Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium terlengkap di Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: alkesritel.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Kompas.com - Daerah yang padat penduduk, seperti di Indonesia bagian barat menjadi wilayah yang rentan terjadi penularan tuberkulosis (TB).
"Memang belum ada penelitian yang spesifik mengenai hal tersebut, namun kepadatan penduduk memberi peluang besar penularan TB," kata Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti, dalam Kick Off Forum Stop TB Partnership di Jakarta (30/5/13).
Kuman TB mudah menular melalui udara, ketika seorang penderita sedang berbicara, bersin, atau pun. Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TB juga cepat menular di lingkungan dengan sumber udara terbatas, misalnya ruangan berpendingin udara yang tertutup rapat.
Jika ada satu orang terinfeksi, maka kuman dengan cepat menulari lingkungan sekitarnya. Angka penyebaran TB di Indonesia adalah 285 per 100 ribu penduduk.
"Daerah timur mungkin punya prevelensi yang lebih besar. Namun peluang tersebar lebih besar di wilayah barat," kata Ali.
Ia menambahkan, TB tidak selalu ada di daerah miskin. "Selain rumah yang kotor dan padat penduduk, rumah dengan jumlah penghuni yang banyak juga memudahkan penyebaran penyakit ini," katanya.
Ali menyarankan untuk menjaga kebersihan dan memperbanyak akses udara sebagai langkah pencegahan TB. Selain itu bila ditemukan orang dengan TB sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit.
Pengobatan yang segera dilakukan akan mempermudah proses penyembuhan. "Kalau sudah pernah kena TB jangan lupa minum obat terus selama 6 bulan," pesannya.
KOMPAS.com - Masih banyak orang tak terlalu peduli dengan kemasan pangan. Padahal kemasan berperan penting dalam menentukan aman tidaknya pangan yang dikonsumsi, terutama pangan olahan. Bila pangan dikemas dengan plastik atau material yang mengandung beracun, bukan tak mungkin kandungan toksinnya dapat mencemari pangan dan masuk ke dalam tubuh.
Salah satu zat kimia beracun yang sering ditemukan dalam kemasan seperti plastik atau kaleng makanan adalah Bisphenol-A (BPA). Zat yang satu ini biasanya tidak disebut dalam label komposisi makanan atau minuman. Tetapi bukan berarti kita tidak mengonsumsinya. Secara tidak sadar, BPA bisa masuk ke dalam tubuh bila kita tidak bijaksana dalam pemilihan makanan olahan yang dikemas.
BPA adalah zat ini sudah digunakan untuk kemasan makanan sejak 1950an. BPA adalah esterogen sintetik yang ditemukan dalam kemasan minuman yang dapat dipakai ulang, keping DVD, telepon selular, lensa kacamata dan bagian dari perangkat automobile.
Di pasar atau supermaket, kita biasa menemukan BPA dalam produk air minum yang dikemas plastik berbahan polikarbonatdan dan beberapa kaleng makanan. Zat ini juga dapat ditemukan pada kertas thermal yang digunakan sebagai bon pembayaran di kasir.
BPA yang digunakan untuk kaleng dan botol dapat menyerap ke dalam makanan dan minuman. BPA bisa menyerap sempurna dalam produk makanan kalengan yang asam, asin atau berlemak seperti santan, tomat, ikan, sup, dan sayur. Dengan meningkatnya penggunaan BPA dalam kemasan pangan, bukan tidak mungkin bahan kimia ini masik mudah masuk ke dalam tubuh.
Survei yang dilakukan Center for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat pada 2003 sampai 2004 menemukan, 93 persen dari 2.500 responden memiliki BPA dalam tubuhnya. Pada 2011, penelitian yang dilakukan Harvard School of Public Health menemukan, orang yang mengonsumsi sup kalengan tiap hari selama 5 hari mengalami kenaikan BPA sampai 1.000 persen dalam tubuhnya. Kenaikan zat BPA itu ditemukan dalam air seni setelah dibandingkan dengan responden yang mengonsumsi sup segar selama 5 hari.
BPA juga bahkan mulai merambah pada produk botol susu bayi. Bagaimanapun sebelum BPA bisa dialihkan dari kemasan hidangan, berikut tips untuk mengurangi paparannya
Menurut para ahli dari Duke Medicine, penelitian pada hewan telah memunculkan kekhawatiran bahwa dampak BPA bagi kesehatan mungkin dapat berpengaruh pada manusia. Zat ini diyakini dapat menimbulkan beragam gangguan, mulai dari masalah organ reproduksi, perilaku, obesitas hingga kanker.
Padan pengawas obat dan makanan AS (FDA) juga telah mewaspadai isu ini dan mulai mengambil langkah untuk membatasi paparan BPA pada produk pangan, termasuk di antaranya melarang penggunaan BPA dalam botol susu bayi.
BPA hingga saat ini belum dilarang penggunaannya dalam kemasan plastik. Namun untuk membatasi serta mengurangi ancaman dari paparannya, berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil :
1. Pilih kemasan yang berlabel 'Bebas BPA' atau 'BPA Free'
2. Pilihlah kemasan berbahan kaca, porselen, atau stainless steel daripada aluminium dan plastik
3. Jangan pilih platik botol dengan kode atau nomor recycling 3 atau 7 pada adasar botol. Nomor 6 juga sebaiknya jangan dipilih.
4. Jangan panaskan kemasan plastik dalam microwave
5. Jangan cuci atau kembali menggunakan kemasan tanpa label 'Bebas BPA' atau 'BPA Free.'
6. Kurangi konsumsi pangan dalam kaleng kecuali berlabel 'Bebas BPA' atau 'BPA Free.'
Selain tips diatas, berikut tiga tipe kemasan plastik yang wajib dihindari :
1. Kemasan plastik bernomor 3 Kemasan ini berbahan PVC yang merangsang pertumbuhan sel kanker (karsinogen). Kode atau nomor 3 mungkin melepaskan racun pada makanan dan minuman. Risiko akan semakin tinggi bila kemasan dicuci, dipanaskan, atau didinginkan. Kemasan plastik yang fleksibel berpeluang besar mengandung BPA.
2. Kemasan plastik bernomor 6. Kemasan ini berbahan PS, atau yang biasa dikenal sebagai styrofoam. Kemasan ini akan melepaskan racun bila dipanaskan.
3. Kemasan plastik bernomor 7 (Other). Ditemukan dalam botol bayi, botol air minum dan pengemas lainnya. Nomor 7 mengandung Bisphenol A. Zat ini berefek pada perubahan kinerja saraf dan tingkah laku, serta pubertas yang terjadi lebih dini.
Jakarta, Kompas - Upaya lebih untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dokter menjadi semakin penting. Belum optimalnya aspek komunikasi dokter dan pasien menjadi salah satu persoalan praktik kedokteran sehingga menimbulkan banyak pengaduan.
Hal itu mengemuka dalam Seminar Forum Komunikasi Rumah Sakit dalam Rangka Pembinaan Praktik Kedokteran yang Baik, di Jakarta, Rabu (29/5). Wakil Ketua Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) Sabir Alwy mengatakan, MKDKI menerima 208 pengaduan selama tahun 2006 hingga Mei 2013. Sebanyak 59 persen pengaduan berkaitan dengan masalah komunikasi.
”Permasalahan yang paling banyak diadukan adalah komunikasi, selain soal dokter ingkar janji, penelantaran, pembiayaan, standar pelayanan, dan lainnya. Terkait komunikasi, pasien mengeluh soal dokter yang lebih banyak diam dan tidak memberikan penjelasan, penggunaan istilah kedokteran yang tidak dipahami, hingga miskomunikasi antara dokter dan pasien,” ujarnya.
Menurut Sabir, penyampaian informasi yang komunikatif terkait penyakit, tindakan yang akan diambil, serta risiko yang timbul kepada pasien merupakan kewajiban dokter. Untuk itu, mereka harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
Pakar komunikasi dari Universitas Mercu Buana, Leila Mona Ganiem, mengatakan, kebanyakan dokter cenderung mengembangkan kemampuan teknis. Padahal, interaksi sehari-hari terkait tubuh manusia perlu dijelaskan secara detail kepada pasien. Jika tidak, justru akan timbul kecemasan pasien hingga pengaduan. Karena itu, peningkatan kemampuan komunikasi harus mendapatkan porsi lebih.
”Tidak hanya fasilitas, rumah sakit juga perlu secara aktif melihat komunikasi sebagai bagian yang perlu ditingkatkan. Mereka bisa memfasilitasi dokter agar semaksimal mungkin mendapatkan kemampuan itu,” ujar Mona.
Ia menambahkan, rumah sakit juga bisa menyediakan ruang khusus atau forum interaksi dokter dan pasien untuk penyampaian informasi dari yang bersifat generik hingga yang berpotensi menimbulkan kecemasan tinggi, misalnya diagnosis penyakit berat.
Dokter dan rumah sakit juga harus menyikapi kondisi di mana mereka saat ini berhadapan dengan masyarakat yang semakin cerdas dan selalu ingin tahu apa yang terjadi dengan tubuhnya seiring dengan perkembangan teknologi.
”Kalau masyarakat sudah semakin cerdas dan berani menyampaikan pandangan serta kekecewaannya, itu seharusnya jadi perhatian dokter dan rumah sakit untuk memperbaiki dirinya,” kata Mona. (K12)
Kompas.com - Minyak kelapa murni sudah dipakai sejak berabad silam. Selain untuk memasak, minyak kelapa sebenarnya dapat diandalkan untuk menjaga kesehatan kulit.
Sekitar 50 persen kandungan minyak kelapa terdiri dari asam laurat yang diketahui mampu menyingkirkan infeksi bakteri atau jamur.
Asam laurat juga banyak dipakai dalam produk kosmetik karena meningkatkan permeabilitas kulit sehingga bahan-bahan aktif dalam kosmetik bisa menembus lapisan kulit.
Nah, berikut adalah beberapa manfaat minyak kelapa bagi kulit:
1. Melembabkan kulit yang kering dan teriritasi.
2. Melembabkan kulit kepala yang kering serta memperbaiki rambut pecah-pecah. Pijat secara teratur di kulit kepala setelah keramas.
3. Bisa dipakai sebagai pengganti deodoran karena kemampuannya sebagai antijamur, caranya oleskan sedikit minyak kelapa di ketiak.
4. Menguatkan dan menyehatkan kuku. Gunakan sebagai minyak untuk memijat tangan dan kuku.
5. Oleskan pada jerawat dan biarkan semalaman untuk mengempeskan jerawat yang disebabkan oleh bakteri.
KOMPAS.com - Masifnya iklan, promosi, dan sponsor rokok merupakan pemicu naiknya jumlah perokok, terutama pada remaja dan anak. Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPAI) Arist Merdeka Sirait mengatakan, remaja dan anak merupakan sasaran yang rentan tertarik mencoba rokok akibat iklan, promosi, dan sponsor rokok tersebut.
Data dari Tobacco Control Support Center menyebutkan jumlah perokok remaja usia 15 hingga 19 tahun atau usia sekolah SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi meningkat 12,9 persen dalam kurun waktu 15 tahun (1995-2010). Peningkatan terbesar terutama pada remaja laki-laki, dari 13,7 persen menjadi 38,4 persen. Sedangkan pada remaja perempuan meningkat dari 0,3 persen menjadi 0,9 persen.
Menurut Arist, iklan rokok sudah tidak terlalu berefek pada orang yang sudah merokok lebih dari 10 tahun. Biasanya mereka sudah loyal terhadap satu merek tertentu.
"Maka iklan rokok lebih menarik bagi remaja dan anak yang masih coba-coba merokok," ujarnya dalam diskusi Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2013 yang diadakan Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Kamis (30/5/2013) di Jakarta.
Survei yang dilakukan KPAI pada 10.000 remaja dan anak beberapa waktu lalu menunjukkan 93 persen anak melihat iklan rokok dari tayangan televisi. Lima puluh persen dari baliho di jalan, dan 73 persen dari sponsor acara.
Dalam kesempatan yang sama, ketua Komnas Pengendalian Tembakau dr. Prijo Sidipratomo mengatakan, iklan rokok sangat mempengaruhi ketertarikan remaja dan anak untuk merokok. Penelitian membuktikan bahwa 70 persen anak muda yang melihat iklan rokok terpengaruh untuk merokok.
Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Ezki Suyanto mengatakan, meskipun iklan rokok hanya boleh ditayangkan di televisi melebihi jam 21.30, namun iklan rokok yang cenderung kreatif dan menujukkan nilai kebersamaan dan kepahlawanan dapat menarik remaja dan anak.