal lain adalah penyusunan Panduan Praktik Klinik (PPK) untuk beberapa penyakit. PPK adalah standar prosedur operasional untuk membantu dokter dan tenaga kesehatan lain terkait tata laksana penyakit atau kondisi klinis yang spesifik.
Sistem pembayaran
Secara terpisah, Ketua Umum Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sutoto menyatakan, rumah sakit yang siap melaksanakan JKN adalah rumah sakit yang sudah melayani Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).
Sistem pembayaran yang digunakan sama, yaitu INA CBGs (Indonesia Case Base Group’s). Suatu aplikasi untuk pengajuan klaim oleh penyedia pelayanan kesehatan, puskesmas, klinik maupun RS. Dalam aplikasi ini penyakit dikelompokkan berdasarkan ciri klinis dan biaya yang sama. Tujuannya untuk meningkatkan mutu dan efektivitas pelayanan.
Saat ini jumlah rumah sakit yang telah melayani Jamkesmas ada 1.240, baik rumah sakit swasta maupun pemerintah.
Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany mengatakan, tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan JKN adalah agar seluruh rakyat Indonesia bisa berobat dan mendapat pelayanan kesehatan.
”Selama ini, 50 persen dari penduduk Indonesia tidak bisa berobat karena tidak punya uang. Persoalan ini yang ingin diselesaikan terlebih dulu,” katanya.
Hingga saat ini, rata-rata kapasitas rumah sakit yang digunakan baru 60 persen. Artinya, infrastruktur ada, tetapi belum digunakan secara maksimal.
Karena itu, tidak masalah apabila dalam pelaksanaannya pada tahun-tahun pertama akan terjadi keguncangan. Dia optimistis, ke depan, JKN akan makin baik. Yang terpenting, tujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia akan tercapai.
Terkait uji coba pelaksanaan JKN, sebagaimana dikemukakan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Akmal Taher, rencananya akan dilaksanakan pada 1 Oktober 2013. Teknis pelaksanaannya saat ini tengah disusun. Rumah sakit diharapkan dapat memberikan masukan. (DOE)
Perasaan rendah diri, meletakkan diri lebih rendah dari teman-teman, itulah yang kadang membuat kita merasa terasing. Kompas.com- Remaja yang pernah mengalami depresi di masa anak-anak cenderung mengalami obesitas, suka merokok, atau memiliki gaya hidup tidak aktif. Dalam jangka panjang hal ini mengundang penyakit jantung.
Dalam penelitian terhadap 500 anak yang diikuti sejak usia 9 sampai 16 tahun diketahui depresi pada masa anak-anak akan menyebabkan penyakit jantung di usia dewasa.
Sebanyak 22 persen anak yang mengalami depresi di usia 9 tahun menderita obesitas di usia 16 tahun. "Pada saudara mereka yang obesitas hanya 17 persen dan angka obesitas hanya 11 persen pada anak yang tidak pernah depresi," kata Robert Carney, profesor bidang psikiatri.
Para peneliti juga menemukan pola yang serupa pada kebiasaan merokok dan aktivitas fisik.
"Seperti dari anak yang di masa kecil depresi akan tumbuh menjadi perokok, dibandingkan dengan saudara mereka yang tidak depresi yang angkanya 13 persen dan 2,5 persen pada kelompok kontrol," kata Carney.
Hasil penelitian ini penting untuk dicermati karena beberapa penelitian menunjukkan bahwa remaja yang memiliki faktor risiko penyakit jantung, akan mengembangkan penyakit tersebut di usia dewasa. Mereka bahkan memiliki usia harapan hidup lebih pendek.
"Remaja yang aktif merokok beresiko dua kali lipat akan meninggal di usia 55 tahun dibanding dengan bukan perokok. Hal yang sama juga terlihat pada risiko obesitas," katanya.