Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
KOMPAS.com — Ilmuwan Inggris berhasil menciptakan alat yang mampu 'mencium aroma' kanker kandung kemih pada sampel urine. Alat ini menggunakan sensor untuk mendeteksi aroma yang diberikan urine apabila kanker tersebut ada.
Percobaan awal menunjukkan, hasil uji alat ini memberikan hasil akurat. Dari 10 tes, 9 berhasil mendeteksi dengan benar. Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal PLoS One.
Alat ini diciptakan Prof Chris Probert dari Liverpool University dan Prof Norman Ratcliffe dari University of the West of England.
"Alat ini membaca zat yang terlepas menjadi aroma ketika sampel urine masih hangat," kata Ratcliffe.
Untuk menguji kemampuan alat ini, penelitian menggunakan 24 sampel urine dari pria yang memiliki kanker kandung kemih. Adapun 74 sampel urine pria lainnya tidak mengalami kanker. Diakui peneliti, sampel urine yang digunakan dalam riset ini masih terlalu sedikit.
"Kami butuh sampel yang lebih besar sehingga alat ini bisa digunakan di rumah sakit," kata Probert.
Hal senada dikatakan Dr Sarah Hazell dari Cancer Research UK. Menurut dia, meski kebenaran tes mencapai 96 persen, sampel masih terlalu kecil dan hanya berasal dari pria.
"Percobaan ini masih tahap awal. kami membutuhkan lebih banyak sampel urine wanita dan pria untuk menguji alat ini," ujar Hazell.
Walau begitu, Hazell berpendapat, langkah ini sangat baik menuju diagnosa kanker yang lebih aman. Apalagi setiap tahunnya sekitar 10.000 orang di Inggris didiagnosa menderita kanker kandung kemih.
KOMPAS.com - Saat berkesempatan menghadiri Neuroscience Meeting di Kobe minggu lalu, saya mendapatkan banyak hal yang menarik yang ingin saya sampaikan buat pembaca yang mungkin mengalami masalah dengan gangguan depresi atau gangguan kecemasan. Hal ini terutama terkait dengan pengobatan dengan menggunakan obat antidepresan yang merupakan terapi lini pertama baik untuk pasien depresi ataupun gangguan kecemasan.
Walaupun obat antidepresan bukanlah satu-satunya modalitas dalam terapi pasien, namun demikian, keuntungan berkenaan dengan penggunaan obat ini untuk pasien depresi dan kecemasan memang sudah dibuktikan oleh penelitian yang banyak dan mempunyai makna berbasis bukti (evidence based medicine).
Selayaknya, pada pasien dengan gangguan jiwa berat seperti skizofrenia, pasien dengan gangguan cemas dan depresi juga perlu mendapatkan pengobatan segera dan dalam waktu yang pas. Hal ini sangat berguna untuk harapan kesembuhan yang lebih baik dan mencegah keberulangan.
Di bawah ini akan saya bahas sedikit mengenai kepentingan pengobatan dengan obat antidepresan untuk pasien dengan gangguan kecemasan atau depresi.
Segera lakukan dengan benar
Sebenarnya ketika pasien datang ke psikiater dengan keluhan psikologis ataupun fisik yang berkaitan dengan masalah kejiwaannya, ketidakseimbangan kalau tidak bisa dibilang kerusakan di otak sudah berlangsung jauh sebelum gejala itu timbul. Apa yang terjadi di otak pada pasien depresi dan cemas memang sangat kompleks.
Namun demikian, pada awal-awal terjadinya ketidakseimbangan di otak tersebut, setiap orang mempunyai daya tahan terhadap tekanan ataupun ketidakseimbangan di dalam otak yang mengalami masalah tersebut. Itulah yang membuat tidak semua orang yang mengalami ketidakseimbangan sistem di otak mereka akan berujung pada timbulnya gejala-gejala gangguan jiwa yang menetap.
Pada kesempatan berseminar di Manila tahun lalu, ketika itu saya mengikuti Institute of Brain Medicine course, salah satu pembicara Prof Brian E.Leonard seorang professor farmasi menegaskan hal di atas. Jadi, kalau kita menemukan pasien di klinik yang mengalami gejala-gejala gangguan kejiwaan, sebenarnya apa yang terjadi pada otaknya sudah jauh sebelum gejala-gejala itu muncul. Inilah yang membuat pengobatan untuk pasien tersebut harus dilakukan dengan benar dan segera!.
Obati dengan obat yang tepat
Pemilihan obat memang menjadi salah satu teknik terapi yang krusial dan unik. Pasien gangguan kejiwaan walaupun mungkin memiliki gejala yang sama namun respon terhadap pengobatannya sangat berbeda-beda. Ada masalah efek samping obat yang sering terjadi pada penggunaan obat yang mungkin tidak terjadi pada semua orang. Efek terapinya untuk masing-masing obat juga tidak sama. Ada yang cocok dengan obat yang satu ada juga yang tidak cocok dengan obat yang lain. Pemilihan ini sangat penting dengan tetap berpedoman pada petunjuk laksana atau guideline yang disepakati berdasarkan penelitian berbasis bukti.
Obat yang diberikan berdasarkan gejala dan diagnosis pasien haruslah memahami juga prinsip-prinsip pengobatan yang tepat termasuk di dalamnya interaksi obat dengan obat lain terutama jika pasien juga memakan obat lain sebelum berobat ke psikiater. Pencatatan obat apa saja yang digunakan adalah sangat penting sebagai sumber informasi yang tepat untuk memberikan obat yang tepat dan minimal interaksinya dengan obat lain.
Antidepresan yang saat ini paling banyak dipakai di dalam klinis memang kebanyakan dari golongan Serotonin dan Serotonin-Norepinephrine. Kandungan obat seperti Sertraline, Fluoxetine, Escitalopram, Duloxetine dan Venlafaxine adalah beberapa yang sering dipakai. Tiap obat memiliki khas sendiri walaupun tidak ada satupun penelitian yang mampu memberikan rekomendasi yang paling bagus di antara obat-obat tersebut. Dokter perlu memberikan obat dengan pertimbangan klinis dan didasari oleh penelitian berbasis bukti yang kuat. Beberapa obat lain seperti Agomelatine juga diberikan untuk pasien dengan kondisi yang biasanya berhubungan dengan masalah kesulitan tidur baik secara sendiri atau bersama dengan obat antidepresan lain.
Berapa lama waktunya?
Satu hal yang paling sering ditanyakan pasien adalah berapa lama ia harus makan obat. Banyak pasien merasa tidak nyaman dengan kenyataan harus makan obat setiap hari yang membuatnya merasa seperti orang penyakitan atau cacat. Padahal menurut kebanyakan mereka kondisi kejiwaan bukanlah penyakit. Hal ini perlu dijelaskan kembali.
Saya pernah menuliskan di blog saya (http://psikosomatik-omni.blogspot.com) tentang tahapan pengobatan di mana pasien harus mencapai respons pengobatan, hilangnya gejala dan kemudian lepas gejala tanpa obat sama sekali. Namun demikian, pada kasus yang ditemui di dalam klinik, kondisi ini dicapai dengan suatu teknik pengobatan yang cukup waktu dan benar obatnya.
Rentang waktu pengobatan antara 6-12 bulan sejak gejala membaik (hilang) adalah yang disarankan. Jadi bukan dari sejak awal memakan obat namun sejak gejala membaik. Pada beberapa kasus seperti kondisi yang berulang atau adanya masalah gangguan psikotik maka pengobatan pasien bisa berlangsung lebih lama. Pengobatan yang sesuai dan tepat bertujuan untuk mendapatkan hasil yang baik dan bukan untuk membuat seolah-olah pasien tergantung dengan obat yang diberikan.
Semoga apa yang saya tuliskan ini dapat bermanfaat untuk pembaca sekalian.
Salam Sehat Jiwa
KOMPAS.com -Kanker payudara adalah pembunuh nomor dua tertinggi wanita di Indonesia. Kanker ini menyebabkan sel dan jaringan payudara berubah bentuk menjadi abnormal. Sel kemudian bertambah banyak dengan tidak terkendali.
Kanker ini kebanyakan tidak bergejala atau menimbulkan nyeri. Umumnya kanker baru diketahui ketika sudah memasuki stadium lanjut. Kendati begitu bukan berarti tidak mungkin mendeteksi dini gejala kanker payudara.
"Kanker ini diawali benjolan. Benjolan ini bisa dideteksi lewat Periksa Payudara Sendiri (Sadari)," kata dr. Arief Wibisono spesialis bedah onkologi dari Brawijaya Women and Children Hospital.
Arief menyarankan, pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada 1 minggu setelah haid. Sehingga, dalam sebulan sedikitnya melakukan satu kali Sadari. Berikut ini adalah tahapan dari gerakan Sadari :
1. Tubuh menghadap cermin dan kedua tangan di pinggul. Sambil berkaca perhatikan bentuk dan ukuran payudara. Perhatikan juga warna putingnya. Ukuran dan bentuk payudara idealnya tidak sama antara kanan dan kiri. Arief mengatakan wanita mulai waspada bila salah satu payudara bertambah besar, atau berubah bentuk.
2. Angkat tangan ke atas dan perhatikan kembali penampakan payudara. Pada posisi ini perhatikan apakah ada lesung, luka, atau keriput pada kulit payudara. Posisi ini juga memungkinkan untuk kembali melihat apakah puting berubah posisi
3. Pencet puting payudara. Dalam posisi ini perhatikan apakah puting mengeluarkan cairan kekuningan, kemerahan, atau darah. Cairan yang keluar menandakan adanya perubahan dalam sel payudara.
4. Periksa payudara dengan gerak memutar. Tahap ini sebaiknya dilakukan dengan posisi tidur. Tangan diangkat bersamaan dengan payudara yang akan diperiksa. Gerakan memutar dimulai dari puting, hingga batasan payudara kanan dan kiri.
5. Semua gerakan sebaiknya dilakukan dalam posisi berdiri, duduk, dan tidur. "Terkadang dalam posisi berbeda baru diketahui bila ada benjolan atau luka," kata Arief.
Ia menyarankan sebaiknya payudara dalam keadaan licin saat diperiksa. Kondisi ini akan memudahkan pemeriksaan. Area pemeriksaan juga sebaiknya meluas sampai ketiak. Kanker payudara umumnya menyerang wanita berusia 40 tahun lebih.
Meski begitu tidak menutup kemungkinan wanita usia muda mengalaminya. "Karena itu sebaiknya rutin melakukan Sadari. Sebetulnya sejak payudara mulai tumbuh, saat itu wanita mulai berisiko," kata Arief.
Pemeriksaan Sadari memiliki sensitivitas 90 persen, namun spesifikasi 10 persen. Karena kondisi ini, Arief menyarankan wanita secepatnya konsultasi ke dokter bila menemukan benjolan. Selanjutnya dokter yang akan melakukan tes dan tindakan lanjutan.
KOMPAS.com — Minum air secara rutin mungkin dapat menjadi pilihan paling mudah dan murah untuk menurunkan berat badan. Sebuah penelitian menyatakan, minum air putih sebelum makan dapat membantu keberhasilan program penurunan berat badan.
Seperti dilansir Dailymail, orang dewasa yang minum dua gelas sebelum makan kehilangan berat badan sekitar 4 lb atau setara 1,814 kilogram lebih banyak, dibanding mereka yang tidak minum air.
Penelitian itu merupaka salah satu dari 11 studi tentang efek minum air pada pola makan yang di-review oleh para ahli dan dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutritrion. Tiga peneltian lainnya yang di-review juga menyatakan bukti yang jelas bahwa konsumsi air dapat membantu meningkatkan kesuksesan penurunan berat badan.
Menurut salah satu peneliti yang melakukan review, Brenda Davy dari Virginia Tech, konsumsi air dapat membantu meredam rasa lapar dan menolong para pelaku diet mengurangi asupan kalori.
Hal ini didukung studi lain yang menemukan, wanita yang meningkatkan konsumsi air saat program diet kehilangan berat badan lebih banyak dibanding yang minum air kurang dari 1 liter per hari.
Rebecca Muckelbauer, peneliti dari Berlin School of Public Health, Charité University Medical Center Berlin, Jerman yang memipin review riset tentang air menyatakan, rasa kenyang adalah alasan utama seseorang kehilangan berat badan.
Tetapi ia juga menduga ada alasan lain dibalik fenomena ini yaitu efek thermogenesis yang dipicu oleh air. Ia bilang, minum air juga dapat meningkatkan pengeluaran energi dari dalam tubuh. Dengan kata lain, ada energi yang dikeluarkan tubuh akibat efek minum air. Diakui Muckelbauer, dugaan ini belum diteliti lebih jauh.
Dari beberapa riset yang ditinjau oleh Muckelbauer dan timnya, tidak semua penelitian membuktikan bahwa mereka yang minum banyak air bisa lebih langsing. Faktanya, orang yang mengalami obesitas minum air lebih banyak dibanding yang tidak kelebihan berat badan.
Ia juga mengatakan, warga Amerika bisa mengasup 400-500 kalori setiap hari dari minuman manis. Menurut Muckelbauer asupan itu akan memberi hasil lebih baik, bila diganti air biasa.
Manfaat konsumsi banyak air juga diakui penelitian lain. Satu studi menemukan wanita yang minum air biasa, bukan minuman manis, menurunkan risiko terkena diabetes. Wanita yang minum banyak air juga berisiko kecil terkena batu ginjal.
KOMPAS.com — Upaya terbaru untuk menemukan vaksin untuk mencegah HIV dimulai di laboratorium di rumah sakit London, Inggris, serta dua pusat riset di Afrika. Para ilmuwan merekrut 64 orang dewasa yang sehat dalam penelitian yang diharapkan selesai dalam dua tahun.
Percobaan awal vaksin ini dilakukan oleh International AIDS Vaccine Initiative (IAVI), sebuah organisasi nonprofit. Penelitian akan dibagi dua antara di London, ibu kota Rwanda, Kigali, serta Nairobi di Kenya. Afrika merupakan benua dengan epidemi HIV tertinggi.
Virus HIV sudah ditemukan sejak 30 tahun lalu, tetapi penelitian untuk menemukan vaksinnya sejauh ini belum ada yang memuaskan. Penelitian yang dilakukan tim dari Amerika Serikat di Thailand pada tahun 2009 menemukan kombinasi dua vaksin prototipe 30 persen efektif mencegah infeksi HIV. Penelitian lanjutan sedang disiapkan untuk meningkatkan hasil tersebut.
Dalam uji coba yang dilakukan tim dari IAVI, para relawan yang bebas dari HIV dan tidak berisiko tertular infeksi itu akan mendapatkan kombinasi dari dua vaksin. Salah satunya diambil dari virus penyebab penyakit mirip flu yang menginfeksi tikus. Vaksin ini diberikan lewat obat tetes di hidung sehingga tak dibutuhkan jarum suntik.
"Saya percaya kita memiliki vaksin yang efektif karena data ilmiah mendukung hal tersebut. Kita akan sampai ke sana, tetapi perkembangan vaksin memang butuh waktu," kata Dr Jill Gilmour, ketua penelitian ini.
Ia mencontohkan vaksin polio yang baru ditemukan 45 tahun setelah virusnya dikenali.
"HIV adalah lawan yang tangguh dan licik. Ia selalu berubah setiap kali terbagi sehingga variabelnya banyak. Virus ini juga bisa bergabung dengan sel kita sendiri sehingga sistem imun tubuh tidak mengenalinya," katanya.
Nantinya, jika vaksin yang diuji coba ini memberikan respons imun yang kuat, akan segera dilakukan pengujian berskala besar untuk melihat apakah vaksin efektif dalam mengurangi penularan atau menurunkan jumlah virus.
"Virus yang dipakai sudah dimodifikasi dari virus yang menulari hewan pengerat. Dari perspektif kami, ini adalah bonus karena virus itu sudah tinggal dalam lingkungan manusia tanpa menyebabkan gangguan," katanya.
Laboratorium IAVI di Chelsea dan Westminster Inggris sudah menangani lebih dari 100.000 contoh darah setiap tahunnya dan membantu lebih dari 20 uji coba vaksin.