Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Alkes Ritel, Penyedia Alkes Terlengkap di Jawa Barat

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Senin, 03 Juni 2013

Rp 4 Miliar untuk Tangani Kematian Anak di Jawa Barat

 Para volunteer Global Challenge bersama dengan John Lundine, Direktur Program Save the Children, dan Ratanjit Das Presiden Direktur Reckitt Benckiser Indonesia, Kamis (30/5/2013), di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 61 karyawan Reckitt Benckiser dari 29 negara datang ke Indonesia mengikuti Global Challenge dan menggalang 300.000 Euro atau sekitar Rp 4 miliar lebih untuk membantu anak-anak Indonesia.


Presiden Direktur Reckitt Benckiser Indonesia Ratanjit Das mengatakan, tahun ini Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Global Challenge 2013. Global Challenge 2013 itu sendiri sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk mencapai Millennium Development Goals ke-4 dan 5 pada 2015, yaitu meningkatkan ketahanan dan kesehatan ibu dan balita di pedesaan Jakarta. Untuk itulah, pihaknya turut serta sebagai upaya memperkuat komitmennya dalam mentransformasi kehidupan masyarakat sekitar operasional perusahaan.


Adapun Global Challenge merupakan kegiatan sosial dua tahunan. Dalam program ini para karyawan Reckitt Benckiser di seluruh dunia berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan menarik guna menggalang dana bagi mitra global mereka, Save the Children. 


Ratanjit mengatakan, sebagai tuan rumah Indonesia akan menggelar kegiatan ini mulai 30 Mei hingga 7 Juni 2013. Para karyawan Reckitt Benckiser dari 29 negara itu kemudian akan terlibat dalam kegiatan mendaki Gunung Rinjani di Lombok selama 4 hari dan kegiatan sosial merenovasi klinik kesehatan di Bandung selama 5 hari.


"Dari acara ini, kami berharap bisa mengumpulkan dana sebesar 300.000 Euro atau lebih dari Rp 4 miliar untuk Save the Children," ujar Ratanjit.


Dana yang terkumpul itu kemudian dikelola oleh Save the Children untuk membangun posyandu di Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, dan merenovasi polindes (pondok bersalin Desa) di Desa Sukarame, Kecamatan Pacet, Jawa Barat, yang nantinya akan melayani sekitar 3.000 jiwa di area tersebut.


"Lebih spesifik lagi, program Global Challenge tahun ini sejalan dengan rencana pemerintah Indonesia untuk mencapai Millennium Development Goals tahun 2015, yaitu mengurangi angka kematian ibu dan balita," kata Ratanjit.


Berdasarkan data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 lalu, angka kematian ibu dan bayi di Jawa Barat telah mencapai angka 30 dan 38 kematian per 1.000 kelahiran. Namun, angka kematian anak di Bandung, Jawa Barat, masih dapat dicegah.


"Kami berharap inisiatif ini dapat membantu pemerintah Indonesia menekan angka sesuai yang ditargetkan, yakni 22 dan 32 kematian per 1.000 kelahiran, sesuai target MDG 2015," kata John Lundine, Direktur Program Save the Children Indonesia. 


Dia menambahkan, dengan dana sekitar £1.280.000 atau lebih dari Rp 18 miliar yang disalurkan oleh Reckitt Benckiser selama lima tahun terakhir, Save the Children dapat terus mendukung upaya penekanan angka kematian anak baru lahir serta secara keseluruhan di wilayah Bandung, termasuk Kecamatan Ciparay, Majalaya, Kertasari dan Pacet. Program ini diharapkan bisa terus meningkatkan kualitas kesehatan, kebersihan dan kebiasaan cuci tangan diantara karyawan di fasilitas kesehatan, bidan, dukun bayi (Paraji), dan masyarakat.




Sumber Kompas




Info Alkes

6 Cara Bakar Lemak Lebih Cepat

KOMPAS.com - Memiliki rencana untuk mendapatkan bentuk tubuh lebih ideal dengan mengurangi berat badan? Simaklah cara yang membuat Anda mampu membakar lebih banyak lemak sepanjang hari berikut ini.

1. Mulai dengan latihan interval
Setelah melakukan latihan interval, maka Anda dapat membakar lemak lebih banyak di latihan selanjutnya. Studi yang dipublikasi dalam Journal of Applied Physiology menemukan bahwa setelah melakukan latihan interval, pembakaran lemak akan berlangsung lebih lama.

2. Sebentar namun rutin
Siapa bilang Anda tidak punya waktu untuk berolahraga? Hanya 20 menit dan dilakukan dengan rutin, olahraga dapat memberikan hasil yang lebih efektif daripada menghabiskan waktu berjam-jam di gym. Hal ini dikarenakan metabolisme tubuh mengalami percepatan satu hingga dua jam setelah berolahraga. Maka tak harus lama, olahraga lebih baik dilakukan rutin.

3. Kurangi stres
Stres sangat berkontribusi pada penumpukan lemak perut. Sebuah studi dari University of California mengatakan, hal tersebut dikarenakan hormon stres kortisol meningkatkan napsu makan dan mempermudah penumpukan lemak di perut. Maka Anda pun butuh aktivitas yang dapat mengurangi kadar stres, seperti yoga ataupun bergaul.

4. Coba yang baru
Tantang tubuh untuk melakukan jenis olahraga baru. Bahkan meskipun Anda pelari yang tangguh, otot Anda tertantang ketika melakukan jenis olahraga lain sehingga membuatnya semakin berkembang.

5. Angkat beban lebih berat
Sekali dalam seminggu, tambahlah beban yang Anda angkat lebih berat daripada biasanya. Ini akan memberikan tantangan bagi otot dan membuatnya lebih kuat. Ketika kardio akan membakar kalori seketika itu juga, angkat beban akan membakar kalori 24 jam kemudian. Selain itu, tidak seperti kardio yang membakar lemak serta otot, angkat beban hanya akan membakar lemak.

6. Cukup tidur
Ingat si hormon stres kortisol? Kurang tidur ternyata juga dapat meningkatkan kadar hormon ini. Menurut penelitian asal University of Chicago, kurang tidur juga meningkatkan kadar hormon insulin yang membuat tubuh semakin sulit dalam mencerna karbohidrat. Tidurlah cukup karena tidur merupakan waktunya tubuh untuk mengisi kembali energi yang mempercepat metabolisme.



Sumber Kompas



Info Alkes

Minggu, 02 Juni 2013

Sarihusada Gelar Jelajah Gizi di Kepulauan Seribu

 Warga di Pulau Pari Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan sedang memilih dan memisahkan ikan teri di tempat pengolahan ikan. Bagi warga Pulau Pari, menangkap dan mengolah ikan teri merupakan salah satu sumber mata pencaharian utama.

KOMPAS.com - Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat kaya dengan keanekaragaman dan potensi hasil lautnya. Untuk mengeksplorasi informasi tentang kekayaan sumber pangan, kuliner, dan kandungan gizi yang bersumber dari laut, PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) menggelar acara Jelajah Gizi 2013 ke Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. 


Jelajah Gizi yang merupakan bagian dari Program Ayo Melek Gizi ini adalah penyelenggaraan yang keempat kalinya. Pada kegiatan yang digelar mulai 30 Mei hingga 1 Juni ini, Jelejah Gizi melibatkan puluhan jurnalis dan blogger pemenang lomba menulis gizi untuk menggali potensi gizi dan kuliner di kepulauan seribu yang mayoritas penduduknya memperoleh manfaat dari hasil laut.


Corporate Affairs Head Sarihusada Arif Mujahidin menyatakan, sebagai perusahaan penyedia produk nutrisi untuk ibu dan anak, pihaknya ingin menyebarkan informasi kepada masyarakat mengenai betapa kayanya potensi sumber pangan yang bernilai gizi dari hasil laut di wilayah kepulauan yang hanya berjarak 45 kilometer dari utara Jakarta ini. 


"Hal inilah yang melandasi kami untuk melakukan Jelajah Gizi di kepulauan seribu dan juga bagaimana penduduk memperoleh, mengolah dan memenuhi kebutuhan gizinya melalui makanan," ujar Arif Kamis (30/5)2013) kemarin.


Arif menambahkan, para peserta akan menjelajahi enam pulau di Kepulauan Seribu meliputi Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Harapan, Pulau Putri, Pulau Harapan, dan Pulau Pramuka.  Di pulau-pulau tersebut, peserta dapat melihat bagaimana masyarakat memanfaatkan potensi kekayaan alam seperti budidaya rumput laut beserta pengolahannya atau  hasil tangkapan laut seperti ikan teri dan rajungan. 


Selain mengeksplorasi bagaimana penduduk memanfaatkan sumber alam, peserta juga diajak menikmati makanan khas di kepulauan serta membahas kandungan nilai gizi di dalamnya melalui pembahasan dari pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Sambil menikmati keindahan pulau-pulau, peserta juga akan mendapatkan pengetahuan tentang mengolah makanan dari runner-up Masterchef Season 2, Chef Opik.


Pakar gizi dari Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB Prof Ahmad Sulaeman yang hadir sebagai nara sumber mengatakan, Wilayah Kepulauan Seribu sebenarnya sangat kaya akan hasil laut mulai dari ikan, kepiting, kerang, biota laut lainnya.  Melalui acara Jelajah Gizi ini diharapkan masyarakat akan semakin terbuka dengan informasi mengenai potensi kekayaan alam yang merupakan sumber pangan yang memiliki nilai gizi sangat tinggi. 




Sumber Kompas




Info Alkes

Merawat Kulit Lebih Efektif di Malam Hari

KOMPAS.com - Merawat kulit merupakan kewajiban bagi siapapun yang menginginkan kulit yang sehat. Selain memperhatikan kebersihan, kelembaban, dan nutrisi bagi kulit, ternyata kita juga perlu memperhatikan waktu perawatan guna mendapatkan kulit yang lembut, kenyal, dan kencang.

Menurut dermatolog Global Medical Center dr. Sarah Hutapea, SpKK, waktu yang paling efektif untuk melakukan perawatan kulit adalah di malam hari sebelum tidur. Pada waktu tersebut, kulit melakukan regenerasi lebih cepat, sehingga pengaplikasian produk perawatan kulit seperti lotion akan bekerja dengan efektif.

"Regenerasi kulit terjadi dua kali lebih cepat ketika kita tidur di malam hari. Maka inilah saat yang tepat untuk memakai pelembab, karena akan membantu proses meregenerasinya," paparnya seusai konferensi pers yang diadakan PT Unilever Indonesia, Rabu (29/5/2013) di Jakarta.

Selain itu, imbuh Sarah, jika tidur di ruangan berpendingin kulit juga menerima paparan udara dingin sehingga lebih mudah kehilangan kelembaban alaminya. Pengaplikasian lotion akan membantu menjaga kulit tetap lembab. Maka kita tidak akan melewatkan "kesempatan emas" regenerasi kulit yang cepat di malam hari.

Selain di malam hari, perawatan kulit dapat dilakukan ketika mandi, yaitu dengan menggunakan sabun yang kaya pelembab sehingga mudah meresap pada kulit. Sedangkan pengaplikasian lotion juga efektif sehabis mandi karena dapat menjaga kelembaban dan memberi proteksi sebelum kulit menerima paparan dari cahaya matahari maupun polusi saat beraktivitas.

Selain upaya-upaya primer dalam menjaga kesehatan kulit tersebut, kita juga membutuhkan upaya sekunder. Sarah memaparkan upaya sekunder yang dapat dilakukan antara lain tidak merokok, sebisa mungkin menghindari polusi dan paparan sinar matahari terlalu intens, cukup asupan vitamin dan air, serta menghindari stres dan cukup tidur.



Sumber Kompas



Info Alkes

Larang Total Iklan Rokok di Media

 JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah dan DPR didesak untuk berkomitmen memasukkan larangan iklan dan promosi rokok secara total dalam Rancangan Undang-Undang Penyiaran yang baru. Hal ini untuk mencegah rusaknya kesehatan generasi muda akibat paparan asap rokok.

Hal ini mengemuka dalam seminar yang diselenggarakan Kaukus Kesehatan DPR bertema ”Urgensi Pelarangan Iklan Rokok dalam RUU tentang Penyiaran dan Implikasinya terhadap Kesehatan Masyarakat” di Gedung DPR Jakarta, Kamis (30/5).

Menurut Ketua Kaukus Kesehatan DPR Sumarjati Arjoso, kehadiran RUU Penyiaran menuai banyak pro dan kontra dari berbagai kalangan. Salah satunya, memperbolehkan iklan rokok di media penyiaran.

”Pada awalnya, Badan Legislasi DPR setuju melarang total iklan rokok. Namun, dalam perjalanan terjadi perubahan sehingga tetap diperbolehkan,” ujar Sumarjati.

Sumarjati menegaskan agar RUU Penyiaran yang baru segera memasukkan larangan total terhadap iklan dan promosi rokok dalam bentuk apa pun. ”Hal ini untuk mencegah remaja menjadi perokok pemula. Selama ini, mereka terpengaruh melalui iklan di media,” ujar Sumarjati.

Sumarjati menyoroti kinerja Kementerian Komunikasi dan Informatika yang memperbolehkan penyiaran iklan rokok dari pukul 21.30 hingga 05.00 secara menyeluruh. ”Seharusnya peraturan itu berlaku bagi waktu setempat. Namun, warga di Indonesia timur masih menerima tayangan iklan rokok hingga pukul 07.00,” ujarnya.

Anggota Panitia Kerja RUU Penyiaran, Muhammad Najib, menuturkan, perdebatan di Komisi I di antara dua pihak berseberangan, yakni pihak menyetujui pelarangan mutlak dan pihak hanya ingin pembatasan serta pengaturan iklan rokok, hampir usai.

”Ada kompromi bahwa pengaturan iklan rokok harus lebih maju dari RUU sebelumnya. Dalam hal ini durasinya dikurangi dan waktu tayang pun ditentukan. Namun, semua ini belum final,” katanya.

Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Informatika Henri Subianto menjelaskan, pelanggaran jam tayang iklan rokok merupakan tanggung jawab dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). ”Seharusnya KPI lebih tegas menindak pelanggaran tersebut.” ujar Henri.

Putusan MA

Henri menambahkan, terkait penerapan larangan iklan secara total, pihaknya tetap berpegang pada keputusan Mahkamah Konstitusi Tahun 2009 yang menyatakan iklan rokok tidak bisa dilarang karena merupakan produk legal yang boleh beredar.

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Kartono Mohamad menyatakan, tidak yakin dengan komitmen pemerintah dan parlemen untuk memasukkan aturan larangan total iklan dan promosi rokok dalam RUU Penyiaran.

”Aturan dari Mahkamah Konstitusi tersebut dikeluarkan sebelum ada Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009. Hal ini menunjukkan, pemerintah secara langsung menghancurkan generasi masa depan bangsa,” kata Kartono. (K06)



Sumber Kompas



Info Alkes