Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Kamis, 21 Maret 2013

Awasi Penggunaan Dana Kesehatan

Pengunjuk rasa yang menyebut diri Serikat Rakyat Miskin berunjuk rasa meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membentuk Dewan Rakyat Pengawas Layanan Publik, di Gedung Balai Kota, Jakarta, Kamis (7/3). Menurut mereka, penerima Kartu Jakarta Sehat ataupun Kartu Jakarta Pintar banyak yang tidak sepenuhnya berkriteria miskin. Mereka ada yang mampu, tetapi mendaftar.

Jakarta, Kompas - Kenaikan target pendapatan daerah DKI Jakarta dari sektor kesehatan harus disertai dengan pengawasan atas penggunaan data itu.

Dengan tingginya target pendapatan yang mencapai Rp 939,48 miliar, warga DKI Jakarta seharusnya bisa mendapatkan pelayanan prima.

Ahli pelayanan kesehatan dari Universitas Indonesia, Hasbullah Tabrany, Minggu (17/3), mengingatkan, sistem yang tidak melayani masyarakat itu sudah telanjur diciptakan.

”Sistemnya sudah sedemikian rupa sehingga berorientasi keuntungan, bukan pelayanan masyarakat. Yang perlu dicermati, uang sebesar itu kembali kepada masyarakat atau tidak,” katanya.

Pelayanan kesehatan, lanjut Hasbullah, memang memerlukan biaya, seperti untuk obat dan tenaga medis yang profesional. Namun, kelemahan terbesar adalah pengawasan penggunaan dana pelayanan kesehatan.

Seperti tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2013, target pendapatan daerah dari sektor kesehatan mencapai Rp 939,48 miliar. Pendapatan sektor kesehatan ini termasuk dalam lima besar penyumbang pendapatan DKI Jakarta.

Pendapatan sektor kesehatan meliputi pendapatan dari dinas kesehatan Rp 268,35 miliar, enam rumah sakit umum daerah (RSUD) Rp 561,50 miliar, 44 puskesmas kecamatan Rp 98,56 miliar, laboratorium kesehatan daerah Rp 3,25 miliar, Akademi Keperawatan Jayakarta Rp 1,82 miliar, dan ambulans gawat darurat Rp 6 miliar.

Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafy mengatakan, dibandingkan tahun 2012, kenaikan pendapatan setiap RSUD signifikan. Tahun lalu, target pendapatan enam RSUD Rp 481,29 miliar. Dana itu sebagian dipungut dari masyarakat sebagai imbalan atas barang dan layanan yang diberikan rumah sakit.

Dia menilai, target pendapatan pajak sektor kesehatan terlalu dipaksakan. ”Terkesan ada komersialisasi pelayanan rumah sakit. Kami meminta pendapatan dari puskesmas dan RSUD dihapus karena akan memberatkan masyarakat,” katanya. (FRO)



Sumber Kompas



Info Alkes

3 Minuman Ini Jangan Disajikan Panas

KOMPAS.com - Umumnya cuaca dingin membuat minuman panas semakin nikmat diminum. Namun, tidak semua minuman baik disajikan panas. Terutama ketika kita juga ingin mengambil manfaat gizi dari minuman, penyajian minuman yang tepat adalah dengan suhu hangat, normal atau dingin.

Menurut dokter Samuel Oetoro, spesialis gizi klinik, penyajian panas, terutama penyeduhan dengan air panas, bisa merusak zat gizi tertentu. Berikut adalah beberapa jenis minuman yang sebaiknya tidak disajikan panas.

1. Teh hijau

Teh hijau mengandung epigallotechin gallate sebagai antioksidan poten yang bisa rusak ketika diseduh dalam suhu tinggi. "Sebaiknya menyeduh teh tidak dengan air mendidih, melainkan tidak lebih dari 70 derajat Celcius," ujar Samuel. Samuel menambahkan, untuk memperoleh manfaat antioksidan optimal dari teh, maka untuk satu cangkir, memerlukan 3 gram teh. Sedangkan untuk teh celup, maka jangan mencelupkannya lebih tiga kali untuk menghindari kontaminasi kantung.

Selain itu sebaiknya jangan menyimpan teh hijau lebih dari 6 bulan agar kandungan antioksidannya tidak rusak. "Untuk mendapat manfaat optimal konsumsi teh hijau tiga sampai lima cangkir sehari," ujarnya.

2. Jeruk

Jeruk adalah buah yang sarat vitamin C. Menilik sifat vitamin C yang tidak tahan panas, maka sebaiknya tidak menyeduh dengan air panas. "Paling baik menyajikan minuman jeruk dengan suhu ruang," ungkap Samuel.

3. Susu

Susu mengandung protein tertentu yang bisa rusak ketika diseduh dengan air panas. "Protein tertentu dalam susu akan mengalami denaturasi dalam suhu lebih dari 80 derajat Celcius, maka cukup seduh dengan air hangat," kata salah satu penulis buku Smart Eating ini.



Sumber Kompas



Info Alkes

Rabu, 20 Maret 2013

Minuman Hangat Cegah Stroke?

Kompas.com - Minum minuman hangat di pagi hari, entah itu teh atau kopi, menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang. Kebiasaan sederhana tersebut ternyata membantu kita mengurangi risiko stroke.

Penelitian terhadap 83.000 orang di Jepang menunjukkan, mereka yang sering minum teh hijau atau kopi setiap hari memiliki risiko terkena stroke 20 persen lebih rendah. Bahkan efek perlindungan terhadap jenis stroke tertentu juga lebih besar.

"Jika Anda belum bisa mengubah gaya hidup, cobalah mencegah stroke dengan rutin minum teh hijau setiap hari," kata Dr.Yoshihiro Kokubo dari National Cerebral and Cardiovascular Center, Osaka, Jepang.

Meski belum jelas mengapa kopi dan teh memiliki efek pencegahan stroke, tetapi menurut Kokubo hal itu mungkin terkait dengan kandungan dalam minuman tersebut yang menjaga penyumbatan darah.

Selain itu, teh hijau mengandung katekin yang memiliki efek antioksidan dan antiperadangan. Beberapa zat dalam kopi, seperti asam klorogenik juga mengurangi risiko stroke dengan menurunkan risiko terjadinya diabetes melitus.

Kandungan kafein dalam kopi juga memiliki efek pada kadar kolesterol dan tekanan darah. Selain itu juga menyebabkan perubahan pada sensitivitas insulin yang berpengaruh pada gula darah.

Meski begitu, menurut Dr.Ralph Sacco, mantan priseden American Heart Association, tipe penelitian seperti yang dilakukan Kokubo ini tidak bisa memastikan dengan akurat apakah penurunan risiko stroke itu memang diperoleh dari konsumsi kopi dan teh.

"Kaitan yang tampak dari penelitian semacam itu masih terbatas kemampuannya untuk menyatakan apakah kandungan dalam kopi, teh, atau memang gaya hidup para responden yang memiliki efek perlindungan," kata Sacco.



Sumber Kompas



Info Alkes

Kanker Prostas Rusak Kehidupan Seksual

Kompas.com - Sekitar 160.000 pria yang sudah menjalani terapi pengobatan kanker prostat tidak lagi memiliki kehidupan seksual atau tak lagi sebaik biasanya.  Data tersebut merupakan data terhadap pasien kanker prostat di Inggris. Namun pasien di negara lain diperkirakan mengalami nasib serupa.

Gangguan seksual yang dialami pasien antara lain disfungsi ereksi alias impotensi sebagai efek samping dari operasi, radioterapi, atau pun terapi hormonal yang dilakukan sebagai bagian dari pengobatan.

Sebagian besar pria yang mengalami gangguan seksual itu karena mereka mengalami kerusakan saraf permanen sehingga tidak lagi mampu ereksi. Sekitar 2 dari 3 pasien kanker prostat mengaku mereka tak lagi mampu ereksi.

Pada beberapa pria gangguan tersebut bersifat sementara karena mereka hanya mengalami hambatan psikologis untuk melakukan hubungan seks.

Profesor Jane Maher dari Macmillan Cancer Support menjelaskan, banyaknya pasien yang mengalami gangguan seksual tersebut membutuhkan penanganan serius. Dokter juga perlu menjelaskan dengan detil kepada pasien sebelum dimulainya terapi pengobatan.

"Banyak yang masih ditolong dengan tindakan pencegahan dan juga dukungan dari keluarga," katanya.

Para pasien juga didorong untuk berkonsultasi kepada dokter jika mengalami gangguan seksual. "Bagi banyak pria yang menderita kanker prostat ada semacam stigma jika mereka membicarakan tentang disfungsi ereksi," kata Dr.Daria Bonanno, ahli klinis psikologis.

Kebanyakan pasien akan merasa kehilangan maskulinitas dan kesedihan karena mereka tak mampu ereksi. Ini akan semakin membuat mereka secara emosional lebih terisolasi dari pasangannya. Padahal hal itu justru memperburuk gangguan seksualnya.



Sumber Kompas



Info Alkes

Pengobatan HIV Sedini Mungkin Perbesar Kesembuhan

Kompas.com - Pemberian obat HIV secara cepat setelah seseorang terdiagnosa positif HIV ternyata mampu "menyembuhkan secara fungsional".

Penelitian terhadap 14 orang yang melakukan terapi pengobatan dini membuktikan mereka bisa mencapai "kesembuhan". Meski pengobatan sudah dihentikan tapi tidak ditemukan tanda-tanda jumlah virus meningkat kembali. Sebelumnya juga diberitakan seorang balita dari Amerika Serikat berhasil "sembuh" berkat terapi dini.

Namun, kebanyakan orang yang terinfeksi HIV tidak menyadari dirinya sudah tertular sampai virusnya sudah menyusup ke dalam tubuh.

Dalam penelitian terbaru tersebut, ke-14 orang dengan HIV ini memulai terapi pengobatan dalam kurun waktu 10 minggu setelah terinfeksi. Mereka menjalani pengobatan antiretroviral selama 3 tahun kemudian dihentikan.

Pengobatan tersebut membuat virus tetap terkontrol tetapi tetap tidak bisa dihilangkan dari lokasi persembunyiannya di dalam sistem imun.

Normalnya, ketika pengobatan dihentikan virus akan menyerang kembali. Tetapi hal itu tidak terjadi pada pasien-pasien yang menjadi responden. Beberapa bahkan berhasil mengontrol level HIV dalam satu dekade.

"Kebanyakan individu yang menjalani terapi serupa tidak bisa mengendalikan infeksinya, tetapi ada beberapa yang mampu," kata Dr.Asier Saez-Cirion dari Institute Pasteur, Paris.

Ia menjelaskan, sekitar 5-15 persen pasien yang mendapat terapi pengobatan segera setelah diketahui terinfeksi mungkin sembuh secara fungsional, yang berarti mereka tidak lagi perlu mendapat obat.

"Mereka masih memiliki HIV, terapi itu tidak menghilangkan HIV. Ini seperti remisi dari infeksi," kata Saez-Cirion.

Dalam studi terbaru yang dimuat dalam jurnal PLoS Pathogen, para ahli menganalisa apa yang sebenarnya terjadi pada sistem imun pasien. Pengobatan secara dini diketahui membatasi jumlah HIV yang terbentuk. Namun para ahli belum jelas mengapa hanya beberapa pasien yang bisa sembuh secara fungsional.

"Ada praduga jika pengobatan diberikan secara dini dan virus belum menyebar ke bagian penampungannya, mungkin terapi pengobatan akan berhasil," kata Dr.Andrew Freedman, pakar penyakit infeksi dari Cardiff University School of Medicine.

Tetapi, menurut Freedman, belum diketahui apakah virus itu bisa dikendalikan selamanya atau hanya sementara saja sampai kemudian virusnya muncul kembali, para ahli belum mengetahuinya.



Sumber Kompas



Info Alkes